NovelToon NovelToon
Menyamar Demi Kamu

Menyamar Demi Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Idola sekolah
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Umi Nurhuda

Rui Naru sebenarnya capek jadi pewaris yang hidupnya diatur-atur kakeknya. Baru bahagia sebentar saja bisa pulang ke Indonesia untuk memeluk sang bunda, kakek masih saja menjadi bayang-bayang yang terus mengekangnya.

Satu-satunya hiburan buat dia cuma Nuha, cewek polos berkuncir air mancur yang diam-diam dia taksir. Setiap kali bertemu, ada saja kesan yang membuatnya kian ingin mendekat.

Makanya, waktu tahu Nuha lagi diincar dan mau dimanfaatin sama cowok narsistik paling populer di sekolah, Naru enggak bisa tinggal diam lagi. Ini saatnya dia bertindak.

​Naru nekat lepas total atribut mewahnya dan menyamar masuk ke sekolah Nuha lewat jalur yayasan ibunya. Dia rela jadi cowok "biasa" demi bisa jagain Nuha dari dekat sekaligus jadi pembatas dari gangguan Dilan.

Bisa tidak Naru sukses melakukan penyamarannya tersebut sampai akhir? Apa sih yang dia cari sebenarnya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umi Nurhuda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 05. Memori & Kesan Manis

"Minggir. Jalan umum. Manusia patung. Hawa. Tidak akan memaafkanmu. Manusia sange," hitung Naru satu persatu. Rentetan kata makian yang diucapkan gadis sepeda satu bulan yang lalu terus berputar-putar di kepalanya seperti kaset rusak.

Naru memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut nyeri, ​"Akan kuingat terus kalimat-kalimat itu, Nuuu ... Siapa sih namanya? Lupa aku," desisnya dengan geram rendah. "Kita tidak akan berdamai sebelum kau minta maaf!" sumpahnya.

​​Naru menyandarkan punggungnya ke kursi mobil, menatap kosong ke luar jendela. Ia masih tak percaya, kepulangannya di negeri pertiwi ini nyatanya masih harus terikat oleh bayang-bayang sang kakek.

Padahal, dia sudah sangat bahagia karena kakek akhirnya memenuhi janji untuk mempertemukannya kembali dengan sang bunda. Naru pikir, dia akan bisa menjalani kehidupan biasa seperti yang ibunya miliki. Bebas dan mencari cinta.

Di dunia aristokrat, kebebasan adalah ilusi yang mahal. ​Dia harus tetap menjalankan perannya sebagai sang pewaris tunggal. Statusnya sebagai mahasiswa baru di universitas ternama, Naru tetap dibebani tugas berat!

Menjadi jembatan baru dan memperluas gurita bisnis bagi setiap aliansi yang terafiliasi dengan keluarga besar Rui Hiyashi di Asia Tenggara. ​Hidup dalam kungkungan garis keluarga besar cukup membuatnya muak. Ia tak berdaya,

​"Okaasan ... okaasan ..."

​Bisikan batinnya memanggil sang ibu, perlahan menarik paksa memori Naru mundur ke belasan tahun silam. Kenangan pahit yang menjadi awal dari takdirnya yang rumit.

​Setelah lima tahun menikmati masa kecil yang hangat di Indonesia, Naru kecil harus direnggut paksa dan dibawa ke Jepang sebagai jaminan penebusan dosa.

Sang bunda dinilai telah melakukan pembangkangan terbesar dalam sejarah keluarga karena lebih memilih menikahi pria Indonesia biasa daripada pria pilihan sang ayah, alias kakek Naru sendiri.

​Sebagai ganti dari amarahnya yang membakar, Rui Hiyashi memberi sumpah mutlak. Jika bayi pertama yang lahir dari pernikahan itu adalah perempuan, maka pernikahan mereka harus diceraikan paksa.

