NovelToon NovelToon
Dinikahi Duda Mandul!!

Dinikahi Duda Mandul!!

Status: tamat
Genre:Janda / Duda / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:642.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Hanela cantik

Kirana menatap kedua anaknya dengan sedih. Arka, yang baru berusia delapan tahun, dan Tiara, yang berusia lima tahun. Setelah kematian suaminya, Arya, tiga tahun yang lalu, Kirana memilih untuk tidak menikah lagi. Ia bertekad, apa pun yang terjadi, ia akan menjadi pelindung tunggal bagi dua harta yang ditinggalkan suaminya.

Meskipun hidup mereka pas-pasan, di mana Kirana bekerja sebagai karyawan di sebuah toko sembako dengan gaji yang hanya cukup untuk menyambung makan harian, ia berusaha menutupi kepahitan hidupnya dengan senyum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

"Yuda.... Cepat bangun. Kamu belum lupakan mau anterin ibu kerumah Kirana" ucap Lasma memanggil anaknya itu dari luar kamar. Sedangkan yang di panggil merasa terusik dengan suara itu.

Meskipun sudah berkepala tiga, kelakuan Yuda sejak menduda berubah menjadi anak berusia dua puluh tahun. Dirinya merasa muda kembali.

"Iya Bu, bentar lagi"

"kalo kamu belum bangun, ibu pergi aja sendiri ketempat Kirana"

Kirana...Kirana. Yuda mencoba berpikir sejenak, dan langsung bangkit dari tidurnya. Ahh. hampir dia lupa untuk mengantar ibunya kesana.

"Tunggu bentar Bu. Yuda mau siap-siap dulu"

Dia langsung masuk ke kamar mandi. Yuda keluar dari kamar mandi sambil mengibaskan sedikit rambutnya yang masih lembap. Ia mengenakan kaos polos warna hitam yang pas di badan dan celana sepotong dengan warna senada.

Ditambah parfum yang baru saja ia semprotkan, aroma segar langsung memenuhi ruangan.

Lasma yang awalnya duduk sambil memainkan ponsel langsung mengangkat wajahnya tak kala Yuda turun.

Alisnya terangkat tinggi. Matanya menyipit.

“Kamu… mau nganter ibu apa mau jalan sama anak gadis?” komentar Lasma sambil memandang dari atas sampai bawah.

Yuda langsung nyengir sambil memutar badan sedikit.

“Bagus dong, Bu. Berarti Yuda udah ganteng, ya?”

Lasma menghela napas panjang sambil menggeleng.

“Iya, ganteng… tapi inget umur, Yud!”

“Bu, ini biasa aja loh. Masa anak laki-laki mau rapi dikatain lupa umur?”

Yuda menegakkan badan, mencoba terlihat santai padahal kupingnya sudah memerah.

“Bu, masa nganter ibu keluar rumah nggak boleh rapi? Nggak sopan namanya.”

“Heh.” Lasma memutar bola mata. “Rapi boleh. Tapi ini… ini rapi buat impress seseorang. Ibu tahu loh bedanya.”

Yuda refleks merapikan rambutnya yang sebenarnya sudah rapi. “Bu… ayo berangkat. Nanti kesiangan.”

Bukannya berdiri, Lasma malah menyandarkan punggung di kursi sambil tersenyum penuh arti.

“Nah, makin yakin ibu. Kamu dandan begitu gara-gara mau ketemu Kirana, kan?”

Yuda hampir tersedak napas sendiri. “Loh Bu! Ibu ini ngomong apa sih!?”

“Alah, nggak usah malu-malu. Ibu tahu dari kemarin kamu senyum-senyum megang HP. Itu bukannya gara-gara dibales Kirana?”

Wajah Yuda makin merah padam.

Ia buru-buru mengambil kunci mobilnya di meja.

“Ayo Bu, ayo.”

Yuda berjalan ke garasi sambil memainkan kunci mobilnya. Ia baru saja membuka pintu ketika Lasma datang sambil menenteng banyak sekali tas plastik dan kotak.

Yuda mengerutkan dahi.

“Bu… itu semua mau dibawa?” tanyanya sambil menunjuk barang-barang yang hampir tumpah dari tangan Lasma.

