NovelToon NovelToon
Ayahku Memiliki Sistem

Ayahku Memiliki Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Saat ia pikir hidupnya berakhir, seorang pria tiba-tiba mendapatkan sistem. Namun, bukannya menjadi kaya, ia justru terbangun di masa lalu... di dalam tubuh ayahnya saat masih muda.

Kini, dengan sistem di tangannya dan mengetahui masa depan, ia harus mengubah takdir keluarganya.

Mampukah ia menyelamatkan keluarganya... tanpa menghapus keberadaannya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Keesokan harinya, Raka kembali ke realitas pekerjaannya di proyek pembangunan ruko bersama Budi.

Matahari siang itu bener-bener terik dan menyengat, bikin suasana di area proyek kerasa makin gerah.

​Raka memakai kaos oblong hitamnya yang sudah basah kuyup oleh keringat.

Tangannya dengan cekatan memegang gagang sekop besi, mengaduk campuran semen, pasir, dan air di dalam sebuah bak kayu besar.

Gerakan tangannya stabil dan bertenaga, efek dari otot tubuh bokapnya yang sudah makin terbiasa dia kendalikan.

​Dari arah sebelah kiri, Budi datang sambil memanggul satu karung semen di pundaknya.

Langkah kakinya kelihatan berat, menyusuri tanah proyek yang penuh dengan kerikil dan sisa-sisa besi bangunan.

​"Raka, kamu tolong geser ember corannya ke sebelah sini dong. Aku mau tuang semennya nih, berat banget," kata Budi dengan suara agak ngos-ngosan.

​"Oke, Om Bud. Bentar, gua geser," sahut Raka santai.

​Raka menancapkan sekopnya ke dalam adukan pasir, lalu melangkah maju untuk menarik ember cor besar yang terbuat dari karet tebal. Sreeek.

Bunyi gesekan ember dengan lantai semen kasar terdengar jelas di antara bisingnya suara pekerja lain yang sedang memukul-mukul batu bata di lantai atas.

​Budi langsung menurunkan karung semen dari pundaknya ke dalam ember tersebut. Bugh! Debu semen putih langsung ngebul abu-abu di udara, bikin mereka berdua refleks merem dan batuk-batuk kecil selama beberapa saat.

​"Uhuk! Duh, debunya banyak banget," ujar Budi sambil buru-buru mengambil handuk kecil yang melingkar di lehernya untuk mengelap keringat dan debu yang menempel di dahi dan pipinya.

​Setelah debunya agak reda, Budi duduk selonjoran di atas tumpukan batu bata yang belum terpakai. Dia membuka tutup botol air mineralnya lalu meminumnya sampai habis setengah.

​"Aduh, hari ini panasnya luar biasa ya, Rak. Tapi aku perhatiin, kamu kok kayaknya semangat banget kerja akhir-akhir ini?" kata Budi sambil menatap Raka yang sekarang sudah kembali mengaduk semen dengan sekop.

​Raka terkekeh pelan tanpa menghentikan kegiatan fisiknya. "Ya harus semangat lah, Om Bud. Kan demi anak istri di rumah. Lagian kalau dipikir-pikir, kalau fisik udah biasa adaptasi, kerjaan kayak gini mah gak bakal kerasa berat-berat amat. Dibawa santai aja."

​Budi tersenyum senang mendengarnya. Dia mengangguk-angguk setuju. "Nah, itu baru namanya kepala keluarga yang bener."

​Budi mengambil pisang goreng dingin yang dia bawa dari rumah di dalam kantong plastik, lalu menyuapkannya ke dalam mulut.

​"Oya Raka, kemarin malam si Kael kirim SMS ke nomor HP aku loh," lanjut Budi membuka obrolan baru dengan antusias. "Dia nanyain kamu kapan main ke warnet lagi. Katanya, dia pengen traktir kita berdua makan bakso di deket sekolahannya pakai uang hasil hadiah menang turnamen kemarin. Dia nanya ke aku karena nomor kamu katanya sibuk terus pas dia telepon."