Namun, jika yang lahir adalah laki-laki, bayi itu harus diserahkan untuk menjadi penerus klan Rui. Hiyashi tidak meminta ibunya kembali ke Jepang, hanya Naru. Naru seorang yang akan menempa seluruh hidupnya sesuai keinginan sang kakek.

​Selama belasan tahun di Jepang, Naru dididik dengan sangat keras di bawah kedisiplinan tingkat tinggi. Dan bocah itu tidak pernah menyerah. Setiap kali tubuhnya memar dan jiwanya lelah, ia selalu mengingat senyum, tawa, dan tangis ibundanya.

Bagi Naru, ibunya adalah satu-satunya sumber kekuatan untuk bertahan dan membuktikan diri bahwa dia mampu melampaui semua ekspektasi gila sang kakek.

​Sampai akhirnya,

hari kelulusan dan pembuktian itu tiba ...

​Keputusan sang kakek akhirnya tiba, "Indonesia e tobi, omae no hahaoya ni au ga ii." ("Terbanglah ke Indonesia, dan temui ibumu.")

Naru melepas napasnya secara perlahan. Ingatan tentang perjuangannya demi sang ibu kini telah kembali terkunci rapat di sudut benaknya. Namun, riak emosi itu justru meninggalkan sisa ketegangan yang membuat Naru tidak bisa tenang.

​Naru langsung menegakkan kepala, tatapan matanya menajam saat mobil mewah yang membawanya kembali melewati jalur yang sama.

​"Tanggul itu,"

​Sopir pribadi yang mengemudi di depan melirik dari spion tengah dengan wajah ragu. "Ada apa, Tuan?"

​"Lewat tanggul itu."

​"Tapi, Tuan ... jika Tuan Rui sampai terlambat pulang, kakek Anda bisa sangat marah besar. Jadwal Anda sudah diatur ketat," sang sopir mencoba mengingatkan dengan suara bergetar takut.

​"Aku bilang lewat tanggul itu!" bentak Naru, sorot mata elangnya berkilat dingin, memancarkan aura absolut klan Rui yang tidak menerima bantahan apa pun.

​"Ba-- baik, Tuan!"

​Sopirnya langsung memutar setir dengan cepat, membelokkan mobil membelah jalanan menanjak menuju tanggul. Naru bersedekap, menatap lurus ke luar jendela kaca yang gelap. Ia tidak tahu apa yang ia cari di tanggul itu, namun egonya menuntut jawaban atas penghinaan yang ia terima.

"Aku harap dia tinggal tidak jauh dari sini," gumam Naru pelan, matanya menyisir sepanjang trotoar jalanan tanggul.

​Dan benar saja.

Takdir seolah sedang berpihak pada rasa penasarannya. Di depan sebuah toko bunga yang asri, Naru melihat gadis itu tengah melangkah turun bersama seorang pria dewasa muda yang berpenampilan rapi.

​Naru sempat tertegun, menahan napasnya sejenak selama beberapa detik. "Tu-- turunkan aku disini!" perintahnya sampai terbata-bata.

"Tapi, Tuan--"

"Turunkan aku dan cari parkir sendiri!"

"Baik, Tuan."

Naru berdiri di sisi trotoar, namun tak kunjung menyeberang karena terhipnotis oleh penampilan Nuha sore itu yang benar-benar berbeda.

Gadis itu tampak sangat cantik dalam balutan pakaian ala mori summer yang dipadukan dengan outer lengan panjang yang manis, lengkap dengan sepatu model Lolita yang membungkus kakinya. Ia terlihat seperti seorang gadis kecil yang sedang beranjak remaja.

​Kuncir poni air mancurnya yang konyol itu kini tidak ada. Rambut hitamnya dibiarkan tergerai dengan aksen sedikit curly, sementara anakan rambut bagian samping dikuncir simpel ke belakang, membingkai wajahnya yang tampak jauh lebih segar.

