NovelToon NovelToon
Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / CEO
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Deni adalah seorang pemuda jenius yang berada satu langkah lagi menuju puncak ilmu bela diri, namun secara sepihak diusir oleh gurunya untuk turun gunung dengan sebuah misi yang sangat absurd yaitu menjadi kurir Shopee Food. Untuk membuka segel kekuatannya dan resmi menjadi Raja Bela Diri sejati, Deni diwajibkan oleh sebuah sistem misterius untuk mengumpulkan seribu ulasan bintang lima dari para pelanggannya di kerasnya ibukota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Suasana malam di rumah pribadi Clara terasa sangat hangat dan penuh dengan suara tawa.

​Rumah berlantai dua yang biasanya sepi itu kini dipenuhi oleh aroma harum makanan yang menggugah selera.

​Di ruang tamu yang luas, sebuah meja bundar besar sudah diisi penuh dengan berbagai macam hidangan lezat.

​Ada sate ayam, ikan bakar, kepiting saus tiram, dan tentu saja ayam goreng krispi buatan restoran Rina.

​Clara duduk bersandar di sofa sambil memegang segelas jus jeruk dingin di tangan kanannya.

​Wajah CEO cantik itu terlihat sangat lega karena beban berat soal proyek pesisir akhirnya sudah hilang dari pundaknya.

​"Ayo dimakan semuanya, malam ini kita rayakan kemenangan Grup Nirvana sepuasnya," ucap Clara dengan senyum yang sangat manis.

​Deni tentu saja menjadi orang yang paling sibuk di ruangan itu sejak satu jam yang lalu.

​Pemuda berjaket kurir itu duduk bersila di atas karpet berbulu tebal tepat di depan meja makanan.

​Nyam nyam nyam.

​Suara kunyahan Deni terdengar sangat keras karena mulutnya dipenuhi oleh daging kepiting dan nasi putih.

​"Pelan-pelan makannya Deni, makanannya tidak akan lari ke mana-mana kok," tegur Rina yang duduk tepat di sebelah pemuda itu.

​Rina dengan sangat telaten mengambilkan sepotong paha ayam goreng lalu menaruhnya ke atas piring Deni.

​"Iya Nona Rina, habisnya makanan Nona Clara ini enak-enak semua rasanya seperti makan di surga," jawab Deni dengan mulut masih penuh.

​Siska yang duduk di seberang meja hanya tertawa pelan melihat kelakuan rakus pengawal bosnya itu.

​"Kamu ini memang perut karet ya Deni, padahal siang tadi di kantor kamu sudah menghabiskan tiga kotak nasi padang," ledek Siska sambil menggelengkan kepala.

​Deni menelan makanannya dengan susah payah lalu meminum segelas air putih sampai habis.

​Glek glek glek.

​"Nasi padang itu cuma buat pemanasan perut saja Siska, porsi utamanya kan acara malam ini," bantah Deni membela diri.

​Maya yang sejak tadi berdiri di dekat dapur perlahan berjalan mendekat membawa nampan berisi potongan buah segar.

​Gadis berambut pendek itu meletakkan nampan buah tepat di depan pangkuan Deni dengan gerakan yang sangat sopan.

​"Silakan buahnya Tuan Deni, saya sengaja memotongkan buah semangka ini khusus agar Tuan tidak seret," ucap Maya dengan wajah sedikit merona merah.

​Deni langsung mencomot sepotong semangka merah itu dan memakannya dalam satu kali gigitan besar.

​"Terima kasih Maya, kamu memang paling tahu apa yang kubutuhkan setelah makan daging berlemak begini," puji Deni tersenyum lebar.

​Mendengar pujian santai itu, wajah Maya menjadi semakin merah seperti kepiting rebus.

​Clara yang melihat kejadian itu dari atas sofa langsung berdehem pelan untuk mengalihkan perhatian.

​Ehem.

​"Deni, ingat ya besok pagi kamu tetap harus mengawalku ke kantor seperti biasa," kata Clara mengingatkan tugas utamanya.

​"Proyek pesisir itu baru tahap awal saja, pasti akan ada banyak rapat lanjutan yang membosankan ke depannya."

​Deni mengusap perutnya yang sudah mulai membuncit karena kekenyangan.

​"Siap laksanakan Nona bos, jangankan mengawal ke kantor, mengawal ke ujung dunia pun aku siap selama gaji dan jatah makanku aman," jawab Deni asal bicara.

