NovelToon NovelToon
PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:26.3k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Tiga tahun setelah perang besar melawan Abyss, dunia tak pernah benar-benar pulih.

Retakan neraka muncul di berbagai penjuru benua, memuntahkan monster, iblis, dan roh-roh jahat yang merasuki manusia.

Rowan Desmond, kesatria terkuat dari Kerajaan Aurelius telah menghabiskan tiga tahun memburu petaka yang tak kunjung berakhir.

Sampai suatu malam Rowan menangkap seorang pencuri bernama Cecilia Landon yang mencuri relik kuno milik kerajaan. Namun Cecilia menyimpan kemampuan besar, dimana ia dapat melihat roh, mendengar bisikan arwah, dan memurnikan kegelapan yang sangat dibutuhkan oleh Rowan.

Rowan akhirnya membuat sebuah perjanjian; Ia akan membantu Cecilia mengumpulkan relik-relik yang diburunya. Sebagai gantinya, Cecilia harus membantu Rowan menghadapi roh-roh yang mengancam seluruh benua.

Namun semakin jauh perjalanan mereka, semakin banyak rahasia yang terkuak, tentang Cecilia yang ternyata terkutuk.

Akankah mereka mampu menyelamatkan dunia atau justru kehilangan satu sama lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5. PEMBUKTIAN

Udara di bawah istana terasa lembap dan dingin. Mencekam dengan tekanan terasa menyesakkan.

Suara jeritan menggema di sepanjang koridor bawah tanah Istana Aurelius.

Bukan jeritan biasa.

Jeritan itu terdengar seperti campuran antara tangisan, kemarahan, dan rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Sesekali terdengar benturan keras.

Suara tubuh menghantam jeruji besi.

Suara rantai yang ditarik paksa.

Dan suara para penjaga yang berusaha menahan para tahanan yang kehilangan kendali.

Cecilia berjalan di tengah kelompok kecilnya. Garrick berada di samping sang gadis sementara Rowan memimpin rombongan bersama beberapa kesatria kerajaan.

Tidak ada seorang pun yang banyak bicara, arena suara-suara dari bawah sudah cukup menjelaskan situasi yang sedang mereka hadapi.

Saat mereka mencapai koridor utama, pemandangan di depan mata membuat Garrick menghela napas berat.

Puluhan sel berjajar di kedua sisi lorong. Di dalamnya terdapat pria dan wanita dari berbagai usia.

Para penjaga terlihat kelelahan. Mata mereka merah karena kurang tidur. Beberapa bahkan harus menahan tubuh para tahanan yang mencoba mencungkil mata mereka sendiri.

Salah satu wanita berteriak histeris, "TOLONG KELUARKAN MEREKA DARI KEPALAKU!"

Tubuh wanita itu menghantam jeruji hingga darah mengalir dari dahinya.

Dua penjaga langsung berusaha menahan si wanita. Namun wanita itu menggigit salah satu tangan mereka hingga pria itu berteriak kesakitan.

Di sel lain, seorang pria tua sedang tertawa begitu keras hingga suaranya terdengar tidak manusiawi. Sementara kedua tangannya terus menghantam lantai batu sampai kuku-kukunya terlepas.

Cecilia memandangi semuanya dengan wajah tenang. Namun matanya tampak sedih.

Rowan berdiri di samping sang gadis. Rahang sang kesatria itu mengeras.

"Kalian lihat sendiri. Aku sudah muak melihat para penduduk dan orang-orang lain kehilangan nyawa tanpa mereka mau seperti ini karena roh-roh jahat sialan itu." Suara Rowan terdengar berat.

Rowan menatap salah satu sel. Di dalamnya seorang anak muda sedang berusaha mencekik dirinya sendiri. Sedangkan dua penjaga mati-matian menarik tangannya.

"Mereka seperti penyakit menular. Setelah memakan satu korban maka akan berpindah ke orang terdekat seperti parasit yang mencari inang," kata Rowan dengan tangan tergepal.

Garrick mengangguk pelan. "Memang seperti itulah mereka. Tujuan mereka hanya satu, yaitu membuat yang masih hidup sengsara dan berakhir seperti mereka."

Keheningan jatuh. Hanya suara jeritan yang terus menggema di sepanjang koridor.

Kemudian Rowan menyadari sesuatu; Cecilia sedang mengangguk pelan seolah mendengarkan seseorang. Bibirnya bergerak samar seakan bergumam sendiri. Rowan memerhatikan Cecilia cukup lama.

