Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari bukti
"Apa kejadiannya sudah lama? Mungkin barang buktinya juga sudah di hilangkan" ucap Izhar
"Astagfirullah, kita nggak mikirin itu, Izhar benar, itu kejadiannya kapan Hamka?" tanya Liam
"Pas gue pingsan sih, mereka bertengkar karena suaminya mau menikah lagi, berarti sebelum dia menikah dengan istrinya yang sekarang" jawab Hamka
"Artis Imel yang mantan asisten pribadi itu menikah tiga bulan lalu, lama sekali, mungkin sudah hilang atau di hilangkan buktinya" ungkap Esmeralda
"Artis Imel?" tanya Kalingga
"Iya, Imel itu ternyata temannya mayat yang di jadikan manekin itu, dia sekarang ngikutin Izhar" jawab Izhar
"Bukannya dia menikah dengan bujang ya?" tanya Zaheer
"Kan tadi sudah di jelaskan, dia sudah menikah siri sebelumnya dengan Karina dua tahun, tapi saat Karina ingin meresmikan pernikahan mereka, tiba tiba Bram mengatakan kalau Imel yang akan resmi jadi istrinya di depan publik" jawab Hamka
"Tadi si es cendol nggak sebut nama Imel, sebutnya pelakor" gumam Kalingga dan Zaheer bersamaan.
"Memang dia pelakor" sinis Esmeralda
"Kalau benar mereka menikah sudah dua tahun, harusnya dia menyimpan semua kenangan mereka kan? Seperti foto atau bukti lain, bisa di handphone atau buku harian, perempuan biasanya menulis di buku harian" ucap Zaheer membuat perhatian semua orang tertuju padanya.
Para pemuda itu langsung memeluk Zaheer karena Zaheer sudah mengatakan sesuatu yang bisa menjadi petunjuk kehidupan Karina di masa lalu, dan bagaimana kehidupan rumah tangganya dengan Bram.
"Curang, Kalingga juga mau peluk!" pekik Kalingga berlari untuk memeluk Hamka tapi langsung di tahan Liam
"Jangan, nanti ada yang ganjel, kamu peluk aku saja" ucap Liam dan Kalingga memeluknya langsung.
Plak. Plak. Plak.
"Dasar mesu*!" umpat teman teman Liam menggeplak kepala Liam.
Lima pemuda itu akhirnya berangkat untuk kembali ke Mall untuk memastikan manekin nya ada di sana, bahkan Hamka juga sudah mendapatkan akses ke Mall tersebut dan juga apartemen milik Karina, rencananya mereka akan pergi ke apartemen itu untuk memeriksa siapa tahu ada petunjuk tentang kematian Karina.
######
Di Mall.
"Ko tidak ada, manekin nya tidak ada" kaget Hamka yang sudah di depan toko itu.
"Iya ya, kemana? Tanya Om Haris" jawab Liam
"Papa...."
"Di alam lain juga tidak ada nak, manekin itu sepertinya di bawa seseorang atau dia mencoba pergi ke suatu tempat" jawab Haris
"Bagaimana dia bergerak, dia kan mayat dan pastinya akan membuat heboh orang orang" ucap Hamka
"Di gendong, manekin nya di gendong supaya orang tidak curiga" ucap Kalingga
"Iya tapi siapa yang bawa itu manekin, tidak mungkin pemilik toko ini, mereka sedang di luar negri" jawab Liam gemas mencubit pipi Kalingga
"Kalau bukan karyawan, pasti Bram sendiri, mungkin dia sudah kembali ke Indonesia" ucap Hamka yakin.
"Biar gue cek CCTV nya dulu, takutnya manekin nya memang tidak pernah kembali ke sini" ucap Liam
"Jangan di sini, nanti ada yang curiga, kita sewa tempat privat, di restoran bawah" bisik Hamka dan semuanya setuju.
