NovelToon NovelToon
DEMI DIA

DEMI DIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Virgoanz

Shavina almahyra shandika sosok gadis cantik, anggun, cerdas apalagi sifatnya yang ceria selalu membuat orang nyaman berada didekatnya.

Sherafina tania shandika kakak kembar dari shavina adalah sosok yang pendiam berbanding terbalik dari shavina. Karna sherafina menuruni sifat sang ayah sedangkan sang adik menuruni sifat bunda mereka.

Alvino mahesa anak dari pengusaha kaya raya dion mahesa adalah sosok yang humoris dan sedikit menyebalkan bagi kedua kembar. Tapi beda lagi kalau luaran sana. Dia akan menjadi cowok dingin tapi banyak digandrungi banyak cewek.

Mereka berteman sejak kecil karna ibu mereka bersahabat jadi mereka sering bertemu dan menjadi akrab.

Alvino memiliki perasaan lebih terhadap shavina tanpa pernah ia ungkapkan. Karna ia tahu bagi shavina ia adalah sosok kakak laki-laki yang selalu ada saat dia sedih. Perbedaan usia yang hanya dua tahun diantara keduanya membuat mereka semakin akrab.

Sebenarnya shavina tahu kalau alvino punya perasaan lebih terhadapnya. Tapi dia pura-pura tak tahu dan tetap memperlakukan alvino seperti biasanya yang hanya dianggap kakak olehnya. Karena dia juga tahu saudari kembarnya sherafina menyukai alvino.

Akan seperti apakah kisah mereka bertiga. Apakah Shavina juga memiliki perasaan terhadap Alvino. Akankah dia membiarkan saudari kembarnya bersatu dengan Alvino?

Season 2

Mengisahkan tentang perjalanan cinta putri mereka yang bernama Tiara dengan seorang cowok yang menjadi musuh sejak SMP.

Akankah mereka menerima pernikahan mereka. Atau mereka hanya akan saling menyakiti di dalam pernikahan yang mereka jalani?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgoanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luna

Diarea kelas dua belas Luna memasuki kelas 12 IPA 3. Dia langsung menuju bangku yang sering dia kunjungi, yaitu bangku belahan hatinya. Cowok yang sejak SMP sudah ia sukai sampai dia ikut sekolah di Putra Bangsa pun karena mengikuti sang cowok.

Sayangnya si cowok tidak pernah merespon usahanya untuk mendekatinya. Jangankan merespon melihat atau mengakui keberadaannya saja tidak. Karena itulah saat ini dia frustasi saat mendengar belahan jiwanya berangkat dengan gadis yang kabarnya anak baru yang bikin heboh karena kecantikannya saat pertama masuk sekolah.

Ya, cowok itu adalah Alvin. Luna sudah mengejar-ngejar Alvin sejak lama. Tapi Alvin seolah menutup mata akan keberadaannya. Luna selalu tak kelihatan di mata Alvin apapun perhatian yang dia berikan padanya.

" Hai Alvin.. " sapa Luna saat melihat Alvin di bangkunya.

Alvin hanya melirik sekilas dan melanjutkan aktifitasnya kembali.

" Vin.. Siapa cewek yang tadi pagi berangkat bareng kamu? " Luna langsung duduk disebelah Alvin dan menyandarkan kepalanya pada pundak pemuda yang sedang serius bermain ponsel.

" Apa-apaan si lo.. Minggir gak! " seru Alvin sambil mendorong tubuh Luna yang menempel pada lengannya.

" Alvin kok jahat si sama Luna.. " Luna menatap Alvin dengan tatapan nanar.

Walupun sudah biasa diperlakukan seperti itu oleh Alvin. Tapi tetap saja rasanya kesal.

" Lo ya lun.. Udah berapa kali gue bilangin ga usah nempel mulu kayak ulet bulu kalo deket gue.. Jadi cewek ga usah murahan kenapa? "

Alvin memang dingin disekolah. Dia tak pernah membuat masalah kecuali ada yang mencari gara-gara dengannya atau ada yang membuatnya risih seperti Luna ini. Kalo sudah begini mulut pedasnya tak tertahan lagi.

" Gue begini karena lo vin.. Krna lo ga pernah liat gue. " Luna pergi meninggalkan kelas Alvin sambil menghentakan kakinya.

" Awas aja ya vin.. Kalo gue ga bisa dapetin lo.. Tu cewek juga ga bakalan bisa dapetin lo " Luna menggerutu dalam hati tak terima dengan perlakuan Alvin padanya.

***

Saat pulang sekolah Shevi tidak langsung pulang. Dia menuju kelas kesenian karena dia mengikuti ekstrakulikuler musik. Bakatnya dalam macam-macam alat musik sudah tak diragukan lagi.

Dia bercita-cita untuk menjadi pianis ternama dan punya grup orkestra sendiri. Dia sudah ikut les musik sejak kecil. Karena sejak umur dua tahun ayahnya sering bermain piano untuk keluarganya dan ternyata dia berbakat.

Saat dia sedang melangkah menuju kelas kesenian ada yang memanggil namanya. Ketika dia menoleh ternyata Alvin sudah dibelakangnya dan mengajaknya pulang.

" Ayo pulang. " ajak Alvin sambil menarik tangan Shevi.

" Kak. Saya ada kelas tambahan.. Kakak pulang aja dulu.. Nanti saya pulang naik taxi aja " Shevi melepaskan tangannya yang di genggam Alvin.

" Kakak? Saya? " Alvin menaikkan satu alisnya dan tawanya meledak.

Tawa yang hanya pernah ia tunjukan didepan sahabat dan keluarganya termasuk keluarga Shevi yang jelas tak pernah dia tunjukan disekolah. Sehingga banyak anak yang heran dan terpesona sana Alvin tertawa.

