NovelToon NovelToon
Ada System Di Smartphone

Ada System Di Smartphone

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Contest / System / Sistem / Tamat
Popularitas:718.1k
Nilai: 4.4
Nama Author: [ Fx ] Ryz

Sinopsis:

Aku Rendy Purnomo, seorang pria biasa yang mendapatkan aplikasi yang tidak diduga yaitu Aplikasi Oracle. Aplikasi ini adalah aplikasi chat yang bisa menjawab pertanyaan apapun yang kita ajukan.

Selain itu, aku juga terpilih menjadi Agen Oracle yang dimana aku akan mendapatkan hadiah poin yang bisa ditukarkan dengan aplikasi-aplikasi yang tidak masuk akal lainnya seperti Camera Indigo, sebuah aplikasi yang mampu melihat makhluk tak kasat mata dan masih banyak lainnya.

Aplikasi Oracle itu didapatkan olehku disaat aku dan sekeluarga mengalami kecelakaan namun dalam kecelakaan itu hanya aku yang selamat. Saat pemakaman, aku bertemu dengan paman Andika yang tinggal di Fukuoka, Jepang dan mengajak diriku untuk tinggal bersama di sana.

Aku pun menyetujuinya dan kembali ke rumah. Saat itulah, tiba-tiba ponsel pintar milik ibuku menyala sendiri dan muncul aplikasi Oracle. Setelah mempelajari aplikasi tersebut. Aku barulah tahu bahwa diriku telah mendapatkan System di dunia nyata seperti didalam novel atau Anime.

Dan inilah kehidupanku dengan adanya System di Smartphone milik Ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebagai teman dekat

Chapter 34.

Aku Rendy Purnomo. Di pagi hari yang cerah ini, aku, Ryutaro, Kenzo dan Erika pergi ke apartement kakaknya Adine. Kami berkumpul di Myugen lalu, pergi bersama kesana dengan menempuh jarak sekitar sejam untuk sampai ke apartement kakaknya Adine.

Setibanya kami di lorong apartement terlihat kakaknya Adine sedang menutup pintu apartement nya dan ingin beranjak. Aku yang melihat itu sontak menyapanya.

“Kakak!” seruku memakai bahasa Indonesia.

Kakak dari Adine menoleh kearahku dan dia pun menjawab seruanku.

“Rendy!” ucap kakaknya Adine.

Lalu, kakaknya Adine dan kami berempat jalan secara berlawanan hingga dia berada didepan kami.

“Rendy, kenapa datang kesini? Kamu tidak kerumah sakit!” ucap Kakaknya Adine.

“Rumah sakit?!” ucap serempak kami.

“Eh? Mungkin, Adine tidak memberitahu kalian bahwa dirinya sedang dirawat!” ucap Kakaknya Adine.

Aku dan lain saling menatap serta memberikan kode ketidaktahuan kami masing-masing.

“Maaf, kak. Kami memang tidak mengetahuinya? Tapi, bagaimana keadaannya sekarang?”

“Sekarang sudah lebih baik namun dia masih harus dirawat beberapa hari di rumah sakit maka dari itu, ini kakak akan kesana membawa pakaian ganti dan lainnya,” jawab kakaknya Adine.

“Bolehkan kami ikut dengan kakak?”

“Tentu saja! kenapa, tidak? Ayo!” ucap Kakaknya Adine.

Aku dan lainnya saling bertukar pandang serta tersenyum.

Sesudah itu, kami pun pergi bersama-sama ke rumah sakit untuk menjenguk Adine.

Setibanya di rumah sakit, kami langung ke kamar tempat Adine dirawat.

Krekk!

Kami pun masuk diruangan rawat sendiri dan sedikit luas. Lalu, saat kami masuk terlihat sosok pria dan wanita dewasa. Aku menduga mereka adalah kedua orang tua Adine serta Kak Agus yang sedang bercanda dengan Adine.

“Adine, aku datang!” seru kakak Adine.

“Kak Davina, akhirnya kakak datang! sudah beli sushinya!” ucap senang dan manja Adine.

Saat itu, aku barulah tahu nama dari kakak perempuan Adine bernama Davina.

