NovelToon NovelToon
KAISAR HANTU

KAISAR HANTU

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Budidaya dan Peningkatan / Fantasi Timur
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Lin Ye terbatuk memuntahkan darah hitam dan terbangun di tanah pemakaman Sekte Pedang Surgawi.

Dantiannya telah hancur lebur, menjadikannya tumpukan sampah yang selalu dihina oleh para kultivator lain.

Angin malam yang dingin berhembus membawa aroma dupa busuk dan aura kematian yang sangat pekat di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Jenderal Wu An tertawa menggelegar sebelum akhirnya ia melesat ke tengah kerumunan penjaga bagaikan serigala yang masuk ke dalam kandang domba.

Tombak bergerigi bayangan itu berayun secara horizontal membelah udara malam dan menciptakan gelombang kejut hitam yang mematikan.

Tubuh-tubuh manusia terpotong menjadi dua bagian, darah menyembur setinggi atap paviliun, dan jeritan histeris memenuhi seluruh halaman.

Batu-batu hias hancur berkeping-keping dan air kolam teratai langsung berubah warna menjadi merah pekat karena genangan darah segar.

Hanya dalam waktu singkat, seluruh penjaga di halaman utama telah diubah menjadi tumpukan daging cincang yang tidak berbentuk lagi.

Lin Ye berjalan melewati lautan darah dan potongan tubuh tersebut dengan langkah yang sangat santai, sama sekali tidak peduli dengan kekejaman di sekitarnya.

Ia menyerap belasan jiwa penasaran yang melayang di udara, membuat energi di dalam dantiannya akhirnya meledak menembus tahap kelima Alam Pengumpulan Qi.

Kekuatan baru meresap ke dalam tulang dan ototnya, membuat aura kematiannya semakin solid dan menakutkan bagi siapa pun yang merasakannya.

Lin Ye berhenti melangkah tepat di depan pintu utama bangunan paviliun terdalam yang merupakan tempat istirahat pribadi milik Zhao Ming.

Cahaya keemasan dari batu spiritual tingkat tinggi terlihat samar-samar memancar dari balik celah pintu kayu berukir tersebut.

Tanpa ragu, Lin Ye menendang pintu itu hingga engselnya lepas dan papannya terlempar menabrak sebuah meja porselen mahal di dalam ruangan.

Di dalam ruangan yang sangat luas dan mewah itu, Zhao Ming sedang duduk bersila di atas ranjang sutra dengan wajah penuh keterkejutan.

Ia mengenakan jubah tidur berbahan sutra emas dan sedang menggenggam dua buah batu spiritual tingkat menengah di kedua tangannya.

Zhao Ming membelalakkan matanya saat melihat siapa yang baru saja mendobrak masuk ke dalam ruangan pribadinya dengan cara yang sangat kasar.

Wajahnya seketika pucat pasi melihat pemuda yang mengenakan pakaian compang-camping berlumuran darah berdiri di ambang pintu bagaikan dewa kematian.

"L-Lin Ye?! Apa yang kau lakukan di sini, sampah?! Dan suara apa di luar tadi?!" bentak Zhao Ming mencoba menutupi ketakutannya dengan suara keras.

Lin Ye melangkah masuk ke dalam ruangan secara perlahan sambil menutup sisa pintu yang hancur menggunakan aura bayangannya.

"Aku datang untuk menagih hutang darah atas dantianku yang kau hancurkan dan siksaan yang kau berikan selama sebulan terakhir," jawab Lin Ye dengan tenang.

Zhao Ming mendengus kasar dan segera melompat turun dari ranjang sutranya, memancarkan aura kultivasi tahap keenam Alam Pengumpulan Qi.

Ia merasa sedikit lebih percaya diri karena melihat tingkatan kultivasi Lin Ye yang baru saja mencapai tahap kelima.

"Hahaha! Hanya karena kau kebetulan selamat dari Jurang Kematian dan mendapat sedikit peningkatan kultivasi, kau berani menantangku?!"

"Aku adalah murid elit tahap keenam! Membunuhmu saat ini sama mudahnya dengan membalikkan telapak tanganku sendiri!"

Zhao Ming menghunuskan pedang panjang berkualitas tinggi dari sarung di pinggangnya, memancarkan cahaya biru spiritual yang sangat terang.

Ia langsung melesat ke arah Lin Ye dengan kecepatan tinggi dan menggunakan jurus mematikan kebanggaannya, Tebasan Kilat Membelah Lautan.

