Maya dikhianati, difitnah, dan dibunuh oleh anak angkat yang direbut kasih sayang serta hartanya. Saat keluarganya sadar dan meminta maaf, semuanya sudah terlambat.
Namun Maya terbangun sebagai Chelsea putri kesayangan seorang penguasa yang ditakuti. Di kehidupan baru ini, ia dicintai dan dilindungi sepenuh hati. Musuh masih mengancam, tapi Maya tidak lagi lemah. Dengan pengalaman masa lalu dan kekuatan yang baru, ia bangkit untuk melawan kejahatan dan melindungi keluarga barunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocha Via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seorang Pelayan Melihat Vanessa Bertemu Pria Misterius
Bab 9
Hari hari terus berlalu dan setiap pagi saat aku membuka mata aku merasa beban di pundakku semakin berat namun juga semakin kuat. Petunjuk yang kutemukan di dekat gudang tua itu membuktikan bahwa ada sesuatu yang jauh lebih besar sedang terjadi dan aku bukan satu satunya orang yang terlibat di dalamnya. Ada banyak pihak yang tersembunyi di balik bayang bayang dan Vanessa hanyalah satu dari sekian banyak bidak catur yang bergerak di atas papan permainan yang jauh lebih luas dari yang bisa aku bayangkan. Namun hal itu juga memberiku harapan baru karena semakin banyak orang yang terlibat semakin besar kemungkinan ada orang lain yang melihat atau mengetahui sesuatu yang bisa membantu membongkar semuanya.
Beberapa hari setelah hujan deras itu Bibi Rina datang ke kamarku membawa makanan hangat seperti biasa dan kali ini wajahnya terlihat sedikit berbeda ada sesuatu yang ingin ia sampaikan namun tampak ragu ragu untuk mengucapkannya. Setelah ia meletakkan nampan di atas meja dan memastikan tidak ada orang lain yang mendengar pembicaraan kami ia duduk di tepi tempat tidurku dan berkata dengan suara yang pelan namun tegas ada sesuatu yang ingin aku ceritakan kepadamu Nona Maya. Sesuatu yang aku lihat sendiri dengan mataku kemarin sore saat hujan baru saja reda namun aku tidak berani berbicara kepada siapa pun selain kepadamu. Aku segera duduk di hadapannya dan memintanya untuk menceritakan semuanya secara lengkap tanpa ada yang disembunyikan sedikit pun.
Bibi Rina menceritakan bahwa kemarin sore saat ia sedang membersihkan halaman belakang yang masih basah terkena air hujan ia melihat Vanessa berjalan tergesa gesa menuju ke arah gudang tua di ujung halaman. Awalnya ia pikir Vanessa hanya ingin mengambil sesuatu yang tersimpan di dalam gudang itu namun kemudian ia melihat ada seseorang yang sudah menunggu di sana seseorang yang bukan orang yang bekerja di rumah ini dan tidak pernah dilihat oleh siapa pun di rumah ini sebelumnya. Pria itu berdiri di balik bayang bayang dinding dan sepertinya berusaha menyembunyikan wajahnya agar tidak dikenali oleh siapa pun. Bibi Rina berkata bahwa ia menyadari ada sesuatu yang tidak beres dari cara mereka berbicara dan cara mereka saling menyerahkan sesuatu satu sama lain seolah olah takut ketahuan oleh siapa pun yang lewat di dekat sana.
