NovelToon NovelToon
Ambillah!

Ambillah!

Status: tamat
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mafia / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Ambil, ambillah dia! Aku ikhlaskan dia untukmu."

Suara seorang wanita terdengar begitu nyaring ketika berada di depan rumah wanita yang menjadi selingkuhan suaminya.

Didepan keluarga besar sang pelakor dia tak gentar meski pun sendirian.

Hancur hati Arundari saat mengetahui bahwa gadis yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri itu tega menjadi duri dalam daging pada biduk rumahtangganya.

Tampilannya yang religius sungguh tidak berjalan lurus dengan perbuatannya.

Tak ingin sakit hati terlalu lama, Arundari memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan Heri.

Apakah Arundari bisa kembali merasakan cinta setelah dirinya disakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ditolak 33

Kata-kata yang terlontar dari mulut mantan ayah mertuanya itu membuat Heri seperti orang linglung. Bahkan dia hampir saja mencelakai pengendara lain karena tidak fokus ketika mengemudi.

Jelita pun langsung meminta Heri untuk menepi, dan menggantikan suaminya untuk mengemudikan mobil. Sesampainya di rumah, Heri masih bengong. Dia seolah kehilangan pikiran. Melewati kedua orang tua Jelita begitu saja, tanpa salam dan juga sapa.

"Kenapa suamimu, Jel?" tanya sang ayah.

"Bentar ya, aku masuk dulu."

Jelita berjalan cepat, dia mengabaikan pertanyaan sang ayah karena ingin menyusul Heri ke kamar.

Sesampainya di kamar, Jelita membuang nafasnya kasar saat melihat Heri yang kembali diam tanpa kata. Tatapan mata pria itu kosong, seolah tak ada apapun yang dipikirkannya.

Sejatinya tidak demikian, saat ini malah yang ada dia tengah berpikir keras. Saking kerasnya, dia bingung apa yang harus dilakukan sekarang. Tak ayal itu membuat Heri terlihat seperti orang linglung.

Arghhhh!

Tiba-tiba Heri berteriak sambil mengusap wajahnya kasar. Ia tidak pernah menduga bahwa semuanya akan jadi kacau seperti ini.

"Mas," panggil Jelita. Melihat suaminya yang bersikap seperti itu, Jelita tak berani mendekat dan memilih untuk menjaga jarak. Heri duduk di sisi ranjang, sedangkan ia memilih berdiri di sisi pintu.

"Kenapa?" sahut Heri sengit. Wajahnya mengeras, itu cukup membuat Jelita ketakutan. Belum pernah dia melihat Heri seperti ini.

"K-kalau kita dipenjara gimana Mas? Setahun, setahun itu adalah hal yang lama juga."

Sambil berkata demikian, suara bergetar dari Jelita sungguh sangat terasa. Takut, ya itulah yang dirasakan olehnya sekarang.

Jelita berkata demikian karena dia mencari di laman pencarian tentang tuntutan yang tertuju kepada dirinya dan Heri dari Arundari.

Kasus perselingkuhan dan perzinahan di Indonesia menurut undang-undang, diatur dalam KUHP lama Pasal 284 (pidana 9 bulan) atau Pasal 411 UU 1/2023 tentang KUHP baru (pidana 1 tahun), yang mencakup persetubuhan oleh pihak yang terikat perkawinan. Ini adalah delik aduan absolut, berarti harus dilaporkan oleh pasangan sah. Selingkuh tanpa persetubuhan tidak pidana zina, namun bukti chat bisa digunakan. (sumber google)

Jelita benar-benar sangat ketakutan ketika membaca semuanya itu. Tak hanya hukuman penjara, tapi juga denda. Dia kini semakin takut saja.

Sedangkan Heri, mendengar pertanyaan dari Jelita, ia hanya diam. Jangankan tentang ancaman bui, tentang ucapan Fikri pun juga tak kalah menakutkannya. Jika benar semuanya yang dikatakan oleh mantan ayah mertuanya, maka usaha Heri terancam akan gulung tikar.

"Entahlah, aku nggak tahu. Sekarang kita hanya bisa ikutin ini aja. Aku lagi bener-bener nggak bisa mikir sekarang,"sahut Heri dengan nada suara yang begitu lunglai. Karena saking banyaknya yang dipikirkan, Heri seolah malah merasa isi kepalanya itu kosong.

Jelita pun terdiam, ia sudah berani untuk mendekat ke arah Heri yang dilihatnya mulai tenang. Ia juga memberanikan diri untuk meraih tangan Heri dan menggenggamnya.

"Mas, g-gimana kalau kita juga sewa pengacara. Kan kita belum nyari pengacara buat ngebela kita,"ucap Jelita memberi usulan. Ya mereka memang belum menunjuk seroang pengacara untuk mendampingi mereka. Heri bahkan tidak berpikir sampai sana karena sangat pusing dengan segala hal.

"Bener juga, coba kita hubungi kantor hukum Abinawa. Itu kan kantor hukum yang terkenal. Di dalamnya terdapat pengacara hebat, siapa tahu bisa bantu kita buat lepas dari masa hukuman,"jawab Heri dengan mata berbinar. Seolah menemukan sebuah jalan terang ketika membahas soal pengacara.

Jelita pun menganggukkan kepala dengan cepat. Ia tersenyum lebar karena merasa dirinya sudah memberi ide yang bagus.

