NovelToon NovelToon
MY HOT KILLER LECTURER

MY HOT KILLER LECTURER

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Cinta Terlarang / CEO
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

"Aku memaafkan pengkhianatanmu demi nama baik keluarga, tapi hatiku sudah mati."

Arga, CEO 30 tahun, terjebak nikah bisnis dengan istri yang hamil anak orang lain. Hatinya dikunci rapat.

Sampai Queen, mahasiswi bar-bar 20 tahun + pewaris universitasnya, datang dan menantang semua aturan.
Satu ciuman di club malam meruntuhkan tembok esnya.

Sekarang Arga harus pilih: Tetap di neraka pernikahan, atau terbakar dalam gairah terlarang dengan mahasiswinya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KESENYAMANAN YANG SEMBUNYI

Matahari baru saja tergelincir sepenuhnya ke balik cakrawala kota Jakarta ketika sedan hitam milik Arga memasuki pelataran luas mansion keluarga Dirgantara. Deru mesin mobil meredam ketegangan yang kembali merayap di dada pria berusia 30 tahun itu. Setelah menghabiskan waktu seharian di apartemen Queen merasakan kehangatan dan kepolosan yang tak terduga Arga kini harus kembali menginjakkan kaki di atas realitas rumah tangganya yang dingin dan penuh kebohongan.

Begitu Arga melangkah melewati pintu utama yang megah, suasana sunyi mansion langsung menyambutnya. Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama. Dari arah ruang tengah, Keysha berjalan tergesa-gesa menghampirinya. Wajah wanita itu tampak sembap, namun guratan kekesalan dan kecurigaan tergambar jelas di balik riasannya yang mulai luntur.

"Dari mana saja kamu, Mas?!" cecar Keysha langsung, suaranya melengking menahan emosi yang tertahan sejak kemarin malam. Ia berdiri di depan Arga sambil melipat kedua tangan di depan dadanya yang sedikit membusung karena kehamilan. "Telepon aku sama sekali gak kamu angkat! Pesan WhatsApp-ku berpuluh-puluh gak ada satu pun yang kamu balas! Kamu sengaja mau bikin aku stres dan keguguran, iya?!"

Arga menghentikan langkahnya. Ia menatap Keysha dengan tatapan elang yang teramat datar, dingin, dan kosong. Tidak ada lagi sisa kemarahan berapi-api seperti kemarin siang. Pengkhianatan yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri telah membunuh sebagian besar rasa peduli di dalam hatinya untuk wanita ini.

"Saya butuh tempat penenang," jawab Arga singkat dengan suara baritonnya yang berat tanpa riak emosi sedikit pun.

"Tempat penenang apa sampai gak pulang semalaman, Mas?! Kamu sengaja mau balas dendam sama aku?!" Keysha kembali berteriak, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya, mencoba menggunakan taktik melankolisnya seperti biasa.

Arga tidak berniat memperpanjang perdebatan yang melelahkan ini. Tanpa mengeluarkan sepatah kata lagi, ia melangkah melewati Keysha begitu saja, mengabaikan protesan istrinya yang terus mengomel di belakangnya. Arga berjalan lurus menuju kamar tidur utama di lantai atas, lalu langsung mengunci diri di dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari sisa-sisa kelelahan dan aroma hari itu.

Di bawah guyuran air pancuran yang dingin, Arga memejamkan mata. Pikirannya mendadak berputar kembali pada memori pagi tadi di apartemen Queen. Sentuhan jemarinya saat mengoleskan salep, desahan pasrah gadis itu, dan kecupan manis yang murni tanpa manipulasi. Entah mengapa, air dingin yang mengguyur kepalanya saat ini gagal menghapus kehangatan yang ditinggalkan oleh mahasiswi cegil-nya tersebut.

Malam semakin larut, jarum jam dinding telah bergeser menunjukkan pukul sepuluh malam. Suasana kamar tidur utama terasa begitu mencekam oleh keheningan. Keysha sudah berbaring di sisi kanan ranjang, memunggungi Arga sambil berpura-pura tidur dengan napas yang teratur, meskipun matanya sesekali masih melirik tajam.

Arga duduk bersandar pada kepala ranjang yang empuk, memegang ponsel di tangan kanannya. Tiba-tiba, sebuah notifikasi lampu hijau berkedip di pojok atas layar. Sebuah pesan masuk via WhatsApp dari nomor baru yang sangat ia kenal.

"Queen: Malam, Pacar Baru Ganteng! Sudah sampai rumah dengan selamat belum? Aku kangen nih, bagian bawah aku masih agak senut-senut tahu gara-gara jari sakti Bapak tadi pagi... 🙈"

Arga yang sedang membaca pesan itu seketika tersedak ludahnya sendiri. Sudut bibir tegasnya yang biasanya kaku dan jarang tersenyum, malam ini tanpa sadar berkedut membentuk sebuah lengkungan tipis yang teramat lembut. Sifat bar-bar dan frontal Queen selalu sukses meruntuhkan kewaspadaannya.

Arga mengetik balasan dengan cepat.

"Arga: Saya sudah di rumah. Jangan bahas kejadian tadi pagi lagi, Queen. Bagaimana keadaanmu sekarang?"

Tidak butuh waktu tiga detik, gelembung pesan kembali muncul. Queen langsung membalasnya dengan rentetan cerita panjang mengenai kegiatannya seharian ini setelah Arga pulang.

