Seorang Dokter Jenius terlahir kembali menjadi Yang Yang, seorang gadis kecil 7 tahun yang sangat lucu, Menjadi kesayangan Ayah CEO yang dingin dan Kakak yang sangat jenius. Kemampuan medis yang dimilikinya dapat menyembuhkan Keluarganya dan orang-orang disekitarnya. Yang Yang selalu menjadi kebanggaan keluarga. Sementara itu ibu tiri dan saudari tirinya yang selalu berniat jahat kepada Yang Yang selalu gagal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
"Ayah, hadiah ini terlalu banyak. Kamar Yang Yang tidak cukup" ucap Yang Yang.
"Ini tidak banyak sayang, ini baru beberapa hadiah yang Ayah berikan untuk Yang Yang. Nanti akan ada lebih banyak lagi hadiah" ucap Dimas membelai lembut rambut putri kandungnya itu.
"Ini sudah terlalu banyak Ayah, Kamar ku sudah tidak muat" ucap Yang Yang lagi.
"Kalau kamar Yang Yang tidak cukup, nanti Ayah siapkan kamar sebelah untuk barang-barang mu sayang".
"Tapi itu kamar Zhuzhu Ayah".
"Nanti biar Ayah yang bilang sama Zhuzhu" jelas Dimas.
Dimas kembali memeluk putrinya itu dengan penuh kasih sayang. Penderitaan yang di alami Yang Yang sudah cukup. Ini saatnya ia menikmati semuanya. Kebahagiaan yang dulu hilang kini akan ia dapatkan di keluarga Pratama.
"Ayah begitu sangat baik, tapi kenapa dia cerai sama ibu dan menikahi ibu tiri? Apa ini terjadi kesalahpahaman?" batin Yang Yang.
"Yang Yang, ayo Ayah temani kamu ke kamar" ajak Dimas.
Dimas pun menaiki anak tangga satu persatu menuju ke kamar putri kandungnya itu.
Para pelayan yang membawa hadiah pun ikut ke arah kamar Yang Yang membawa semua hadiah itu.
"Tata baju Nona Yang Yang di lemari, letakkan aksesoris dan mainannya di sana" perintah Dimas.
"Baik Tuan" ucap para pelayan itu dan segera menata semua barang-barang Yang Yang dengan rapih sesuai perintah Tuan Dimas Pratama.
"Yang Yang, kamu adalah kesayangan Ayah. Apapun yang kamu butuhkan, kamu tinggal bilang saja ke Ayah, pasti Ayah akan kabulkan" Dimas meraih tangan putri kecilnya itu.
"Tang Bao, Aku aka menjaga Yang Yang, aku akan menyayanginya, tidak akan kubiarkan siapapun menyakiti putriku" ucap Dimas dalam hati.
Tang Bao adalah ibu kandung Yang Yang, Tang Bao meninggal akibat penyakit jantung yang sudah lama di deritanya. Karena penyakitnya itu, ia sengaja meninggalkan Dimas saat Yang Yang masih di dalam kandungannya.
Pada saat itu, Dimas tidak mengetahui sama sekali kalau Tang Bao mengandung putrinya. Saat itu usia kandungan Tang Bao masih sangat muda. Tapi sekarang Dimas sudah menemukan putri kandungnya itu. Semua kasih sayang, perhatian bahkan hidupnya sekali pun ia rela memberikannya kepada Yang Yang putri kandungnya dari wanita yang sangat ia cintai.
"Yang Yang di kamar dulu istirahat, Ayah mau keluar sebentar" ucap Dimas dan melangkah keluar dari kamar putrinya itu.
"Saya permisi Nona, Kalau Nona perlu apa-apa bisa panggil saya" ucap salah satu pelayan wanita.
"Baik bibi pelayan" balas Yang Yang.
Di ruang tamu terlihat Nyonya besar lagi memijat-mijat kepalanya.
"Ibu, kenapa? Ibu susah tidur lagi?" tanya Dimas kepada ibunya.
"Iya, ibu akhir-akhir ini susah tidur, sepertinya ibu insomnia deh" jawab wanita paruh baya itu.
"Apa perlu Dimas Panggil Dokter, Bu?"
"Tidak usah, tidak usah Dimas" tolak Nenek Sari.
Lu Xie dan Zhuzhu pun turun dari kamar dan menuju ke arah Dimas dan ibunya.
"Nenek, Nenek kenapa? Kepala Nenek sakit? biar Zhuzhu pijat" ucap Zhuzhu langsung memijat kepala wanita paruh baya itu dengan keras.
"Aduh,,, Zhuzhu sudah cukup. Kepala Nenek malah semakin sakit" Nenek Sari merintih kesakitan.
"Zhuzhu, apa yang kamu lakukan?" bentak Dimas.
"Ayah,,," Zhuzhu langsung mundur dan menundukkan kepalanya.
"Mas, kenapa kamu membentak Zhuzhu seperti itu? Dia itu perhatian sama ibu, apakah salah?" belah Lu Xie dan memeluk putrinya.
"Perhatian apanya, lihat dia memijat kepala ibu dengan sangat keras. kamu sebagai ibu, apa begini caramu mendidik anak? tidak sopan sekali" ucap Dimas.
"Ayah, maafin Zhuzhu" Zhuzhu menangis dan berlarian menuju ke kamarnya.
"Mas,, kamu ya" Lu Xie pun menyusul putrinya itu.
Dimas duduk di samping ibunya. Sementara itu Yang Yang sudah berdiri dari tadi melihat perdebatan ibu tiri dan Ayahnya.