Energi pedang yang sangat tajam menyapu seluruh benda di dalam ruangan, memotong meja kayu dan kursi porselen menjadi dua bagian.

Bilah pedang itu mengarah tepat ke dahi Lin Ye dengan niat untuk membelah kepala pemuda itu hingga ke selangkangannya.

Namun, Lin Ye sama sekali tidak menunjukkan ekspresi panik atau berusaha untuk menghindar dari serangan mematikan tersebut.

Ia hanya mengangkat tangan kanannya perlahan, membiarkan energi Yin purba yang sangat pekat menyelimuti telapak tangannya hingga berwarna hitam legam.

Saat bilah pedang Zhao Ming hampir membelah dahinya, Lin Ye meninju bilah pedang tersebut dari arah samping dengan kekuatan fisik murni.

Suara ledakan logam yang sangat memekakkan telinga bergema di dalam ruangan saat tinju Lin Ye menghantam sisi bilah pedang tersebut.

Pedang berkualitas tinggi kebanggaan Zhao Ming itu seketika hancur berkeping-keping seolah terbuat dari kaca tipis murahan.

Bukan hanya itu, gaya pantul dari hantaman tersebut menjalar langsung ke lengan kanan Zhao Ming melalui gagang pedangnya yang patah.

Tulang lengan kanan Zhao Ming berderak nyaring sebelum akhirnya patah menjadi beberapa bagian yang menembus keluar dari kulitnya.

Zhao Ming menjerit histeris dengan mata melotot lebar saat ia merasakan rasa sakit yang luar biasa merobek kewarasannya.

Ia terhempas ke belakang sejauh beberapa meter dan menabrak dinding batu bata hingga membuat dinding itu retak parah.

Darah segar menyembur keluar dari mulutnya saat ia jatuh terduduk di atas lantai marmer sambil memegangi lengan kanannya yang hancur.

Ia menatap Lin Ye dengan pandangan tidak percaya seolah sedang melihat siluman monster kuno yang memakai kulit manusia.

"B-bagaimana mungkin... Kekuatan fisik macam apa itu... Dantianmu sudah hancur!" gumam Zhao Ming dengan suara bergetar dan napas tersengal-sengal.

Lin Ye berjalan mendekati Zhao Ming dengan langkah yang sangat pelan, menikmati setiap detik ketakutan yang terpancar dari wajah musuhnya.

"Dantianku memang pernah hancur berkat kebaikan hatimu, tapi berkat itu pula aku menemukan jalan sejati menuju keabadian," ucap Lin Ye.

Ia berhenti tepat di hadapan Zhao Ming dan menginjak kaki kiri pria itu dengan sekuat tenaga hingga terdengar suara tulang yang remuk berkeping-keping.

Zhao Ming kembali melolong panjang kesakitan, suaranya terdengar sangat menyedihkan menyerupai anjing liar yang sedang disembelih hidup-hidup.

Ia meronta-ronta di atas lantai, air matanya bercampur dengan ingus dan darah yang menetes membasahi jubah sutra emasnya yang mahal.

"Ampun! Kumohon ampuni aku, Lin Ye! Aku bersedia memberikan seluruh harta dan batu spiritualku kepadamu!" teriak Zhao Ming putus asa.

Lin Ye sedikit mencondongkan wajahnya dan menatap lurus ke dalam bola mata Zhao Ming yang penuh dengan keputusasaan mutlak.

"Hartamu dan nyawamu sudah menjadi milikku malam ini, tapi sebelum itu, kau harus memberitahuku satu hal penting."

"Katakan padaku siapa nama tuan muda pelataran dalam yang menyuruhmu menghancurkan dantianku waktu itu," perintah Lin Ye dengan nada mengancam.

Zhao Ming menelan ludahnya yang bercampur darah dengan susah payah, wajahnya memucat mendengar pertanyaan yang sangat tabu tersebut.

"J-jika aku memberitahumu... kau berjanji akan melepaskanku dan membiarkanku hidup?" tawar Zhao Ming mencoba mencari celah keselamatan.

Lin Ye langsung menginjak kaki kanan Zhao Ming hingga remuk, membuat pria itu kembali menjerit dengan suara yang hampir kehilangan nadanya.

"Kau tidak dalam posisi untuk bernegosiasi denganku, katakan sekarang atau aku akan membuatmu memakan lidahmu sendiri."

