NovelToon NovelToon
CERAI YUK

CERAI YUK

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Angst / Keluarga & Kasih Sayang / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:178.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lv Edelweiss

[ SEDANG REVISI ]

Apa yang akan kamu lakukan jika ternyata kamu menikah dengan seorang pria pemarah dan sangat egois?

Kalista, seorang wanita smart dan penuh prestasi, terpaksa menerima pahit takdir hidupnya, ketika ia tahu jika pria yang menjadi suaminya ternyata sosok pria pemarah dan sangat egois.

Kalista bahkan seperti tidak pernah melihat cinta dan kasih sayang dari diri suaminya itu. Sampai pada suatu hari, dia berada di ujung kesabarannya saat mengetahui jika suaminya punya hubungan dengan wanita lain.

"Aku minta cerai! " Ucap Kalista

Tiga kata yang keluar dari mulut Kalista yang sudah sejak lama ia pendam dan bungkam.

Apakah keputusan Kalista untuk berpisah dengan suaminya merupakan keputusan yang tepat?

Benarkah jika suaminya, berselingkuh dengan wanita lain seperti dugaan Kalista?

Dan benarkah jika Raditya Gunawan, pria yang sudah memberikan Kalista dua orang anak perempuan itu, sama sekali tak menaruh hati kepada Kalista?

Siapkan kesabaran dan tisu sebelum me

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lv Edelweiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERTEMU MASA LALU

Sudah pukul 9 malam tapi aku belum mengutarakan pada Mas Radit perihal reuni itu. Aku sebenarnya sudah mendapatkan  alasan yang tepat agar mas Radit mengizinkan aku untuk ikut, tapi aku masih tidak yakin dia akan percaya.

Aku baru saja menidurkan Kinan dan Kaila. Ku dengar suara gagang pintu kamar bergerak dan pintu pun terbuka. Aku masih diam saat mas Radit masuk ke dalam kamar. Seperti biasa, dia cuek dan tanpa basa basi langsung berbaring di samping Kinan.

Gimana ya? Bilang sekarang atau enggak ya. Aduh aku kok jadi galau gini? Dia akan marah atau enggak ya? Batinku bergemuruh.

"Hmm.. mas..." panggilku pelan karena takut anak-anak terbangun.

"Ya..." jawabnya tapi masih dengan mata tertutup.

"Mas kan tau, aku dulu sering menang olimpiade sains waktu masih SMA. Nah, sekolah mau bikin penghargaan terakhir untuk siswa-siswi alumni yang pernah menyumbangkan piagam kepada sekolah, jadi kami di undang untuk datang. Jadi... " belum selesai aku bicara mas Radit sudah memotongnya.

"Pergi aja..." katanya sambil berputar ke arah lain. Membelakangi ku.

Aku mengerutkan alis, tumben respon yang dia berikan sepasrah itu. Biasanya harus ribut dan perang dulu. Apa karena aku bertanya di saat dia sedang mengantuk berat? Ah, bodoh! Yang terpenting kan, dia sudah memberikan aku izin. Jadi, aku bisa pergi dengan bebaaaassss!

Aku langsung mengirim pesan kepada Sintya. Pesan yang menyatakan, kalau aku akan ikut acara reuni akhir bulan ini. Sintya begitu bahagia membaca pesan whatsapp-ku. Setelah lebih dari 8 kali reunian, akhirnya reuni yang ke 9 aku bisa ikut juga.

...****************...

Pagi ini seperti biasa, aku menyiapkan pakaian mas Radit dan membuat sarapan untuknya. Hari ini sarapannya roti selai saja. Aku mau cari aman, karena kalau masak nanti ada saja salahnya. Yang asin lah katanya. Yang kurang mateng. Yang kurang sedap. Daripada aku frustasi mendengar hinaannya atas masakanku, baiknya makan roti saja.

Dia sudah duduk di meja makan. Aku membawakannya roti yang sudah aku olesi selai coklat dan aku panggang. Tak lupa aku juga menuangkannya segelas fresh milk  rasa vanila.

"Mas maunya nasi goreng Kalista." pintanya yang membuat aku terdiam sejenak.

"Tapi kemarin mas bilang jijik makan nasi goreng aku. Gimana sih?" aku ngedumel kesal.

"Yah itu kan karena ada kulit telurnya, bikinin sekarang. Mas maunya sarapan nasi goreng telur." perintahnya sambil bermain game online. Aku menarik nafas panjang.

