NovelToon NovelToon
Cinta Itu Nyata

Cinta Itu Nyata

Status: tamat
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Selingkuh / Tamat
Popularitas:75.6k
Nilai: 5
Nama Author: novi niajohan

Putera Mahesa, pria berusia 36 tahun ini tidak pernah percaya dengan apa yang namanya cinta.

Seperti orang yang sedang terkena alergi, jika ada orang yang mengucap atau membahas kata-kata cinta, pria itu seperti terserang gatal-gatal atau bersin-bersin saat itu juga.

Suatu hari, sang ayah memikirkan masa depan anaknya yang sudah hampir menginjak kepala 4, serta memikirkan nasib perusahaannya agar terus memiliki penerus.

Akan tetapi sang ayah tiba-tiba jatuh sakit ketika Putera menolak mentah-mentah permintaannya untuk menikah.

"Aku tidak ingin menikah dan aku juga tidak percaya dengan cinta!" sentak Putera, ketika sang ayah meminta dirinya untuk segera menikah.

Mengapa Putera menolak untuk menikah dan apa alasan pria itu membenci kata-kata cinta?

Apakah Putera akan menemukan pasangan hidup dan siapakah wanita yang berhasil membuat pria itu menyadari jika cinta itu nyata?

Nantikan terus disetiap episodenya dalam Novel berkisah "CINTA ITU NYATA"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novi niajohan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5. Awal Bertemu.

Toko Bunga.

Langkah kaki Ibu Diana begitu terburu-buru, ketika mendapat telepon dari perusahaan Mahesa Group yang meminta Lovely untuk bekerja.

"Sayang, cepatlah ikut Mama ada telepon dari orang penting."

"Orang penting ... Siapa Ma?" tanya Lovely bingung.

Ibu Diana menarik tangan Lovely dan meminta untuk segera menjawab telepon. "Dari perusahaan Mahesa Group, katanya kamu diterima bekerja disana."

Lovely mengerjapkan kelopak matanya berkali-kali, merasa bingung dengan apa yang barusan dia dengar. "Mama pasti salah dengar atau telepon itu salah sambung," ucapnya tidak percaya.

"Mama tidak tuli sayang, orang itu bilang namamu diterima bekerja disana dan sekarang kau sudah di tunggu oleh bagian HRD," jawab sang Mama meyakinkan.

"Ma, Ly sudah di tolak dari perusahaan itu. Bagaimana bisa sekarang mereka bilang kalau Ly diterima dan mulai bekerja hari ini?" tanya nya terheran-heran.

Ibu Diana cembetut. "Sudah jangan banyak protes, sekarang pergi dan jawab telepon itu!" titahnya.

Lovely memutar bola matanya malas lalu menghampiri meja untuk menjawab panggilan dan meraih gagang telepon.

"Hallo selamat pagi," sapa malas Lovely.

"Apa! B-benarkah?" tanya Lovely begitu terkejut ketika dirinya benar-benar diterima bekerja di perusahaan yang sempat menolaknya kemarin.

Wanita itu kembali tersenyum dan berseri-seri setelah mendengar kabar menyenangkan datang begitu saja. "Baiklah kalau begitu, saya tidak akan terlambat lagi!" serunya semangat lalu menutup panggilan tersebut.

"Apa katanya Nak?" tanya Ibu Diana tau-tau sudah di belakang Lovely dan ternyata telah menguping pembicaraannya.

"Mama benar, aku diterima bekerja disana. Apa ini mimpi?" tanya nya pada diri sendiri.

Ibu Diana berdecak sembari mencubit lengan Lovely, hingga gadis itu mengaduh kesakitan.

"Ikss! Sakit Mam," ucap Lovely tidak lupa mengosok-gosok lengannya.

"Sakit, berarti kamu sedang tidak bermimpi sayang. Sekarang cepatlah berangkat, urusan kiriman bunga dan juga toko serahkan saja pada Mama." Ibu Diana mendorong Lovely agar segera bersiap.

