NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jenius Di Rahim Ibu Angkat

Reinkarnasi Jenius Di Rahim Ibu Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Anak Genius
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rina ylna

**Alya** adalah gadis yatim piatu yang bekerja keras demi bertahan hidup. Namun, sebuah kesalahan fatal di satu malam—akibat salah memasuki kamar hotel—mengubah takdirnya. Ia terbangun di samping **Devan Dirgantara**, CEO dingin nan kejam dari Dirgantara Group yang sangat membenci skandal.

Alya memilih melarikan diri dan merahasiakan malam itu. Namun takdir berkata lain, beberapa minggu kemudian ia dinyatakan hamil. Di sinilah keajaiban dimulai. Janin di dalam kandungan Alya ternyata bukanlah janin biasa. Sejak usia beberapa minggu, janin tersebut bisa berkomunikasi secara telepatis hanya dengan Alya!

Si "janin ajaib" ini memiliki kecerdasan luar biasa, indra keenam, dan bahkan bisa mendeteksi niat buruk orang-orang di sekitar ibunya.

Saat ibu tiri Alya mencoba meracuninya, si janin memberi peringatan. Saat Devan akhirnya mengetahui kehamilan Alya dan berniat merebut bayinya dengan kontrak dingin, si janin justru mendiktekan syarat-syarat kontrak tandingan yang membuat sang CEO jeni

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina ylna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24

Runtuhnya Alexander Group di lantai bursa efek menjadi berita utama di seluruh media finansial dan infotainment nasional. Nama Devan Dirgantara kembali dielu-elukan sebagai maestro bisnis bertangan besi yang tidak kenal ampun, sementara Alya kini benar-benar dipandang sebagai sosok sakral yang tidak boleh disinggung sedikit pun. Siapa pun yang mencoba mengusik Nyonya Muda Dirgantara akan berakhir mengenaskan seperti Tiffany Alexander dan Tante Melinda.

Namun, di dalam kemewahan Penthouse Lavender, atmosfernya justru sangat tenang dan damai. Kehidupan pernikahan yang awalnya dimulai dari sebuah ketidaksengajaan dan selembar kontrak, kini telah bermutasi menjadi ikatan cinta yang sangat dalam, terutama setelah penyatuan intim mereka malam itu.

Senin pagi, Devan sudah bersiap dengan setelan kerja abu-abu gelapnya. Sebelum melangkah keluar dari kamar, ia menyempatkan diri untuk berlutut di depan Alya yang sedang duduk di tepi ranjang, lalu mengecup perut istrinya yang mulai sedikit membuncit dengan sangat lembut.

"Hari ini aku ada rapat koordinasi dengan kejaksaan terkait kasus Melinda dan keluarga Alexander. Kamu jangan terlalu lelah di yayasan, mengerti?" ucap Devan, mendongak menatap Alya dengan mata abu-abunya yang penuh perhatian.

Alya tersenyum hangat, menyisir rambut depan Devan dengan jemarinya. "Iya, Devan. Hari ini hanya ada agenda internal di Dirgantara Creative Foundation. Aku berjanji akan pulang sebelum jam empat sore."

Devan berdiri, lalu mengecup kening Alya sekilas sebelum berbalik pergi bersama Yudha yang sudah menunggu di luar pintu.

Begitu pintu penthouse tertutup, sebuah getaran spiritual yang sangat nyaman dan hangat kembali berdenyut dari rahim Alya. Suara Baby El yang khas, penuh dengan nada percaya diri, langsung bergaung jernih di kepala ibunya.

> *[Wah, Ayah Dingin sekarang sudah sepenuhnya berubah menjadi Ayah Siaga tingkat premium ya, Ibu! Lihatlah tatapan matanya tadi, penuh dengan rasa kepemilikan mutlak. Hehehe, aku sangat bangga pada perkembangannya.]*

> *[Oh ya, Ibu, hari ini saat kau ke kantor yayasan, akan ada tikus kecil dari jajaran manajemen lama yang mencoba bermain trik dengan menyembunyikan laporan dana abadi. Tenang saja, aku sudah memetakan seluruh arus kas tersembunyi mereka sejak kemarin lewat jaringan spiritualku!]*

Alya sedikit mengernyitkan dahi mendengar peringatan dari bayinya. "Ada korupsi internal di yayasan, El?"

> *[Bukan sekadar korupsi biasa, Ibu. Tapi sisa-sisa kaki tangan Tante Melinda yang sengaja menimbun dana bantuan untuk sekolah pedalaman demi kepentingan pribadi mereka. Hari ini, mari kita bersihkan yayasan ini sampai mengilap, agar program beasiswamu berjalan tanpa cacat!]*

Mendengar rencana taktis dari sang kaisar bisnis kecil di kandungannya, semangat Alya langsung berkobar. Ia segera bersiap mengenakan blus hamil berwarna putih bersih yang dipadukan dengan celana denim kasual yang nyaman namun tetap memberikan kesan profesional sebagai Direktur Utama.