Bibi Rina juga melihat sesuatu yang membuatnya merasa sangat khawatir. Saat pertemuan itu hampir selesai ia melihat pria itu menyerahkan sebuah benda yang berbentuk kotak kecil berwarna gelap kepada Vanessa dan berkata sesuatu yang terdengar seperti perintah yang harus dilaksanakan secepat mungkin sebelum waktunya habis. Vanessa menerima benda itu dengan tangan yang sedikit gemetar seolah olah ia merasa takut sekaligus bersemangat pada saat yang bersamaan. Sebelum berpisah pria itu menunjuk ke arah bangunan utama rumah kami dengan jari telunjuknya yang panjang dan kurus lalu mengucapkan sesuatu yang tidak terdengar jelas namun ekspresi wajahnya terlihat sangat mengancam dan penuh peringatan. Vanessa mengangguk cepat lalu menyembunyikan benda itu di dalam saku bajunya yang paling dalam dan berjalan kembali menuju rumah dengan langkah yang terburu buru dan wajah yang tampak pucat seolah olah ia baru saja melihat sesuatu yang menakutkan.
Setelah pria itu pergi Bibi Rina berusaha melihat ke arah mana pria itu menghilang namun ia berjalan terlalu cepat dan menghilang di balik pepohonan yang rimbun sebelum sempat dilihat arah perginya. Bibi Rina berkata bahwa ia tidak berani berbicara kepada Ayah atau Ibu atau siapa pun di rumah ini karena ia tahu bahwa tidak ada satu orang pun yang akan mempercayainya dan Vanessa pasti akan menuduhnya berbohong sehingga ia bisa saja diusir dari rumah ini tanpa membawa apa apa. Namun ia tidak bisa diam saja setelah melihat hal yang demikian karena ia tahu bahwa sesuatu yang sangat berbahaya sedang direncanakan dan bahaya itu bisa menimpa siapa saja yang tinggal di rumah ini termasuk Nona Maya yang sudah diperlakukan tidak adil sejak awal kedatangan gadis itu.
Aku segera mengeluarkan buku catatanku dan mencatat setiap kata yang diucapkan oleh Bibi Rina secara lengkap dan teliti. Keterangan yang diberikan oleh Bibi Rina sangat penting karena ini bukan lagi hanya penglihatanku sendiri kini ada orang lain yang melihat hal yang sama persis membuktikan bahwa hal ini bukanlah khayalan atau tuduhan yang dibuat buat melainkan sesuatu yang nyata dan benar benar terjadi di tanah tempat kami berpijak setiap harinya. Aku juga mencatat tentang benda berbentuk kotak kecil yang diserahkan kepada Vanessa dan perintah yang diberikan oleh pria misterius itu sepertinya rencana besar mereka semakin mendekati waktunya dan langkah terakhir yang paling berbahaya akan segera dilaksanakan.
Setelah Bibi Rina kembali bekerja aku duduk sendirian dan membandingkan apa yang dilihat olehku dengan apa yang dilihat oleh Bibi Rina. Waktu pertemuan tempat pertemuan orang yang datang menyerahkan sesuatu dan menerima sesuatu semuanya sama persis. Yang berbeda hanyalah benda yang diserahkan pada pertemuan kali ini bukanlah amplop berisi dokumen melainkan sebuah kotak kecil yang tidak diketahui isinya namun terlihat sangat penting dan mungkin juga sangat berbahaya. Aku teringat kertas yang kutemukan di tanah yang berisi nama nama orang dan kode angka serta nama gedung di pusat kota. Semua hal ini seolah olah menjadi potongan potongan gambar yang perlahan lahan mulai tersusun menjadi satu kesatuan yang utuh dan semakin menakutkan bentuknya.
Sore itu Alena datang berkunjung seperti biasa dan kali ini aku menceritakan kepadanya tidak hanya apa yang aku lihat sendiri tetapi juga apa yang baru saja diceritakan oleh Bibi Rina. Wajah Alena menjadi sangat serius dan ia terdiam cukup lama seolah olah sedang memikirkan sesuatu yang berat di dalam kepalanya. Setelah beberapa saat ia berkata dengan suara yang rendah namun penuh perasaan yang serius dan mendalam benda berbentuk kotak kecil itu membuatku merasa sangat tidak tenang Maya. Jika mereka sudah memberikan benda itu kepada Vanessa berarti rencana mereka sudah sampai pada tahap yang paling akhir dan paling berbahaya. Kita tidak tahu apa yang ada di dalam kotak itu bisa saja sesuatu yang merusak sesuatu yang beracun atau sesuatu yang bisa melukai banyak orang sekaligus. Kita harus bergerak lebih cepat dari sebelumnya karena waktu yang tersisa mungkin tidak banyak lagi.
