Puber kedua, menghancurkan pernikahan Tatiana Ramos dan Brandon Wirawan. Ketika sang istri sibuk mengembangkan bisnis di luar negeri, suaminya yang ditinggal selama 2 bulan justru sedang mabuk kepayang dengan gadis muda yang usianya 10 tahun lebih muda dari istrinya.
"Kamu membiarkan dia menginap di kamar kita, mas? apa kamu sudah gilaa?"
"Siska tak punya kerabat di kota ini, dia sebatang kara. Ingatkah saat aku bertemu denganmu pertama kali, kamu juga sebatang kara Tatiana!"
Dengan dalih mirip dengan istrinya 10 tahun lalu, untuk pertama kalinya selama 10 tahun, Brand mendebat Tatiana.
"Maafkan aku Nyonya, tempat tinggal ku sedang diperbaiki..."
Mata Tatiana melebar, wanita itu bahkan mengenakan gaun tidurnya. Dia tidak tahan lagi, hanya dua bulan, dan itupun demi perusahaan mereka yang sempat merugi milyaran rupiah. Tapi begitu dia kembali, suaminya malah bermain api.
'Suami pengkhianatan dan bodoh seperti ini, aku benar-benar tidak butuh' geram Tatiana dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Tatiana menyerahkan dokumen perjanjian perceraian yang sudah di tanda tangani olehnya juga pada Yuli. Yuli melihat ekspresi wajah sahabatnya itu, dia tidak tega. Yuli segera berjalan mendekati Tatiana, dan merangkulnya.
"Tidak apa-apa, ada aku! kamu tidak pernah sendirian! dan kita bisa cari lagi pria yang lebih tampan dan pastinya akan menghargai kita di luaran sana. Masih banyak ikan di laut, sayang!"
Yuli mencoba bercanda, karena dia yang paling mengerti apa yang dirasakan oleh Tatiana. Sebab, dia juga 5 tahun yang lalu mengalami hal seperti ini. Saat kita sudah menjatuhkan hati, kemudian punya impian dan harapan yang begitu besar, bahwa sampai tua kita akan menghabiskan salah satu buat kita bersama dengan orang yang sangat kita cintai itu. Tapi, terkadang kenyataan memang tidak sesuai dengan harapan. Yuli, yang merasakannya lebih dulu. Harus mengambil keputusan, karena menjalani seumur hidup dengan orang yang salah, justru akan membuat kita menderita.
Yuli menarik kursi, supaya Tatiana duduk. Dia minta asistennya untuk menyiapkan minuman.
"Aku akan mendaftarkan perceraian ini, kamu mau ikut atau tidak ke catatan sipil?" tanya Yuli.
Tatiana berpikir, mungkin lebih baik tidak usah. Dia tidak ingin ada yang tahu. Kalau Yuli kan, kerjaannya mondar-mandir ke catatan sipil dan pengadilan.
"Jika aku tidak ikut, apa tidak masalah?" tanya Tatiana.
"Tentu saja tidak, sudah di tanda tangani juga. Kamu gue sudah menyerahkan kuasa hukum mu padaku, aku akan mengurus semuanya. Tinggal satu bulan lagi, kamu akan dapatkan akta cerainya!"
"Kalian begitu aku tidak ikut saja, aku pulang saja!"
Yuli mengangguk.
"Minumlah dulu, nanti aku antar kamu pulang!"
Tatiana pun berpikir, selama ini dia tidak pernah belajar mengemudi hingga tidak punya mobil sendiri, karena memang selalu mengandalkan Brandon. Pria itu dulu yang memintanya seperti itu, supaya dia punya alasan untuk bisa terus mengantar dan menjemput Tatiana. Dengan begitu mereka akan selalu dekat. Alasan yang sangat manis, yang tidak bisa ditolak oleh Tatiana.
Tapi, sekarang dia justru kemana-mana merepotkan Yuli.
"Em, aku rasa aku mau belajar mengemudi saja. Bisa antarkan aku ke tempat belajar mengemudi saja?" tanya Tatiana.
