Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya gila, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.
Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.
Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Helena berpikir lebih baik dia mengabaikan janjinya itu. Tidak mungkin dia akan menikah dengan orang tidak waras seperti Arjuna. Lama-lama dia bisa stres jika terus bersamanya.
"Dengarkan aku, lebih baik kita jalan masing-masing saja. Aku tidak ingin lagi bertemu dengan orang gila seperti kamu."
Setelah melontarkan kata-kata pedas itu, Helena segera berbalik dan pergi meninggalkan Arjuna tanpa menoleh sedikit pun.
Arjuna hanya diam memperhatikan punggung gadis itu yang perlahan menghilang di antara pepohonan. Dia mengerutkan kening, merasa bingung, mengapa gadis menyebutnya orang gila.
"Berani sekali dia memanggil orang gila pada seorang pangeran? "
Tiba-tiba, kepala Arjuna terasa berdenyut hebat, sangat merasakan pening. Di tengah rasa pusing itu, sebuah suara samar terdengar di benaknya.
"Saat ini kamu telah hidup di tahun 2026. Jika kamu ingin kembali, kamu harus menunggu waktu satu bulan lagi, sampai gerhana matahari itu tiba."
Dia sangat terkejut mendengarnya, sampai membuatnya menganga.
Itu artinya saat ini dia berada di zaman yang berbeda?
Rupanya dia telah terkurung selama seribu tahun di dalam batu giok.
...****************...
Helena terus berjalan menyusuri hutan belantara itu sendirian. Nafasnya memburu, keringat mulai membasahi pelipisnya.
"Hm, sangat disayangkan, kenapa ada orang gila setampan itu?"
"Apa mungkin dia terlalu berkhayal ingin menjadi seorang pangeran kerajaan sampai kehilangan akal sehatnya?"
Namun, dia tiba-tiba merasa sedih. Hatinya bertanya-tanya, apakah keluarganya berusaha untuk mencarinya?
Selama ini, dia merasa tidak diperlakukan tidak adil. Apalagi oleh ibunya. Ibunya selalu membela Nova dan selalu menekannya untuk mengalah. Bahkan sekarang dia harus merelakan kekasihnya menikah dengan kakaknya sendiri.
Jalannya yang dia lalui semakin lama semakin terjal dan licin.
Dia tiba-tiba terbelalak saat melihat dari kejauhan ada jalan raya, meskipun terlihat samar.
"Akhirnya aku menemukan jalan keluar," serunya.
Tapi dia merasa bingung, karena harus berjalan melalui lereng yang curam.
Demi bisa pulang, dia nekad melangkah terus dengan hati-hati. Namun, tiba-tiba sepatunya terpeleset di atas lumut basah yang licin. Tubuhnya kehilangan keseimbangan.
"Ahhh!"
Tubuh Helena jatuh terhempas dari ketinggian sekitar dua puluh meter, menghantam bebatuan tajam di bawah sana dengan keras.
BRUK!
Darah segar seketika menyembur deras dari luka di kepala dan sekujur tubuhnya. Helena merasakan seolah seluruh tulang di tubuhnya remuk dan hancur.
Darah terus mengalir membasahi batu-batu di sampingnya. Perlahan-lahan, dia kehilangan kesadarannya.
Arjuna yang mendengar suara jeritan itu, dia langsung melakukan teleportasi, dalam sekejap mata dia sudah berada di dasar jurang, tempat Helena terbaring.
Dia sangat terkejut saat melihat keadaan Helena.
"Apa yang terjadi padanya?"
Arjuna segera berlutut, lalu memeriksa keadaan Helena. Dia meraba nadinya yang terasa sangat lemah. Tulang-tulangnya telah patah di beberapa bagian.
Dengan keahlian medisnya, dia menekankan titik-titik penting pada tubuh gadis itu, berusaha keras menahan pendarahan dan menstabilkan kondisinya.
Namun, semua usahanya tampak sia-sia. Luka dalam dan pendarahan itu terlalu parah. Tubuh gadis itu sudah di ambang kematian.
"Dengan kondisi seperti ini dia akan segera mati. Bahkan keahlian medisku tidak cukup untuk menyembuhkannya," gumam Arjuna dengan cemas.
Dia mencoba berpikir keras bagaimana caranya untuk menyembuhkan gadis itu.
Tiba-tiba, dia teringat dengan cerita dari ayahnya tentang kalung batu giok yang memiliki kekuatan untuk menyembuhkan luka mematikan pada seseorang. Dengan syarat, orang itu harus memakai kalung tersebut selama satu bulan penuh, untuk menstabilkan energi di seluruh tubuhnya.