"Iya, iya Ma!" ucap Lovely kemudian bergegas menuju kamarnya untuk bertukar pakaian.

...----------------...

Perusahaan Mahesa Group.

Setibanya Lovely di perusahaan besar tersebut, ia segera menghadap kepala HRD. Ada perasaan gugup ketika pertama kali berhadapan dengan seorang pria pekerja kantoran.

Begitu rapi dan juga berwibawa.

"Lovely Puteri," ucap Pak Deni.

"I-iya Pak," sahut Lovely begitu gugup.

"Kita pernah bertemu kemarin, maaf jika lamaranmu pernah ditolak olehku. Tapi sekarang kau telah diterima bekerja disini," balas Pak Deni.

Lovely mengangguk. "Tidak apa, aku mengerti. Terima kasih karena telah menerimaku bekerja," ucapnya sopan.

Pak Deni tersenyum. "Berterima kasihlah kepada pemilik perusahaan ini, karena beliau yang telah meminta cucunya untuk mempekerjakan dirimu disini."

Lovely mengerutkan dahinya merasa bingung dengan ucapan sang kepala HRD. "Apa maksudnya, siapa pemilik perusahaan ini dan apa hubungannya denganku?" tanyanya dalam hati.

Pak Deni membuyarkan lamunan Lovely. "Sudah jangan terlalu banyak berpikir, sekarang mulailah bekerja. Kau di bagian keuangan, ruang kerjamu bersebelahan dengan Pak Putera dan dia adalah atasanmu sekarang."

Sontak saja Lovely tersedak nafasnya sendiri. "B-bagian keuangan? Bukan kah aku melamar sebagai cleaning servis?" tanyanya terheran-heran.

Pak Deni terkekeh. "Maaf, aku belum memberitahumu akan hal itu. Kau diterima bekerja dan pekerjaanmu adalah membantu Pak Putera dalam membuat laporan keuangan."

Lovely merasa pusing, mau mengelak pun rasanya tidak bisa. Dia juga bingung harus senang atau sedih mendengar berita ini.

Di satu sisi dia senang karena telah diterima bekerja, disisi lainnya wanita itu nampak takut. Karena selama ini ia belum pernah punya pengalaman sedikitpun di bagian keuangan atau pekerja kantoran lainnya.

"Kenapa diam saja, ayolah cepat ikut denganku sekarang. Aku akan mengantarmu bertemu dengan Pak Putera terlebih dahulu," ajak Pak Deni.

"B-baiklah," jawab Lovely lalu mengekor di belakang Pak Deni.

...***...

Sepanjang jalan menuju ruangan Putera berada, Lovely melihat ke sekeliling. Ada perasaan minder saat melihat para pekerja kantoran Mahesa Group yang terlihat jauh berbeda dengan penampilan dirinya.

"Mereka keren-keren dan cantik-cantik sekali," gumamnya perlahan lalu terlintas pertanyaan di dalam benaknya.

"Kalau pekerjanya saja keren-keren dan cantik-cantik begini. Bagaimana dengan bosnya?" gumamnya lagi.

Setibanya di depan pintu ruang kerja Putera, Pak Deni mengetuk pintu dan meminta ijin untuk masuk ke dalam ruangannya.

Ia juga meminta Lovely untuk menunggu di depan ruangan Putera, sampai ada perintah selanjutnya.

"Kau duduklah dulu disana dan tunggu sebentar sampai dipanggil olehku," pinta Pak Deni.

"Baiklah." Lovely mengangguk mengerti lalu duduk menunggu seperti yang di perintahkan oleh Pak Deni sebelumnya.

Selama menunggu dirinya di panggil oleh pak Deni, Lovely mengedarkan pandangannya kesekeliling ruangan dimana dia berada.

"Sepi sekali," reaksinya kala itu.