Yuli mengangguk senang.
"Tentu saja, kamu memang harus bisa mengemudi. Supaya bisa menabrak mantan suamimu yang menggatall itu!"
Tatiana hanya tersenyum singkat.
Sementara itu di perusahaan, ada seseorang yang sejak tadi masih berusaha terus memprovokasii Brandon karena apa yang dia lakukan tidak berhasil membuat Tatiana kesal dan melabraknya. Pelakorr jaman sekarang memang berbeda ya. Justru ingin dilabrak secara terang-terangan.
"Kamu bilang apa?" tanya Brandon lagi.
"Ruangan nyonya, berantakan sekali. Apa dia marah padaku ya, tuan?" tanya Siska.
Wanita itu sungguh bermuka dua. Dia yang sudah mengacak-acak ruangan Tatiana. Dan mengatakan kalau mungkin Tatiana sengaja mengacak-acak ruangannya karena marah padanya.
"Benarkah?"
Brandon terlihat terkejut, pasalnya selama 10 tahun ini. Dia rasanya tak pernah melihat ruangan Tatiana berantakan, apapun situasi yang dialami oleh wanita itu.
"Iya tuan, aku dengar dari karyawan yang tidak sengaja lewat disana. Katanya nyonya mengamuk!"
Brandon menatap Siska dengan serius.
"Coba aku lihat!" katanya yang bergegas keluar dari ruangannya, lalu pergi ke ruangan Tatiana.
Niat Siska itu sebenarnya adalah untuk membuat Brandon marah pada Tatiana. Bukankah Tatiana adalah seorang yang cukup senior di perusahaan ini. Hanya karena jabatannya di pinjam sementara oleh Siska, lalu Tatiana mengamuk, bukankah itu akan menunjukkan kesan bahwa Tatiana sangat sempit hati. Itu bukanlah seseorang yang bisa disebut sebagai senior. Apalagi usianya sudah tidak muda, seharusnya Tatiana bisa menjadi contoh bagi orang-orang yang bekerja di perusahaan bukan malah mengamuk begitu seperti kekanak-kanakan.
Brandon membuka pintu ruangan Tatiana. Beberapa dokumen memang sangat berantakan di atas meja. Beberapa barang juga berserakan di lantai. Brandon yang melihat itu memukul meja.
Brakk
"Dia ini benar-benar kekanak-kanakan, berapa usianya sudah? masih seperti ini!"
Brandon meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Tatiana. Untuk apa? tentu saja untuk marah pada istrinya itu. Yang dilakukan Tatiana tidak mencerminkan tindakan dewasa dan baik seorang senior.
Tapi, memang benar kata om haji Rhoma irama ya. Manusia itu terkadang bisa melihat semut yang ada di seberang lautan. Tapi bahkan gajah di pelupuk matanya sendiri tidak kelihatan. Seperti yang saat ini sedang dialami oleh Brandon. Dia bisa melihat sikap yang dilakukan Tatiana adalah sesuatu yang salah. Tanpa dia berkaca, perbuatannya selama ini di kantor, di perusahaan dengan Siska juga sesuatu yang salahnya sudah fatal bahkan.
Kalau yang dia lakukan semua orang tidak bisa membantahnya. Keduanya memang secara terang-terangan menunjukkan kedekatan mereka. Kalau Tatiana, apa yang terjadi di ruangan ini, bahkan bukan ulah Tatiana. Tapi tetap saja, Brandon yang sedang menggunakan kaca mata kuda dan hanya tertuju pada Siska itu, bahkan tidak konfirmasi ke Tatiana. Dia sudah menghakimi saat itu juga. Bahwa semua itu adalah ulah Tatiana. Dan Brandon akan segera memarahi wanita itu, begitu wanita itu menerima panggilan telepon darinya.
'Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, silakan hubungi beberapa saat lagi'
Terdengar suara notifikasi seperti itu, sudah tiga kali Brandon mencoba untuk menghubungi Tatiana. Tapi notifikasi seperti itulah yang selalu dia dengar.