Jika kalung itu dilepas sebelum waktunya, nyawa Helena tetap akan terancam.
Dengan cepat, Arjuna segera melingkarkan kalung itu pada leher Helena.
Tiba-tiba, cahaya putih menyilaukan mata, memancar dari batu giok tersebut. Cahaya itu menyelimuti seluruh tubuh Helena.
Luka robek di kepalanya perlahan menutup, darah yang mengalir berhenti dan menghilang, tulang-tulang yang retak menyatu kembali dengan sempurna.
Kulitnya yang memar kini kembali mulus. Dalam hitungan detik, tubuh Helena yang tadinya sekarat kini telah pulih kembali.
...****************...
Axel berjalan dengan mondar-mandir dengan perasaan gelisah. Sudah tiga hari semua orang suruhannya sibuk mencari keberadaan Helena, namun sama sekali belum ada hasil.
Dia meluapkan kekesalannya pada para pengawal yang ada di sana. "Sudah tiga hari kalian mencari putriku, tapi kalian belum juga menemukannya!"
Dia menegaskan. "Pokoknya aku tidak mau. Kalian harus segera menemukan keberadaan putriku!"
"Baik, Tuan," jawab semua pengawal dengan serempak.
Mereka pun segera pergi kembali ke hutan untuk melanjutkan pencarian.
Zora menuangkan segelas minuman, lalu mencoba menenangkan suaminya.
"Pa, Mama tahu Papa sangat mengkhawatirkan Helena. Mama juga sama. Tapi jangan sampai Papa lupa makan, Mama tidak mau Papa jatuh sakit."
Axel hanya diam, wajahnya terlihat sangat sedih dan lesu.
Zora kemudian berkata lagi. "Sekarang kan Nova sudah resmi menikah, sesuai dengan janji Papa sebelumnya, kapan Papa akan mengangkat Nova menjadi direktur di Rumah Sakit Niroga?"
Niroga Grup adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan.
Perusahaan itu memiliki rumah sakit di berbagai kota besar. Bukan hanya itu, mereka juga memiliki banyak klinik kesehatan, laboratorium lengkap, dan pusat rehabilitasi.
Saat ini Niroga Grup telah menjadi pilar utama dalam dunia industri kesehatan di negeri ini.
Axel menjadi sangat marah. "Bisa-bisanya kamu memikirkan hal seperti itu di saat keadaan genting seperti ini? Saat ini Helena belum ditemukan keberadaannya, kita tidak tahu nasib Helena seperti apa."
Zora pura-pura terlihat sedih. "Maafkan Mama, Pa. Mama cuma ingin mengingatkan saja."
Axel menatapnya dengan dingin. "Sampai sekarang Helena masih menganggap kamu sebagai ibu kandungnya. Aku selalu menyuruhmu untuk berlaku adil pada Nova dan Helena."
Zora tersenyum tipis. "Tentu saja aku sangat menyayangi Helena. Karena itu aku membesarkannya."
Padahal di dalam hatinya, dia sangat berharap Helena tidak akan pernah ditemukan lagi.
Sebenarnya, dia dan Nova telah bersekongkol untuk mencelakai Helena. Mereka tahu bahwa hari itu Helena akan bermain paralayang, sehingga mereka menyuruh seseorang diam-diam merusak tali paralayang, agar gadis itu celaka.
jahat axel.
helen sangat terkejut ternyata juna selama yg dicari bisa membantu timnya, semoga aja kehadiran juna boss menyelematkan pasien...
biangkeroknya adalah mirna yg sengaja membuat kesalahan, agar operasinya gagal total pasti disuruh sama silampir nova...
tenang helen suami sangat pintar dan jenius, di zamannya juna terkenal sebagai tabib hebat...
juna pasti dengan kemampuannya bisa menolong pasien itu, untung juna dateng tepat waktu menggantikan mirna itu.
semoga aja mirna ketahuan yg membuat kesalahan, ayo juna tunjukan kemampuanmu dan kehebatan. kamu mampu bisa melakukan operasi kerjasama tim...
agar papa mertua kamu selalu menghina dan meremehkanmu itu menyesal, ternyata menantu yg dianggap bodoh dan tidak berguna itu sangat hebat dan pintar...
helen pasti bangga padamu juna, kamu punya kemampuan sangat hebat dan pintar....
cepat... cepatlah lakukan penyelamatan...