Lovely menyilangkan kedua tangan. "Tempatnya juga dingin," gumamnya lagi sembari mengusap masing-masing lengan atasnya.

Tak berselang lama kemudian, Pak Deni membukakan pintu dan memanggil nama Lovely. Gadis itu tersentak dari tempat duduknya, karena keasyikan duduk di sofa yang empuk dan nyaman.

"Lovely, masuklah. Pak Putera memanggilmu untuk ke ruangannya," panggil Pak Deni.

Lovely mengangguk. "Baik," sahutnya lalu segera berdiri dan menghampiri sebuah ruangan di didekatnya.

"Masuklah, tidak apa." Pak Deni masih setiap memegangi pintu agar terbuka dan menunggu Lovely masuk ke dalam.

...***...

Setelah Lovely masuk, Pak Deni pun menutup pintu ruangan Putera lalu kembali ke dalam ruangannya untuk bekerja dan akan kembali lagi setelah ada panggilan dari bosnya.

"Duduklah," titah Putera kepada Lovely.

"Baik, Pak." Lovely pun duduk di kursi berhadapan dengan Putera yang masih asyik membelakangi sembari membaca berkas lamaran miliknya.

"Bisa kau sebutkan apa keahlianmu?" tanya Putera.

"A-aku belum punya pengalaman bekerja di kantor, tapi aku tahu tentang laporan keuangan saat belajar di sekolah. Pak," balas Lovely.

"Selain itu?" tanya Putera kembali.

"Aku tidak punya keahlian khusus, tapi Bapak bisa menyuruhku apa saja. Aku bisa bersih-bersih dan merangkai bunga," jawab Lovely sebisanya.

Putera menghela nafas dan membalikkan badannya agar bisa menatap wanita yang telah di pinta oleh Opa Mahes untuk di terima bekerja di perusahaan ini.

Lovely menunduk dan menyembunyikan wajahnya, entah mengapa aura dari pria dihadapannya itu begitu menakutkan untuk di tatap.

"Ini perusahaan besar, bukan toko bunga. Kau bilang tidak ada keahlian khusus dan belum punya pengalaman bekerja di kantor. Katakan padaku, apa yang telah kau lakukan pada Opa Mahes. Apa kau meracuni pikirannya dan mengemis agar bisa bekerja disini?" tanya Putera.

Lovely terbelalak, selain tidak mengerti apa yang telah di bicarakan oleh sang bos, dirinya juga tidak suka dituduh macam-macam oleh pria asing.

Wanita itu segera mengangkat wajahnya untuk menatap Pria yang telah berani berpikir tidak baik tentang dirinya.

"Maaf Bapak Putera yang terhormat, aku tidak mengerti dengan apa yang anda katakan. Lamaran pekerjaanku memang telah di tolak, tapi aku tidak pernah mengemis dengan siapapun, malah kalian sendirilah yang memintaku untuk datang dan bekerja disini. Lalu setelah aku datang apa yang terjadi, mengapa kau mencurigaiku yang macam-macam."

Putera berdecih. "Terserah kau mau berkata apa, tapi aku tidak percaya padamu dan tidak akan mengikuti permainan maupun rencana kalian. Jika bukan karena Opa Mahesku yang memaksa, mungkin aku tidak akan sudi menerimamu bekerja disini."

Lovely menatap tidak suka dan mengelus dadanya karena kesal. "Apa yang anda bicarakan, aku benar-benar tidak mengerti. Opa siapa? Aku tidak meminta bantuan siapapun atau meracuni pikiran siapapun. Rencana apa yang dimaksud? Aku benar-benar tidak mengerti."

"Sudahlah jangan berpura-pura, aku tahu Opa pasti menyuruhmu bekerja disini agar bisa mendekatiku, lalu merayuku dan dengan begitu aku akan menikah denganmu."

