NovelToon NovelToon
Return To You

Return To You

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Wanita Karir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Delapan tahun merajut kasih, hubungan Zacheriyya Tengiz dan Evander Vale-Knight hancur lebur dalam satu malam akibat pengkhianatan yang tak termaafkan.

Alih-alih menyesal, Evander justru menyebut tindakan kejamnya sebagai pembalasan ego yang setimpal atas kesalahan masa lalu.

Terluka dan murka, Zacheriyya pergi dengan sumpah tidak akan pernah memaafkan pria itu sampai ia mati.

Dua tahun berlalu dalam pelarian, takdir dengan kejam mempertemukan mereka kembali.

Rasa cinta yang dulu membara kini telah sepenuhnya bermutasi menjadi kebencian yang dingin dan mematikan. Pertemuan tak terduga ini seketika menyulut kembali sumbu dendam lama dan perang ego yang sengit di antara keduanya.

Mereka kini berdiri berseberangan sebagai dua mantan kekasih yang saling membenci setengah mati, siap saling menjatuhkan lewat tatapan tajam dan kata-kata berbisa.

Di tengah pusaran benci dan luka lama yang kembali menganga, siapakah yang akan hancur terlebih dahulu dalam permainan rasa yang berbahaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#8

Suasana di lapangan terbuka di belakang Kantor Polisi Distrik Pusat itu berubah menjadi kekacauan yang penuh dengan kelegaaan sekaligus kepanikan yang baru.

Cassander berlari seperti orang gila, menerobos rumput lapangan untuk langsung menjatuhkan tubuhnya, berlutut dan memeluk Genevieve yang menangis histeris setelah rompi bom itu terlepas dari tubuh mungilnya.

Beberapa petugas polisi dan tim medis segera berhamburan mendekat, membawa selimut hangat dan bersiap memeriksa kondisi psikologis serta fisik bocah sembilan tahun tersebut.

Semua orang fokus pada sang penyelamat cilik dan korban teror yang baru saja lolos dari maut.

Namun, tidak dengan Evander Vale-Knight.

Pria bertubuh kekar itu, begitu cekatan dilepaskan dari kekangan empat petugas polisi, tidak mengambil langkah ke arah keponakannya.

Sepasang matanya yang merah dan sarat akan kegilaan justru terkunci mutlak pada siluet ramping yang sedang berjalan menjauh dengan langkah terpincang-pincang.

Pakaian EOD yang berat itu tampak begitu membebani pundak wanita itu, ditambah dengan tetesan darah yang masih konsisten mengalir dari dahinya akibat kecelakaan motor sebelum tiba di lokasi.

Evander berlari. Langkah kakinya yang lebar dan tergesa-gesa memotong jarak di antara mereka dengan cepat, mengabaikan seruan Cassander maupun polisi yang memanggil namanya.

"Cherry..." Panggil Evander, suaranya parau, pecah oleh badai emosi yang berkecamuk di dalam dadanya.

Wanita di depannya tidak berhenti. Langkah kakinya justru semakin dipercepat, meskipun rasa nyeri di siku dan lututnya yang lecet akibat hantaman aspal jalanan terasa semakin menusuk.

"Tunggu... Cherry, kumohon tunggu..." Evander kembali berseru, kini tangannya terulur, mencoba menggapai ujung jaket pelindung tebal yang dikenakan Cherry.

"Hey... Tunggu, Zacheriyya!"

Mendengar nama lengkapnya dipanggil dengan nada yang begitu putus asa, Cherry akhirnya menghentikan langkahnya secara mendadak.

Bahunya yang tegang naik turun seiring dengan napasnya yang memburu hebat. Ia memutar tubuhnya lambat-lambat, berbalik menghadapi pria yang dua tahun lalu menjadi alasan di balik runtuhnya seluruh dunianya.

Wajah cantiknya yang pucat kini diwarnai oleh coretan darah kering di pelipis dan air mata yang baru saja menetes. Tatapan matanya begitu dingin, sedingin es kutub yang mampu membekukan apa saja yang disentuhnya.

"Apa?" kata Cherry, suaranya terdengar begitu tenang namun menyimpan belati yang teramat tajam di setiap suku katanya. "Kau ingin mengutukku lagi, hm? Kau belum puas melihatku berdiri di sini dengan tubuh penuh luka?"

Evander tersentak seolah baru saja ditampar secara fisik.

Langkahnya terhenti tepat satu meter di depan Cherry. Kedua tangannya yang besar bergetar di sisi tubuhnya, wajahnya yang tampan kini dipenuhi oleh rasa penyesalan yang begitu masif dan ketakutan yang mendalam.

"Tidak... Tidak, Cherry. Demi Tuhan, aku tidak bermaksud... Aku tidak bermaksud mengucapkannya..." bisik Evander dengan suara yang bergetar hebat.