Mereka akhirnya pergi ke sebuah restoran yang ada di lantai bawah Mall itu, di sana menyediakan ruangan private dan mereka bisa bebas mengakses internet yang mereka mau. Liam mulai mengeluarkan laptop miliknya dan mencari CCTV toko tersebut, di sana dia mencari rekaman dari sebelum mereka kesana bahkan setelah mereka ke sana.
"Ini tepat pukul tiga pagi, manekin itu tiba tiba ada di sana lagi, pasti dia pulang dari rumah Lo Zhar" celetuk Hamka kembali membuat Izhar menangis.
"Huaa.. Esmeralda peluk aku, aku sedang sedih" rengek Esmeralda
"Huaaa... Kenapa kamu sedih hiks... aku juga jadi sedih hiks..." ucap Esmeralda yang tiba tiba juga ikut menangis dan memeluk Izhar, padahal dia sedang memakan sushi yang di pesan Hamka.
"Pusing, harusnya kita tinggal saja mereka di sekolah" gerutu Lintang
"Iya gue setuju" jawab Hamka menjewer telinga Izhar.
"Emerald, lepaskan dia, dia itu sudah di cap suami hantu manekin, kamu mau berkelahi dengan manekin" ucap Hamka dan Esmeralda langsung mendorong Izhar sampai terjatuh.
"Tidak mau, Alda bukan pelakor" jawab Esmeralda mendekati Hamka sambil membawa makanannya.
"Tega kamu" sinis Izhar karena di tertawakan teman temannya.
"Lihat, ada yang masuk tadi pagi dan bawa manekin itu bahkan di peluk dan di kecup seperti sudah lama tidak bertemu" ucap Liam
"Bram bukan?" tanya Hamka karena tidak bisa melihat orang itu.
"Sepertinya iya, mungkin iya dia sudah pulang ke Indonesia" jawab Liam yang terus melihat interaksi Bram dengan manekin itu.
"Anjir, dia mirip orang gila ngobrol sama manekin, pake di suapi bubur segala, tapi ko nggak tumpah ya buburnya" ucap Lintang merasa heran.
"Iya juga, manekin nya makan" ucap Izhar melotot
"Itu bukan manekin nya yang makan tapi, sosok yang ada di dalam manekin itu, sosok di dalamnya bukan Karina tapi sosok lain, tapi kalau sedang pergi Karina yang masuk" jawab Kalingga semakin membuat semua orang terkejut.
"Jasad orang mati atau dalam keadaan koma di masuki sosok lain, mirip kasus mommynya Ganindra dan Daddy Lucas" ucap Hamka
"Iya benar, kata Opa Sagara tubuh kita bisa di masuki dan di kendalikan makhluk lain kalau kita mengijinkan, ibaratnya ada perjanjian dengan iblis" ungkap Liam
"Gue takut" ucap Lintang memeluk Hamka.
"Tapi Tante Chantal dan Daddy Lucas kan masih hidup saat itu, ini orang mati, mana bisa" ungkap Hamka
"Mungkin itu memang Karina yang masih tidak mau meninggalkan dunia ini dan melakukan perjanjian dengan iblis" ungkap Zaheer
"Apa yang membuat dia tidak mau meninggalkan dunia ini?" Tanya Izhar
"Suaminya" jawab semuanya menatap Izhar serius
Izhar merinding, dia paling tidak suka kalau sampai dia di umpan kan apalagi ini ada hubungannya dengan hal gaib yang sama sekali tidak dia mengerti, meskipun dia bisa melihat hal hal gaib karena punya turunan dari sang kakek yang punya Indra keenam.
"Jangan tatap gue, gue nggak mau kalian umpan kan, gue bukan cacing" sinis Izhar
"Kami hanya bilang alasan Karina tidak mau pergi dari dunia ini" jawab Hamka
"Tapi kalian natap gue seolah-olah gue ini suaminya Karina, gue bukan suami dia ya" gerutu Izhar
"Tapi bagi dia kamu itu lah suaminya" celetuk Hamka