NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Penuh Hasrat

Cinta Terlarang Penuh Hasrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Molly Marco

Warning

Lima tahun menikah, sikap Elang pada Rindu tetap sama. pria itu jarang menyentuh istrinya, padahal Rindu memiliki hasrat yang tinggi.

Rindu yang merupakan anak yatim piatu dengan perangai santun dan lembut, memberikan pesona pada wanita paruh baya yang tak lain adalah Bella, Ibu kandung Elang. Lalu, mereka pun dijodohkan.

Siapa sangka, ternyata sikap dingin Elang menutupi sebuah rahasia yang tidak diketahui Rindu. Dan saat rahasia itu terungkap, Rindu pun memiliki rahasia yang sama.

Rahasia apa yang tersimpan dalam rumah tangga yang selalu Rindu pertahankan mati - matian hingga akhirnya ia memilih menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Molly Marco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terasa Berbeda

Terasa berbeda

“Tidak ada.”

Dengan cepat, Rindu menggelengkan kepala. Dan, Elang hanya membalas dengan membulatkan bibirnya. Tidak ada niatan dibenak Rindu untuk mengatakan bahwa bosnya sekarang bukanlah Dirga, melainkan Rayen, ayah dari kekasih gelapnya, meski bukan ayah kandung.

Pria itu juga memiliki peran penting di perusahaan Elang, karena saat perusahaan Elang sempat diambang kebangkrutan, Rayen menolong dengan memberikan beberapa tender yang biasa ia pegang kepada Elang.

Semula, Rayen simpatik pada pemuda itu, pada kegigihan Elang dan kasih sayang yang tampak untuk ibunya. Rayen membayang dirinya adalah Elang muda, yang dibesarkan hanya dengan seorang ibu karena sang ayah meninggalkannya tepat di usianya yang baru delapan tahun. Dan, ketika ia baru saja membahagiakan sang ibu, ibunya pun harus pergi kehadapan Ilahi tepat di tahun kedua setelah menikah dengan Vera.

Rindu kembali berjalan ke arah lift, diikuti oleh Elang dibelakangnya. Sesuai keinginan Elang, mereka pun pulang dengan menggunakan mobil.

Sementara di lantai enam, Rayen berdiri di depan jendela besar di dalam ruangannya. Ia menuangkan minuman ke dalam gelas dan meneguknya sambil satu tangannya dimasukkan ke dalam saku.

Ingatan Rayen berputar ke masa delapan belas tahun lalu. Masa dimana ia memulai perjalanan karir dan cintanya. Kala itu, Rayen adalah pemuda miskin yang hanya mengandalkan kepintarannya. Kuliah karena beasiswa dan lulus dengan predikat cumlaude menjadikan Rayen terpilih sebagai orang kepercayaan dari seorang pengusaha yang bernama Hegar Danuarta.

Hegar memiliki putri semata wayang yang bernama Vera. Di gelora mudanya, Rayen menyukai Vera yang cantik dan seksi. Vera kerap memakai pakaian seksi, apalagi saat di rumah, membuat gelora kelelakian seorang Rayen terkadang bangkit. Hubungannya dengan Hegar yang intens sebagai orang kepercayaan membuat Rayen sering ke rumah bosnya dan sering bertemu Vera. Di sana, ia pun mulai mencintai wanita itu. Tapi sayang, Vera sudah memiliki kekasih.

#Flashback on

“Pak, ini berkas yang anda minta.” Rayen menyerahkan beberapa kertas kepada bosnya.

Ia meletakkan kertas itu tepat di atas meja kerja Hegar.

“Ray, saya memitamu ke sini bukan untuk membicarakan pekerjaan,” ujar Hegar.

Di rumah besar itu, kedua pria yang berbeda usia tengah duduk berhadapan. Sebelum kedatangan Rayen di rumah ini, Hegar baru saja marah besar. Putri semata wayangnya yang sangat disayang ternyata berbuat kesalahan besar yang membuatnya murka.

“Ada apa, Pak? Anda terlihat pusing. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Rayen dengan penuh tanggung jawab.

“Ya, saya memang sedang pusing. Pusing karena kelakuan putri kesayanganku,” jawab Hegar sambil memegang kepalanya.

Rayen mematung. Ia hanya bisa menjadi pendengar ketika bosnya berkeluh kesah tentang keluarganya, terutama Vera.

“Kamu tahu, saya tidak suka Vera berhubungan dengan pria itu. Siapa namanya?”