"Queen: Hahaha, Bapak salting ya? Keadaan aku baik kok, salep dari Bapak manjur banget langsung adem! Oh iya, hari ini setelah Bapak pulang, aku gak bisa jalan jauh tahu. Jadi seharian ini aku cuma rebahan di kasur sambil nonton drakor romantis. Terus sorenya aku coba masak mie instan tapi kuahnya tumpah kena tangan aku, sakit banget! Tangan aku merah, tapi gak apa-apa, soalnya aku bayangin Bapak yang lagi tiupin tanganku biar sembuh, wkwkwk."

Membaca momen lucu sekaligus ceroboh dari Queen, Arga tanpa sadar terkekeh sangat tipis, sebuah tawa kecil yang tulus yang sudah bertahun-tahun tidak pernah ia rasakan di dalam rumah ini. Ada rasa nyaman yang perlahan-lahan merayap dan memenuhi rongga dadanya. Perhatian kecil, obrolan ringan tanpa beban, dan kasih sayang yang tulus dari Queen terasa begitu kontras dengan apa yang Keysha berikan selama ini yang selalu dipenuhi oleh tuntutan materi dan kebohongan.

Namun, di tengah keasyikan berbalas pesan itu, Arga menyadari risiko besar jika Keysha sampai melihat nama 'Queen' muncul di layar ponselnya. Dengan taktik yang cerdas, Arga langsung membuka profil kontak Queen, menekan tombol ubah, dan mengganti username nama gadis itu menjadi nama laki-laki: Bambang (Kontraktor Proyek). Dengan begitu, jika istrinya melirik, ia hanya akan mengira itu adalah obrolan bisnis biasa dengan rekan kerjanya.

"Mas... kok belum tidur?"

Sebuah suara serak mendadak memecah keheningan. Arga tersentak tipis namun dengan cepat menetralkan ekspresi wajahnya. Di sebelahnya, Keysha sudah membalikkan tubuhnya. Matanya yang tajam menatap lekat-lekat pada wajah Arga, dipenuhi oleh rasa curiga yang mendalam. Sejak pulang sore tadi, Keysha merasa suaminya ini mengalami perubahan gelagat yang aneh.

"Ada apa, Mas? Kok dari tadi aku perhatikan kamu senyum-senyum sendiri lihat HP?" selidik Keysha dengan nada menyelidik yang tidak mengenakkan. "Siapa yang kirim pesan malam-malam begini?"

Arga dengan sangat tenang mematikan layar ponselnya, lalu meletakkannya dengan posisi terbalik di atas meja nakas di sisi ranjangnya.

"Ini pesan dari rekan kerja saya, Bambang," jawab Arga dengan suara baritonnya yang kembali datar dan kaku, tanpa riak gugup sedikit pun. "Dia baru saja mengirimkan lelucon bodoh mengenai salah satu mandor di lokasi proyek pembangunan Bali. Sudah malam, tidurlah. Jangan banyak pikiran, itu tidak baik untuk kandunganmu."

Mendengar jawaban Arga yang logis dan pembawaannya yang tetap sedingin es, kecurigaan Keysha sedikit mereda meskipun belum sepenuhnya hilang. Wanita itu akhirnya mengembuskan napas panjang, lalu kembali membalikkan tubuhnya memunggungi Arga dan memejamkan mata.

Arga kembali mengambil ponselnya dengan gerakan halus. Ia membuka ruang obrolan dengan kontak 'Bambang' tersebut untuk mengakhiri percakapan malam ini demi keamanan bersama.

"Arga: Sudah malam, tidurlah sekarang. Besok kamu ada jadwal kuliah pagi kelas saya, kan? Jangan sampai terlambat lagi atau saya tidak akan segan memberi nilai minus."

Di seberang sana, di dalam kamar apartemennya, Queen yang membaca pesan itu langsung memeluk gulingnya erat-erat dengan wajah merona merah. Ia merasa teramat senang karena diperhatikan secara tidak langsung oleh kekasih barunya yang berstatus dosen killer tersebut. Dengan jiwa cegil-nya yang menggelora, ia mengetik balasan terakhir.

"Queen: Iya-iya, siap Pak Dosen sayang! Kamu juga tidur ya Beb, jangan lupa mimpiin aku malam ini. I love you! ❤️ "

Pesan manis dan pernyataan cinta itu terkirim dan langsung memunculkan tanda centang biru dua di ponsel Arga. Arga membacanya dengan seksama, hatinya bergetar halus menerima kalimat 'I love you' yang begitu tulus. Namun, dasar bapak-bapak usia 30 tahun yang kaku dan minim romansa, Arga hanya membaca pesan tersebut tanpa mengetik balasan apa pun, lalu benar-benar mematikan ponselnya untuk tidur.

Queen menunggu selama beberapa menit di apartemennya, menatap layar yang kini menunjukkan status last seen Arga. Sadar pesannya hanya dibaca alias di-read doang tanpa balasan romantis balik, Queen mengembuskan napas panjang seraya mengerucutkan bibirnya manja.

"Hhh... dasar bapak-bapak kaku," gumam Queen sendirian di atas kasurnya, namun sebuah senyuman manis tetap terukir di wajah baby face-nya. "Baru menyadari kalau kekasih baru aku ini bener-bener kurang romantis banget. Gak apa-apa deh... tantangan buat aku biar bikin dia pinter gombal nanti!"

Queen akhirnya memejamkan matanya dengan hati yang berbunga-bunga, siap menyambut hari esok di kampus bersama sang kekasih rahasianya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!