Rasa sakit yang sudah melampaui batas toleransi manusia membuat Zhao Ming akhirnya menyerah pada pertahanan mentalnya yang rapuh.

"D-dia adalah Tuan Muda Chu Yan! Cucu dari Tetua Agung Sekte Pedang Surgawi pelataran dalam!" teriak Zhao Ming dengan suara serak.

"Dia menyuruhku menghancurkan dantianmu karena kau tidak sengaja melihatnya sedang memperkosa seorang murid perempuan pelataran luar!"

Mendengar kebenaran yang sangat menjijikkan itu, mata Lin Ye menyipit tajam dan aura pembunuhnya meledak semakin liar di dalam ruangan.

Pemilik tubuh asli dihancurkan hidup-hidup hanya untuk menutupi kejahatan kotor dari seorang bangsawan munafik yang berlindung di balik nama aliran lurus.

Lin Ye perlahan mengangkat tangan kanannya dan meletakkannya tepat di atas ubun-ubun kepala Zhao Ming yang sedang menangis tersedu-sedu.

"Chu Yan... aku akan mengingat nama itu dan memastikan dia mengalami hal yang seribu kali lebih buruk dari apa yang kau rasakan saat ini," bisik Lin Ye.

Mata Zhao Ming membelalak ketakutan menyadari bahwa Lin Ye sama sekali tidak berniat untuk mengampuni nyawanya meskipun ia sudah jujur.

"K-kau pembohong! Kau bilang akan... aarrgghhh!!!"

Ucapan Zhao Ming terpotong oleh jeritan histeris yang sangat panjang saat Lin Ye mulai menyedot jiwa dari dalam tubuhnya yang masih hidup.

Proses penarikan jiwa secara paksa saat korban masih bernapas adalah rasa sakit yang jauh melampaui jutaan irisan pisau di sekujur tubuh.

Urat-urat biru menonjol keluar di sekujur wajah dan leher Zhao Ming sementara kedua matanya berputar ke atas hingga hanya menyisakan bagian putihnya saja.

Energi kehidupan dan sisa-sisa kultivasi Zhao Ming ditarik keluar membentuk pusaran kabut keperakan yang masuk langsung ke telapak tangan Lin Ye.

Tubuh berisi Zhao Ming perlahan mengering dan menyusut dengan sangat cepat, berubah menjadi mumi keriput hanya dalam waktu beberapa tarikan napas.

Jeritan Zhao Ming perlahan melemah dan akhirnya berhenti sepenuhnya saat jiwa penasaran tingkat menengah itu berhasil diekstrak dengan sempurna.

Lin Ye menyerap esensi jiwa itu ke dalam dantiannya, merasakan peningkatan kultivasi yang sangat signifikan dari jiwa seorang kultivator tahap keenam.

Ia menjentikkan jarinya dan tubuh mumi Zhao Ming seketika hancur menjadi debu abu-abu yang berserakan di atas lantai marmer.

Layar panel transparan dari Sistem Pengendali Hantu langsung muncul dan berkedip memberikan notifikasi pencapaian yang sangat memuaskan.

"Misi Pembalasan Dendam Tahap Pertama Selesai dengan Sempurna."

"Menambahkan hadiah: Buku Manual Seni Pergerakan Langkah Hantu Bayangan dan Sepuluh Pil Pengumpul Qi Tingkat Menengah ke dalam inventaris."

Lin Ye tersenyum dingin dan memutar tubuhnya menghadap jendela besar yang memperlihatkan pemandangan malam pelataran luar Sekte Pedang Surgawi.

Darah telah tertumpah dan jeritan kematian telah berkumandang, ini barulah awal dari kehancuran total yang akan ia bawa ke dunia kultivasi ini.

Ia menatap ke arah gunung utama pelataran dalam yang menjulang tinggi menembus awan dengan tatapan mata yang penuh dengan ambisi pembalasan dendam.

"Tunggu aku di sana, Chu Yan, kematianmu sudah tertulis di dalam buku takdirku malam ini," gumamnya perlahan pada hembusan angin malam.

1
rizky r
cerita menarik, balas dendam hantu
Lamia Dante
manarik
Lamia Dante
bagus ceritanya menarik, tidak berbelit belit, ayo balas demdam
Kalong Super
💪💪🤭
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
🥛
Lucy Sandy
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!