tentang dua remaja yang bersahabat bersahabat - Rigecherta dan Tivane - yang bersahabat dari kecil, namun tragedi saat mereka duduk di kelas 9 SMP membuat mereka harus berpisah karena Tivane yang hilang ingatan.
Berpisah selama 3 tahun dan bertemu saat kelas 12 SMA. Namun Tivane akan di jodohkan.
Bagaiman nasib Rigecherta yang menunggu 3 tahun dan diam diam suka terhadap sahabatnya itu.
Akankah dia berhenti berharap kepada sahabatnya itu, atau mereka akan kembali bersatu.
ig author: Salbiah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salbiah pulungan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
misi para cowo
Suasana di penginapan itu kini kembali sunyi dan tenang karena jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam.
Di dalam kamar anggota Blake heart juga sudah hening karena sudah pada ngantuk, namun karena Rigecherta masih setia duduk di samping kasur Tivane mereka terpaksa menahan kantuk.
" Ge, udahlah, nanti kalo dia tambah parah atau gimana kita panggil lo" ucap Milenia dengan suara kecil dan serak karena sudah mengantuk berat bahkan matanya sudah tidak terbuka lebar lagi.
" Huh... " Rigecherta membuang nafas berat sebelum melepaskan tangan Tivane yang sedari tadi ia genggam "Kalo ada apa-apa bilang sama gue" Rigecherta akhirnya berdiri dan mengelus pelan kepala Tivane sebelum ia keluar dari kamar itu dan berjalan di lorong menuju kamarnya dan tiga temannya.
" Dia tuh terlalu bucin nggak sih? Kalian percaya dia selingkuh?" Tanya Luci memandangi Rigecherta yang keluar dari kamar mereka. Ia masih tak menyangka bahwa ada cowo se perhatian dan se effort itu.
" Dia emang nggak selingkuh" jawab Ella karena cuma ia yang tau kalau Tivane melihat dari sudut yang salah.
" Maksudnya? Jelas-jelas Tivane sampe nangis gitu tadi" ucap Milenia menatap Ella.
" Vane tadi datang di pas yang salah dan dari sudut yang bikin kalo Rigecherta dan Zea lagi ciuman. Dan itu juga salah satu tujuan Zea biar mereka renggang" ucap Ella menjelaskan sambil berjalan ke arah kasurnya bersiap untuk tidur.
" Jadi dia beneran nggak selingkuh?" Tanya Luci memastikan.
" Hmm" jawab Ella dengan mata terpejam dan sepertinya nyawanya sudah mengambang setengah.
Sementara di sisi Rigecherta saat ia masuk ke dalam kamar, ia melihat River dan Skyler sedang menyiapkan baju dan Veros menyiapkan masker dan sarung tangan serta alat komunikasi.
" Pada ngapain?" Tanya Rigecherta sedikit heran.
" Mission on" ucap Veros singkat namun Rigecherta langsung paham.
" Dari mana?" Tanya Rigecherta langsung datar mode.
" Besok" jawab Skyler sibuk mengaktifkan earphone dan River mengaktifkan hand-talkie.
" Oke" Rigecherta langsung duduk di sofa tengah dan melihat jalur lewat handphone nya dan mengatur jalannya misi.
Mereka melakukan persiapan serta rapat kecil di kamar itu sampai jam dua malam.
* Pagi nya *
Semua terbangun dengan posisi masih di sofa tempat mereka duduk tadi malam dan mulai mandi bergantian.
Rigecherta selesai pertama dan langsung memasukkan hand-talkie ke saku Hoodie nya, sarung tangan di saku celana, earphone dan laptop di tangannya. Rigecherta berjalan ke arah pintu.
" Gue duluan. Mau ngecek keadaan Tivane dulu" ucap Rigecherta sambil berdiri di ambang pintu.
" Nanti kita ngumpul di area basement" ucap Veros yang baru keluar dari kamar mandi dan sudah lengkap juga.
" Iya" Rigecherta keluar dari kamar mereka dan berjalan menuju kamar member Blake heart.
Tepat saat Rigecherta hampir mengetuk pintu, Ella muncul dan menatap Rigecherta dengan alis terangkat.
" Vane udah bangun?" Tanya Rigecherta membuat Ella mengangguk. Sebenarnya Rigecherta hanya ingin memastikan sekalian ingin mengelus rambut Tivane kalau gadis itu masih tidur. Namun karena ia sudah bangun Rigecherta hanya bisa mengangguk pelan.