Pria yang biasanya selalu tampil angkuh dan berkuasa di atas podium balapan itu kini tampak begitu kecil, begitu hancur di hadapan wanita yang dicintainya.

"Kau ingin menjelaskan apa lagi, Evander?" potong Cherry dengan senyuman sinis yang terukir dipaksakan di bibirnya yang pucat.

Setiap kata yang keluar dari mulutnya terasa melankolis, sebuah rasa sakit yang mendalam yang dibalut oleh kemurkaan.

"Kau ingin berbangga diri di hadapanku karena wanitamu, sekarang sedang hamil? Kau ingin memamerkan keluarga kecilmu yang bahagia itu padaku, lalu melanjutkan kutukanmu agar aku membusuk tanpa pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ibu? Begitu?"

"Menyingkir dari jalanku. Aku harus kembali ke barak," lanjut Cherry dingin, bersiap untuk berbalik lagi.

"Dengarkan aku dulu, Zacheriyya! Tolong, dengarkan aku!" Evander melangkah maju, mencoba memegang kedua pundak tebal pakaian EOD Cherry, namun wanita itu dengan cepat menepisnya dengan kasar hingga tang pemotong di tangannya berdenting.

"Aku bersumpah... aku tidak mengira bahwa petugas di balik helm pelindung luar biasa besar itu adalah kau! Aku mengira itu salah satu petugas pria dari tim pusat yang datang terlambat! Aku dikuasai kepanikan karena Genevieve... Cherry, tolong, dengarkan aku dulu..."

Cherry kembali berbalik sepenuhnya, menatap lurus ke dalam manik mata Evander yang berkaca-kaca.

Detik itu juga, Cherry tersenyum dengan teramat pahit.

Air mata baru kembali merebak di sudut matanya, bersaing dengan darah yang mulai mengering di dahinya. Sebuah tawa renyah yang terdengar sangat menyedihkan dan melankolis lolos dari tenggorokannya yang tercekat.

"Kau tidak perlu merasa bersalah atas kutukanmu itu, Evander," ucap Cherry dengan nada suara yang mendadak melunak, namun justru perubahan nada itulah yang membawa daya hancur paling besar. Ia menatap perutnya sendiri sekilas, lalu kembali menatap Evander dengan pandangan kosong.

"Aku memang tidak pernah bisa hamil lagi... Lalu, apa urusannya denganmu sekarang? Bukankah itu berita bagus untukmu?"

Deg.

Evander Vale-Knight mendadak mematung di tempatnya berdiri.

Seluruh otot di tubuh kekarnya seolah terkunci, mengeras bagai batu marmer.

Hembusan angin Los Angeles yang menerpa wajah mereka terasa lenyap. Otak jeniusnya yang biasa mampu menghitung strategi balapan dalam hitungan milidetik, mendadak lumpuh total.

Bukan. Bukan masalah penolakan kasar yang berulang kali Cherry lontarkan yang membuat dunianya berhenti berputar detik ini. Melainkan pada dua kata yang baru saja lolos dari bibir berdarah wanita itu.

Hamil lagi?

Kata-kata itu terus berdengung berulang-ulang di dalam kepala Evander seperti gaung sirine yang memekakkan telinga. Hamil lagi... Aku memang tidak pernah bisa hamil lagi...

Evander menatap Cherry dengan tatapan yang berubah drastis, dipenuhi oleh rasa tidak percaya, kebingungan yang teramat sangat, dan sebuah firasat mengerikan yang mendadak merayap naik dari dasar dadanya.

Napas pria itu tercekat di tenggorokan, matanya melebar meneliti setiap jengkal ekspresi di wajah hancur Cherry.

"Apa maksudmu dengan kata... hamil lagi, Cherry?" tanya Evander dengan nada suara yang berubah menjadi sangat rendah, bergetar oleh rasa takut yang luar biasa akan jawaban yang mungkin akan ia terima.

Nada suaranya menyelidik, menuntut kebenaran yang selama dua tahun ini tersembunyi di balik kabut tebal perpisahan mereka.

"Itu artinya... kau... kau pernah hamil sebelumnya? Kapan? Mengapa aku tidak pernah tahu?"

Mendengar pertanyaan menyelidik dari pria yang telah menghancurkan masa lalunya itu, dinding pertahanan batin Cherry yang sejak tadi ia bangun dengan susah payah akhirnya retak lebih dalam.

Rasa sakit karena kehilangan bayinya dua tahun lalu—janin 12 minggu yang harus tiada di tengah badai stres akibat pengkhianatan malam hotel itu—kembali mencuat ke permukaan, mencabik-cabik jiwanya tanpa ampun.

Cherry menatap Evander dengan mata yang kini sepenuhnya basah oleh air mata yang mengalir deras, membasahi luka di pipinya. Ia menarik napas panjang yang terasa begitu sesak di dadanya yang terbalut pelindung.

