NovelToon NovelToon
My Badboys Secret Husband

My Badboys Secret Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:10.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Myhani

Dalam tahap revisi

Menikahi seorang cowok yang jelas jelas sudah ia ketahui perilakunya setiap hari selalu berbuat onar dan terkenal karena kenakalannya

Tapi ia tidak bisa menolak untuk membatalkan perjodohan yang sudah di buat orang tua mereka bahkan sejak mereka bayi


Karya : Myhani
Ig : @srihani.92
Fb : @srihani
Tg : @srihani
WA : 0852-2141-5356

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenakalan Daffin

Waktu sudah menujukan pukul 22.30 ketika sebuah mobil sport silver metalik berhenti di depan rumah mewah milik Raditya prasetya, bersamaan dengan mobil BMW hitam milik Raditya masuk ke halaman rumahnya.

Radit berbalik kembali menghampiri mobil anaknya tersebut, dari dalam mobil keluar Tama dan Remon yang sudah menundukan kepalanya ketika mendapat tatapan tajam dari Radit.

"Mana Daffin?" bentak Radit kencang.

"Di-di dalam, Om." jawab Tama sambil melirik Remon.

"Daffin keluar!" lagi Radit berkata dengan suara tinggi.

"Apa sih pah?" Radit keluar dari dalam mobil dengan tubuh sempoyongan dan wajah babak belur.

"Thanks ya bro, sudah nganterin gue pulang." Daffin menepuk kedua bahu sahabatnya bergantian.

Tama dan Remon mengangguk pelan, karena mereka tidak mau terkena imbas dari kelakuan Daffin. Jalan terbaik saat ini adalah pergi dari tempat itu secepatnya.

Setelah kedua sahabatnya pulang. Daffin masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan sang papa yang masih marah-marah padanya.

"Daffin! Sampai kapan kamu akan seperti ini terus? Tiap malam pulang dalam keadaan babak belur dan mabuk." Radit sudah tidak dapat lagi mengendalikan amarahnya sat ini.

Daffin tersenyum sinis, dia masih berusaha meninggalkan papanya walau badannya terbentur sana sini.

"Papa mohon sama kamu, hentikan kelakuan brutal kamu ini! Papa sengaja menikahkan kamu dengan Nata lebih cepat, supaya kamu bisa lebih bertanggung jawab atas dirimu juga istrimu."

"Papa sayang sama kamu Daffin, Papa peduli sama kamu."

"Sejak kapan Papa peduli sama aku? Di rumah ini udah gak ada yang peduli lagi sama aku sejak mamah pergi, Papa hanya mentingin kerjaan Papa dari pada mikirin anaknya sendiri."

Dari atas tangga Nara menyaksikan pertengkaran antara anak dan ayah itu dengan hati yang tak karuan. Sejak tadi ia terbangun saat mendengar teriakan dari lantai bawah.

"Papa tahu? Papa adalah laki-laki paling egois tau gak? Gara-gara Papa, Mama meninggal. Semua karena Papa!!"

Plakk

Ucapan Daffin terhenti saat tamparan itu mendarat di pipinya, siapa yang melakukan tentu saja Papanya sendiri.

"Jaga bicara kamu! Ini semua bukan salah Papa. Papa juga tidak mau Mama kamu pergi ninggalin kita."

"Jelas ini salah Papa, kalau Papa tidak sibuk. Pasti Mama bisa dengan cepat di bawa ke rumah sakit saat itu dan sekarang Mama_" air mata Daffin mulai menetes meski tangisnya tak terdengar, "Papa egois, aku benci papah!!"

Radit kembali mengangkat tangannya, bersiap hendak menampar putranya.

"Stop, Pa! Nara mohon jangan tampar Daffin lagi!" Dengan sigap Nara berdiri di depan suaminya, menghalau pukulan yang siap mendarat kembali. Bahkan ia ikut meneteskan air mata melihat bagaimana kedua orang itu bertengkar di depannya.

Radit diam terpaku di tempatnya dan membiarkan Nara memapah Daffin ke lantai atas menuju kamar mereka, dengan susah payah Nara membawa Daffin menjauh dari sana karena pemuda itu berusaha menolak bantuan dari Nara.

"Gak usah sok baik lo sama gue." Daffin mendorong Nara hingga tubuhnya jatuh ke lantai.

Nara tak menghiraukan setiap makian yang keluar dari bibir Daffin. Sekarang ia tau Daffin menjadi seorang badboy karena kurangnya kasih sayang dari orang tuanya di tambah kelakuan papah nya yang kasar terhadapnya.

Mungkin dia seperti itu hanya untuk melampiaskan kekesalannya pada takdir kejam yang ia terima. Di mana untuk remaja seusia dirinya masih sangat butuh perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Nara bangkit dan kembali ke luar dari kamar. Tidak berapa lama Nara kembali dengan baskom dan handuk kecil di tangannya.

"Mau ngapain lo?" Daffin menepis tangan Nara yang sedang berusaha membersihkan luka-luka di wajahnya.

"Diam deh." ucap Nara dengan sedikit meninggi, kesal juga dirinya pada pemuda yang sudah menjadi suaminya itu.

Daffin akhirnya diam menurut, selama Nara mengobati lebam di wajahnya. Ia hanya menatap wajah Nara dengan lekat dan ekspresi yang sulit diartikan.

1
ALIKA🥰🥰CHEN ZHE YUAN.LIN YI
🤣🤣
ALVERAAAA B
ish ish ish
falea sezi
temen g ada otak
Qaisaa Nazarudin
Ini si Kama kan? Sampai gede dia tetap imut dan comel..😍😍😍🥰🥰🥰
Zia Sazia
bagus
Efvi Ulyaniek
aq kok lupa ya ma ini cerita..masa iya harus ngulang baca dr part awal
Naz Aza
koq disini aku jd gak suka sama nara ya...
Tatik 05
suka dr kls x kog cuma diem GK d ungkapkan ....nyeselkan skrg....
wulan A
Luar biasa
wulan A
bgs
Hera sasuwe
suka banget ama ceritanya seruuu
Shautul Islah
ga salah daffin juga kalau seperti itu,si naranya, ga bisa jaga sttsnya kalau dia istri orang
Shautul Islah
jadi kangen deh sama suami aku!!!padahal di tinggal 3 hari aja. aaaaaaa
Shautul Islah
sukurin kamu daffin, udah janji ee di langgar. sakit banget lah!!
Shautul Islah
kok bisa nangkep tangannya padahal kan ngga tau posisinya si nara, wah sinetron banget ini.
Zenk Senk
Kecewa
Lilik Mudrikah
kenapa visual Salma jauh lebih cantik dari Nara ?
padahal kan Nara tokoh sentralnya.
Alleza
emang klo badboy kebanyakan gtu yh hrus ditinggal dlu bru sadar
Suzieqaisara Nazarudin
Haaahaaaa.....ngakak aku...kesian deh daddy....🤣🤣🤣
Suzieqaisara Nazarudin
Ya Daffin junior banget mah...😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!