---

Pukul sepuluh pagi, Alya tiba di kantor pusat Dirgantara Creative Foundation yang terletak di lantai lima belas gedung menara Dirgantara Group. Begitu ia melangkah masuk ke ruang rapat pleno, seluruh jajaran direksi dan manajer yayasan langsung berdiri dan membungkuk hormat dengan wajah tegang.

Alya duduk di kursi utama di ujung meja panjang. Di sebelah kanannya, sekretaris pribadi yang disiapkan Devan segera membuka berkas laporan keuangan kuartal pertama.

"Selamat pagi semuanya," buka Alya dengan suara yang lembut namun memiliki penekanan wibawa yang sangat tegas. "Hari ini agenda kita adalah melakukan audit akhir sebelum dana bantuan beasiswa dialokasikan ke wilayah Indonesia Timur. Manajer Keuangan, silakan presentasikan laporan dana abadi yayasan."

Seorang pria paruh baya bertubuh agak tambun dengan kacamata tebal—**Pak Baskoro**—berdiri dengan senyuman yang tampak dipaksakan. Ia membuka salinan dokumen di layar proyektor.

"Terima kasih, Nyonya Muda," ucap Pak Baskoro dengan nada suara yang dibuat sehalus mungkin. "Sesuai dengan data yang tertera, dana abadi kita untuk alokasi pembangunan sekolah dan beasiswa guru di Papua saat ini berada di angka dua puluh miliar rupiah. Semua alokasi sudah berjalan sesuai prosedur baku yang ditetapkan oleh manajemen lama sejak era Nyonya Melinda."

Alya memperhatikan layar proyektor dengan saksama. Sekilas, angka-angka yang ditampilkan tampak sangat rapi dan tidak memiliki cacat matematis sedikit pun. Namun, di dalam kepalanya, Baby El langsung mendengus jijik dengan nada meremehkan.

> *[Hmph! Trik pembukuan ganda tingkat amatir! Dia mengira bisa mengelabui mata mantan kaisar finansial dengan bagan palsu seperti itu?]*

> *[Ibu, mintalah dia untuk membuka lampiran rekening koran Bank Mandiri Syariah nomor sub-akun 098. Di sana ada aliran dana sebesar tujuh miliar rupiah yang dialihkan ke rekening perusahaan cangkang atas nama istrinya dengan kedok 'biaya logistik pihak ketiga'. Biarkan aku mendikte kata-katamu sekarang!]*

Alya menatap Pak Baskoro dengan pandangan mata yang mendadak berubah menjadi sangat tajam dan dingin, sebuah ekspresi yang entah bagaimana sangat mirip dengan cara Devan menatap musuh-musuhnya di papan bisnis.

"Pak Baskoro," potong Alya tenang, melipat kedua tangannya di atas meja. "Laporan yang Anda tampilkan ini sangat rapi. Tapi... mengapa saya tidak melihat lampiran dari sub-akun Bank Mandiri Syariah dengan nomor ekor 098 di dalam dokumen ini?"

Mendengar nomor rekening rahasia itu disebut secara akurat oleh Alya, wajah Pak Baskoro seketika berubah menjadi pucat pasi. Tangannya yang memegang *remote* proyektor mendadak gemetar halus. "N-Nyonya Muda... maaf, sub-akun itu... itu hanya akun operasional kecil untuk biaya tak terduga yang belum diaudit sepenuhnya—"

"Biaya tak terduga?" tanya Alya lagi, nadanya meninggi satu oktav, memotong penjelasan pria itu dengan ketegasan mutlak. "Biaya tak terduga sebesar tujuh miliar rupiah yang ditransfer secara berkala ke PT Logistik Nusantara Utama? Perusahaan cangkang yang di atas kertas terdaftar atas nama istri sah Anda sendiri, Pak Baskoro?"

*DEEENG!*

Seluruh ruangan rapat seketika gempar. Para direktur lainnya saling berbisik dengan wajah syok, sementara Pak Baskoro merasa seolah-olah seluruh pasokan oksigen di dalam ruangan itu mendadak lenyap. Bagaimana mungkin seorang wanita muda yang latar belakangnya hanya masyarakat biasa dan baru menjabat beberapa minggu bisa mengetahui detail rekening rahasia dan nama perusahaan cangkang yang ia sembunyikan dengan sangat rapi selama tiga tahun?!

"N-Nyonya Muda... ini... ini ada kesalahpahaman! Saya bisa menjelaskan—" Pak Baskoro mencoba melangkah maju dengan wajah memohon, namun sebuah tekanan spiritual berskala mikro yang dilepaskan oleh Baby El dari rahim Alya langsung menghantam pusat saraf kakinya.

*Brak!*

Lutut Pak Baskoro mendadak lemas, membuatnya berlutut dengan keras di atas lantai ruang rapat. Keringat dingin sebesar biji jagung mengucur deras dari dahinya, dan rasa takut yang teramat sangat mendadak mencengkeram dadanya tanpa alasan yang jelas.

