Setelah kehilangan adik perempuannya dan hancur di dunia fana, Han Yu terbangun di tubuh sesosok makhluk dari Sekte Iblis yang terdampar di wilayah suci Lembah Lingshu, ras suci yang sedang berperang melawan umat manusia karena perbudakan asmara. Bukannya mati dieksekusi, Han Yu justru membangkitkan warisan langka yang tabu: Jalur Kaisar Pesona.
Berbekal ketampanan surgawi yang mutlak, stamina tiada tanding, dan teknik manipulasi sukma, Han Yu mengubah musuh-musuhnya menjadi pelayan yang patuh. Dari murid klan yang dingin, janda kultivator yang kesepian, hingga para tetua bijaksana dan Ratu Lembah, semuanya bertekuk lutut di bawah pesonanya. Di dunia kultivasi yang kejam ini, Han Yu tidak bertarung dengan pedang yang menghancurkan langit, melainkan menaklukkan dunia dari atas ranjang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8 - Kultivasi di Aula Sukma Batin dan Malam Gairah
Saat keheningan malam mulai menyelimuti paviliun pohon dewa, sebuah getaran energi spiritual murni mendadak bergejolak di dalam benak Han Yu, memanifestasikan sebuah aliran informasi takdir batin yang menjabarkan status kultivasinya saat ini:
Ranah Jalan Takdir beralih pada tingkat pertama Kaisar Pesona. Atribut dasar tubuhnya adalah elemen kegelapan absolut. Tingkat kultivasi fisiknya saat ini masih berada pada ranah Iblis Rendah dengan tingkat kekuatan dasar yang setara dengan kasta paling bawah. Pasangan sukma yang terikat dengannya saat ini adalah Qing Er dan Mei Li.
Han Yu berkedip pelan dan menyunggingkan sebuah senyuman pahit di wajahnya. Meskipun dia masih belum sepenuhnya memahami seluruh tingkatan ranah kekuatan di dunia kultivasi bela diri yang luas ini, sebutan ranah Iblis Rendah sudah cukup membuktikan bahwa kekuatannya saat ini tidak lebih dari sebutir pasir yang tidak berarti di tengah hamparan gurun yang dipenuhi para ahli sakti.
Saat Han Yu memfokuskan pikiran sukmanya lebih dalam, dia melihat tiga buah pintu gerbang dimensi energi yang bercahaya di dalam pusat kesadarannya, yang masing-masing bertuliskan Gerbang Arena Kerajaan, Gerbang Aula Meditasi, dan Gerbang Pemahaman Teknik.
Han Yu mendadak merasa sangat tertarik pada Gerbang Aula Meditasi. Dia segera memfokuskan energi jiwanya untuk menyentuh gerbang tersebut. Dalam sekejap mata, pemandangan kamarnya lenyap dan lingkungan di sekelilingnya berubah total. Han Yu mendapati dirinya kini sedang duduk bersila di atas gumpalan awan putih yang melayang tinggi di hamparan langit tak berujung. Keheningan yang mutlak dan kedamaian alam yang sangat murni menyelimuti seluruh tempat tersebut. Han Yu memejamkan kedua matanya, mulai menarik dan mengembuskan napas secara teratur sesuai dengan teknik pernapasan batin. Perlahan-lahan, seluruh isi pikirannya menjadi sangat jernih, dan hembusan angin sepoi-sepoi di atas awan membuat jiwanya terasa sangat tenang.
Satu jam berlalu dalam meditasi mendalam tersebut. Han Yu kembali membuka kedua matanya. Kemampuan pengendalian energi batinnya meningkat pesat berkat sinkronisasi dengan pondasi jalur Kaisar Pesona. Di dalam ruang meditasi spiritual ini, dia mendapatkan banyak pengalaman baru mengenai aliran meridian tubuhnya, namun proses kultivasi itu hanya bertahan selama beberapa waktu sebelum batas kapasitas tubuhnya saat ini tercapai.
Sebuah gema energi batin kembali muncul di benaknya, memberitahukan bahwa batas meditasi batin untuk hari ini telah mencapai batas maksimal selama lima jam, dan analisis terhadap stabilitas fondasi energinya menunjukkan kondisi yang belum stabil, sehingga jiwanya akan dikeluarkan secara otomatis dari ruang kesadaran.