“Iya, ini titipan ibu buat Kirana,” jawab Lasma santai, seolah membawa satu rumah sekalipun bukan masalah.

Yuda membulatkan mata. “Bu… ini banyak banget. Kita mau pindahan atau nengokin orang sakit?”

Lasma malah menambahkan satu rantang besar ke tumpukan. “Yang ini sup ayam. Biar Kirana nggak capek masak. Terus ini buah-buahan, ini roti, ini cemilan buat Arka sama Tiara.”

Yuda tak bisa menahan diri untuk tidak mengangkat dua alisnya. “Bu, mobil aku kecil loh Bu. Muat nggak ini?”

Lasma mendecak. “Ah, kamu itu. Mulutnya aja besar, bagasinya juga besar kok. Udah, buka pintu belakang.”

Dengan pasrah, Yuda membuka bagasi dan membantu memasukkan semua bawaan itu.

Dalam hati ia menggumam, Ini mau nengok atau mau serbu rumah orang… banyak amat.

Setelah semuanya masuk, Yuda duduk di kursi kemudi lalu melirik ibunya yang tampak santai.

“Bu… kita beneran bawa semua?”

Lasma mengangguk mantap. “iya, kamu banyak tanya banget sih"

Yuda tersenyum kecil, “Tapi tetep aja banyak, Bu…”

Lasma menatapnya sambil tersenyum tipis. “Udah, jalan aja. Yang penting niatnya baik."

Mobil Yuda berhenti tepat di depan rumah Kirana. Lasma turun lebih dulu sambil menenteng sebagian dari bawaan yang sudah ia siapkan. Yuda turun menyusul, mengangkat dua kantong besar di tangannya.

Pintu rumah terbuka sebelum mereka sempat mengetuk.

Kirana muncul dengan wajah terkejut — benar-benar terkejut.

“Lho… Bu Lasma? Mas Yuda?” Kirana memandang mereka bergantian, seolah tak yakin dengan apa yang dilihatnya.

Lasma langsung tersenyum ramah, berjalan masuk tanpa canggung sedikit pun. “Ibu datang nengokin Tiara, Nak. Kan Tiara baru pulang dari rumah sakit. Ini ibu bawain sedikit makanan.”

Kirana menatap kantong-kantong yang dipegang Yuda. Sedikit? Dalam hati ia bingung, tapi mulutnya hanya mampu berkata, “Aduh Bu, ini kebanyakan. Kok repot-repot…”

Yuda mengangkat kantongnya sebagai bukti. “Ini belum semuanya, Mbak. Masih ada dua di mobil tadi.”

Kirana membelalakkan mata. “Mas… Bu… ini serius?”

Lasma hanya tergelak.

“Sini, kasih ibu masuk dulu. Kamu jangan ditolak, Kirana. Namanya juga ‘jenguk’, masa tangan kosong.”

"aduh sampe lupa lagi'?"

Sebelum Kirana bisa protes lagi, suara riang terdengar dari ruang tengah.

“Buuun! Ada Om Yuda!” teriak Arka, langsung menghampiri dengan langkah kecil cepat.

Tiara menyusul dari belakang, masih memakai baju rumahan, memeluk bonekanya. Senyumnya lebar, meski tubuhnya masih tampak lemah.

Yuda langsung jongkok menyambut mereka.

“Wah, Arka! Tiara! Udah cerah semua mukanya. Gimana perasaannya hari ini?”

“Tiara udah nggak sakit,” ujar Tiara sambil memamerkan pipinya yang masih sedikit merah karena demam semalam.

Arka menunjuk kantong yang dibawa Yuda. “Itu apa, Om?”

Lasma menjawab cepat, “Makanan buat kalian. Biar Bundanya nggak capek masak.”

Kirana memijat pelipisnya pelan, antara bingung dan tersentuh.“Bu… Mas… sebenernya saya...”

“Udah, nggak usah kaku begitu,” potong Lasma sambil mengelus kepala Kirana sayang, seperti menyentuh anaknya sendiri. “Ibu tau kamu pasti capek dua hari ini. Ibu cuma mau bantu.”

Kirana mengangguk pelan. Ia akhirnya tersenyum... sebuah senyum yang tulus, lega, dan sedikit hangat.

“Ehem… Mbak, kantongnya mau saya taruh di dapur atau di sini dulu?”