Aku pun mengambil kembali piring yang berisi roti dan akan menggantinya dengan nasi goreng. Namun...

"Eh, itu mau di bawa kemana?" tanya mas Radit.

"Mau di pindahin. Kan mas nggak mau makan." jawabku.

"Emang mas ada bilang enggak mau makan rotinya. Bawa kemari lagi." dia mengayun-ayunkan kelima jarinya mengisyaratkan untuk aku kembalikan piring yang berisi roti itu padanya.

Aghhh.. Kalau bukan karena dia suamiku, sudah pasti ku lempar piring isi roti ini ke hadapannya. Kalau perlu, ke wajahnya sekalian. Biar langsung masuk ini roti ke dalam mulutnya.

Aku  kembali menaruh piring isi roti itu di meja, dan langsung membuat nasi goreng telur permintaan mas Radit. Tak butuh waktu lama, nasi goreng pun jadi dan langsung aku hidangkan untuk mas Radit.

Mas Radit langsung menyantapnya hingga habis tanpa berbicara padaku sepatah kata pun. Aku hanya melihatnya saja seperti patung yang tidak bernyawa.

Sudah 7 tahun lebih perjalanan rumah tangga kami, namun tak pernah aku merasakan jika aku dicintai oleh suamiku sendiri. Bahkan saat kami berhubungan pun, aku merasa seperti boneka yang hanya ia gunakan namun tak pernah ia perhatikan.

"Pergi ya." katanya tanpa melihat padaku.

"Iya mas." jawabku sambil terus memperhatikannya berlalu begitu saja.

Bahkan untuk menatap aku saja dia enggan, apa lagi melempar sedikit senyum manisnya kepadaku. Entahlah...

Dulu awal-awal menikah sikapnya tidaklah sedingin ini. Dia masih mau untuk aku salim tiap berangkat kerja dan melempar senyum padaku. Tapi sejak Kaila lahir, perlahan sikapnya semakin dingin dan kasar.

Memang, mas Radit tidak pernah main tangan padaku, bahkan sampai detik ini. Tapi bentakannya, umpatannya, itu jauh lebih sakit daripada di pukul dengan tangan bukan?

Aku lalu masuk ke dalam kamar dan melihat Kinan yang sudah mandi.

"Anak Bunda...sini bunda pakaikan bajunya." aku pun duduk di tepi tempat tidur.

Kinan lalu mendekatiku. Dia duduk di bawah.

"Mau diikat gimana?" tanyaku pada Kinan.

"Kinan mau diikat dua Bunda.." jawabnya.

"Oke.." kataku.

Aku lalu mulai menyisir rambut Kinan yang panjang. Dalam hati aku hanya bisa berbisik, bahwa alasan ku bertahan sejauh ini adalah, karena aku memiliki dua orang putri. Aku tak mau menghadirkan sebuah keluarga yang tercerai berai untuk mereka. Meski hatiku sebenarnya sudah tak kuat lagi. Dan beruntungnya aku mendapatkan mertua yang sangat baik, mereka juga menjadi alasan aku tetap kuat hingga saat ini.

...****************...

Selesai mengantarkan Kinan ke sekolah, aku dan Kaila langsung kembali ke rumah, namun di perjalanan pulang, motorku menabrak sebuah mobil yang tiba-tiba berhenti secara mendadak. Untung saja Kaila tidak apa-apa. Tapi motorku terlanjur menabrak bumper mobil itu. Celaka aku, mobilnya pasti lecet bisikku. Tapi ini semua salah pemilik mobil itu, kenapa dia tidak memberikan lampu peringatan saat akan berhenti. Aku kan tidak tahu kalau dia akan berhenti.

Aku menepikan motor lalu membuka helm. Kemudian memastikan Kaila baik-baik saja. Pemilik mobil itu juga turun dari mobilnya. Apa dia mau minta ganti rugi padaku? Yang benar saja, kan dia yang salah. Aku tidak akan mau bayar kalau dia minta ganti rugi. Aku tidak salah, dia yang salah. Untung saja Kaila tidak kenapa-kenapa. Coba kalau kalau kenapa-kenapa, apa dia mau ganti rugi juga? Gumamku dalam hati.

