NovelToon NovelToon
Dendam Kesumat : Kasyaf

Dendam Kesumat : Kasyaf

Status: tamat
Genre:Poligami / Spiritual / Matabatin / Showbiz / Horor / Tamat
Popularitas:105.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Dharris S

Dendam kesumat yang terselubung, mengintai sebuah keluarga. Tak ada yang sadar kalau mereka tengah diincar ajalnya. Sampai saat sang anak sulung pulang dari merantau.

Takdir membuatnya mewarisi kekuatan gaib dari leluhurnya. Namun takdir itu juga memaksanya untuk menjadi tameng hidup bagi keluarganya. Santet dan sihir keji silih berganti menimpanya.

Siapa sebenarnya yang menyimpan dendam kesumat itu? Dan akankah si anak sulung ini bertahan?

stay tune!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Dharris S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kepala tanpa badan dan badan tanpa kepala

Disebuah gubuk kayu, jauh di belantara hutan, seorang laki-laki tua, sedang berkonsentrasi membaca mantra. Matanya tajam menatap kemenyan yang dia bakar. Asapnya mengepul menerpa jenggot brewoknya.

Di depannya, seorang wanita sedang duduk bersimpuh menghadap laki-laki itu dengan wajah tegang. Wajah ayunya sesekali melengos, menoleh ke arah lain, karena asap kemenyan itu tertiup angin ke arahnya.

Masih sambil berkomat-kamit, laki-laki tua itu mengambil lemperan atau cobek yang berisi biji-bijian. Ada banyak sekali jenis biji-bijian di lemperan itu. Dia meletakkan lemperan itu di atas tungku tempatnya membakar kemenyan.

*WOOUUUKKK*

“AAAA”

Api dalam tungku kemenyan itu tiba-tiba membesar, saat laki-laki tua itu menyipratkan air kembang tujuh rupa ke celah-celah tungkunya. Seolah-olah air kembang tujuh rupa itu adalah pertamax turbo. Kontan saja, wanita di depannya itu memekik kencang saking kagetnya.

*Srek srek srek srek*

Laki-laki itu megaduk-aduk biji-bijian di atas lemper itu sampai perlahan menghitam. Tangannya sendiri juga ikut menghitam karena biji-bijian itu. Tak ada raut kepanasan, walau api dalam tungku itu terus berkobar.

Tangan itu terus membolak-balikkan biji-bijian itu tanpa alat bantu sama sekali.

Perlahan kobaran api di dalam tungku itupun mengecil, mengecil, lalu padam. Menyisakan bara yang sebagaimana semestinya.

Biji-bijian itu telah menghitam seluruhnya seperti biji kopi siap giling. Masih dengan berkomat-kamit juga, laki-laki itu menutupi biji-bijian itu dengan telapak tangannya.

“Ha? Loh?”

Biji-bijian yang hitam legam itu berubah menjadi serbuk putih, saat tangan itu berpindah tempat. Padahal kopi saja kalau ditumbuk, tetap berwarna hitam. Beras dan jagung juga tetap hitam. Tapi ini malah memutih, seperti tepung.

Laki-laki tua itu tersenyum melihat keterkejutan wanita yang ada di depannya. Dia kumpulkan bubuk biji-bijian itu, lalu memasukkannya ke dalam sebuah plastik klip kecil. Kemudian dia berikan bubuk itu kepada wanita yang ada di depannya.

“Taburkan sedikit bubuk ini ke dalam makanannya! Maka tubuhnya akan menolak perewangannya sendiri. Pagar gaibnya juga akan rusak dari dalam. Taburkan sedikit-sedikit sampai habis. Hasilnya akan terlihat jelas setelah serbuk itu masuk semua ke dalam tubuhnya” kata laki-laki tua itu.

“I.. I.. Iya, Ki” kata wania itu tergagap.

Dia menerima bubuk biji-bijian itu. Walau masih ada raut ketakutan di wajahnya, namun seringai bengisnya mulai mengembang di bibirnya.

“Akan lebih aman buatmu, jika kamu punya orang yang bisa dikambing-hitamkan. Jadi kamu bisa aman dari semua tuduhan” kata laki-laki itu lagi.

“Hem? Oh, iya. Aki benar” jawab wanita itu. seringai bengisnya semakin lebar mengembang.

"Oh ya. Untuk rencana kemarin, bagaimana? Jadi apa tidak?"

"Jadi, Ki. Sudah dieksekusi. Ini dia lagi nyimpen hasilnya" jawab wanita itu.

"Hem. Gitu, ya?" Komentar laki-laki tua itu. Dia seperti menerawang sesuatu.