“Tunggu dulu, Adine! Lihat, aku bawa siapa!” ucap Kak Davina yang menoleh kebelakang.

Saat Kak Davina melihat kearah kami, aku dan lainnya berjalan mendekati Adine. Kedatangan kami pun menjadi perhatian kedua orang tua Adine dan Kak Agus.

“Rendy! Dan semuaaa!” ucap Adine kaget sambil tersenyum lebar.

Erika yang mendengar sapaan dari Adine membuatnya bergegas memeluknya.

“Adinee!” ucap Erika yang langsung memeluknya.

“Erika,” jawab Adine yang juga menerima pelukan dari Erika.

Aku, Ryutaro dan Kenzo tersenyum melihat sikap dari Erika tersebut.

Tidak lama, ayah dari Adine penasaran dengan sosok kami berempat.

“Davina, siapa mereka?” tanya Ayahnya Adine.

“Ayah, mereka adalah teman-teman Adine yang berada di kota ini,” ucap perkenalan dari Kak Davina.

Kami bertiga yang mendengar itu sontak membungkukan badan kami dan memperkenalkan diri.

“Salam kenal, paman! Aku Rendy, teman sekelas dan teman bandnya Adine!”

“Aku Ryutaro, salam kenal!”

“Aku Kenzo, salam kenal!”

Tidak lama, Erika pun melepaskan pelukan dan membungkukan badannya.

“Aku Erika, salam kenal!”

Saat kami memperkenalkan diri, aku melihat mata dari ayahnya Adine berkaca-kaca.

“Begitu ya, aku syukur meski Adine baru tiga bulan disini namun dia sudah mendapatkan teman dan Band?” ucap dari ayahnya Adine.

“Betul, tidak hanya sekedar teman. Festival pantai kemarin, Adine tampil diatas panggung dengan mereka,” ucap Kak Agus yang memotong pembicaraan.

“Apa Band? Festival? Yaa.. sayang sekali, ayah tidak bisa melihat perform mu di atas panggung. Pasti luar biasa! Apalagi kamu kan memang pencinta lagu jepang?” ucap ayahnya Adine melihat kearah kami dan putrinya tersebut.

“Ayah, bicara apa membuatku malu saja,” ucap malu-malu Adine sambil menutup wajahnya.

Kami semua yang berada diruangan itu tertawa senang.

Tidak lama, ayahnya Adine menatapku dan bertanya.

“Kalau dilihat-lihat kamu seperti orang Indonesia?” ucap ayahnya Adine mengunakan bahasa Jepang.

“Iya, paman. Aku orang Indonesia yang tinggal di kota ini bersama sepupuku, Ryutaro,” ucapku sambil menunjuk kearah Ryutaro dengan mengunakan bahasa Indonesia.

Ryutaro pun mengerti bahasa yang aku ucapankan sehingga dia menundukan kepalaku.

“Ohhh, ternyata benar! Pantas saja. Wajahmu tidak terlihat seperti orang Jepang,” ucap ayahnya Adine.

“Iya, paman.”

Seusai itu kami pun saling bertukar cerita sehingga ruangan rawat menjadi sangat ramai dengan canda dan tawa. Tidak lama kemudian, Ibu nya Adine berpamitan.

“Ya sudah, kalian lanjut temani Adine karena ayah dan ibu pamit dahulu!” ucap Ibunya Adine.

“Kenapa bibi dan paman terburu-buru?” tanyaku dengan bahasa Indonesia.

Ibunya Adine pun menoleh kearaku serta memegang bahu kananku.

“Bibi dan paman tidak bisa lama karena ada pekerjaan yang harus kami lakukan!”

“Rendy, semua. Paman dan bibi pamit dahulu!” ucap Ayah Adine.

Seusai mengatakan itu, aku, Ryutaro, Kenzo dan Erika berdiri lalu, membungkukan badan.

“Berhati-hatilah dan selamat jalan!”

“Wow, kalian memang anak-anak baik. Aku pergi!” ucap Ayah Adine dengan bahasa Jepang.

Sesudah bertukar salam, kami menegakan badan kembali. Lalu, ayah dan Ibu Adine mengencup dahinya setelah itu berpamitan meninggalkan ruangan.