" Iissshh apa si kak.. Inget ya ini tuh disekolah bukan dirumah. Jadi sekarang kakak tuh kakak kelasku bukan abangku kaya dirumah. " satu pukulan mendarat dibahu pemuda itu. Shevi cemberut diledek Alvin sampai tertawa terbahak-bahak seperti itu.

"Lo tuh ngengemesin banget si dek kalo lagi cemberut gitu." sebelah tangan Alvin mengacak rambut Shevi.

"Aahh berantakan kan rambutnya.." Shevi membetulkan rambutnya sambil menggerutu.

"Udah sana pulang kak.. " Shevi membalikkan tubuh Alvin kemudian mendorongnya sebelum kemudian dia kembali melangkahkan kakinya menuju kelas seni sebelum telat.

***

Alvin melipat tangannya didepan dada sedang memperhatikan gadis cantik didalam ruangan yang sedang memainkan piano dari jendela. Dia selalu terpesona saat Shevi sudah memainkan alat musik. tapi dia tak pernah mengungkapkan perasaannya karna dulu Shevi adek kecil yang harus dia jaga.

Sekarang Shevi sudah SMA jadi bolehkan kalau dia mulai menunjukan rasanya. Mulai menyukai Shevi sebagai wanita bukan sebagai adek lagi.

Enatahlah tapi dia masih belum berani. Dia takut Shevi akan menolaknya. Takut Shevi malah akan menjauh darinya kalau tahu dia punya perasaan lebih. Karena dia tahun Shevi hanya menganggapnya seorang kakak.

Tak lama kemudian pintu terbuka dan munculah orang yang sedari tadi dia tunggu.

" Lho kak Alvin masih disini? " Shevi heran karena tadi dia sudah menyuruhnya untuk pulang duluan.

Alvin menyelipkan rambut Shevi kebelakang telinga. Masih dengan rasa terpesona yang sama. Dan enatah kenapa itu membuat jantung Shevi berdegup tak karuan. Sejak kapan abangnya yang usil ini mulai anaeh tingkahnya.

" Iya nungguin lo takut lo diculik.. Ayo pulang " Alvin kembali menarik tanggan Shevi menggenggamnya lembut. Menunjukan pada yang melihat bahwa Shevi miliknya dan tidak boleh ada yang mendekatinya.

" Emang Shevi anak kecil gampang diculik. " Shevi mencebikan mulutnya tapi tak menolak digandeng Alvin.

" Justru karena lo udah gede jadi banyak yang berniat nyulik lo.. Tepatnya nyulik hati lo.. " Alvin melirik sebentar dan kembali melangkahkan kakinya untuk pulang mengantar pujaan hatinya yang rumahnya hanya beda satu blok dari rumahnya.

Jantung Shevi makin berdetak tak karuan mendengar kalimat terakhir Alvin.

Mereka menuju ke parkiran menaiki motor kesayangan Alvin dan meninggalkan sekolah menuju rumah mereka. Tempat unuk melepas penat dan berkumpul dengan keluarga.

***

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka berdua. Ada hati yang sakit dan iri melihat kedekatan mereka.

" Kalian berdua cari tahu siapa dan kelas berapa gadis itu! " perintahnya pada kedua gadis yang ada disebelahnya.

Dia adalah Luna. Yang dari tadi memperhatikan Alvin. Niatnya dia kekelas Alvin untuk mengajaknya pulang bersama dengan pura-pura mobilnya mogok agar bisa dibonceng pulang oleh Alvin.

Tak disangkan saat dia akan menuju kelas Alvin dia melihat Alvin diarea kelas sepuluh sedang menggandeng tangan gadis cantik.

Dia yang penasaran akhirnya mengikuti mereka yang ternyata menuju kelas seni. Dan ikut menunggu Alvin yang tengah memperhatikan dengan seriusnya kedalam aula kelas seni.

Dan kemesraan mereka barusan sangat membuat hatinya panas. Dia akan memcari tahu tentang gadis itu dan membuat peringatan agar tidak lagi mendekati Alvin.

Mereka bertiga berlalu pergi keparkiran untuk pulang. Karena hari sudah sore dan orang yang mereka awasi juga sudah pulang.

Happy Reading 😍

Tinggalin jejak ya kakak kakak. dengan tinggalin Like.makasih 😍😍

1
Jue Juliza Johnson
Luar biasa
‼️n
EGOIS.....
Shevi itu baek, bunda n adeknya baek, Shera aja yg ga tau diri, ngelunjak....
‼️n
Ternyata anak kembar jg ada iri iri an y???🤭
Kikan dwi
yaa ampun itu shera knp jd kaya gitu hahahaaha
pipi gemoy
🌹
pipi gemoy
sudah ta vote thor
nice story'
pipi gemoy
🌹
pipi gemoy
🌹👍🙏
pipi gemoy
🌹👍
pipi gemoy
🌹
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
Dianatino
egois shera
Ridha Tamara
part yg kurang menyenangkan..🙄
Purwa Asieh
malah q sdh baca langit senja duluan Thor..ternyata lanjutan dari Demi dia ini ..
listia_putu
baby tiara cantik bnget😍😍😍
listia_putu
bolehkan kalau sebut shera itu tipe orang yang egois????
listia_putu
untung sisil jadian sama alex ya....
cocok...
Diana Susanti
cuuuuus
Siti Mas Ulah Ulah
aku mauuuuuuu,,,,🥰
Siti Mas Ulah Ulah
ya ampyuuun,,,,,kang sehun kuuuuuu,,,,😘😘😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!