NovelToon NovelToon
Nenekku Pahlawanku

Nenekku Pahlawanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: Mirage Ink

Shen Yu dikenal sebagai tuan muda paling bermasalah di Kota Qinghe. Ia gemar menghamburkan uang, membuat keributan, dan menghabiskan waktunya di rumah hiburan. Anehnya, setiap kali ia membuat masalah, sang nenek selalu berada di belakangnya.

Nyonya Lin bukanlah wanita tua biasa. Ia adalah legenda dunia persilatan, pendiri Aliansi Seratus Perguruan, dan sosok yang pernah menjaga kedamaian Dunia.

Namun ketika bayang-bayang perang kembali muncul dan musuh-musuh lama mulai bergerak, Shen Yu harus menghadapi kenyataan bahwa perlindungan neneknya tidak akan ada selamanya. Demi menjaga warisan orang yang paling ia cintai, ia perlahan berubah dari seorang tuan muda manja menjadi pendekar yang akan menentukan masa depan Kekaisaran dan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirage Ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Suasana di halaman keluarga Shen mendadak berubah sunyi. Angin berhenti berembus.

Para pelayan buru-buru mundur ke belakang Pak Hong. Mu Xueyi tanpa sadar menggenggam lengan bajunya sendiri.

Aura lelaki berjubah hitam itu begitu pekat hingga langit di atas kediaman keluarga Shen perlahan menggelap.

Wei Gong hanya melirik sekilas.

Lalu...

Ia berjalan menuju paviliun taman. Tanpa meminta izin, ia duduk di kursi tempat Shen Yu tadi menikmati teh. Ia mengambil satu cangkir kosong. Menuangkan teh untuk dirinya sendiri.

"Hm... tehnya lumayan."

Salah seorang pengawal istana berbisik pelan.

"Kasim Wei... apakah kita tidak menghentikan mereka?"

Wei Gong meniup teh panasnya.

"Menghentikan?"

Ia tertawa kecil.

"Yang Mulia hanya memerintahkan ku membawa Shen Yu ke istana. Bukan menyelamatkannya."

Ia kembali menyeruput teh.

"Kalau bocah itu mati, tugasku selesai, Kalau dia hidup baru kubawa ke istana."

Ia pun bersandar santai sambil menikmati pertunjukan.

Di sisi lain...

Lelaki berjubah hitam memandang Shen Yu tanpa berkedip.

"Aku Penguasa Bayangan, sudah puluhan tahun tidak ada orang yang berani membuatku keluar dari tempat pertapaanku."

Shen Yu menguap kecil.

"Namamu terlalu panjang."

"Boleh kupanggil pak tua saja?"

Ucapan itu membuat Qin Feng tersenyum sinis.

"Bodoh!. Berani menghina Penguasa Bayangan."

Namun...

Lelaki tua itu justru tertawa.

"Hahaha sudah lama tidak ada anak muda seberani dirimu, tapi sekarang kau akan mati."

Boom!

Aura hitam meledak.

Bayangan hitam berubah menjadi puluhan tombak yang langsung melesat ke arah Shen Yu.

Mu Xueyi menutup mulutnya.

"Suamiku!"

Namun...

Shen Yu tidak menghindar. Ia hanya mengangkat satu jari.

"Pergi."

Bzzz!!

Seluruh tombak bayangan hancur menjadi kabut hitam.

"Apa?!"

Penguasa Bayangan sedikit mengernyit.

Tubuhnya menghilang. Dalam sekejap ia muncul di belakang Shen Yu. Sebuah cakar hitam menyambar lehernya.

Namun Shen Yu telah lebih dulu berbalik. Dua telapak tangan bertemu.

Duum!!

Gelombang kejut menghancurkan paviliun taman. Meja teh milik Wei Gong hancur berkeping-keping.

Tehnya tumpah mengenai pakaiannya. Wei Gong melihat noda teh itu.

Wajahnya berkedut.

"Sialan lain kali kalau mau bertarung agak jauh sedikit."

