Sebuah Pertemuan begitu singkat dengan seorang Putri kecil dan Seorang Pria
Membuat kehidupannya berubah drastis...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanuwawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3 Detik
Alia yang ditarik Rendi pun terhuyung badannya. Dengan wajah cemberut menatap punggung Rendi yang menyebalkan.
" hah , Abang ini kenapa suka sekali. menarik lengan baju ku " ucap Alia saat sampai dikamar Amira
" Salah siapa kalau jalan itu lambat " ucap Rendi asal.
" Enak aja, siapa yang lambat ? Abang nggak ingat waktu itu Alia ngalahin yang lain saat berjalan 1000 langkah Abang aja kalah beberapa menit tuh dari Alia.
flashback on
Saat libur kerja mereka semua pergi ke lapangan dilingkungan dekat komplek mengadakan lomba berjalan 1000 langkah untuk perempuan dan 1100 langkah untuk laki-laki dan Alia dan yang lainnya diajak bunda untuk ikut lomba bersama bunda. Agar bunda ada temannya sedangkan Rendi disuruh bunda juga ikut bersama mang Asep. Dipertandingan itu Lomba jalan 1000 langkah perempuan dimenangkan Alia dan Dina juara 3 sedangkan dilomba laki - laki Rendi yang menang juara pertama dan saat lomba berlari keluarga 200 meter dengan 4 orang ada Bunda, Rita, Alia dan Rendi mendapatkan juara 1.
Flashback off
" Itukan beda Abang sama tim laki laki jaraknya 1100 kamu cuma 1000 ayo mau bilang apa lagi ? ucap Rendi dengan nada sedikit sombong.
" Ya sama ajalah kalau Alia tanding sama Abang juga Alia pasti menang " ucap Alia dengan percaya diri walaupun nggak yakin dia menang dari bang Rendi
" Ohh, jadi kamu nantangin saya. Oh ya udah Ayo kita buktiin " ucap Rendi agar bisa jalan jalan dengan Alia berdua.
" Siapa juga yang nantangin Abang kepedean banget " ucap Alia sedikit nyolot tetapi dengan mimik Wajah yang mengemaskan bagi Rendi.
" Ya udah kalau gitu buktiin aja nanti di lapangan lari gimana ? " ucap Rendi sambil menaik turunkan alisnya.
" Terserah " ucap Alia karena berdebat dengan Rendi tidak akan ada habisnya.
" Oke Dil, nanti Minggu kita buktiin siapa yang hebat." mencubit lengan baju Alia seperti bersalaman.
" Aahh, Abang udah ya jangan tarik tarik lengan baju Alia. " ucap Alia dengan jutek sambil berlalu memasuki kamar Amira
" chh anak ini benar benar yah " ucap Rendi sambil tersenyum.
Alia menghampiri Amira yang sudah bangun da sedang main mainan dalam box tidurnya.
" Assalamualaikum, Amira selamat pagi " ucap Alia dengan senyuman dan menopang wajahnya dengan kedua tangannya di pinggiran box.
" Walaikumsalam, aunty pagi. " ucap Amira sambil mencium pipi Alia, Alia tersenyum dan langsung mencium pipi Amira balik. Lalu Alia membawa Amira ke kamar mandi untuk membersihkan badan, setelah itu Alia memakaikan baju dress pada Amira. Mereka turun untuk sarapan pagi.
" Selamat pagi Oma, Om, Bi ami " ucap Amira tersenyum di gendongan Alia, Alia hanya mengangguka kan kepala kepada mereka dengan senyuman.
" Wah cucu Oma, udah wangi nih dimandiin sama aunty nya seneng banget nih " ucap Oma berdiri dari duduknya langsung mencium pipi Amira, Amira hanya tersenyum disusul Rendi mencium kening Amira.
" Ayo Amira sarapan dulu, sini sama om oke " ucap Rendi mengambil Amira dan mendudukinya ke kursi ( khusus untuk Amira )
" Ayo nak sarapan bersama kami " ucap bunda mengajak Alia, Alia hanya tersenyum dan langsung duduk.
Rendi yang sibuk menyuapi Amira, membuat bunda berinisiatif agar Alia juga mau menyuapi Rendi makan.
" Nak, makan dulu makananmu atau bunda suapi yah ? " ucap bunda pada Rendi yang membuat Rendi malu sambil melihat Alia tetapi Alia hanya menatap Rendi biasa saja karena baginya mau masih bayi, anak-anak atau dewasa pun seorang anak pasti terlihat masih anak-anak bagi ibunya.
" Hah, bunda yang benar saja nanti saja Rendi menyusul bunda makan saja dulu Rendi bisa sendiri. " ucap Rendi dengan muka datarnya.
" Bunda makan saja sarapannya Alia sudah beres makannya, biar Alia yang siapkan sarapan bang Ren " ucap Alia karena melihat piring bunda yang masih banyak dan Alia hanya memakan roti saja.
" Baiklah terimakasih nak " ucap bunda tersenyum puas.
" Nanti aku bisa ambil sendiri " ucap Rendi menatap Alia.
" Mau sarapan apa nasi, atau roti ? " ucap Alia melihat ada nasi goreng dan roti.
" Roti saja " ucap Rendi tanpa menyianyiakan tawaran dari Alia kapan lagi kesempatan seperti ini. karena Alia begitu cuek padanya.
" Baiklah " Alia membuat roti dengan selai kacang untuk Rendi lalu menyuapi Rendi dan Rendi menyuapi Amira. Dengan sengaja Rendi perlahan lahan menyuapi Amira walaupun makanan Amira tinggal sedikit agar Alia tetap menyuapi nya. Bunda hanya tersenyum dengan tingkah Rendi. Rendi dengan muka datar walaupun didalam hatinya begitu senang dengan perlakuan Alia padanya.
