Season 1
Livia Morens 20 tahun harus dihadapkan dengan pria Posesif bernama Rusell Wins 35 tahun, yang mengikatnya dalam pernikahan tanpa cinta, berada didalam tekanan, Livia harus menyerah atas nama sayang untuk putri Rusell yang bernama Angel.
Sementara Roni mantan tunangannya tidak menyerah akan cintanya, ia bertekad akan mencari Livia sampai kapanpun dan membawa kembali Livia ke pelukannya.
Season 2
Menceritakan tentang anak-anak Rusell dan Livia, Rafael Wins 20 tahun dan Angel 22 tahun tumbuh menjadi pria tampan dan wanita sukses. namun dibalik suksesnya Rafael dan Angel ternyata mereka masing-masing menyembunyikan sisi jiwanya yang gelap. seperti ayahnya Rafael punya obsesi lebih pada hubungan cinta satu malam.
Rafael menjadikan seorang gadis Zefanya Arneta 19 tahun, pria itu menekan Zefanya sebagai pelampiasan segala obsesi dari sisi gelapnya...sekaligus dendamnya karna dihianati mantan tunangannya Elena Rive.
Apakah Zefanya akan bertahan.....?
Angel juga punya kecendrungan ingin menguasai, sombong dan angkuh sampai ia bertemu sosok pria yang akan mengubah hidupnya. pria itu bernama Wiliam Pearl 28 tahun yang menyimpan dendam yang begitu besar pada Angel.
Akahkah Angel takluk.....
Bagaimana akhir cinta mereka? yukk ikuti ceritanya🥰😍
Jangan lupa dukung Author ya....dengan Like, koment dan Vote.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vitanov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mendekati hati
Rusell berjalan kesana kemari begitu bingung, hari ini dia akan mencoba mengambil hati Livia yang tidak mau menyentuh makanan sama sekali. bahkan para pelayan tak ada yang bisa membujuknya.
"Tuan Rusell makanannya sudah jadi." ucap seorang chef yang ia panggil untuk mengajarinya memasak.
"Apakah ini enak baginya."?
"Tentu saja tuan Rusell anda sudah bekerja keras untuk itu."
"Baiklah."
Rusell meraih sup yang sudah siap dalam mangkuk dan membawanya ke kamar Livia. ia berharap Livia mau memakannya.
Pintu kamar terbuka, dan Rusell tertegun melihat Livia yang sedang duduk dipinggir balkon dan menatap jauh. Rusell mendekatinya dan meletakan sup di atas meja.
"Livia."
"Aku tidak ingin menyentuh apapun Rusell, menyerahlah." ucap Livia tak sedetikpun menatap Rusell.
Pria itu mendekati Livia seraya menatap wanita itu dengan dalam.
"Livia...kau tau dalam hidupku pantang untuk aku merayu seorang wanita, aku tidak sesabar itu..tapi ketika bersamamu aku menurunkan egoku."
"Aku tidak perduli sedikitpun." tatap Livia menantang.
"Benarkah." Rusell menatap Livia sekalgi lagi.
"Angel akan pulang besok."
Liviia menoleh tak percaya, rasanya airmata akan mengalir lagi. dia sudah sangat merindukan Angel putri kecilnya meski dia sangat membenci Rusell tapi tidak untuk Angell. dia sudah merasa Angell adalah anak kandungnya.
"Kau benar-benar membawanya pulang"?
"Hhhm...dengan satu syarat."
"Apa."?
"Kau harus makan makananmu dan jangan membantah kata-kata perawatmu."
Livia mengangguk setuju...
Mengabaikan Rusell ia mendekati meja dan mulai makan dalam diam. sesekali ia menatap Rusell yang menatapnya.
"Mengapa menatapku."? lirik Livia kesal.
"Apakah makananya enak."?
"Hmm..pasti chef yang memasak." ucap Livia yang tidak pernah memperhatikan wajah Rusell yang kesal.betapa dia sudah berusaha memasak dengan segala upaya dan akhirnya nama chef yang dipuji Livia.
"Kau tidak tau kalau aku yang."
"Aku sudah kenyang, sekarang keluarlah dari kamarku kau sudah berjanji kita pisah ranjang dan kau tidak boleh menyentuhku." Livia melirik kesal.
"Yah...itu..aku."
"Keluar sekarang Rusell, atau aku akan benar-benar marah." tatap Livia penuh peringatan."
Rusell hanya bisa mngusap wajahnya dan meninggalkan Livia sendiri. Livia mengepalkan tangannya dengan kuat, aku akan mengalah sebentar saja..kalau aku tidak bisa melepaskan diri maka Rusell pria itu yang harus pergi selamanya. desis Livia pwnuh dendam.
Sementara Rusell mendengar semua perkataan Livia dengan sangat jelas karna semua kamar dirumah ini sudah disadap olehnya jadi..setiap dinding punya telinga dan mata untuk mengawasinya. Rusell tersenyum kejam. ia akan mengikuti semua permainan Livia dan menjebaknya agar wanita itu merasa sangat bersalah. Rusell meninggalkan ruangan Livia dengan senyuman licik.
❤
Angel akhirnya pulan bersama seorang pelayan dan disambut Livia yang langsung memeluknya tidak sabar.
"Mama kangen sekali sayang." ucap Livia dengan bahagia lalu mencium pipi Angel dengan gemas.
Sementara Rusell hanya menatap dengan tajam kebersamaan Livia yang membuatnya bahagia.lalu menjauh dari sana.
❤
Tengah malam Rusell masuk kekamar. ia sudah terlalu merindukan untuk tidur bersama Livia dan Angell dala satu kamar. namun karna pertengkaran itu hubunan mereka juga semakin renggang. malam ini ia sudah bertekad untuk bisa mendekati Livia dan merasakan kehangatan istrinya.
Diraihnya tubuh Livia dan membawanya dalam pelukan posesifnya. Livia masih belum sadar apa yang terjadi.
Rusell menguasainya dalam cinta dan nafsu yang tak mampu ia tahan.
otak author tidak bermoral jadi semua kelakuan menjijikan livia dia benarkan, aku rasa kelakuan livia sama saja kayak author, murahan, menjijikan, munafik,
semangat kkak author....
critan6a menarik, menguras emosi kadang sedih, suka, kadang seneng dan sedikit sulit di tebak alutnya tapi aq suka....
semangat 💪💪💪
tpi darel bilang ke dion kalau dia bisa punya adek,
jadi binggung apa damian punya kembaran....
semangat kak author....
di awal gk papa belum tentu seterusnya....
karna dia tau kalau alex bisa melindungi angel dan juga anaknya.....
semangat kkak author.....
left lah, annyeong...
dia begitu tegas pada suaminya memarah suaminya didepan lelaki lain, kalau dengan lelaki lain begitu lembut tidak mau menyakiti hati pria lain tapi perasaan suami tidak peduli, dia bebas peluk dengan alasan pertemanan menjijikan, oi livia istri laknat suami bicara dengan perempuan lain saja kau sudah cemburu, author yang terhormat mau nanya kalau author dimarahi suami author didepan wanita lain atau pelakor dan suami author begitu lembut bicara pada pelakor tapi pada author kasar apakah author tidak sakit hati, adil kalau buat cerita jangan begitu memuja pebinor karena karya mu adalah gambaran karaktermu dan sesungguhnya wanita yang memuja pebinior sudah dipastikan bukan wanita setia
huhuuu sedih bngt ceritanya