Alena juga membawa kabar yang baru saja ia dapatkan dari seseorang yang dikenalnya yang bekerja di kantor catatan sipil dan administrasi kota. Ia sudah mencoba mencari informasi tentang keluarga asal Vanessa namun tidak ada satu pun catatan resmi yang menyebutkan nama itu di tempat yang seharusnya ia tinggalkan sebelum diadopsi. Semua dokumen yang diserahkan kepada Ayah dan Ibu saat proses pengadopsian ternyata tidak bisa diverifikasi kebenarannya seolah olah dokumen itu baru saja dibuat khusus untuk keperluan pengadopsian saja tanpa ada riwayat sebelumnya yang asli dan sah. Hal ini membuktikan kecurigaan kami bahwa proses pengadopsian itu sendiri mungkin saja merupakan bagian dari rencana yang sudah disusun sejak lama dengan sangat rapi dan sangat licin agar tidak ada yang curiga dan tidak ada yang bisa menelusuri jejak asal usul gadis itu kembali ke tempatnya yang sebenarnya.
Malam itu aku menulis dengan tangan yang mantap di halaman baru buku catatanku. Aku menuliskan bahwa kini ada dua orang yang melihat hal yang sama persis aku dan Bibi Rina. Aku menuliskan bahwa dokumen pengadopsian ternyata tidak memiliki dasar yang asli dan sah. Aku menuliskan bahwa benda berbahaya sudah berada di tangan Vanessa dan perintah terakhir sudah diberikan kepadanya. Setiap hal yang tertulis di sini semakin memperkuat satu hal yang sangat penting semakin banyak bukti yang terkumpul semakin jelas terlihat bahwa tidak ada satu hal pun yang terjadi secara kebetulan di rumah ini. Semuanya direncanakan disusun dan dilaksanakan dengan tujuan yang sangat jahat dan sangat merugikan seluruh keluarga yang dulu sangat aku cintai meskipun mereka kini tidak lagi mempercayaiku.
Aku menutup buku catatanku dengan perasaan yang semakin teguh di dalam hati. Aku tidak boleh menunggu lagi sampai hal yang buruk itu benar benar terjadi. Aku harus menemukan cara untuk membuktikan semuanya sebelum terlambat. Namun aku juga tahu bahwa aku harus sangat berhati hati karena jika mereka menyadari bahwa rencana mereka sudah diketahui sebelum waktunya hal yang paling berbahaya bisa terjadi lebih cepat dari yang aku duga. Di satu sisi ada keluargaku yang buta dan tuli yang tidak mau mendengar dan tidak mau melihat di sisi lain ada musuh yang tidak segan melakukan apa pun demi tujuannya. Namun di sampingku ada Alena yang tidak pernah berhenti mencari kebenaran dan ada Bibi Rina yang berani berbicara meski takut dan ada buku catatan ini yang menjadi saksi bisu atas segala hal yang terjadi sejak hari pertama gadis asing itu melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah kami.
Langit di luar jendela sudah gelap dan bintang bintang bersinar samar samar di antara awan yang sesekali lewat. Di dalam kegelapan ini ada banyak hal yang tersembunyi namun tidak ada satu hal pun yang bisa tetap tersembunyi selamanya. Bibi Rina sudah melihatnya aku sudah melihatnya dan Alena semakin dekat untuk mengetahui siapa mereka sebenarnya. Hari di mana kebenaran akan terungkap semakin dekat dan semakin dekat pula hari di mana semua orang yang memalingkan wajah dariku akan datang melihat kenyataan yang selama ini mereka tolak untuk melihatnya sendiri.
Bersambung...