Shen Yu dan Penguasa Bayangan sama sekali tidak mempedulikannya.

Keduanya sudah melesat ke langit.

Boom!

Boom!

Boom!

Setiap benturan membuat awan terbelah. Seluruh Kota Qinghe kembali berguncang. Semua orang mendongak.

Di udara...

Penguasa Bayangan mulai terengah-engah.

"Mustahil..kau masih sangat muda tapi sudah sekuat ini"

Shen Yu tersenyum tipis.

"Aku juga baru menyadarinya pagi tadi."

Ia mengepalkan tangan. Energi spiritual emas memenuhi seluruh tubuhnya. Di belakangnya perlahan muncul bayangan seekor naga emas raksasa.

Mu Xueyi membelalakkan mata.

"Itu..."

Lin Xue yang memperhatikan dari jauh tersenyum kecil.

"Jadi benar tubuh Roh Bulan milik Xueyi telah membangkitkan seluruh potensi Yuer."

Shen Yu merasakan seluruh meridiannya dipenuhi tenaga yang belum pernah ia rasakan. Setiap tarikan napas membuat aura di sekitarnya meningkat.

Penguasa Bayangan menggertakkan gigi.

"Tidak mungkin! Aku tidak percaya!"

Ia mengeluarkan seluruh kekuatannya.

Kabut hitam menutupi langit. Bayangan raksasa menyerupai iblis muncul di belakang tubuhnya.

"Jurus Rahasia! Lautan Seribu Bayangan!"

Ribuan bayangan hitam turun dari langit. Menutupi seluruh kediaman keluarga Shen.

Namun...

Shen Yu menutup matanya. Ia teringat ucapan Lin Xue ketika masih kecil.

"Kalau suatu hari kau menemukan orang yang benar-benar kau lindungi... kekuatanmu tidak lagi berasal dari dirimu sendiri."

Shen Yu membuka mata.

Tatapannya berubah tajam. Ia mengangkat telapak tangan ke langit.

"Jurus Nenek! Telapak Kaisar Langit!" (Tian Huang Zhang!)

Boom!!

Telapak cahaya emas berukuran raksasa turun dari langit. Dalam sekejap...

Seluruh lautan bayangan hancur. Penguasa Bayangan mencoba bertahan. Namun telapak emas itu menghantam tubuhnya tanpa bisa dihentikan.

"Tidak...!!! Aku... tidak mungkin kalah...!"

BOOOOOOM!!

Ledakan dahsyat mengguncang seluruh Kota Qinghe.

Saat debu menghilang...

Penguasa Bayangan telah berlutut di tanah. Seluruh tubuhnya dipenuhi retakan. Ia mengangkat kepala dengan susah payah.

"A-Anak muda...Kau...Siapa sebenarnya..."

Shen Yu berjalan perlahan mendekatinya. Ia memandang lelaki tua itu dengan tenang.

"Aku? Aku hanya cucu Nyonya Lin."

Senyum tipis muncul di wajah Shen Yu.

Lalu...

Ia mengangkat satu telapak tangan.

Boom!

Satu pukulan terakhir menghantam kepala Penguasa Bayangan.

Tubuh lelaki tua itu langsung hancur menjadi serpihan cahaya hitam. Keheningan kembali menyelimuti halaman keluarga Shen.

Qin Feng dan Qin Hai membeku.

Wajah mereka kehilangan warna. Orang yang mereka anggap sebagai harapan terakhir...

Kini tewas di hadapan mereka.

Di sisi lain, Wei Gong perlahan berdiri sambil menepuk-nepuk debu di pakaiannya. Ia memandang Shen Yu beberapa saat.

Lalu tersenyum tipis.

"Bagus. Kalau begitu tugasku jadi lebih mudah."

Ia mengeluarkan gulungan emas kekaisaran sekali lagi.

"Shen Yu. Yang Mulia Kaisar memanggilmu ke Istana. Kali ini jangan membuatku menunggu."

1
anggita
like👍iklan☝, Shen Yu.
Mirage Ink: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!