“Biar aku antar!” ucap Kak Agus.

“Baiklah, kami duluan!” ucap ayahnya Adine sambil melambaikan tangan.

Seusai berpamitan, kedua orang tua dan Kak Agus meninggalkan ruangan rawat. Beberapa saat kemudia, aku pun terpikir sebuah ide.

“Nee … apa kalian lapar?”

“Tentu saja!” jawab Ryutaro dengan tegas.

“Baiklah, aku akan belikan makanan dan minuman! Kalian ingin apa saja?”

“Es jeruk!” ucap Erika.

“Kopi susu!” ucap Kenzo.

“Bento (Paket makan nasi) dan es jeruk!” ucap Ryutaro.

Lalu, aku pun melihat kearah Adine.

“Adine, kamu ingin minum atau makan apa?”

“Susu coklat!” jawab Adine sambil tersenyum.

“Oke, aku akan bawakan untuk kalian!”

Seusai mengatakan itu, aku pun meninggalkan ruangan inap dan bergegas lari menyusul kedua orang tua Adine ke arah pintu keluar dan setibanya di lobby, aku merasa lega karena masih melihat kedua orang tua Adine yang ingin menaiki taksi.

“Tunggu, paman!” seruku dari kejauhan.

Seruan itu membuat paman, bibi dan Kak Agus menoleh kearahku dan mereka menghentikan langkahnya ingin memasuki taksi.

“Rendy?” ucap bingung paman.

Tidak lama aku berada dihadapan kedua orang tua Adine.

“Nak Rendy, ada apa?” tanya Ibunya Adine.

“Maaf, ibu, paman! Ada yang ingin aku berikan!”

Saat aku mengatakan itu paman dan bibi saling bertukar pandang sedangkan aku mengambil sebuah lipatan kertas dari dompet lalu, aku berikan kepada Ayahnya Adine.

“Paman, ini lokasi tempat donor sumsum tulang belakang yang cocok untuk Adine!” ucapku sambil memberikan lipatan kertas.

“Donor sumsum tulang belakang?” ucap heran ayahnya Adine dan paman membuka lipatan kertas yang aku berikan.

“Ini …”

“Iya, paman. Itu adalah lokasi rumah sakit yang terdapat donor sumsum tulang belakang yang cocok dengan Adine.”

Ayah Adine pun mengerutkan dahinya begitu juga ibunya Adine. Tidak hanya kedua orang tua Adine, kak Agus juga ikut melihatnya.

“Cocok katamu! Bagaimana kamu tahu? Sedangkan kecocokan donor hanya mencapai lima persen saja?!” ucap ayahnya Adine yang meragukan informasiku.

“Paman, bibi. Percayalah kepadaku! Aku mohon!” ucap Adine sambil membungkukan badanku.

“Sebagai apa aku harus mempercayaimu? Sedangkan, kami sudah berkali-kali mendapatkan informasi ” tanya ketus ayahnya Adine.

Aku pun menegakan badanku kembali dan menundukan kepalaku.

“Itu…”

Awalnya aku ragu dan bingung menjawabnya namun setelah aku mengingat kenanganku dengan Adine membuatku kuat untuk mengatakan apa yang aku pikirkan?

Lalu, aku meluruskan pandanganku menatap ayah dan ibunya Adine.

“Sebagai teman dekat, teman yang ingin menyelematkan senyumnya, teman yang ingin selalu bersamanya dan teman yang ingin melihat menempuh masa mudanya.”

Saat aku mengucapkan itu, mata Ibunya Adine menjadi berkaca-kaca dan ayahnya Adine tersenyum lebar.

“Begitukah, baiklah. Aku percaya kepadamu dan kata-katamu itu tidak seperti seorang teman,” ucap ledek Ayahnya Adine.

Aku pun malu dan menundukan kepala.

“Maaf, paman dan bibi. Aku tidak bermaksud seperti itu.”

“Ayah, ibu. Percaya kepadanya!” ucap kak Agus yang menguatkan ucapanku.

Aku pun menegakan kepalaku dan melihat kak Agus.