​Rina langsung mencubit pinggang Deni dengan pelan mendengar jawaban gombal pemuda itu.

​"Dasar kurir mata duitan, ujung-ujungnya pasti cuma ingat perut dan dompet saja," omel Rina dengan nada bercanda.

​Semua orang di ruangan itu tertawa lepas mendengar omelan Rina yang sama sekali tidak terdengar marah.

​Hahaha.

​Suasana pesta kecil itu benar-benar membuat Deni merasa nyaman dan merasa seperti memiliki keluarga baru di kota besar ini.

​Dia melihat wajah Clara yang tenang, Rina yang penyayang, Maya yang patuh, dan Siska yang selalu ceria.

​"Kalau setiap hari hidupku diisi dengan makan enak begini, aku rela jadi kurir seumur hidup," batin Deni tersenyum sendiri.

​Namun di tengah suasana santai itu, tiba-tiba terdengar suara bel dari arah pintu gerbang depan rumah Clara.

​Ding dong.

​Suara bel itu terdengar cukup nyaring menembus malam yang mulai sepi di kompleks perumahan mewah tersebut.

​Clara mengerutkan keningnya merasa heran karena dia tidak mengundang siapa-siapa lagi malam ini.

​"Siapa yang datang bertamu jam sebelas malam begini," gumam Clara sambil melihat jam dinding.

​Siska yang kebetulan sedang berdiri langsung menawarkan diri untuk mengecek ke depan.

​"Biar aku saja yang lihat keluar Nona Clara, mungkin itu kurir paket biasa yang mengantar pesanan belanja daring," tawar Siska bersiap melangkah.

​Tapi sebelum Siska sempat berjalan, Deni sudah lebih dulu berdiri dari duduknya dengan gerakan yang sangat cepat.

​Sret.

​"Biar aku saja yang buka pintunya Siska, ini sudah malam dan angin di luar sana sangat dingin," cegah Deni dengan nada yang tiba-tiba berubah serius.

​Deni memiliki insting yang sangat tajam dan telinganya tidak mendengar suara mesin motor atau mobil kurir berhenti di depan gerbang.

​Seseorang menekan bel itu tapi sama sekali tidak ada suara langkah kaki yang menjauh.

​"Hati-hati Deni, kalau itu orang mencurigakan langsung panggil saja petugas keamanan kompleks," pesan Clara yang ikut merasa sedikit tegang.

​"Nona bos tenang saja, lanjutkan saja makan buahnya sambil menungguku kembali," jawab Deni tersenyum menenangkan.

​Deni berjalan keluar rumah melewati pintu utama dan melangkah menyusuri halaman depan yang diterangi lampu taman.

​Tap tap tap.

​Suasana di luar rumah terasa sangat sunyi dan hawa dingin malam langsung menusuk pori-pori kulitnya.

​Deni sampai di depan gerbang besi yang menjulang tinggi lalu mengintip dari celah jeruji.

​Tidak ada siapa pun di luar sana.

​Jalanan kompleks perumahan itu kosong melompong tanpa ada tanda-tanda kehidupan.

​Kriet.

​Deni membuka gerbang perlahan dan melangkah keluar untuk memastikan keadaan sekali lagi.

​Pandangannya langsung tertuju pada sebuah kotak kayu kecil berwarna hitam yang tergeletak tepat di depan pilar gerbang.

​Kotak kayu itu tidak memiliki nama pengirim atau alamat penerima seperti paket pada umumnya.

​"Hanya orang kurang kerjaan yang menaruh kotak misterius di tengah malam begini," batin Deni merasa curiga.

​Deni berjongkok dan mengamati kotak itu sebentar sebelum akhirnya mengangkatnya.

​Kotak itu terasa cukup ringan dan terbuat dari kayu jati yang ukirannya sangat halus tapi terkesan kuno.

​Deni membawa kotak kayu hitam itu masuk kembali ke dalam rumah dan menutup gerbang rapat-rapat.

1
Asmara Kacau
alur cerita nya bagus dan MC nya kocak
Asmara Kacau
kelazz ceritanya bagus dan mc nya deni sangat kocak orang nya 🤣🤣🤣 gass terus thor lanjutkan👊🏻
kiyoe: heheh pantengin terus kelanjutan cerita nya kak jangan lupa subscribe biar langsung muncul notif nya hehe 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!