NovelToon NovelToon
Saat Istriku Setuju Bercerai

Saat Istriku Setuju Bercerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Yunus

Gavin tidak menyangka istri yang dulu berbuat licik demi menikah dengannya, Tiba-tiba setuju bercerai.

Dua tahun menikah dengan rasa dendam, Gavin tidak pernah benar-benar mengenal sosok Azalia, ah, lebih tepatnya tidak peduli.

Perceraian yang dinanti itu akhirnya akan segera terwujud. Gavin sudah tidak sabar menunggu kedatangan kekasihnya yang dulu pergi karena dirinya terpaksa menikah.

Lantas apakah perceraian yang dinanti Gavin akan benar-benar terwujud?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Azalia

Satu minggu sejak aku menandatangani surat perceraian, Mama menelponku, dengan segala amarahnya.

"Apa-apaan kamu Azalia? Diam-diam kau bercerai dengan Gavin! Mau lari dari tanggungjawab? Menjadi kewajibanmu membantu kami yang lagi kesulitan. Mau jadi anak durhaka, kamu..haa!?"

Kueratkan genggaman tanganku pada ponsel di telinga. Berusaha menahan napas yang mulai berat. Aku baru pulang bekerja dari toko kelontong di desa ini demi membayar uang sewa kos kamar dan makan sehari-hari. Tapi tentu saja, itu bukan sesuatu yang penting bagi Mama.

"Aku sudah berusaha, Ma." Jawabku lirih, hampir tak terdengar dibandingkan nada tinggi yang Mama gunakan.

"Diam!" Bentaknya, Mama tak sudi mendengar kata-kataku. "Aku sudah datang pada Gavin, dan dia menolak membantu karena kalian sedang proses cerai, kau bodoh sekali!" Makinya lagi tak perduli dengan mentalku.

Tanganku bergetar, tidak hanya karena kelelahan, karena sedari pagi aku menimbang tepung dan gula di toko kelontong, tetapi juga karena kata-kata Mama yang selalu seperti pisau tajam, menguliti perasaan dan meninggalkan luka yang tidak akan pernah sembuh.

Aku menatap langit-langit kamar ini, mengabaikan kegelapan yang mulai hadir sebab sore akan menjelang malam.

"Mama..." Aku mencoba bicara lagi, tapi Mama sama sekali tidak memberi kesempatan.

"Kau pikir setelah diceraikan Gavin, kau bisa bebas begitu saja?!" Selanjutnya, suaranya penuh kebencian. "Dengar baik-baik, Azalia! Aku sudah mengatur pernikahanmu dengan Tuan Rafi pemilik perkebunan sawit di Kalimantan, setelah resmi bercerai dengan Gavin aku akan segera mengirimmu ke sana."

Jantungku berhenti berdetak sejenak.

"Ma..." Suaraku bahkan tidak sanggup untuk keluar.

"Dengar, Azalia! Kau tidak boleh menolak! Ingat. Aku sudah bersusah payah membesarkan mu, jangan jadi orang yang tidak berguna."

Air mataku meleleh tanpa ku minta. Aku kehilangan kata-kata, sejak kecil aku tidak pernah dianggap lebih dari sekedar aset bagi keluarga Sanjaya. Tapi tetap saja, hati kecilku selalu berharap Mama menyayangiku. Walaupun aku tahu itu sia-sia.

Napasku terputus, suaraku sama sekali tidak keluar. Aku tidak mau melakukan apa yang Mama katakan.

Demi apa pun, aku tidak mau seolah-olah dijual lagi dan lagi demi keuntungan keluarga Sanjaya. Mengapa Mama begitu tega.

Air mataku menetes, jatuh ke punggung tanganku yang pucat. Aku tahu aku tidak punya tempat untuk meminta pertolongan. Tidak ada siapapun yang bisa membantuku.

Aku lelah, sangat lelah.

Tubuhku sudah tidak kuat bekerja, kesehatanku semakin buruk. Aku sering melupakan sesuatu, bahkan pagi tadi, aku tidak ingat apakah aku sudah makan atau belum. Tapi sekarang, bukan hanya tubuhku yang kelelahan. Hatiku pun begitu.

"Ma.." napasku bergetar. "Aku tidak mau."

"Kau berani membangkang? Pulang sekarang, Azalia!" Suara Mama terdengar semakin marah. "Dengar Azalia! Aku adalah orang yang melahirkanmu! Kau berhutang nyawa padaku! Apa yang kau pernah berikan tidak sebanding sama sekali!"