" Abang ini mukanya selaaluu datar " ucap Alia dalam hatinya. Bunda sudah menghilang dari meja makan.
" Oke selesai " Ucap Alia dengan Rendi yang sudah menghabiskan 3 potong roti, lalu Alia membawa kain untuk mengelap bibir Rendi yang ada selai kacangnya, saat akan mengelap bibir Rendi Amira tidak sengaja mendorong Alia membuat wajah Alia begitu dekat dengan Rendi hanya 3 detik saja Alia dan Rendi bertatapan membuat jantung keduanya berdetak 2 kali lebih cepat, tetapi Alia langsung memundurkan wajahnya lalu memberikan kain kepada Rendi untuk mengelapnya sendiri karena kedua tangannya sudah nganggur.
" Ini, dibibir Abang ada selai nya lap nih " langsung memberikan pada Rendi lalu mengambil Amira ke gendongannya.
" Makasih, oh ya Al kamu disini seharian kan ? " ucap Rendi.
" Iya, karena 3 hari ini Alia nggak akan kesini dulu " ucap Alia yang membuat Rendi heran
" Kenapa emangnya, kok nggak kesini nanti kalau Amira nyariin gimana ? ucap Rendi bertanya beruntun.
" Alia ada proyek di luar kota, tadi Alia udah jelasin sama Amira, Amira juga nggak apa apa katanya. Iyakan Amira ? " ucap Alia
" Iya aunty, tapi cepetan punyang yah amila maunya sama aunty telus . " Ucap Amira dengan berkaca-kaca.
" Ah Amira jangan sedih dong, kan tadi kita udah janji karena aunty harus kerja nanti pulangnya aunty bawain mainan kesukaan Amira, Aunty janji akan cepat pulang oke, nanti Amira juga bisa telpon aunty pakai handphone Oma yah " ucap Alia mengelus-elus kepala Amira.
" Iya aunty " Ucap Amira tapi masih dengan nada sedih.
" Oh lihat lah aunty masih disini sama Amira, masih ada waktu melihat jam tangannya waktunya masih ada 9 jam lagi aunty disini kita akan bermain sepuasnya oke, Amira mau main princess bersama aunty kan ? " ucap Alia lembut penuh kasih sayang.
" Iya, sekarang aunty kita mainnya di kamal amila ayo " ucap Amira dengan senyum diwajahnya.
" Apa om boleh ikutan ? " ucap Rendi
" Tidak ! Om kan laki - laki " ucap Amira dengan lucu.
" Oooh " ucap Alia gemas pada Amira
" Yaaah, Om Ren juga mau ikutan om kan bisa jadi pangeran nya." ucap Rendi
" Ah iya yaudah om boleh ikutan " Ucap Amira
" Oke ayo kita main " ucap Rendi.
Mereka bermain bersama saling tertawa sampai Amira mengantuk lalu tertidur karena ini juga sudah waktunya Amira tidur sudah jam 2 siang mereka bermain bersama dengan Bi Ami, bunda dan mang Asep juga. Rendi langsung memindahkan Amira ke kamar nya.
" Jadi kamu berangkat malam ini ? " ucap bunda.
" Iya Bun, Alia berangkat malam ini juga cuman tiga hari Disana jika ada waktu Alia akan menelpon panggilan video Bun. " ucap Alia setelah memberitahukan bahwa dirinya akan pergi keluar kota.
" Baiklah sayang hati - hati Disana, jangan lupa makan mu oke " ucap bunda dengan khawatir.
" Baiklah bunda, bunda karena Amira tidur Alia akan pulang dulu sebentar ke rumah mau ngambil tas Alia dulu biar dari sini langsung ke bandara Bun. " ucap Alia
" Baiklah nak, tunggu sebentar biar Rendi yang mengantarkan mu " ucap bunda.
" Bunda tidak usah nanti merepotkan bang Rendi bukannya bang Rendi biasanya suka pergi jam 2 jika shift nya malam Bun ? " ucap Alia biasanya Rendi jika shift malam jam 2 siangnya selalu pergi dan kembali jam 4 sore saat awal-awal Alia mengenal Rendi.
" Hari ini tidak sepertinya nak, tanyakan saja pada Rendi sebentar lagi turun dia. " Ucap bunda dan benar saja Rendi datang .
" Ada apa Bun ? " ucap Rendi karena heran melihat mereka menatap nya.
" Kamu hari ini tidak pergi kemana-mana kan ? Alia akan pulang dulu mengambil tasnya biar nanti langsung pergi ke Bandara katanya. ucap bunda
" Ah hari ini Rendi hanya akan pergi membawa barang di asrama Saiful, Rendi akan antar Alia kerumahnya mumpung Amira lagi tidur biasanya dia tidur 2 jam kalau tidur siang " ucap Rendi.
" Baiklah, berangkat saja sekarang nak takut hujan nanti " ucap bunda pada Alia dan Rendi.
" Iya Bun, Alia duluan aja tunggu diluar, Abang mau ambil kunci motornya dulu.
" Iya bang " Alia lalu pamitan pada bunda .
Mereka pun menggunakan motor untuk pergi dulu ke asrama Saiful .
cepet ya lanjutnya
🙏🙏ya...saran aja tlg dirapiin lagi tulisannya... aq jg tau klo nulis novel, cerpen dll itu susah tp kn sayang bnget karyamu klo dah bagus2 tp kurang peminatnya cuma krna tulisannya kurang rapi...semangaaaatt terus buat brkarya..