Garrick yang menyadari hal itu segera berdeham. Lalu berbisik, "Nona Cecilia sedang bicara dengan arwah di sekitar."

Rowan menoleh. "Arwah?"

"Dia suka berbicara seperti itu jika sedang mencari informasi atau ada yang ingin mereka sampaikan. Percayalah. Nona tidak gila, Yang Mulia," ujar Garrick dengan senyum canggung.

Beberapa kesatria yang mendengar langsung menahan tawa mendengar penjelasan Garrick yang tak masuk akal menurut mereka.

Namun Rowan justru berkata, "Aku sudah melihat hal yang lebih gila dari itu. Tenang saja."

Lalu tanpa peringatan, gadis itu membungkukkan tubuhnya dengan sangat anggun.

Sempurna. Persis seperti tata cara penghormatan seorang wanita bangsawan kepada keluarga kerajaan.

Namun arah hormatnya bukan kepada Rowan. Bukan pula kepada para kesatria. Melainkan ke arah koridor yang baru saja mereka lewati. Ke arah pintu masuk.

Semua orang kebingungan.

Rowan mengernyit. "Ada apa? Kenapa tiba-tiba membungkuk?"

Cecilia tetap membungkuk dan menjawab, "Para arwah tiba-tiba membungkuk ke arah kita datang. Mereka bilang penguasa negeri datang."

Semua orang saling pandang.

Lalu hanya beberapa detik suara langkah kaki bergema dari kejauhan.

Beberapa kesatria menoleh. Lalu mata mereka langsung melebar karena dari ujung koridor muncul sosok yang sangat mereka kenal.

Seorang pria paruh baya berambut pirang emas dengan pakaian lebih santai kini berjalan santai seolah sedang berkeliling taman. Di sampingnya berdiri seorang pemuda tinggi berambut serupa dengan pria paruh baya itu.

Di belakang mereka mengikuti beberapa pengawal kerajaan.

"Kaisar!"

Para kesatria langsung berlutut hormat.

"Kaisar Aurelius!"

"Yang Mulia!"

Putra Mahkota Caelum berjalan di samping ayahnya sambil mengamati keadaan sekitar.

Bahkan Rowan terlihat sedikit terkejut. Meski dialah yang mengirim orang untuk memanggil mereka. Tetap saja, ucapan Cecilia beberapa saat lalu ternyata benar.

Kaisar benar-benar datang.

Tatapan para kesatria perlahan berubah. Kini bukan lagi sekadar terkejut melainkan merinding. Karena gadis itu mengetahui kedatangan Kaisar sebelum siapa pun mendengar langkah kaki.

Sang Kaisar tersenyum santai. "Tenang, tenang. Kalian terlihat seperti melihat hantu."

Beberapa kesatria langsung salah tingkah. Jika mereka mengatakan bahwa memang ada seseorang yang berbicara dengan hantu di sini, situasinya akan menjadi aneh.

Sang Kaisar lalu memandang ke arah Cecilia. Kemudian ke Garrick dan kelompok kecil mereka. Senyumnya melebar.

"Oh. Jadi ini pencuri relik yang sedang menghebohkan banyak kerajaan?" ujar sang Kaisar.

Garrick semakin merendahkan kepalanya untuk memberi hormat.

Beberapa anggota kelompok terlihat gugup. Namun Kaisar tampak sama sekali tidak marah, justru terlihat penasaran.

"Kalian tampak terlalu ramah dan sopan untuk para pencuri relik," kata sang Kaisar.

Rowan menghela napas. "Aku akan menjelaskan selebihnya nanti. Tapi yang pasti, dia perempuan yang aku ceritakan."

Senyum Aurelius perlahan memudar menjadi serius ketika menatao Cecilia.

"Yang bisa mengusir roh jahat?" konfirmasi Kaisar

"Ya." Rowan mengangguk. "Dan dia ingin membuktikannya di sini," lanjutnya.

Kali ini bahkan Caelum ikut terkejut. Putra Mahkota itu menyipitkan mata, benar-benar memerhatikan Cecilia.

Sementara Kaisar tampak berpikir beberapa saat, lalu berkata. "Kalau begitu tunjukkan."

Cecilia menegakkan tubuh. "Baik, Yang Mulia. Kalau begitu boleh bawakan salah satunya."

Rowan langsung memberi isyarat dengan tangan.

Empat kesatria bergerak menuju salah satu sel. Mereka memilih seorang pria yang terus menghantam kepalanya ke dinding.