Dadaku bergetar hebat, sakit yang kurasakan tidak bisa ku gambarkan dengan kata-kata.

"Jika aku kembalikan nyawa ini, apa hutang kepadamu akan lunas?"

"Jangan picik, Azalia. Setiap anak berusaha membahagiakan orang tuanya, itu imbal balik karena kami tidak hanya berkorban nyawa, tapi juga menghabiskan waktu dan uang tidak sedikit untuk membesarkan anak."

Aku memukul dada, berusaha menghilangkan sesak yang menyiksa. Tak ada pilihan, akhirnya aku pun harus setuju.

"Ya, aku akan menikah dengan orang pilihan Mama. Akhir bulan nanti adalah batas selesainya masa tunggu, setelah perceraianku dengan Gavin sah. Di hari itu, jemput-lah aku di makam nenek. Mama bisa membawaku pulang, dan terserah mau Mama apakan aku nanti."

"Kau tidak membohongiku, kan?" Mama bertanya ragu.

"Ma, aku tidak akan berbohong. Aku sudah lelah lari dari orang-orang di sekitarku. Percayalah padaku, Mama pasti mendapatkanku di sana nanti."

Aku menutup sambungan telepon, detik berikutnya aku buru-buru menulis semuanya di buku catatan, tidak lupa memberi tanggal agar aku tidak melupakan percakapan tadi.

Setelah aku melupakan banyak hal, aku mulai terbiasa mencatat apa yang harus aku lakukan setiap hari, dan janji apa yang harus aku tepati. Hanya ini satu-satunya cara untuk membantuku mengingat. Bahkan aku juga menulis alamat kos ku ini, jika sewaktu-waktu aku lupa jalan pulang dan membawa catatan ini kemana-mana.

Setelah aku mencatat semuanya, aku melangkah keluar, menuju dapur untuk masak makan siang yang sudah sangat terlambat. Ternyata aku tidak beruntung, karena di dapurku sama sekali tidak ada bahan makanan.

Maka mau tidak mau aku keluar untuk mencari makanan yang sekiranya bisa mengganjal perutku malam ini.

Tidak tahu dari mana, tiba-tiba sebuah mobil datang dengan kecepatan tinggi dari arah belakang, membuat genangan air menyembur dan mengguyur seluruh tubuhku.

Mobil itu berhenti, kupikir pengemudinya ingin meminta maaf. Tapi yang keluar malah pria yang aku kenali. Alvin.

Pria itu mendekat, seringai di wajahnya seperti sedang mengolok-ngolok diriku.

"Jadi disini kau sembunyi, Azalia?"

Aku tidak bersembunyi, aku memang tidak memiliki tempat tinggal.

"Azalia ….Azalia. Tidak kusangka kau menyusun skema yang luar biasa seperti ini. Kau berakting seolah-olah menerima semuanya begitu saja, tapi yang sebenarnya kau inginkan adalah agar kakakku mencari mu, kan? Apa kau pikir Gavin akan merasa simpati padamu dan mencabut gugatannya?"

Sungguh, aku tidak ingin berdebat dengannya. Aku sudah lelah dengan prasangka mereka padaku.

"Alvin, jika tidak ada hal penting yang kau sampaikan, biarkan aku pergi."

Aku berbalik untuk meninggalkannya, tapi dia tiba-tiba mencekal lenganku. Aku yang tak siap, kehilangan keseimbangan dan jatuh ke atas aspal basah.

Alvin tertawa melihatku. "Azalia, apa kau tidak lelah pura-pura lemah? Kau hanya membuat dirimu semakin menjijikkan! Aku hanya memegang lenganmu, tapi kau sudah menjatuhkan dirimu sampai seperti itu. Kenapa? Ingin mencari simpati dari orang-orang di sini?"

Aku berusaha berdiri, tapi sakit di kepalaku semakin berdenyut-denyut.

"Alvin, aku tidak tahu kenapa kau begitu membenciku. Tapi percayalah aku tidak pernah menyesal atas apa yang sudah kulakukan padamu di masa lalu."

Alvin mendengus. "Kau ingin tahu kenapa aku membencimu? Itu karena keluargamu telah menipu keluargaku habis-habisan."

Alvin mendekat, matanya menusuk langsung padaku. "Dengar, Azalia! Kemanapun kau pergi, kau tidak akan lepas dariku. Keluargamu akan bangkrut, aku pastikan kalian akan menderita tanpa ada satupun yang mau membantu kalian."

