NovelToon NovelToon
Pemakan Manusia

Pemakan Manusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Misteri / Horor
Popularitas:57.7k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Jangan dekat rawa itu!"

semenjak banyak yang meninggal karena memasang jebakan ikan di malam hari, rawa kecil itu di jauhi oleh banyak orang karena sudah banyak yang meninggal dunia.

Apa yang sudah terjadi?
Siapa penghuni rawa kecil itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Mencari tau

Andini menepis lendir yang siap menyentuh tubuh dia ketika ada di dalam air Rawa itu, dirinya merasa jijik ketika melihat gumpalan lendir yang begitu banyak dan berubah menjadi warna putih kehijauan sehingga dirinya cepat menjauh agar tidak terkena lebih banyak lagi, sebenarnya ada rasa ingin mengambil karena penasaran namun rasa jijik yang ada di dalam diri jauh lebih besar.

Nefertari tidak peduli pada gumpalan lendir itu karena menurut dia saat ini mereka harus tahan dengan apa saja yang ada di depan mata karena ini adalah misi yang begitu penting dan mereka bergerak sendirian, tidak ada komando dan mereka melakukan ini karena para member sudah terpecah belah sehingga tidak memiliki rasa percaya lagi.

Dari pada kena fitnah semakin dalam maka lebih baik bila dia mencari tahu atau bahkan info yang lebih bagus meski nanti dirinya juga akan terkena masalah seperti ini, kalau menuruti rasa jijik maka sama saja seperti Andini karena dia adalah seorang gadis yang menjaga kebersihan.

Semakin dalam mereka masuk ke dalam Rawa itu maka mereka berdua semakin menyadari bahwa sekitaran Rawa bisa berubah keadaan dan ini semua seperti sarang para iblis itu, Nefertari memberi kode agar mereka semakin masuk ke dalam karena dia penasaran ketika tadi melihat kilatan cahaya di sebelah kanan.

''Ini semakin kita masuk ke dalam maka air lendir ini semakin banyak saja!'' Andini semakin tidak karuan.

''Untuk sekarang mau tidak mau kita harus menahan dulu meski kita harus berlumuran dengan lendir bau itu.'' Nefertari berusaha untuk menahan Andini.

Jadi mau tidak mau Andini bertahan sehingga mereka harus segera masuk ke dalam dan kali ini memang mereka berhasil menemukan tempat yang sangat tidak biasa itu, siapa yang akan menyangka bila permukaan begitu kecil namun di dalam sini terdapat berbagai macam perhiasan serta tempat yang begitu besar sehingga siapa saja bisa bermalam di tempat ini dengan sangat nyaman.

''Kalau siluman ular sudah pasti kaya raya seperti ini.'' Andini bergumam ketika dia melihat tumpukan koin emas.

''Dia Padahal kalau memang jahat maka bisa saja menjadi siluman pemberi pesugihan kepada manusia, ini kenapa malah memecah belah agensi kita seperti ini.'' Nefertari juga merasa bingung.

''Sebab Aku yakin dia sudah pasti mengetahui bahwa Purnama akan memecahkan kasus itu dengan mudah.'' tebak Andini.

''Ya, tapi entah kenapa aku merasa curiga kalau sebenarnya ada yang memegang iblis ini dan dia memberikan kesempatan untuk memakan banyak manusia.'' Nefertari mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya saat ini.

''Gimana?'' Andini tidak paham dengan ucapan gadis itu.

Nefertari segera menjelaskan apa yang ada di dalam hati dia saat ini, sebab ketika dia melihat tumpukan koin emas yang begitu banyak maka Gadis itu menyadari bahwa bisa saja siluman ular ini sudah menjadi sarana pesugihan untuk orang lain dan dia memberikan syarat agar orang itu menyediakan tempat juga.

''Jadi kau merasa curiga bahwa salah satu warga yang ada di desa ini sudah memuja dia?'' Andini baru paham dengan tebakan Nefertari.

''Em, bisa saja ini adalah salah satu syarat dari iblis itu agar dia mendapatkan banyak mangsa!'' Nefertari mengangguk pasti.

''Ya, bisa saja seperti itu dan aku saat ini sudah menemukan siapa orang yang paling pantas untuk kita curigai.'' Andini tersenyum kecil Karena dia sudah tahu siapa orang itu.

''Siapa?'' Nefertari jadi penasaran juga.

''Nanti kau juga akan tahu siapa orang itu, yang paling penting sekarang kita masuk saja dulu ke dalam untuk melihat apa lagi yang ada di sekitaran Rawa ini.'' Andini masih memilih untuk bungkam.

Nefertari mengangguk dan mereka berenang semakin dalam untuk menyusuri istana yang ada di dalam Rawa itu, berharap bahwa di sana nanti bisa menemukan petunjuk dan apa memang benar bahwa yang menghuni Rawa ini adalah salah satu member milik Purnama seperti kecurigaan mereka semua.

''Aduh lama juga mereka berenang dalam Rawa kecil seperti ini.'' Nana berkata sendirian karena dia memang tidak masuk dalam air.

''Aku rasa di dalam sana jauh lebih mengerikan dan mungkin mereka sedang menyusuri Apa saja isi dalam Rawa ini.'' ujar Nana kembali.

Grosaaaaak.

''Sialan apa itu, jangan menakuti aku karena aku ini adalah seorang setan juga!'' teriak Nana karena dia mendengar suara yang tidak biasa.

Grosaaaaak.

''Em kau sudah aku beri peringatan tapi malah menantang aku!'' Nana mengambil sebongkah batu dan melemparkan ke arah tempat tadi terdengar.

Buuuuuuk.

''Aduh!''