Aku mendengar suara pintu mobil dibuka dan ditutup kembali. Seorang laki-laki tinggi sekitar 165 cm berpostur tubuh proposional, memakai kacamata hitam berjalan ke arah ku. Dia memakai kemeja biru samudra dan celana jeans panjang dengan warna senada. Ditambah sepatu sneakers-nya yang kelihatannya bermerk mahal. Dia datang sambil menggenggam sebuah HP dengan merek apel digigit.

Dia melihat-lihat bumper mobilnya. Aku masih berdiri diam sambil memperhatikannya. Dia sampai membungkuk untuk melihat ke bawah mobilnya.

"Ada yang rusak nggak? " tanyaku.

"Sepertinya nggak ada... " jawabnya.

Jelas saja tidak ada yang rusak, karena aku menabraknya tidak kuat. Aku memang tidak pernah membawa sepeda motor dengan kencang apalagi aku membawa Kaila dan Kinan. Aku sangat hati-hati dan sangat menjaga kecepatan yang aku gunakan.

Dia lalu bangun dan berbalik arah melihatku.

"Kalista??? " Dia menunjukku sambil menyebut namaku. Aku terkejut dia tahu namaku. Dia lalu membuka kacamatanya.

"Ya Tuhan, Demian? " Kataku dengan nada tinggi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bertemu dengan mu, mengubah dunia ku... - LV Edelweiss

1
Adiba Shakila Atmarini
ya allah,sedih bngt bacanya..
Adiba Shakila Atmarini
sedihnya..
Adiba Shakila Atmarini
jadi ikutan mewek bacanya..
Adiba Shakila Atmarini
jangn² nnti yg mnjadi pendonornya demian ?
Adiba Shakila Atmarini
baiknya si radit ni walau pun kasar..tpi tidak pernah mau berbagi ranjang dengan yg selain istrinya..
Adiba Shakila Atmarini
jantung q pun ikut berhnti berdetak thor..horor bngtt
Lia Safitri
sumpah kk cerita bagus aku suka, susah di tebak seperti kisah sungguhan.. sukses terus tu kk author dan tetap sehat dan semangat terus💪💪
Lia Safitri
seru banget cerita penuh seperti drama sungguh.. aku sampai 😫😭😭😭
LV Edelweiss: cup cup... peluk dari jauh ya kk... jangan lupa ajak temen2nya buat baca. dan doa kan tembus ke rumah produksi. karena sedang di usahakan ke sana.... 😇🙏
total 1 replies
Lia Safitri
sama akuu juga pusing ngikutin cerita nya sebenarnya siap sih yang sah 🤔
LV Edelweiss: haahaha.. emang kudu banyak minum kak kalau baca novel ini😅
total 1 replies
Lia Safitri
😭😭😭 kok jadi gini aku ikut nangis
Lia Safitri
udah jelas di sini si kalista ni di jadi kan wanita kedua karena si Bianca tidak mau beranak jadi si lista jadi korban orang tua nya juga
Lia Safitri
Bianca tu so pasti ikuti terus biar tau suami mu selingkuh
Lia Safitri
selingkuh annya tu
Lia Safitri
kok bisa bertahan dengan manusia kutub
Lia Safitri
semoga berjodoh kembali
Lia Safitri
suami mu ada selingkuh han nya mana nya kasar gitu
LV Edelweiss: huhuhu... apakah iya... 🥺
total 1 replies
Khairul Azam
kalista itu awalan aku baca aku pikir bisa berpikir jernih, tp menurutku kalista ini banyak ngomong, gak tau lah gimana gambarinya, seharusya diam" dislidiki bukan meledak" ya udah pisah aja, kalista sama adit sama" gak bener
Khairul Azam
ini semart nya di mana sih kalista ini, udah suami begitu masih mau dihamili lg
LV Edelweiss: pinter akademisi aja. bodoh soal pernikahan 🤣🤣🤣
total 1 replies
Khairul Azam
aku bisa oaham sama kalista tp tak membenarkan klo kalista sering ngladeni si damean, krn dia masaih ada masalah sama suaminya, harus jaga jarak dulu sama laki"
LV Edelweiss: yah... gimana dong. cinta pertama 😜
total 1 replies
Khusnul Khotimah
yahhhhhh... bikin mewek thoorr.... terguling2😂
LV Edelweiss: hahaha... mewek sampai ketawa ya kk 😆 lanjut season 2 ya kak...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!