Setelah berhasil berdiri aku mengulas senyum tipis dan mengangguk. "Jika itu bisa memuaskan rasa dendam mu, maka lakukan apa yang ingin kau lakukan, Alvin. Jangan khawatir, aku tidak akan kemana-mana. Aku juga tidak memiliki banyak uang untuk kabur, jadi kau tidak akan susah mencariku. Aku juga pasti datang untuk membuat perceraianku dengan Gavin menjadi sah."

Setelah mengatakan itu, aku berbalik untuk menghindarinya lagi. Tapi.. bumi terasa berputar. Kakiku seperti sedang berpijak di atas pecahan kaca. Pandangan buram.

Aku berusaha menggapai apapun di sana, tapi tidak ada yang dapat ku raih.

Aku kesulitan bernapas, dan saat aku menyentuh hidung, aku melihat cairan kental keluar dari sana. Darah.

Pandanganku semakin buram, semakin lama semakin tidak jelas, sampai akhirnya....aku di telan kegelapan.

#######

Pokoknya dikomen ya....

Biar aku semangat updatenya...

1
Vie
ah akhirnya bisa update juga kak... 👍👍👍
Hani Ekawati
Bagus beri pelajaran buat orang orang serakah itu, orang tua yang tidak punya hati nurani terutama Marta. Demi bisa hidup mewah dia sampe menjual putrinya sendiri.
Hani Ekawati
Dasar kamu seorang ibu yang tidak punya hati
Bela Viona
rasakno
Hani Ekawati
Itu si Marta ibu yang tidak punya hati, anaknya sakit tapi tidak peduli sama sekali. Dan Gavin sepertinya sudah ada getar cinta atau hanya sebatas rasa iba.
Setyowati Setyowati
kapokmu kapan mahesa
Vie
yaaa padahal seru ceritanya.... lagi seru2 nya kak... 😭😭😭
Vie
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Vie
hadiah yang tidak akan pernah bisa mereka lupakan.. 🤭🤭🤭
Vie
ya.. ya... ya... dalam mimpi mu kali ya.... 😝😝😝
Vie
ya harusnya kamu lebih berpikir lagi dengan jernih.... walau bagaimanapun dia sudah menikah, dan kalau kamu berada diposisi azalia, apakah kamu akan menerimanya begitu saja. melepaskan suami demi kembali bersama masa lalunya???
Vie
nah gitu dong kamu harus tegas dalam memilih suatu hubungan karena jelas kamu sudah memiliki seorang istri yang sangat mencintaimu, hanya saja kamu yang tidak bersyukur dan malah menyia2kan waktu saat bersamanya....
Vie
sok lah bawa dia berobat sampai sembuh total dan mendapatkan kebahagiaan
Vie
nah kan seperti hati kamu sekarang pada azilia. walau sebenarnya sudah terlambat karena waktu untuknya tidak akan lama lagi. isilah waktu yang tersisa itu dengan semua kebahagiaan untuk azilia....
Vie
bukankah kamu seperti menyindir diri sendiri ya??? 🤭🤭🤭🤭 karena hal itu seperti yang terjadi dalam hidup kamu.... 🤭🤭
Vie
ya siapapun pasti akan sangat hancur bila tau keadaannya seperti ini, terus dia merasa hanya dikasihani setelah apa yang dulu Gavin lakukan padanya.... itu wajar sih.... karena ini menyangkut nyawanya yang mungkin tinggal menunggu waktu akan menjemputnya... 😭😭😭😭
Bela Viona
ntah akan ad keajaiban kesembuhan azalia atau hanya tinggal kenangan tentang Azalia.
kalaupun azalia tinggal kenangan,please thor..tinggal kn lh kenangan Azalia bersama Gavin berupa sosok seorang bayi mungil. anak mereka.
kalau pun ad kerajaan, sembuhkan lh azalia. nth dgn pencangkokan ginjal atau bangun lgi setelah koma..
Bela Viona: aku lagi sedih lho 😭
total 2 replies
Rahma Inayah
mmg ya si Marta GK tau malu
Kar Genjreng
perih ya ketika sedang mengharapkan kedatangan nya selalu di anggap pura pura atau hanya sedang bermain drama,,, padahal sedang menahan lara luar biasa,,, sekarang bagitu terlanjur bsekarat baru lah percaya,,,ya semoga bergerak cepat siapa tau ada keajaiban,,😭😭
Dew666
💎💎💎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!