''Eh kok itu malah seperti suara manusia yang menjerit!'' Nana segera bangkit berdiri karena itu adalah suara manusia yang sedang berteriak.

'Astaga Siapa yang sudah melempar batu seperti itu sehingga kepala aku bisa kena?!'' Melda berteriak keras karena dia memang terkenal lemparan batu dari Nana.

''Ho ternyata memang manusia yang lewat situ tadi, Ya sudah biarkan saja karena aku juga tidak tahu!'' Nana berkata cuek dan dia segera melangkah pergi kembali.

''Hei!'' Melda berteriak keras kepada Nana yang tidak menolong dia saat ini.

Nana yang mendengar wanita itu berteriak tentu saja menjadi kaget karena dia tidak menyangka bahwa Melda bisa melihat keberadaan dia saat ini, Padahal dia sedang tidak mengaktifkan mode untuk bisa berbicara dengan manusia namun Kenapa wanita ini malah bisa melihat keberadaan dirinya seperti itu.

''Kau yang tadi melempar batu ke arah sini kan?!'' Melda langsung menghampiri Nana begitu saja.

''Kau bisa melihat aku?'' Nana bertanya dengan nada penasaran.

''Mata Aku ini masih normal dan sama sekali tidak buta sehingga bisa saja aku melihat kau!'' Melda berteriak dengan sangat keras.

''Sialan, Sepertinya dia tidak tahu bahwa aku ini adalah seorang iblis.'' batin Nana di dalam hati.

''Jawab aku sekarang, yang melempar batu tadi kepada aku itu adalah kau kan?'' Melda kembali menuduh karena kepala dia terasa begitu sakit sekali.

Nana menggeleng untuk mengelak karena dia tidak mungkin mau mengakui bahwa itu semua adalah perbuatan dirinya, lebih saat ini dia juga masih penasaran kenapa Melda bisa melihat dia di kawasan tersebut dan sekarang malah marah dengan keadaan emosi begitu besar, seolah tidak menyadari bahwa yang ada di hadapan dia ini adalah iblis level tinggi.

''Kau Kenapa keluyuran di malam hari seperti ini sebagai manusia?'' Nana baru sadar dan dia menatap penuh kecurigaan.

''Ya Memangnya kenapa kalau aku keluar tengah malam? aku tidak mengganggu orang dan Ini semua adalah hak untuk diriku sendiri!'' Melda berkata dengan sangat angkuh.

Plaaaaaak.

''Dari Tadi aku lihat kau terus berbicara angkuh itu seolah tidak sadar dirimu itu hanya manusia biasa!'' Nana hilang kesabaran dan memberikan tamparan maut.

Teeeengggg.

Kepala Melda seolah ingin pecah ketika tangan Nana tepat menepis di bagian pinggir Kepala dia, sama sekali Dia tidak tahu bahwa tamparan ini sangat kencang sekali sehingga Melda sesaat menjadi pusing dan tidak sanggup untuk berdiri akibat kucing hitam itu tidak bisa menahan emosi juga.

''Katakan padaku yang sejujurnya saat ini.'' Nana mencengkeram erat baju Melda.

''Lepaskan!'' Melda berusaha untuk berontak karena dia tidak mau dicengkeram erat seperti itu.

Tapi mau sekuat apa saja dia berusaha untuk berontak dari kucing hitam ini maka itu semua tidak akan ada hasil, justru yang ada di yang akan semakin tersiksa karena Nana tidak akan pernah memberi ampun kepada manusia bertabiat angkuh seperti Melda ini. terlebih lagi mendadak saja dia merasa penasaran dan ingin mengorek sesuatu dari mulut wanita angkuh itu.

Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita author Novita Jungkook.

1
Betri Betmawati
hebat sekali tipu muslihat nya, kmna lagi Andini disembunyikan
Betri Betmawati
Melda itu kenapa coba ngk suka aja SMA orang
aneh betul dia
Betri Betmawati
ketua nya sembunyi dimna belum keluar?
naferia curiga SMA siapa ya🤔🤔
Yeyet Rohaeti
semangat thor bikin cerita baru nya,aku selalu menunggu karya ² baru mu.
Betri Betmawati
bikin penasaran aja ketuanya siapa?
Nana jg kok bisa masuk lumpur bukan nya td menghajar melda🤔🤔
Yeyet Rohaeti
kasian Nana kecebur di rawa.
putri wahyu
ketipu lg🥺 iblisnya bener2 licik😒
Yeyet Rohaeti
penasaran sekali aku ini, siapa sih iblis nya, pinter kali bikin gaduh agensi nya mba pur 😄😄
Apriyanti
kata nya Melda memang sekutu nya iblis berduri,,terimakasih Thor Uda bikin cerita baru lg,semoga tambah suksest trus karya² kak author 🙏🙏🥰
Apriyanti
siang jg thor,,apa munkin yg Kiara lihat pun Bagaskara yg palsu biar Kiara membenci si panglima tersebut
neni nuraeni
hadeeh si Melda jgn" kamu nyugih lgi abisnya sombongnya minta ampun,,, 👌 Mak siap tak baca yg ngono😁
istrinya_kimseokjin
aisss melda dri awal aku dh curiga ma kmu, emng kmu lh y yg mmbwa iblis itu
putri wahyu
ok siaap meluncuurr...
Eli Rahma
wis lah pasti melda ada sangkut pautnya dgn iblis rawa...
Eli Rahma
mlipiirrr...ahhh
Nurr Tika
jangan" melda penyembah iblis berduri itu
Nurr Tika
lanjut thor
Tri Lestari
siap meluncurkan dan meramaikan
human
jadi inget purnama sebelum insaf suka makan jeroan orng
human
ternyata ikan jg suka sawit🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!