“Jika kamu percaya kepadanya maka ayah dan ibu juga percaya!” ucap ayahnya Adine.

Tidak lama, ibunya Adine memeluk diriku.

“Terima kasih nak Rendy!” ucap ibunya Adine didalam pelukan.

Pelukan itu tidak lama dan ayahnya Adine memegang bahu kananku.

“Terima kasih Rendy dan tolong selalu jaga Adine selama disini!”

“Iya, paman, bibi!” ucapku sambil menganggukan kepala.

Tidak lama ayah dan ibu Adine menaiki taksi lalu meninggalkan aku serta kak Agus. Sesudah itu, aku melihat kearah kak Agus.

“Terima kasih kak Agus!”

“Bukan, apa-apa? Dan aku senang, kamu bisa jujur! Ngomong-ngomong, kamu berani juga bicara seperti itu didepan tunangannya Adine,” ucap Kak Agus.

“Maaf, kak Agus. Kakak, mau sampai kapan bersandiwara?” ucap sindirku.

“Hahaha … ketahuan ya,” ucap santai kak Agus dengan tawa kecil.

“Begitulah,” jawab santaiku.

“Kamu memang pintar, Rendy dan aku beruntung sebagai kakaknya Adine, dia berteman denganmu.”

“Aku juga memiliki Kakak yang pintar acting.”

Aku dan Kak Agus pun saling bertukar pandang serta tersenyum satu sama lain.

“Ya sudah, ayo, Rendy! Kita masuk kedalam! Adine dan lainnya akan mempertanyakan dirimu nanti!” seru kak Agus.

“Iya, Kak!”

Lalu, aku dan Kak Agus berjalan masuk bersama-sama dan membeli makanan serta minuman yang dipesan oleh Adine serta lainnya. Setibanya didekat kamar rawat Adine, Kak Agus menghentikan langkahnya namun aku masih terus berjalan dan saat aku menyadari langkah kak Agus yang terhenti. Aku pun menghentikan langkahku dan menoleh kebelakang.

“Rendy, bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanya Kak Agus yang berdiri sedikit jauh dariku.

“Iya, kak!”

“Apakah kamu menyukai, Adine?” tanya Kak Agus.

Aku pun menjawab dengan menghela nafas terlebih dahulu.

“Iya, kak. Aku menyukai Adine!” ucapku sambil menganggukan kepalaku disertai dengan senyuman.

“Begitu ya. Aku lega mendengarnya!”

Seusai menjawab itu, Kak Agus melangkah kembali dan kami pun masuk ke kamar rawat. Setibanya disana, kak Agus tidak membahas apapun disana.

Semoga saja perasaanku sampai kepadanya…

1
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
MC lemah 🙄🙄
fendy haodi
Luar biasa
♛★★★★★★SAINTSWORD★❃★★★★★★★★
bagusnya kalo pake foto Al atau anime
siKocak
semoga kisah petualangan dan perjuangan Rendy masih berlanjut
siKocak
semoga ada kelanjutan ceritanya
FD21
sepuluh rekening g tuh😹😹😹
FD21
mang eak😂😂😂
uwa_botak
Luar biasa
ester agustina
Wah kita sama golongan/Smile/
♛★★★★★★SAINTSWORD★❃★★★★★★★★: kenapa pake kata aku gak enak dibaca pake aku
total 1 replies
Kaira
Luar biasa
Gede Renbounty
thor gmn kabar utk saham online nya... apa rendy sdh bermain saham apa belum thor
biar mcnya dpt kekayaan juga
Irfan Saputra
y

wiklworpp
Irfan Saputra
ii
Sang M
memalukan host payah. gak punya nyali dan dominasi. close aja. bosan
Sang M
lama2 membosankan.kurang menarik
Sang M
jelas system.....goblok lu....
Munif Mutawakil
Luar biasa
Fabrigio
menyebalkan
Fabrigio
ups, sudah jelas aku mah sohi suka dengan rend
Fabrigio
Rendy kan udah menangis seluruh levelnya, berarti anator supermarket semuanya ada berhak dengan dia gitu koma, garis baru bagi yang tahu tolong kasih tahu ya guys, thank you so much, selamat membaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!