​Naru bergeming, pikirannya mendadak berkecamuk. Di satu sisi, egonya yang terluka benar-benar ingin melangkah mendekat, dan menagih permintaan maaf atas insiden memalukan tempo hari.

​Namun di sisi lain, melihat bagaimana Nuha tersenyum tipis sambil memandangi deretan bunga di sana, Naru mengurungkan niatnya. Ia ingin mendekat, tapi tidak untuk menagih itu.

Ada sesuatu dari kedamaian gadis itu yang seakan tidak ingin ia rusak begitu saja, meski jauh di dalam lubuk hatinya, Naru tahu dia tidak akan pernah melupakan wajah manisnya. Gadis yang dulu memakinya habis-habisan kini justru bisa tertawa sendiri di depan bunga. Sulit dipercaya keduanya adalah orang yang sama.

​Perlahan, Naru mendekat.

Di halaman toko bunga itu, ia berpura-pura menyisir barisan tanaman-tanaman seolah sedang memilih bunga yang hendak dibeli, padahal matanya sesekali melirik ke satu arah.

​Di dekatnya, gadis itu sedang bicara sendiri. "Hawa, bunga pancawarna ini kayaknya bagus deh kalau ditanam di balkon kamarku."

​"Nggak cocok kali. Itu bagusnya ditaruh di taman. Biar tumbuh alami di tanah, oneng," timpal Hawa.

​"Ish, nyebelin! Komentarmu selalu bertolak belakang sama mauku. Huff, kalau gitu aku nggak bakal gambarin kamu baju lagi."

​"Eh, jangan! Jangan, My Captain Nuha! Aku bosen pakai baju ini terus. Aku kan cuma bisa ganti baju kalau kamu yang gambarin."

​"Makanya, jangan bikin kesal. Lihat deh, bunga hoyanya indah ya? Ah! Ada lily of the valley juga! Astaga ... aku suka banget bunga kecil-kecil begini. Imut-imut kiyuds," ucap Nuha gemas.

​Naru hampir saja tersedak batuk melihat tingkah absurd gadis itu. Rasa kaku yang sedari tadi menyelimutinya kini melunak, berganti menjadi keinginan kuat untuk benar-benar mendekat. Ia ingin mencoba sekadar berbasa-basi.

​"Hawa, coba lihat ini, ya!" seru Nuha.

​Imajinasi liarnya seketika aktif total. Nuha memejamkan mata erat-erat, mengangkat kedua tangannya ke udara dan seketika menepukkan kedua telapak tangan.

"Bang!" Kedua matanya langsung terbuka lebar, memancarkan binar magis yang membuat pria di sisinya spontan terenyak kagum.

​Wow.

​Di dalam dunia fantasi kepala Nuha, toko bunga itu mendadak bertransformasi. Kelopak-kelopak bunga terlepas dan beterbangan di atas kepalanya seperti mahkota peri.

Bersamaan dengan itu, ​Nuha tertawa renyah, menjulurkan jari telunjuknya untuk menyentuh dan "meletuskan" gelembung-gelembung udara fiktif tersebut satu per satu.

Suara tawa lepasnya terdengar sangat merdu di tengah keheningan toko. Ia benar-benar tenggelam dalam dunia ajaib buatannya sendiri, tanpa menyadari bahwa sepasang mata di dekatnya sedang terpaku menatapnya tanpa berkedip.

Dan pertemuannya dengan gadis baru SMA itu ternyata tidak semudah yang Naru pikirkan. Ada sebersit rasa yang menahannya, riak kebebasan mutlak yang terpancar dari sosoknya. Kebebasan yang tidak pernah Naru miliki selama belasan tahun di bawah kungkungan klan Rui.

​Pemandangan itu seolah menyentil ego Naru, memantik sebuah rasa iri sekaligus kagum yang asing. Ia ingin bisa sebebas gadis itu.

