Comedy - Romance - Fantasy.
Tidak untuk anak-anak karena banyak konflik kerajaan.
Putri Becca Malcon, mendapatkan kesempatan hidup yang kedua, setelah sebelumnya mendapatkan hukuman mati oleh tunangannya sendiri, yaitu Pangeran Mahkota Ebert Oswald. Karena di fitnah telah menyakiti wanita kesayangan sang putra mahkota.
Jiwanya kembali ke masa lalu, saat dia memenangkan sayembara yang di adakan oleh Keluarga Kerajaan Oswald, dan sebelum dia mengucapkan keinginannya melamar Pangeran Ebert.
Di tengah kebimbangan antara takut akan kematian dan juga tidak mau menghancurkan harga diri keluarganya, Becca justru terpesona dengan ketampanan sang raja hingga tanpa sadar mengucapkan sebuah kalimat di hadapan ayah mertuanya.
“Sebagai hadiah, saya ingin.. Melamar Yang Mulia Raja Basilio Oswald.”
Dan saat Becca tersadar, dirinya tidak bisa mundur lagi saat sang ayah mertua atau Raja Basilio justru tersenyum miring, serta menyetujui lamaran itu bahkan berniat menikahinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Pertemuan pertama
“Ebert !! Katakan pada ayahmu untuk membebaskanku !! Ini semua salah paham !!”
Pangeran Ebert menatap dingin ke depan, dimana Keluarga Jenderal Orson meringkuk di penjara bawah tanah, dan kini mereka berusaha untuk membujuknya agar bisa bebas.
“Tidak ada salah paham apapun, bibi.. Aku melihat sendiri dengan mata kepalaku di saat Valia menuangkan racun itu.” Ujar sang putra mahkota dengan dingin tanpa ekspresi apapun.
Sementara Valia juga di masukkan ke penjara, hanya bisa duduk lemas tak berdaya, racun itu membuat sebagian syaraf tubuhnya mati, seperti orang stroke.
“Setidaknya ingatlah Valia !! Dia adalah sepupumu, dan apa kau tega membiarkan pamanmu disini ?? Kau lupa, Ebert.. Bagaimana kau bisa duduk di atas tahta itu ?! Semua karena paman !!” Ujar Jenderal Orson dengan penuh emosi, tapi Pangeran Ebert hanya tersenyum tipis.
“Memang apa yang paman lakukan ?? Mengancam ayah jika tidak memberikan jabatan putra mahkota kepadaku ?? Jabatan ini aku dapatkan, karena perjanjian kerajaan jika anak pertama yang akan menjadi penerus tahta. Jadi bukan karenamu, paman.” Ujar Pangeran Mahkota dengan senyuman miring, seakan tidak terusik sedikitpun dengan perkataan paman dan bibinya.
“Kau.. Kau.. Kau benar-benar membuang kami setelah mendapatkan mahkota itu ?! Apa kau benar-benar anak yang tidak tahu di untung !! Ibumu pasti akan marah dan kecewa padamu, karena telah membuang kakaknya !!”
Pangeran Mahkota hanya membalikkan badan, enggan mendengarkan omong kosong dari pamannya, bahkan dia berjalan hendak menjauh dari ruangan itu, menulikan telinganya pada panggilan paman dan bibinya.
“Ebert !! Kemari !! Aku belum selesai bicara padamu !!”
Pangeran mahkota menghentikan langkah kakinya, tapi dia tidak membalikkan badannya.
“Mulai sekarang, hubungan kekeluargaan kita terputus. Aku tidak mau memiliki hubungan dengan pengkhianat seperti kalian, dan.. Nikmati kehidupan singkat kalian, sebelum hukuman mati.” Ujar Pangeran Ebert dengan nada sinisnya, lalu berjalan meninggalkan mereka.
“Dasar anak yang tidak tahu di untung !!”
“Ebert !! Kau akan menyesal telah meninggalkan kami !!”
Suara itu, terdengar seperti nyanyian bagi sang pangeran mahkota sebelum benar-benar keluar dari sana, bahkan sang pangeran malah bersenandung seakan tidak mendengarkan suara teriakan paman dan bibinya, dan tersenyum puas di bibirnya.
...
Keesokan harinya..
Di Kerajaan Varilia, terlihat begitu mewah, banyak hiasan bunga dan lainnya, untuk menyambut para tamu yang datang. Beberapa pelayan juga sibuk melayani orang-orang yang sudah berada di dalam istana.
Putri Benica Malcon tampil dengan anggun dan cantik, berdiri sembari berbicara dengan Pangeran Mahkota Arland Rawland. Putri Benica secara diam-diam mengagumi sosok pangeran mahkota dari Kerajaan Hanrinia, karena kebaikan dan kerendahan hatinya.
Tanpa sadar seseorang menatap pemandangan itu dengan hati yang panas dan emosi. Dia Pangeran Lucifer memandang sinis ke arah Pangeran Arland, karena merasa telah merebut perhatian dari wanita cantik itu.
“Tenang kakak, jangan buat keributan dulu.” Ujar Pangeran Bael menoleh ke arah kakaknya yang emosi.
Pangeran Lucifer tidak menanggapinya, dia masih menatap lurus ke arah pemandangan yang membuatnya sakit hati. Terlebih Putri Benica malah terlihat begitu akrab dengan Pangeran Arland di sana, sehingga membuat hati Pangeran Lucifer semakin sakit.
“Aku akan pastikan.. Jika wanita itu, akan jatuh ke pangkuanku saja.” Ujar Pangeran Lucifer sembari menyeringai licik, merencanakan sesuatu yang akan menjebak Benica semakin dalam dengannya, jika itu berhasil, maka dia akan mengikat gadis itu secara paksa dengannya.