Begitu pintu dibuka, pria itu langsung mengamuk. Ia meraung, menendang, menggigit, mencakar.

Butuh waktu hampir lima menit hanya untuk menyeretnya keluar.

Empat kesatria dewasa harus menggunakan seluruh tenaga mereka. Bahkan salah satu hampir terkena gigitan di leher.

Akhirnya pria itu dipaksa berlutut. Kedua tangannya ditahan dengan tubuhnya yang gemetar hebat. Ia meraung lebih keras daripada sebelumnya saat melihat Cecilia.

Cecilia melangkah mendekat. Tidak ada mantra rumit, lingkaran sihir, tongkat, atau relik. Ia hanya mengangkat tangan. Lalu meletakkannya di atas kepala pria itu.

Suasana mendadak sunyi. Bahkan para tahanan lain seperti berhenti berteriak.

Kemudian Cecilia berbicara dengan suara pelan namun jelas terdengar oleh semua orang.

"Kalian Jiwa Yang Kotor. Yang tidak memiliki daging dan tulang. Penghuni kegelapan yang dibentuk oleh hati busuk kalian ketika kalian masih memiliki daging."

Raungan pria itu semakin keras. Tubuhnya mulai bergetar.

"Kembalilah ke tempat kalian sebenarnya. Demi Yang Memiliki Kegelapan dan Cahaya. Selamatkan pria tak bersalah ini dari kegelapan para jiwa yang berdosa."

Mendadak pria itu menjerit. Jeritan yang membuat seluruh koridor bergetar.

"AARRRGGHHHHH!"

Tubuh sang pria melengkung ke belakang. Mulutnya terbuka lebar.

Lalu sesuatu keluar. Asap hitam berputar seperti kabut, muncul dari mulut dan mata pria itu.

Beberapa kesatria langsung mundur.

"Asap?!"

"Apa itu?!"

Asap tersebut menggeliat seperti makhluk hidup. Lalu menghilang ke udara bersama jeritan yang pudar.

Pria yang kerasukan itu langsung terkulai tak sadarkan diri, namun bernapas.

Sunyi seketika.

Ini pertama kalinya mereka melihat roh jahat yang berbentuk walau dalam wujud asap. Dan membuktikan sangat jelas kalau Cecilia memang bisa mengusir roh jahat.

Mereka semua memucat melihat kalau Cecilia memang punya kemampuan melihat yang tidak bisa mereka lihat.

1
Septi Wijaya
Edgar kah?
pemilik sihir eather?
khalisna
merinding ngebayanginnya😬
Septi Wijaya
speechless 😭
ga bisa bayangin nya
Jelita S
waduh makin seram tau
Beni Kayla
semoga Edgar muncul membantu
Jelita S
lanjut thor
Septi Wijaya
oh my...
mungkinkah Cecilia yg bisa mengalahkannya?
tp dia masih belom sadar...
Septi Wijaya
oh nooo... abbyss keluar?
bisakah kali ini dia dimusnahkan??
Eli Rahma
huwaaaaaaaa bacanya sampe tahan nafas...
Jelita S
akhirnya para jagoan berkumpul semua😍😍😍😍
Hary Nengsih
masi lom slsai
Archiemorarty: Tentu aja belum 🤭
total 1 replies
Anne
nah kopi nih buat mereka biar g tegang...
khalisna
luar biasa sekali
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
Wenty Lucia Wardhani
keren bingittt🥰🥰🥰💪
Indra Reza Zulkifli
nah ini pada baru muncul tadinya mau heran ko mereka belum pada muncul,,, soalnya kan musuhnya masih monster abys,,,
Septi Wijaya
sampai di paragraf ini.... gemeter aku kak oThor 😭
haru
Septi Wijaya: yak betoll...
total 2 replies
Eli Rahma
akhirnyaaaaa para tokoh utama berkumpul tuk menghancurkan Abys....dan menyelamatkan putri cecillia...
Nisfu Romadhon
huft,,, akhirnya,,, bisa ☕ dulu nich/Chuckle/
Septi Wijaya
akhirnya ada bala bantuan.........
di saat Rowan dan yg lain sdh habis tenaga, bahkan ada beberapa yg gugur
Nisfu Romadhon: yoi,,,/Scowl//Scowl//Scowl/
total 1 replies
Eli Rahma
sedikit lega nih..akhirnya bantuan datang...
ayooo Arron..kalahkan mereka dan selamatkan cecillia dari para iblis itu..
Nisfu Romadhon: he'em
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!