Brandon semakin kesal.
"Dia bahkan berani mematikan ponselnya, benar-benar sempit hati!" kesal Brandon.
Siska yang sudah menyusul ke ruangan Tatiana, melihat Brandon yang sedang kesal malah terlihat senang.
"Tuan, dia tidak ada? kemana dia? apa gara-gara aku mengambil jabatannya, dia jadi tidak perduli lagi pada urusan kantor..."
Tok tok tok
Baru juga Siska mau memfitnah Tatiana lagi. Tapi Lulu yang tidak sengaja lewat tempat itu, segera mengetuk pintu.
"Tuan, nyonya sedang keluar melakukan peninjauan lapangan untuk proyek bersama grup Royal. Permisi!"
Dan setelah mengatakan itu, Lulu langsung keluar dengan cepat dari ruangan itu.
Siska mendengus kesal. Padahal dia mau menjelek-jelekkan Tatiana. Malah sekertaris nya Tatiana menyelanya.
"Pantas saja ponselnya mati. Dia tidak bisa mengangkat panggilan di proyek!" kata Brandon.
"Tuan, tapi bagaimana dengan ruangan yang berantakan ini. Aku sungguh merasa bersalah. Aku akan bereskan..."
"Kenapa kamu yang bereskan? biarkan saja, dia yang mengacak-acak ruangannya sendiri. Biarkan saja dia yang bereskan setelah dia kembali!"
Brandon segera keluar dari ruangan itu dengan wajah masih kesal. Siska tersenyum puas. Dia melihat seluruh ruangan ini, selain berkas, semua masih ada di lantai.
Brukk
"Bahkan untuk memerintah orang merapikan ruangan mu saja, tuan Brandon sudah tidak mau. Kamu benar-benar sudah kalah Tatiana!" gumam Siska yang merasa dirinya benar-benar menang.
***
Bersambung...
Lagian ya Tatiana, jabatan mu di perusahaan itu sudah tidak ada lagi..
Apalagi status istri..
Walaupun baru kau & Yuli yg mengetahui..
Namun yg perlu kau sadari..
Di perusahaan itu bukan tempat mu lagi..
Dan menjauh dari orang² toxic adalah pilihan yg tepat hingga surat cerai keluar nanti..
Kau seharusnya sadar, kau bahkan tak diberikan kepercayaan mengelola keuangan darinya..
Bahkan kau tak pernah menerima nafkah dari nya..
Di mata nya kau bukan istri, Tatiana..
Kau hanya di perlakukan seperti sapi perah oleh nya..
Ternyata cinta membuat Tatiana buta..
Begitulah cinta tanpa menggunakan logika..
Di kibulin pasangan, manut² saja.. 🤭
Tapi Brandon itu LLP (Lugu² Paok) namanya Tatiana.. 🤣
Dia bukan lelaki, dia itu boti..
Ada pula suami, tapi peran nya seperti seorang istri..
Bini kerja banting tulang, dia cuma modal telur &:ongkang² kaki..
Astaghfirullah.. Kacau sekali jika dapat tipe suami seperti ini..
Lelaki, tp kelakuan nya kyk banci..😏
aq kasihan takut si buaya ke racunan ,,
Mana ada seorang Kk yg tega melihat adiknya di perlakukan kurang ajar..
Mana kelakuan suami nya sendiri yang minta di hajar..
Hanya karena rasa kasihan pada ayah mertua, maka Tatiana harus lebih sabar..
Agar ayah mertua tak terlalu terkejut saat Brandon & Tatiana bubar..
Karena jalan perpisahan mereka berdua sudah terbuka lebar..
mampooss buat Brandon
orang gila dimana nyari 4 millyar dalam berapa jam
mang sakit jiwa 🙄
yg bisanya cuman buka kaki buat para pria🙄
lagi spaneng nih k
masa ga ada kelonggaran mau nafas dulu🤣
apa pun masalahnya nangis terus siwalang sangit gak tega , gitu aja terus sampai jadi gembel 🤣🤣🤣🤣🤣