Lovely menganga seketika dan berdiri dari duduknya. "Ingatlah ini Pak Putera yang terhormat, aku bukanlah wanita seperti yang anda pikirkan. Aku juga tidak mengemis apapun, kepada siapapun atau merayu dan berkeinginan menikah denganmu atau pria manapun."

Putera berdecih dan berdiri dengan angkuhnya, bahkan bertalak pinggang dan membuang muka tidak ingin memandang.

"Wanita semua sama, hanya bisa merayu untuk mendapatkan hati pria. Kau berpura-pura mengelak, tapi aku yakin setelah ini kau akan menunjukkan wajah aslimu," tegasnya.

Lovely meradang, benar-benar tidak habis pikir dengan bos berpendidikan tapi minim sekali moral.

"Jika tidak ikhlas mempekerjakan diriku disini, maka jangan memintaku datang untuk bekerja. Dan jika ingin menyalahkan atau memprotes seseorang, maka proteslah pada Opa mu itu dan jangan kepadaku!" bentak Lovely.

Gadis itu begitu marah dan merampas tas nya dengan kasar, lalu berbalik dan pergi tanpa ijin lagi.

"Jika bukan di perusahaan ini, sudah pasti aku akan menampar mulut kurang ajarnya itu!" umpat Lovely sebelum akhirnya keluar dari ruangan Putera.

.

.

Bersambung.

1
Alif
klo msh ragu y tinggal nyewa detektif untuk cr tau dong, orang kaya dn pinter satu ini dikit lambat mikir, ini kerjaan othor psti biar kt emosi
Surya Hermawan
Luar biasa
neng ade
tamat nya nanti aja thor .. ingin lihat keseruan disaat mama Diana hamil dan sampai melahirkan .. membuat opa Mahesa semakin bahagia
Noviyanti: hihi, pengennya begitu. cuma karna karya ini sepi jadinya buat yg baru. terima kasih ya sudah baca karya ini sampai tamat 🙏🙏🙏
total 1 replies
neng ade
semoga Putra mau memaafkan mama nya
neng ade
setelah. Feby berhasil menyadarkan Alex semoga Lovely pun akan berhasil juga menyadarkan Putra.. hingga dendam di hati mereka masing2 hilang dan mereka akan akur serta rukun dan damai
neng ade
Feby km harus bisa membuat Alex cinta mati dan bertekuk lutut pada mu agar dia tak mengganggu Lovely
neng ade
semoga benar apa yg di ucapkan nyonya Rosa bahwa dia akan melindungi cucu dan menantu nya dari ambisi seseorang yaitu Alex
neng ade
selamat datang baby Marcell Putra Mahesa...
neng ade
jahat banget tuh si Alex .. semoga aja karma nya cepat datang
neng ade
sukses bobol gawang .. semoga cepat hadir buah cinta mereka ..
😍😍
neng ade
semoga Lovely dan Putra bisa saling menerima dan saling mencintai
neng ade
ternyata Putra blm tau. klo Alex ada dlm masalah ini..
neng ade
mereka ga tau klo si Alex itu yg membebaskan Leo karena dia bos nya dan punya rencana merebut Lovely
neng ade
sekarang ada konflik baru jadi bikin semangat baca nya .. karena ada intrik dlm keluarga yg ternyata Alex adik tiri nya Putra yg punya dendam.. jadi seru nih
neng ade
Putra alergi dngn kata cinta ..
Lovely alergi dngn kata sayang ..
😂😂
neng ade
bodo amatlah terserah penulis aja
😁
neng ade
dua dua nya sama2 egois dan keras kepala .. semoga aja masih ada yg bisa menyatukan mereka .. bu Diana harus turun tangan menasehati putri nya
neng ade
jika di minta baik2 tapi tak di kasih ya si paksa aja lah !
neng ade
ah .. jadi. rumit .. !
neng ade
lucu juga ya Putra dan Lily. awal nya kaya tom & jerry lama2 kedua nya pasti pada bucin 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!