“Doni, Pak.” Rayen menjawab tegas.

“Ya. Dia. Pria itu membawa pengaruh buruk pada putriku. Sejak pacaran dengannya, Vera jadi sering pulang malam dan pergi ke klub malam.”

Kemudian, Hegar menatap wajah Rayen dan berkata lagi. “Kamu tahu, apa yang pria itu lakukan pada putriku?”

Kepala Rayen menggeleng. “Pria brengsek itu menghamili putriku.”

Rayen terkejut.

“Saya merindukan putri saya yang dulu. Yang penurut, kalem, dan tidak macam‑macam.”

Lalu, Hegar mencondongkan tubuhnya ke depan, agar bisa berbicara dengan Rayen lebih dekat.

“Rayendra, saya percaya padamu. Saya lebih suka kamu yang menjadi menantu saya dibanding pria itu.”

“Ray nikahi Vera. Jadilah menantuku dan cintailah anak yang ada di dalam kandungannya seperti anakmu sendiri. Saya akan mati dalam keadaan tenang, jika kamu memenuhi permintaanku,” ucap pria paruh baya itu lagi.

Rayen kembali terkejut. Keterkejutannya kian besar. Meski ia menyukai Vera, tapi ia tidak berharap untuk menjadi suaminya. Rayen juga tidak mau menjadi orang ketiga di antara kedua orang yang sedang saling mencintai.

“Tapi, Pak. Saya …”

“Tidak ada tapi‑tapian.” Hegar langsung memotong perkataan Rayen. “Kamu tahu, Ray. Umurku tidak lama lagi. Aku mengidap kanker paru. Dan, aku tidak akan tenang jika Vera menikah dengan pria brengsek itu. Pria itu hanya ingin memoroti hartaku saja. Kalau mereka sampai menikah dan hartaku habis, pasti putriku akan ditendang dan menjadi gelandangan.”

“Aku mohon, Rayen. Nikahi putriku! Aku sudah melakukan apa yang kamu inginkan. Aku sudah membiayai perawatan ibumu sampai sembuh. Aku juga sudah membeli vila yang kamu inginkan untuk mewujudkan keinginan ibumu. Sekarang, aku hanya ingin satu hal. Permintaanku hanya ini saja, tidak ada yang lain. Lagipula, kamu juga menyukai putriku kan?”

“Ayolah, Rayen. Aku tahu putriku bukan putri yang baik karena dia sudah hamil dengan orang lain. Tapi, sekali lagi, ini demi aku.” Hegar kembali menekan Rayen dan mengungkit segala hal yang telah dia berikan.

Rayen meminta waktu untuk berpikir. Selama ini, Vera menjadikannya sebagai tempat berkeluh kesah. Vera juga menangis di dada Rayen ketika Doni, sang kekasih yang telah menebar benih di rahimnya itu tak mau bertanggung jawab.

“Ray, aku harus bagaimana?”

“Kamu sudah mengatakan tentang kehamilanmu padanya?”

“Sudah.” Vera mengangguk. “Tapi, dia tetap ingin pergi ke Australia. Dia ingin melanjutkan studinya di sana.”

“Kalau begitu, kamu ikut dengannya ke sana,” jawab Rayen.

“Tidak. Dia tidak mau. Dia sudah berjanji pada orang tuanya untuk menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu baru menikah.”

“Tapi dia harus bertanggung jawab, Vera.”

Kemudian, Vera yang saat itu tengah mengandung Miska menengadahkan kepalanya untuk menatap Rayen. Wanita itu menggeser tubuhnya hingga mereka duduk tanpa jarak.

“Ray, aku setuju dengan permintaan Papa.”

“Maksudmu?” tanya Rayen pura‑pura tidak mengerti.

“Aku bersedia menjadi istrimu. Terimalah aku! Dan terimalah bayi yang aku kandung ini seperti anakmu sendiri. Aku mohon, Ray.”

Rayen terdiam. Tubuhnya kaku seperti patung. Di satu sisi ia juga menyukai Vera dan kasihan dengan kondisinya, namun di sisi lain ia harus menerima anak yang bukan darah dagingnya.

Orang lain yang berbuat enak, Rayen yang menanggung akibatnya. Namun, berkat ketulusan dan kelembutan hatinya, Rayen pun menerima Vera sebagai istrinya.

Rayen bertekad akan menyayangi anak yang ada di dalam kandungan wanita itu, meski bukan darah dagingnya sendiri. Dan hal itu terbukti nyata. Setelah bayi perempuan itu lahir dan diberi nama Miska, Rayen benar‑benar menyayangi anak tersebut.