Kirana menoleh.

“M-mas taruh di dapur aja. Makasih ya…”

Yuda mengangguk dan langsung berjalan, sementara Arka mengikuti di belakangnya seperti ekor kecil yang setia.

Lasma duduk menemani Tiara di ruang tengah, sementara Kirana hanya berdiri di dekat pintu masuk

Masih tercengang, masih mencoba memahami perhatian yang tiba-tiba memenuhi rumahnya.

Dalam hatinya, ia tak ingin berharap apa-apa…

Tapi tak bisa menolak rasa hangat yang pelan-pelan merayap.

1
Percobaan
👍
Faiza najma
cerita nya bagus, tapi banyak yang tidak sesuai
mbak Rita kakaknya Arya tapi anak2 manggilnya bu Rita bukan budhe
tidak ada kedekatan juga pas Tiara sakit
awalnya suami Rita pegawainya Yuda terus ndk banyak lagi.. mungkin bisa ditulis dulu data2 yang akurat
Prafti Handayani
Ya emg kenyataannya begitu bambang...😁
Kok marah,aneh 😄😄
Prafti Handayani
Kirana hamil nich.
Aq yakin si yuda gag mandul.itu pasti cuma akal"annya si laure az.biar sia bisa selingkuh.yakin aq...
Miss Typo
blm kasih jawaban, Laura bikin ulah dan lama lagi mereka bersatu hadeh

kalau Yuda bisa mikir lebih jauh dan peka, kasih perlindungan ke Kirana dan anak² karna mantan mu yg gak tau diri gak sadar diri itu dah nongol, kan bahaya
Miss Typo
jangan sampai Kirana dan anak² jadi korban Laura itu
Diah Anggraini
bagus ceritanya
Diah Anggraini
terharu bacanya..
suka banget sama alur ceritanya
Miss Typo
semoga Tiara cepat sembuh
Miss Typo
Yuda dateng dong buruan, bawa Tiara berobat
Fenny Agustyawaty
mulai kacau nih..thor🤣...fokus lg thor sdh bagus don2 g ada yg typo..jd nyaman bacanya..tp keblkg mulai ada yg typo2..ttp semangat n fokus ya thor..
Prafti Handayani
Nah modwl si laure ni takut sama istri sah yg galak n sangar.
jdi kirana kamu hrus nisa berkamuflase.Bentar jdi istri ug sholeha baik nudi dan penurut serta manja.Tapi di sisi lain kamu juga hrus bisa jdi singa betina yg akan mengeluarkan taring dan kukunya jika miliknya diganggu.
mengerti kirana!?
hempaskan kelaut tuh si rubah betina.
Indra Wahyu Rianti
lah kinara udah dilaporkan bibi bukannya cek kamar bu plasma, malah mandi
Prafti Handayani
Othornya ni kambuh amnesianya 🙄
Bukannya rumah si Kirana ngontrak.krn prnh si kirana sibuk bagi"uang gaji tuk biaya sehari hari dan uang kontrak rmh.lah skrg tiba"ktnya rmh sendiri...🙆🙆🙆
weslah thor karepmu...
Indra Wahyu Rianti
lah gak bilang soal mandul. kan ibunya pesan suruh jujur
Prafti Handayani
Pas ngamati tiara mobil laura hitam.
pas tetangganya kirana ngasih tau ciri"yg nyulik tiara mobilnya udh ganti wrn jdi putih.
Pas yuda mau lapor polisi nyari tiara udh blg kirana ikut.pas udh mau jln eh tau"agak laen lgi kalimatnya seolah kirana mau ditinggal pek jerit mta ikut.
emg gag fokus othorny.jdi reader hrus konek otaknya wktu baca biar bs nyambung crt dri awal pek akhir.
Rosa Santika: mampir di novelku juga yok,
judulnya: cinta dalam diam, rindu dalam sentuh
aku menikah dengan pria yang membenciku
total 1 replies
Indra Wahyu Rianti
kutunggu, msh jg blm bayar 20rb 🤭
Indra Wahyu Rianti
lah yudaaaaa balikin ke 20rb kinara
Miss Typo
jatuh cinta berjuta rasanya 🎶💃😁
Prafti Handayani
otw pelaminan...siapin baju dan amplop...😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!