Dimas yang melihat putrinya berdiri dari kejauhan pun memanggilnya mendekat.
"Yang Yang, kemari lah" ucap Dimas.
Yang Yang pun berjalan menuju ke arah mereka dan duduk di samping Nenek Sari.
"Kepala Nenek pusing lagi? Pasti Nenek susah tidur lagi ya?" Yang Yang berdiri di belakang Neneknya dan memijat kepala wanita tua itu secara perlahan.
Dimas yang melihat tingkah putrinya itu pun tersenyum bahagia.
"Tidak kusangka pijitan anak ini begitu enak" batin Nenek Sari.
"Gimana? Nenek sudah enakan?" tanya Yang Yang.
"Kamu pintar banget Yang Yang, kemari lah duduk di samping Nenek" ucap Nenek Sari.
"Tuan, Nyonya Besar,,, Tuan,,, Tuan muda kesakitan lagi" Ucap salah satu pelayan yang berlari dari arah kamar Devin.
"Apa?" Dimas segera bergegas ke kamar putrinya itu. Disusul Nenek Sari dan Yang Yang.
Kondisi Devin semakin parah. Ia merasa sangat kesakitan di bagian lututnya. Penyakitnya ini sudah lama tidak sembuh-sembuh, sudah banyak dokter yang mengobati tapi tidak satu pun yang berhasil menyembuhkan. Bahkan orang medis profesional pun tidak bisa menyembuhkan penyakitnya itu. Setiap kali sakitnya kambuh, Devin selalu merintih kesakitan.
"Cepat panggilkan dokter" perintah Dimas pada salah satu pelayan disitu.
Yang Yang berlari ke arah kakaknya, ia memeriksa keadaan Devin dengan hati-hati. Wajah Devin berkeringat akibat menahan sakit.
Yang Yang kembali memeriksa bagian kaki Devin yang sakit itu.
"Disini,,iya disini" batin Yang Yang, ia menemukan titik penyakit kakaknya itu.
Dari balik pintu muncul Lu Xie bersama Zhuzhu.
"Yang Yang, apa yang kamu lakukan, hentikan. Kakak kesakitan" Bentak Zhuzhu.
"Zhuzhu diam. Yang Yang perhatian sama Kakaknya apa itu salah?" ucap Nenek Sari yang membuat Zhuzhu langsung terdiam.
"Tuan, dokter nya sudah datang" ucap pelayan.
"Dokter, cepat periksa Tuan Muda. Kalau pun tidak bisa sembuh setidaknya rasa sakitnya redah" ucap Lu Xie pura-pura perhatian.
Dokter pun segerah memeriksa Devin. Ia menaikkan celana yang di kenakan Devin hingga ke atas lutut nya dan memeriksa bagian kaki Devin yang terasa sakit.
Dokter itu mengeluarkan beberapa jarum, ia menusuk bagian kaki Devin yang sakit itu. Tusukan demi tusukan namun, Devin masih merasa kesakitan.
Yang Yang memperhatikan cara dokter itu menusukkan jarum ke kaki kakaknya.
"Tidak, cara ini tidak akurat. Ini bisa memperparah kaki kakak" Batin Yang Yang yang masih memperhatikan teknik pengobatan dari dokter itu secara saksama.
Dokter Arya mengusap wajahnya yang sudah berkeringat sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Bagaimana keadaan Devin, Paman Arya? Apa tidak bisa di sembuhkan lagi?" Tanya Lu Xie tersenyum licik.
"Dokter bukan Dewa. Kondisi kaki Tuan Muda sepertinya tidak bisa di sembuhkan lagi. Kemungkinan Tuan Muda sudah tidak bisa berjalan lagi. Bahkan Dewa sekalipun tidak bisa menyembuhkannya" jelas Dokter Arya putus asa. Ia sudah menggunakan segalah cara tapi tidak bisa berhasil menyembuhkan kaki Devin.
"Omong Kosong!" Ucap Yang Yang.
"Yang Yang jaga bicaramu. Paman Arya adalah Tokoh terkemuka di dunia kedokteran. Apa kamu meragukannya?" bentak Zhuzhu.
"Minggir!" ucap Yang Yang. Ia pun bergegas mengambil alih. Ia mengambil sebuah jarum dan menusukkannya ke kaki Devin. Beberapa tusukan yang ia berikan sesekali membuat Devin merintih kesakitan.
"Hee..." cegah dokter Arya.
"Yang Yang, apa yang kamu lakukan? Kamu mau mencelakai kakak?" Ucap Zhuzhu.
"Yang Yang, aku tahu kamu perhatian sama Kakak mu. Tapi kamu masih kecil. Kamu tidak tahu apa-apa. Jangan ceroboh. Ini bisa mencelakai Kakak mu" Lanjut Lu Xie.
Yang Yang tidak menghiraukan perkataan mereka, ia tetap melanjutkan pengobatan untuk kakaknya itu.
"Terus saja tusuk. Sampai kakinya tidak bisa berjalan lagi dan kalian berdua akan di usir dari rumah ini" Batin Lu Xie dengan senyum licik di wajahnya.
"Nak, apa yang kamu lakukan? Jika tekniknya salah ini bisa berakibat fatal. Akupuntur ini tidak sembarangan dilakukan, ini bukan mainan. Hentikan!!" ucap Dokter Arya dengan ekspresi cemas di wajahnya.
"Mas, lihat apa yang dilakukan Yang Yang! cegah dia" Ucap Lu Xie.
"Yang Yang apa kamu bisa?" tanya Dimas.
lanjut up lagi thor