“Aku harap itu bukan rencana gila..” Celetuk Pangeran Bael, membuat Pangeran Lucifer terkekeh pelan.
“Oh, ini adalah rencana paling gila sepanjang masa.” Celetuk Pangeran Lucifer sembari terkekeh pelan, dia lalu meraih tangan adiknya, lalu pergi berlalu dari sana.
Sementara itu Pangeran Aldert dan Pangeran Mahkota Ebert berbicara satu sama lain di pojokan ruangan, membahas masalah yang berbeda.
“Aku merasa.. Raja Thorne tidak benar-benar mengajak kita berperang, tapi kenapa mereka menantang kita ??” Tanya Pangeran Mahkota Ebert ke arah adiknya yang kini memasang wajah berpikir.
Benar, jika memang mereka mengancam akan menantang dalam peperangan, seharusnya mereka datang dengan penuh emosi, tapi mereka terlihat sangat santai. Mungkinkah itu adalah topeng mereka, untuk memberikan kalimat-kalimat ketus dan sinis kepada mereka di meja pertemuan nanti ??
“Entahlah kakak, aku merasa mereka memiliki rencana sendiri. Atau jangan-jangan mereka ingin menuduh dan memberikan kalimat sinis seperti biasa ??”
“Seiri itukah mereka kepada kita, sehingga selalu muncul kalimat sinis kepada kita ??” Tanya Pangeran Mahkota dengan nada penasaran tapi juga sinis mengenai Keluarga Raja Thorne Edom.
“Sangat, asal kakak tahu.. Mereka akan menggunakan fakta apapun untuk menghina atau menjatuhkan martabat kita.” Ujar Pangeran Aldert dengan ketus dan kesal, karena dia masih ingat hinaan dari Pangeran Lucifer mengenai statusnya sebagai anak permaisuri yang kalah dengan anak selir.
Karena Pangeran Ebert yang mendapatkan jabatan putra mahkota, dan bukan dirinya. Sebenarnya Pangeran Aldert tidak pernah iri pada kakaknya mengenai jabatan itu, toh dia malah senang. Karena bisa lebih santai dan tidak terbebani tanggung jawab apapun.
Hanya saja, jika hal itu terus di usik, membuat Pangeran Aldert jengah, dan kesal. Rasanya dia ingin melemparkan kursi ke arah Putra Mahkota Kerajaan Darkness itu.
“Kita harus menyelidiki semuanya, takut-takut jika mereka mencoba memakai strategi licik demi mendapatkan keinginan mereka.” Ujar Pangeran Ebert, membuat adiknya menganggukkan kepalanya setuju.
Disisi lain.
Raja Basilio berdiri dengan tatapan tajam sinis, dan merendahkan siapapun yang ada di depannya, termasuk Raja Thorne Edom, dan adiknya sendiri, Raja Jonah Rawland.
Di sampingnya berdiri, Ratu Becca yang setia menemani sang raja, dengan tatapan tegas dan lurus, tapi memberikan senyuman tipis sebagai tanda penghormatan kepada tamu.
“Begitu banyak wargaku yang mati karena racun itu, apakah Yang Mulia Raja Basilio mencoba meruntuhkan kerajaanku ??” Ujar Raja Thorne dengan tatapan tajam dan sinis, tapi Raja Basilio tidak terusik sedikitpun dengan perkataan itu.
“Apakah kau memiliki bukti yang kuat, Raja Thorne Edom ??”
“Bukti kuat satu-satunya adalah bunga yang menjadi bahan utama dari racun itu, tumbuh di wilayah mu. Hanya ada dua kemungkinan, kau menyuruh orang untuk membuat ramuan itu, atau penjagaan mu yang terlalu lemah, sehingga ada penyusup yang mencuri bunga mawar ungu itu, entah mana yang benar ??” Ujar Raja Thorne dengan nada merendahkan, kedua perkiraan itu menjatuhkan martabat dan harga diri Raja Basilio.
Raja Jonah yang akhirnya mengerti arti perdebatan mereka, tapi dia memilih diam sedari tadi, dan berpikir untuk membantu kakaknya mempertahankan wilayah itu, jika sampai Raja Thorne mencoba meraih wilayah Rosivilia.
“Tuduhan yang tidak terbukti.. Hanya akan menghancurkan nama baikmu sendiri, Raja Thorne.” Ujar Raja Basilio dengan nada dingin, sementara lawan bicaranya malah tertawa di sana, seakan itu adalah guyonan yang lucu.
“Jangan lupa, beberapa pengawal ku juga terkena racun yang sama, di perbatasan wilayah kita.. Apakah Raja Gilbert juga berada di balik semua ini ??” Ujar Raja Thorne kembali menyodorkan tuduhan kepada Raja Basilio.
Sementara Keluarga Raja Gilbert Malcon berada di ruangan yang sama, hanya saja tidak ikut mengumpul dengan raja utama lainnya, sebaliknya dia mempersiapkan dokumen yang akan dia ucapkan di pertemuan nanti.
👑❤️👑❤️👑❤️👑❤️👑
Kira-kira apa ya, rencana Pangeran Lucifer ?? 🤔🤔 dan bagaimana ya pertemuan nanti ?? Semoga aja mereka mendapatkan jalan keluar ya 😔😔
klo bneran buat jtuh cinta biar gk ada selir dan hnya dijadikan sang putri mahkota🤭 satu2nya, dan siapa tau nyatuin 2 kerajaan biar damai gtu💪
gapapa publish aja cerita baru pasti aku baca semua 😍😍😍🔥🔥🔥
gak papah lah klo masih seawet muda brad pitt🤣🤣🤣