Saat itu juga Heri langsung menghubungi pihak kantor hukum Abinawa & Co melalui surel. Dalam aku media sosial milik kantor hukum itu disebutkan, permintaan lebih dulu dikirim melalui surel dimana harus dijelaskan secara lengkap tentang kronologi kasus yang dijalani.

"Udah Mas?" tanya Jelita.

"Udah, baru aja aku kirim. Katanya kita perlu nunggu sampai 24 untuk mendapat tanggapan. Semoga sih nggak sampe selama itu udah dibales,"ucap Heri penuh harapan.

Bruk

Pria itu menghempaskan tubuhnya di ranjang seolah ingin melepaskan semua rasa lelah yang dirasakan. Jelita pun menyusul, ikut merebahkan tubuhnya di sisi Heri. Secara natural, dia meletakkan tangannya di perut Heri dan memeluknya dengan erat.

Sebenarnya Jelita sangat ingin bermesraan lagi dengan suaminya itu. Apalagi setelah menikah, dia benar-benar ingin lebih banyak berduaan dengan Heri, akan tetapi semuanya diluar kendalinya.

Ekspektasi benar-benar tidak sesuai dengan realita. Yang terjadi malah sekarang semua masalah datang membuat Jelita harus mengubur semua impiannya itu hingga masalah ini berakhir.

Tring

Heri terjingkat ketika mendengar suara notifikasi ponselnya. Ia langsung duduk, di susul oleh Jelita juga.

"Ada apa,Mas?"

"Mereka jawab, waaah ini beneran cepet banget nggak sih. Semoga semoga,"ucap Heri penuh harap. Ia langsung membuka balasan surel dari kantor hukum Abinawa&Co. Dia sangat penasaran akan balasan dari pihak mereka.

Degh!

Wajah yang semula cerah itu seketika langsung bermuram durja saat membaca isi surel. Tangan Heri menjadi seperti hilang tenaga sehingga membuat ponselnya jatuh ke kasur.

"Mas, kenapa?" tanya Jelita penasaran.

Tidak ada jawaban apapun dari Heri, akhirnya Jelita mengambil ponsel suaminya dan membacanya sendiri.

Terimakasih karena sudah menghubungi kami. Tapi dengan sangat menyesal, kami tidak bisa menerima permintaan Anda. Sekian.

Mata Jelita membelalak ketika membaca isi pesan tersebut. Nafasnya memburu, antara kesal bercampur dengan kecewa.

"Kenapa, kenapa sih mereka nolak? Apa saking hebatnya mereka sampai-sampai nolak rejeki! Kita ini kan bayar!" pekik Jelita sambil mengusap wajahnya kasar. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa akan mendapat jawaban penolakan. Sepertinya mereka tak berpikir dua kali tentang permintaan dari Jelita dan Heri.

Heri yang tampaknya sudah pasrah hanya diam, tapi tidak dengan Jelita. Dia mencari kantor hukum lainnya, dan mengirim surel ke beberapa yang ditemukannya. Tapi sialnya, mereka semua menolak permintaan yang Jelita ajukan.

"Arghhhh brengsek semuanya!!! pekiknya dengan menggebu-gebu. Kali ini wanita itu benar-benar marah. Apa yang terjadi pada dirinya dan Heri seolah-olah menunjukkan bahwa mereka sendirian tanpa adanya pertolongan.

TBC

Note: besti-besti ku. Kalau ada yang pengen tahu kisah kakek nenek Arun dan Adyaksa, silakan mlipir ke karya ku yang judulnya " PENGGANGGU".

Makasiiih ^_^

1
Fauziah
jangan salah SM pakainnya yg salah manusia nya yg GK punya harga diri
Nona aan Chayank
Salam kenal thor,,, ceritanya bagus, tapi ada sedikit saran thor, bahasa yg dipakai utk berkomunikasi tokohnya bagusnya bahasa Indonesia baku, lebih kelihatan formal dan tegas, sesuai karakter Adyaksa yg katanya dingin..
Klo pake bahasa gaul sehari² kayak si Beni yg pke Lo gue tadi, kesan tegas sangarnya hilang.... 🙏🏻🙏🏻
Erni Sasa
perasaaan pas bab awal"jelita besar di panti asuhan,ko di bab ini dia punya orang tua😌
apa aku yg salah baca ya😌
Damar Pawitra: setelah aku cek, nggak ada kak Jelita yang berasal dari panti asuhan. coba di komen aja ya kak di bab berapa kalau kakak ingat.
tapi makasih banyak sudah di bantu buat cek nya ... 🙏😊
total 2 replies
Ds Phone
dia tak tahu ada dua bayi
Ds Phone
apa tak kena dengan nya
Ds Phone
tentu kena berjaga jaga selalu
Ds Phone
otak dia dah tak betul lah tu
Ds Phone
kenapa yang kau sakit hati sangat tu
Ds Phone
muking afa udang di sebalik batu
Ds Phone
susah hati laki lah kata kan
Ds Phone
ada apa sebenar nya
Ds Phone
ada yang nak buat jahat pulak
Ds Phone
kan betul kembar
Ds Phone
anak nya kembar kot
Ds Phone
itu tanda tanda hamil
Ds Phone
dia dah sedar akan ke salahan nya yang betina tak sedar lagi
Ds Phone
dah dapat dah apa yang meraka nak
Ds Phone
nak buat kewajib kan
Ds Phone
nama aja pakai tudung tapi busuk hati
Ds Phone
apa kagi dia nak buat dia ni lagi jahat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!