Alya berdiri dari kursi kebesarannya dengan keanggunan seorang pemimpin sejati. "Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi, Pak Baskoro. Sejak Tante Melinda diberhentikan, saya sudah melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh sisa manajemen lama. Mulai detik ini, Anda resmi dinonaktifkan dari jabatan Anda. Seluruh bukti aliran dana korupsi ini sudah saya serahkan ke tim hukum Dirgantara Group untuk dilaporkan ke KPK siang ini."

Alya menoleh ke arah manajer hukum yayasan yang berada di sudut ruangan. "Amankan semua perangkat kerja Pak Baskoro sekarang juga. Jangan biarkan ada satu pun dokumen yang dihapus."

"Baik, Nyonya Muda! Segera kami proses!" jawab tim hukum dengan penuh rasa hormat dan ketakutan yang mendalam terhadap efisiensi kerja Alya. Two orang pengawal internal langsung masuk dan menyeret Pak Baskoro yang terus menangis memohon ampun keluar dari ruang rapat.

Para direksi yang tersisa di dalam ruangan langsung menundukkan kepala mereka sedalam mungkin, menyadari bahwa Nyonya Muda Dirgantara yang baru ini memiliki mata dan telinga di mana-mana. Tidak ada satu pun kecurangan yang bisa lolos dari pengawasannya.

Setelah rapat ditutup dengan keputusan restrukturisasi total, Alya kembali ke ruang kerja privatnya. Ia menyandarkan tubuhnya di kursi kerja kulit yang empuk, menghela napas lega seraya mengusap perutnya dengan penuh kasih sayang.

"Terima kasih lagi ya, El. Kamu benar-benar asisten keuangan terbaik di dunia," batin Alya dengan senyuman geli.

> *[Hehehe, sama-sama, Ibu! Membersihkan hama seperti itu hanyalah pemanasan kecil untuk otak jeniusku. Sekarang, yayasan kita sudah bersih dari parasit. Dana dua puluh miliar itu bisa sepenuhnya dialokasikan untuk anak-anak di pedalaman Papua tanpa potongan satu sen pun!]*

> *[Sekarang... Ibu, lihat ke arah pintu. Suamimu yang super protektif itu tampaknya sudah menyelesaikan urusannya lebih cepat dari jadwal demi menjemput istri tercintanya.]*

Tepat setelah bisikan Baby El berakhir, pintu ruang kerja Alya terbuka lebar. Sosok Devan berdiri di sana dengan setelan jasnya yang rapi, memancarkan aura maskulin yang begitu kuat. Begitu matanya menangis sosok Alya, ketegangan di wajahnya langsung mencair, digantikan oleh senyuman tipis yang sangat menawan.

Devan melangkah masuk, langsung memutari meja kerja dan menarik Alya ke dalam pelukan hangat dadanya yang bidang. "Yudha baru saja memberi tahu aku tentang apa yang terjadi di ruang rapat tadi. Istriku ternyata jauh lebih hebat dan tegas dari yang kukira dalam menghadapi koruptor."

Alya membalas pelukan Devan, menghirup aroma parfum maskulin suaminya yang selalu memberikan rasa aman yang mutlak. "Aku hanya tidak ingin ada orang yang merusak program bantuan untuk anak-anak, Devan. Dan... anak kita juga sangat membantu tadi."

Devan terkekeh rendah, mengecup puncak kepala Alya dengan penuh kasih sayang yang mendalam. "Kalau begitu, sebagai hadiah atas keberhasilan Nyonya Muda hari ini, bagaimana kalau kita makan siang di restoran privat favoritmu di atas awan?"

Alya mendongak, menatap mata abu-abu Devan dengan binar kebahagiaan yang tak terbendung. "Itu ide yang sangat bagus, Hubby."

Di bawah perlindungan kokoh dari sang CEO dingin dan bimbingan strategis tak kasatmata dari janin ajaibnya, Alya tahu bahwa langkahnya ke depan akan selalu dipenuhi oleh kejayaan dan kebahagiaan yang tak tertandingi oleh siapa pun.

1
beybi T.Halim
keren ceritanya,gak menye menya,gas poll👍
Ariany Sudjana
haha dasar pelacur murahan kamu itu Mita, suami yang kamu banggakan, ternyata kalah jauh dibanding Devan Dirgantara 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
bagus Devan, orang sombong dari masa lalu Alya, memang harus dibungkam
Miu Miu 🍄🐰
seru ceritanya 😍
Ariany Sudjana
hahaha bangkrut keluarga Alexander, kalian salah cari lawan 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
harusnya dua tikus itu dibunuh saja
Ariany Sudjana
Alya gitu lho 😂😂
Ariany Sudjana
hahaha mampus kamu Tiffany 🤣🤣😂😂
Rina ylna
buat kalian yang emang bener² suka sama ceritanya, pliss kasih like, vote dan komen lanjut Thor biar aku makin semangat nulisnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!