" Udah tuh. Tapi masih diem doang dari tadi. Btw kok lo udah rapi aja pagi-pagi gini?" Tanya Ella menatap pakaian Rigecherta yang sudah lengkap dengan baju serba hitamnya.
" Gue, River, Skyler sama Veros ada urusan" jawab Rigecherta singkat.
" Urusan apa?" Tanya Ella penasaran.
" Ada. Jadi Vane udah baik-baik aja kan? Gue titip dia dulu sama kalian" ucap Rigecherta melirik kiri dan kanan.
" Penting banget ya kayaknya. Oke deh. Dia aman kok sama kami" Ella mengangguk patuh.
" Ada salam dari River" ucap Rigecherta sempat-sempatnya sambil berjalan pergi.
" Sialan!" Umpat Ella kembali menutup pintu.
Jam masih menunjukkan pukul tujuh lewat dua puluh lima. Rigecherta, Veros, Skyler dan River sudah berkumpul di basement penginapan agar tak ada yang mendengar.
" Jadi kita masih ikut acara hari ini kan?" Tanya River menatap Rigecherta.
" Ikut. Tapi kita nggak boleh lengah" ucap Rigecherta tegas membuat mereka mengangguk paham.
" Sialan emang yang mau nyelakain Vane" umpat Skyler emosi.
" Tau tuh, entah siapa yang nyuruh" sungut River kesal juga.
Handphone di tangan Rigecherta berdering, nama 'Ella' muncul di layar.
" Kenapa?" Tanya Rigecherta.
" Flashdisk lo jatuh di depan pintu kamar kami" ujar Ella.
" Yaudah gue ke sana" Rigecherta langsung mematikan sambungan dan berjalan.
" Mau kemana?" Tanya Veros.
" Kamar cewe" jawab Rigecherta singkat.
" Ngapain gila?" Tanya Skyler heboh.
" Flashdisk gue jatuh" jawab Rigecherta dan berjalan setengah berlari ke arah kamar member Blake heart.
" Mana?" Ia langsung meminta saat melihat Ela berdiri di depan pintu.
" Nih. Ini apaan sih? File ya?" Tanya Ella memberikan flashdisk itu pada Rigecherta.
" Ya. Thanks" ucap Rigecherta singkat dan memasukkan file itu ke dalam kantong celananya.
" File apaan?" Tanya Ella karena merasa para cowo sangat serius kali ini.
" Misi" hanya itu, Rigecherta berbalik hendak pergi.
" Mau kami bantuin nggak?" Tanya Ella menawarkan.
" Kalo mau bantu boleh. Simple. Jagain Vane. Itu tugas kalian" Rigecherta butuh orang untuk tetap menjaga dan mengawasi Tivane.
" Jagain gimana?" Tanya Ella tak paham.
" Jangan biarin dia keluar nanti malam" ucap Rigecherta singkat.
" Just that?" Tanya Ella.
" Ya" jawab Rigecherta sebelum akhirnya melangkah pergi.
" Aneh." Gumam Ella.
" Ella!" Panggil Milenia yang tak sengaja melihat keduanya mengobrol.
" Lo ada apa sama Rige?" Tanya Milenia berjalan mendekat.
" Ada barang dia yang jatuh. Terus kita ada tugas dari Rige, dia nyuruh kita buat jangain Vane " ucap Ella memberi tahu.
" Maksudnya?" Tanya Milenia tak paham.
" Mereka ada misi. Terus tadi flashdisk dia kejatuhan di sini, gue sempat buka tapi file nya di kunci" jawab Ella membuat Milenia mengangguk mulai paham.
" Soal Vane?" Tanya Milenia.
" Gue nggak tau. Gue nggak bisa liat isinya. Gue cuma liat judul nya doang. ' misi penting ' tulisannya" jawab Ella yang juga bingung dengan misi para cowo.
" Apa urusannya sama Vane?" Tanya Milenia membuat Ella menggeleng pelan.
" Gue juga bingung. Tapi yaudahlah. Emang tugas kita jagain dia" ucap Ella membuat Milenia mengangguk dan keduanya kembali masuk ke kamar.
* Sampai di area wisata *
Seluruh mahasiswa baru beserta panitia dan dosen kini berkumpul di area wisata. Para mahasiswa bermain, bersenang-senang. Begitu juga Vane, Luci, Ella dan Milenia, mereka bermain tertawa dan bersenang-senang setidaknya menghilangkan stress sebelum kuliah di mulai.
Sementara Rigecherta, Veros, Skyler dan River juga ikut bermain namun seperti kesepakatan. Mereka tetap waspada dan mengirim sinyal satu sama lain.
_spoiler bab besok bakal ada dor-doran ya guys_