"Kalian harus hati-hati! Setelah pengapesanmu yang datang, pengapesan dia juga sudah pulang. Aku jadi tidak yakin, jalan kalian akan semulus biasanya. Kalian harus pintar-pintar mengatur siasat agar tidak menjadi bumerang" lanjut laki-laki itu kemudian.

"Baik, ki. Saya akan ingat pesan aki"

"Ya sudah, pulanglah!"

"Terimakasih, ki. Pamit"

***

Bim bim

Icha tergagap terjaga dari tidurnya. Suara bel micro bus ini mengejutkannya. Dia tidak tahu sudah seberapa lama dia tertidur. Dia celingukan melihat ke luar jendela, berusaha mengenali tempat yang dia lewati.

*BRAAAAKKK*

“AAAAAA”

*CIIIIIIITTTTT*

Mikrobus itu mengerem mendadak setelah terdengar suara benturan keras dan teriakan kencang dari arah belakang.

“Dek, kamu nggak papa?”

Para penumpang di depannya, semua melihat ke arah belakang. Salah satunya menanyai Icha. Tapi Icha masih syok dengan apa yang baru saja terjadi. Dia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Seorang ibu-ibu bahkan sampai pindah ke belakang untuk menenangkan Icha.

“DASAR BERANDALAN. KELUAR KALO BERANI”

Teriakan itu sontak menarik perhatian Icha. Dia menolehkan kepalanya ke kanan. Di balik kaca yang kini buram, dia melihat sang sopir tadi sedang berkacak pinggang menghadap ke arah semak-semak di seberang jalan.

“JANGAN BERANINYA CUMAN NIMPUK BATU TERUS LARI! AYO DUEL KALO PUNYA NYALI! SAMPE MATI JUGA GUA LADENIN”

teriak si sopir itu lagi. Icha tertegun mendengar teriakan itu.

*Batu? Serius itu tadi batu? Ya Alloh. Kepalaku kenapa, sih? Kenapa batu bisa keliatannya kepala? Mana lehernya kaya bekas digorok. Mukanya itu, kaya kesakitan banget ya Alloh. Icha kenapa, sih*?

Icha kembali menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Bayangan mengerikan itu masih lekat di kepalanya, membuatnya ketakutan. Si ibu tadi masih mengusap-usap punggungnya sembari menenangkannya.

“Dek. Adek nggak papa?”

Seruan dari arah depan menyentakkan Icha. Terlihat si sopir melongok dari pintu penumpang. Dia menatap langsung padanya.

“Enggak. Nggak papa, pak” jawab Icha.

“Adek nggak terluka, kan?”

“Enggak, pak”

“Kasih minum dulu, pak!”

Seorang ibu-ibu yang duduk di sebelah kursi sopir, memberikan sebotol air mineral kepada si sopir. Si sopir itu lantas merantaikan air mineral itu melalui para penumpang di dekatnya.

“Makasih, pak” kata Icha saat menerima air mineral itu.

“Kita lanjut ya, dek?” ijin si sopir.

“Silakan, pak” jawab Icha.

Si sopir itu lantas kembali ke kursi kemudinya. Sedangkan Icha meminum air mineral itu. Mikrobus itupun berjalan kembali. Icha menyandarkan kepalanya ke belakang, sembari menghela nafas berat.

Saat dia menoleh ke luar kaca, dia melihat ada yang bergerak-gerak di atas bukit. Dia menelengkan kepalanya, mencari sudut yang lebih jelas.

“Aaa”

Icha memekik lagi. Matanya nanar, tak percaya dengan apa yang dia lihat di luar sana. Yang dia pikir kayu, ternyata yang jatuh dari bukit itu adalah manusia. Manusia yang tangan dan kakinya terikat ke tubuh.

Orang itu meronta-ronta seolah merasakan kesakitan yang teramat sangat. Dan yang lebih membuatnya tebelalak adalah darah orang itu menyembur deras dari dalam leher yang sudah tidak ada kepalanya lagi.

“Aaa... aaaa”

Icha ingin berteriak, tapi entah mengapa, suaranya seperti tercekat di leher. Seperti orang yang sedang sakit tengorokan.

“Nduk, nduk” tegur ibu-ibu yang berada di sebelahnya.

“Ibu, ibu. Itu, itu” kata Icha, sambil menunjuk-nunjuk ke luar.

“Tenang, nduk! Tenang!” pinta ibu itu.

“Tapi bu, itu tadi”

“Iya. Setan memang suka aneh-aneh. Kamu baru pertama diliatin yang kaya gitu, ya?”

“Ha?” Icha tak mengerti. Ibu itu tersenyum.