Han Yu berkedip pelan dan pemandangan di matanya kembali berubah menampilkan langit-langit kayu paviliunnya serta kelembutan fisik yang menimpa tubuhnya. Dua wanita pelayannya yang cantik saat ini sedang berbaring di atas dadanya dengan hanfu pelayan mini yang menawan. Han Yu tersentak pelan dari trans meditasinya. Dia tersenyum lembut. Tangan nakalnya perlahan bergerak meluncur ke bawah, meraba dan meremas pelan paha Mei Li yang padat, tebal, dan halus di balik stoking sutra putihnya.
Saat jemarinya meraba permukaan kulit paha tersebut, Han Yu menyadari satu hal penting yang sempat menjadi ganjalan di pikirannya. Di jari-jemari Mei Li maupun Qing Er tidak ada cincin pertunangan atau tanda kepemilikan ganda sama sekali. Apakah itu berarti kedua gadis ini sebenarnya belum memiliki suami atau pasangan kultivator lain? Han Yu menggelengkan kepalanya pelan dan memutuskan untuk mengabaikan seluruh pemikiran rumit masa lalu tubuh ini. Meskipun di masa lalu pemilik asli tubuh iblis ini secara tidak sengaja pernah mencuri pendamping orang lain, Han Yu tidak akan pernah mengembalikan wanita berharga yang kini sudah berada di pelukannya. Terlebih lagi, hati Mei Li dan Qing Er saat ini sudah sepenuhnya berada di dalam genggaman pesonanya, jadi tugasnya sekarang hanyalah menjaga mereka dengan sebaik-baiknya.
Meskipun Han Yu memikat kedua wanita ini demi memanfaatkan situasi dan mendapatkan jaminan keamanan di awal, dia bukanlah sesosok pria kejam yang akan memanfaatkan perasaan wanita lalu mencampakkannya begitu saja setelah tujuannya tercapai. Han Yu menghentikan remasan tangannya di paha Mei Li, lalu beralih membelai rambut pirang panjang kedua pelayannYa itu dengan penuh kasih sayang. Dia sengaja berpura-pura tidak tahu bahwa kedua wanita nakal di pelukannya itu sebenarnya sudah terbangun sejak tadi dan hanya sedang berpura-pura tidur demi bisa menikmati sensasi kehangatan dari belaian tangan Han Yu di rambut mereka.
Suara kicauan burung yang merdu mulai menggema dari balik jendela paviliun seiring fajar yang menyingsing, membawa kedamaian yang mendalam di dalam hati Han Yu. Tanpa sadar, sebuah senyuman lembut kembali terukir di wajah tampannya. Kehidupan baru di dunia kultivasi seperti ini tampaknya sama sekali tidak buruk untuk dijalani.
Namun, kedamaian itu mendadak berubah menjadi ketegangan yang panas. Han Yu dikejutkan oleh pergerakan cepat dari Qing Er dan Mei Li. Kedua gadis itu tiba-tiba membuka mata mereka yang berkilat penuh gairah yang sudah lama mereka tahan sejak malam. Tatapan patuh mereka kini berubah menjadi tatapan lapar yang dipenuhi afeksi mendalam akibat akumulasi energi pesona Han Yu yang mengendap di tubuh mereka. Tanpa diduga, keduanya bergerak lincah membalikkan posisi, mengunci pergerakan Han Yu hingga pemuda itu kini berada di bawah kungkungan tubuh mereka berdua di atas ranjang.
"Tuan, Anda sudah menyiksa batin kami sejak kemarin," bisik Mei Li dengan napas yang memburu panas di depan wajah Han Yu.
Dengan gerakan jemari yang sangat cekatan dan terampil, kedua pelayan cantik itu mulai melucuti pakaian jubah hijau yang dikenakan oleh Han Yu, mengekspos dada bidangnya yang berotot sempurna di bawah remangan cahaya fajar. Han Yu hanya bisa terbelalak tidak percaya melihat keberanian kedua pelayannya yang kini sudah menanggalkan hanfu mini mereka sendiri, menyisakan kulit pualam mereka yang mulus tanpa sehelai benang pun.
Rasa haus akan sentuhan yang dipicu oleh teknik Sentuhan Lembut Surgawi sebelumnya kini meledak sepenuhnya. Han Yu tidak lagi menahan diri; dia menyambut tubuh hangat kedua gadis itu dengan kejantanan dan staminanya yang tiada tanding. Selama beberapa jam berikutnya, paviliun di atas pohon dewa itu menjadi saksi bisu dari pergulatan gairah yang intens, di mana suara erangan manis, jeritan kenikmatan yang tertahan, dan desah napas yang memburu dari kedua wanita itu bergema memenuhi setiap sudut ruangan, mengukuhkan ikatan sukma mereka yang kini tak lagi terpisahkan.