Meski bukan darah dagingnya, Rayenlah yang mengumandangkan azan saat Miska lahir ke dunia. Rayenlah yang bertanggung jawab sepenuhnya, tetap setia dan memberikan kasih sayang yang utuh kepada Miska. Ia pun berusaha menjadi suami yang baik bagi Vera.

Berkat ketulusan dan tanggung jawab itu, Hegar menghadiahkan tiga puluh persen asetnya pada sang menantu. Namun untuk pengelolaan, semua penuh dibawah kendali Rayen. Dan Vera memiliki tujuh puluh persen aset itu.

Hanya ada satu perjanjian yang Hegar buat agar pasangan itu tetap langgeng bersama hingga tua. Isi perjanjian yang menyatakan bahwa jika alah satu berselingkuh, maka semua aset akan berpindah pada pasangan yang menjadi korban.

“Jika suatu hari, Rayen berselingkuh, maka aset tiga puluh persen miliknya akan kembali kepada pihak pertama yang disebut adalah Vera. Dan sebaliknya, jika Vera berselingkuh, maka aset pihak pertama otomatis akan jatuh pada pihak kedua yaitu Rayen.”

#FlashBack off

Rayen menarik nafasnya kasar. Setelah delapan belas tahun menemani Vera dan menerima wanita itu apa adanya, ini balasan dari Vera untuknya.

Selama ini, ia mencoba mengerti semua keinginan sang istri. Bahkan, Rayen mengerti ketika Vera tak ingin memiliki anak lagi. hal itu terjadi, karena saat persalinan, Vera mengalami pendarahan hebat dan mengakibatkan trauma mendalam. Rayen pun berusaha ikhlas untuk tidak memiliki keturunan.

Namun, semua ketulusan itu dikhianati Vera. Waninta itu malah kembali menjalin hubungan dengan Doni, ayah kandung Miska.

Doni muncul beberapa bulan terakhir. Mereka bertemu di sebuah event peragaan busana yang dipanitiai oleh Vera dan rekan‑rekannya saat di Singapura. Kebetulan, Doni memang berdomisili di negara itu.

Dada Rayen begitu sesak ketika mengetahui perselingkuhan sang istri. Melalui orang suruhannya ketika mendapati gelagat aneh sang istri satu bulan terakhir ini, ia pun menemukan beberapa bukti. Tapi, Rayen belum mendapatkan bukti yang cukup banyak. Setelah semua terkumpul dan mendapati Vera bergumul dengan Doni tepat di depan matanya, saat itu juga ia memiliki aset yang selama ini ia perjuangkan untuk membuatnya menjadi lebih besar.

“Rindu, kita sama‑sama orang yang tersakiti.”

Tanpa Rindu ketahui, ternyata Rayen sudah mengetahui semuanya. Pria itu juga mengetahui bahwa Elang berselingkuh dengan putri sambungnya. Atas dasar itu juga, Rayen bersimpati dan merawat Rindu ketika kecelakaan yang melibatkan kendaraan mereka terjadi.

Selama perjalanan pulang, Elang dan Rindu belum memulai pembicaraan. Keadaan di dalam mobil tampak sunyi. Rindu memilih mengarahkan wajahnya ke jendela, sementara sambil mengemudi, Elang terus melirik ke arah istrinya yang terasa jauh berbeda.

1
Mawar
masih nyimak lnjut kak.
Mawar
itu sirindu tambah malu rayen.
Mawar
elang mmg gila sex bukannya taubat malh mkin menggila.
Mawar
rasain km elang,kepergik ma bella.
Mawar
kalau soal wanita bw agama klw soal hkum yg lain lp ma agama, yg km lakukan zina elang dosa besar.
Mawar
lnjut kak.
Mawar
apa yg akan tejadi sama rindu ya,😕😕
Mawar
cerai ja rindu km lebih baik sm rayen aja drpd sm elang udh celup sana sini.
Mawar
lnjut kak.rindu merasa bersalah sdangkan elang biasa ja tu.
Mawar
jijik lht kelakuan elng.
Mawar
gk ush maafin sielang rindu.
Mawar
itu pasti sielang mau ketemu simiskha jijik deh, kadihan rindu jngn mau diajk bercinta sama elang rindu.
Mawar
laki2 gak peka emang si elang itu meningan hempaskan ja rindu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!