​Raka langsung menghentikan adukan sekopnya sejenak, lalu menoleh ke arah Budi sambil tersenyum lebar. "Wah, beneran? Gaya bener tuh bocah udah bisa nyari duit sendiri sekarang, wkwk. Boleh deh, ntar sorean habis kelar dari sini kita samperin dia ke warnet."

​"Iya, Kael itu anaknya aslinya baik dan sopan banget ya, Rak," kata Budi dengan nada tulus.

"Aku seneng banget kamu bisa bantu dia benerin penampilannya waktu itu. Sekarang kalau aku lihat dia, penampilannya udah rapi, bersih, dan gak kelihatan kuper lagi kalau ketemu atau ngobrol sama orang lain. Orang tuanya pasti seneng banget lihat perubahan anaknya."

​Mendengar semua kalimat tulus yang keluar dari mulut Budi,

Raka mendadak merasakan ada sebuah getaran halus yang berdesir di dalam pikirannya. Rasa hangat langsung menjalar di dadanya.

​Ding!

​Sebuah suara notifikasi sistem yang sudah sangat familier kembali berbunyi di dalam kepala Raka.

Sedetik kemudian, sebuah layar jendela hologram transparan berwarna biru muda muncul secara otomatis di sudut pandangnya, bergulir pelan menampilkan pembaruan data yang sangat dia tunggu-tunggu.

​[Sistem Mendeteksi Perubahan Positif yang Konsisten]

​Tindakan Anda menjaga rutinitas hidup pemilik tubuh asli berhasil mempertahankan stabilitas sosial di masa lalu.

​Hubungan pertemanan dan pengaruh positif Anda terhadap lingkaran terdekat (Budi dan Kael) dinilai sangat berhasil.

​Perubahan takdir berjalan secara organik tanpa merusak tatanan linimasa utama.

​[Progres Misi Utama Berhasil Meningkat: 77% -> 79%]

Catatan: Progres terus merangkak naik secara perlahan seiring dengan semakin kuatnya pondasi kebaikan yang Anda tanam di era ini.

​Raka tersenyum tipis melihat layar hologram itu.

Angka progresnya memang tidak langsung melonjak drastis seperti saat dia menyelesaikan konflik sebelum-sebelumnya, tapi kenaikan 2% secara perlahan ini membuktikan bahwa hal-hal kecil yang dia lakukan setiap hari seperti tetap konsisten bekerja kasar di proyek dan menjaga hubungan baik dengan para sahabatnya memiliki dampak yang sangat besar untuk menyempurnakan misinya.

​Raka mengedipkan matanya sekali untuk menutup kembali jendela sistem tersebut dari pandangannya.

Dia kembali memegang gagang sekopnya dengan mantap, lalu menyodorkan botol air minum milik bapaknya yang masih penuh ke arah Budi.

​"Nih, Om Bud, minum lagi biar gak dehidrasi. Habis ini kita kelarin bagian fondasi yang sebelah kiri ya, biar besok pas material batu bata datang lagi, kita tinggal fokus pasang dinding aja dan kerjaan kita bisa selesai lebih cepat," kata Raka mengarahkan taktik kerja mereka sore itu.

​Budi menerima botol itu dengan gembira, wajah gosongnya tampak tersenyum lebar. "Iya, siap, Raka! Aku ikut gimana bagusnya kata kamu aja. Kamu sekarang malah kayak mandor proyeknya ya, pinter banget ngatur strategi kerjaan begini, hehe."

1
Bryan
keren thor, banyakin ya update nya, 1 vote udh melayang 💪👍
Maul: terima kasih banyak kak😆
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
Reno bocil bikin ngakak deh🤣🤣
Maul
/Blush/
Maul
duit 😘
Maul
/Hey/
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Yuliana Tunru
knp verota x jd maju mundur sih kan yg baca bingung 🤭🤭
Maul: hehe, mungkin ke depannya gak akan maju mundur🙏
total 1 replies
Maul
Sistemnya plin-plan wkwk
Maul
waduh, yang ini gk cadel😅
Maul
ngasuh diri sendiri 🤭
Maul
women
Maul
Ayahku adalah diriku sendiri🤔
Maul: cuma bercanda kak, soalnya kan mc nya masuk ke tubuh ayahnya sendiri😅 🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!