​Dan saat Nuha hendak melangkah masuk ke dalam toko, Naru yang berada tak jauh di sisinya panik. Tanpa persiapan, ia tiba-tiba langsung menghadang dari depan.

"Tunggu--" cegahnya. ​Sialnya, berniat maju satu langkah lebih dekat, kaki Naru justru terserimpet.

"Heh?!"

"Waaaaa ..."

​Bruk! Ia langsung jatuh menindih Nuha.

.

.

. Next》Bab 06 ?? Besok ya 👋

1
Surya Alfian
WKWKWK "BAMBANG" gue ngakak.
🤣🤣 Udah dibangun tegang, romantis, deg-degan, eh ditutup dengan panggilan Bambang.
Surya Alfian
gue kira mau dicipok ini ciwi, deg-degan woy!! 😳❤️ Kelihatan kalau dia udah mulai jatuh hati tanpa sadar.
Surya Alfian
Gue jadi pengen tahu pas Kakeknya nanti turun tangan bakal segila apa. 🍿😏
Surya Alfian
Ending-nya manis banget, asli bikin senyum. 😆💕 Waduh, fix ini mah udah masuk fase salah tingkah. 😂🌸
Surya Alfian
Scene Muha sama Nuha di meja makan tuh adem banget. 🥹☕ Kakaknya galak tapi kelihatan banget sayangnya tulus, sementara Nuha polos banget sampai bikin gue senyum-senyum sendiri. Chemistry kakak-adiknya enak dibaca.
Surya Alfian
Wkwkwk Naru ini licik level dewa.
🤣 malah ngajak tinggal bareng di kos biar bisa nyiksa mentalnya pelan-pelan. Musuh paling bahaya emang yang senyumnya paling kalem. 😭👌
Surya Alfian
😭📖 Doa Naru ke kakeknya kerasa tulus banget. Gue fix lanjut baca cuma buat tahu kenapa dia sampai harus minta "kebebasan". 🚀
Surya Alfian
🤔❤️ Dia perhatian banget sampai hafal detail-detail kecil tentang Nuha, tapi kalimat "cuma gue yang boleh memahami dia" itu vibes-nya agak posesif. Gue jadi penasaran dia bakal jadi green flag atau malah red flag nantinya. 👀
Surya Alfian
Dilan akhirnya kena mental. 😮‍💨👏
Selama ini dia kebanyakan gaya dan ngerasa semua bisa diselesain pake duit, eh giliran nama bokapnya dibawa langsung ciut. Karma emang nggak pernah salah alamat. 😂🔥
Muft Smoker
mereka lucuu kan ,, 😂😂😂😂 ,,



kak nama2 tokoh mu unik2 yx ,,
lanjut kak
Mega Siregar
padahal sebagai seorang dokter jiwa seharusnya tahu bahwa memanjakan anak tanpa ada kasih sayang dan perhatian dan pengajaran tentang hidup dari orang tua, hanya membuat seorang anak menjadi rusak
ginevra
ketikannya.... sumpah alay banget ini dilan....
ginevra
kakeknya keterlaluan sih... nggak heran baru jadi nggak betah. kasih kelonggaran dikit lah ...
Xlyzy
sumpah keterlaluan banget, pengen tak ketuk pala nya pakek martil
Xlyzy
Jahat ih kalian jangan gitu lah aku ketuk nih kening nya kalau nakal
Filan
gimana kalau diajak pacaran sama Naru? apa dia ga mikir ke sana?
Kan dia suka sama Naru.
Miu.Nuha: iya nanti dilemanya disitu...
Nuha blm sadar kalo dia suka, dia cuma lagi seneng2nya jatuh cinta #eh
total 1 replies
Filan
btw, Muha ini emang gampang marah juga ya.
Filan
ya ampun, tidur dua hari?
Filan
'persahabatan' yang punya arti lain,
Filan
tanggung jawabnya macam apa, aslinya lu ga punya apa-apa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!