"Urus saja istrimu dan keluarga kecilmu yang bahagia, Tuan Evander Vale-Knight," ucap Cherry dengan penekanan yang teramat dingin dan penuh kebencian pada setiap patah kata nama pria itu.

"Urus saja bayi yang sedang dikandung oleh wanita yang dua tahun lalu kau bawa ke atas ranjangmu dalam keadaan telanjang bulat. Jangan pernah menanyakan hal yang sama sekali bukan lagi menjadi urusanmu."

"ZACHERIYYA, JAWAB AKU!!!" Evander berteriak parau, melangkah maju dan kali ini ia berhasil mencengkeram kedua lengan pakaian pelindung tebal Cherry dengan kuat, memaksa wanita itu untuk tidak melarikan diri lagi darinya.

Sepasang matanya memancarkan keputusasaan yang begitu mengerikan, air mata pria itu akhirnya runtuh membasahi pipinya yang kokoh.

"Katakan padaku! Kapan kau hamil?! Apakah... apakah itu dua tahun lalu? Sebelum kau meninggalkanku dan pergi ke Florida?! Jawab aku, Cherry!!!"

Cherry menatap cengkeraman tangan Evander pada lengannya, lalu perlahan mendongak, menatap tepat ke dalam manik mata pria yang dulu sangat ia puja.

Dengan suara yang teramat lirih, nyaris seperti bisikan angin malam yang penuh dengan melankolia dan luka abadi, Cherry berbisik, "Lepaskan tanganmu, Evander. Kau menyakitiku... sama seperti cara kau membunuh anak kita dua tahun lalu."

Kalimat itu terucap, meninggalkan keheningan yang teramat pekat di antara mereka, di mana detak jantung Evander seolah-olah hancur berkeping-keping menjadi serpihan debu di bawah langit malam Los Angeles.

1
Mei TResna Rahmatika
sedihh bangett part ini😭
Rosdianah 🌷: huhuhu🥲
total 1 replies
Hennyy exo
kurang banget🤭🤭

omg evander aku padamu😘😘
Rosdianah 🌷: heheh anak author 🤣
total 1 replies
Hennyy exo
sangat suka dengan alurnya dan penulisannya juga bagus mudah dipagami
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
Hennyy exo
pliss thor sehari upnya 4 atau 6 bab ya🤭
Rosdianah 🌷: heheh nggak janji ya kak🤭
total 1 replies
Hennyy exo
wow makn menanyang thor babnya
Hennyy exo
sumpah thor alurnya makin bagus banget😍
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak sudah stay baca🫶
total 1 replies
Hennyy exo
baca di bab ini.kaya orang gila🤣🤣🤣
gemes deh ama merka berdua
Hennyy exo
di bab ini suka banget ma alurnya
nayla tsaqif
Apa kbr Gabriella margareth,,?? 🤭
Rosdianah 🌷: tunggu kak🤭🤣
total 1 replies
Bonny Liberty
emang minus kayanya ini laki,yang bengkokin siapa,yang lurusin siapa/NosePick/berasa yang paling ...banget deh/Hammer/
Rosdianah 🌷: perlu digampar 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
yaudah sih Evander bilang jujur aja ke Cherry kalo masih suka dan gak punya hubungan sama Gabriela 🤨 balikan lagi nih pasangan serasi 😍
Rosdianah 🌷: hihi🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Ati2 cherry,, awas kena PHP,, jangan gmpang luluh,, 😌
Bonny Liberty
denger dulu dong omongan si E,biar jelas /Shy/ suka banget sok pintar 🏏
Rosdianah 🌷: hihihi🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Buat misi penyelamatan lg thor,,, mungkin bom di sekolah ponakan evan,, 🤭 q suka tokoh heroik, 🤣
Rosdianah 🌷: Ok Kakak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
baru jelas nih alur ceritanya 🫡 ternyata wanita hamil itu Gabriela dan Evander blom nikah 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: kwkwkw🤭 Semoga suka ya Kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍 The vale knight series lover
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Bonny Liberty
maaf kisanak, bukan pecahan kaca tapi ranjau darat yang kena bayangan dirimu aja bisa meledak.../Grievance/
Rosdianah 🌷: kwkwkw🤣
total 1 replies
Bonny Liberty
kata cintanya murahan, ga sadar diri,harusnya kamu tau kurang mu apa,hubungan toxic jadinya kan,dah gitu kehilangan real love gara..gara EGO LAKI,dia ga mikir apa cewe juga punya
Rosdianah 🌷: Semoga suka cerita Baru nya kak🫶
total 1 replies
Bonny Liberty
salah satu masalah dunia EGO LAKI..LAKI../Smug/
Rosdianah 🌷: huhuhu 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!