“Yang kamu lihat itu, tidak nyata, nduk. Itu

perbuatan setan” jawab ibu itu.

“Setan?”

“Iya. Istighfar!” pita ibu itu.

“Astaghfirullohal’adzim”

Icha kembali menyandarkan kepalanya. Dia memejamkan matanya. Sembari berharap, agar ketakutannya segera mereda.

*Ya Alloh, ini udah yang kesekian kalinya. Sebelumnya malah kaya de javu. Icha ngeliat orang kesangkut di crane, dibilangnya halu. Eh, besoknya beneran kejadian. Yang tadi malah dibilang penglihatan dari kejadian masa lalu. Yang ini apa, ya Alloh? Bayangan masa lalu apa apa de javu lagi? Semoga ini hanya perbuatan makhlukmu yang jelek itu. Icha memohon perlindungan padamu ya Alloh, dari godaan setan-setan pengangguran. Mbok mereka dikasih kerjaan to Gusti! Biar mereka nggak iseng. Icha takut, ya Alloh. Dulu aja yang cuman mimpi, Icha ketakutan*.

1
Mulyati Wahyuni
ga smua org bs BHS Jawa EN inggris jdi biasa kan gunakan terjemahan di bwh nya agar pembaca novel LBH paham lgi
Dharris Tio: siap kakak. makasih masukannya
total 1 replies
Haidar Nurfadhillah
/Drool/
Dharris Tio: makasih kak. tunggu kelanjutannya ya
total 1 replies
Zayn at Thoriq
dah baca Ampe selesai... ZERUUU SEKALI.


ada kelanjutan nya gak????
Dharris Tio: makasih kak, udah baca karyaku. maaf nih, baru r5espon. aku lagi bikin lanjutannya kak. ditunggu ya!
total 1 replies
Kustri
widiiiih... tirtonadi, kota kelahiranqu
💪💪💪
Dharris Tio: deket dong. stay solo apa merantau kak
total 3 replies
Dony Ahmad Dony
ceritan sangat seru
Neni Afriani
bagus bgt
Ira_87
Menegangkan 😱😱😱😱
Dharris Tio: lanjutkan kak
total 1 replies
Chichie Spn
keren thor... bener2 menguras esmoni😂
Dharris Tio: makasih kak, udah ngikutin sampe akhir. mampir juga dong di karyaku yang lain
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈
nahhhh kan tamat... katanya jgn kwatir masih bnyk lagi.. lha ini tiba2 dah tamat aja kk thor.. 😭😭😭😭😭😭
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈 : woalah gono tah its ok lah klo begitu
total 2 replies
Ayu KaWa
cerita yg sgt bagus.. 👌
Dharris Tio: terimakasih kak.

mampir juga dong, di judul yang lain.
total 1 replies
Afri
syukur lah berakhir bahagia .. walau ada amanah yg akan Icha jalani .. semoga ada kelanjutannya ya Thor
makasih atas cerita HEBAT mu
see u next time
😍😍😍👍👍👍👍
Dharris Tio: terimakasih kakak udah setia sampai akhir. aku lagi ngerjain terusannya kak. doain ya kak, semoga cepet kelar dan bisa post lagi
total 1 replies
Afri
itu s bulek Rini .. udah mati tetap ngeselin yaa , GK bisa legowo ..
makanya nyawanya d tahan SM demit sembahannya ..
jahat
Dharris Tio: iya. emang gitu dia. ngeselin
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈
gasken coy.. hayuk cha.. para raider g nyiapin amplop soanya mendadak gtu sih.. wkwkwkwkkk
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈 : klo g di terobos kapan sampainya
total 4 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈
waduhhhhhhh gitu jg kali
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈 : lha iyakah
total 4 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈
hayok.. kira2 bakal gmb knjuanya yah....
Erlina Arlena
tamat thor??
Dharris Tio: belum kak
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈
waghh ending nya ok nieh... kira2 ada flashback g buat rini knp bs gosong dan hasan bisa gila... hayok kk thor bisa g ada partnya gtu...
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈 : wuoke2.. sip wis
total 2 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈
tak kiraiin segitu saktinya itu sekutu rini ehhh ternyata lebih hebat nyai.. hanya saja nyai biasa2 aja g di sombongkan kehebatanya.. sekarang gimana si rini.. apakah masih akan berlanjut utk membinasakan maryati atau hasan sndri... ahhh gmn yah
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈 : wis jan nek gono iku wis payah... jan2
total 2 replies
Dharris Tio
aduh. malem tahun baru malah ditodong
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈
wah makin seru ini bacanya tegang ampe giman peraasan gtu.. ngeriw sedap deh yakin...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!