NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jadi Putri Terbuang, Sistem Es Dewa Milikku..

Reinkarnasi Jadi Putri Terbuang, Sistem Es Dewa Milikku..

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: S RIANA

Kehidupanku berakhir saat ditikam tunangan dan adik tiriku sendiri.

Tapi saat aku membuka mata, aku ber Reinkarnasi menjadi Ratu es putri yang dibuang keluarga kerajaan karena "tidak punya kekuatan".

Apes? Enggak. Karena aku membawa [Sistem Es Dewa].

Misi: Selamat, Balas Dendam, dan Jadi Ratu!

Keluarga yang mengusirku? Tunggu saat aku membekukan kerajaan kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S RIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Boikot Administrasi

Angin perbatasan utara menderu dengan intensitas yang sanggup mematahkan tiang bendera baja. Di depan Gerbang Utama Kastil Werner, hamparan salju putih yang biasanya sunyi kini telah berubah menjadi ladang distorsi spasial yang mengerikan. Tepat pukul delapan lewat tiga puluh menit pagi, sebuah retakan dimensi vertikal sewarna emas pekat koyak di udara, memancarkan raungan mesin mekanis yang memekakkan telinga.

Dari balik retakan tersebut, melangkah keluar belasan unit Goliath-Mecha—robot tempur setinggi lima meter berbahan logam obsidian yang ditenagai oleh inti kristal mana buatan pabrikasi pusat. Di puncak barisan armada mecha-sihir tersebut, melayang sesosok figur yang seluruh tubuhnya telah dimodifikasi dengan zirah sibernetik emas. Di balik topeng besinya yang berbentuk paruh gagak mekanis, sepasang lensa optik sewarna merah menyala berputar melakukan pemindaian visual.

Ia adalah Lord Malakar Prime, Kepala Cabang Baru yang dikirim langsung oleh jajaran direksi Direktorat Utama Manajemen Lintas Dimensi.

"Identifikasi wilayah: Anak Perusahaan Nomor 404," sebuah suara yang terproses melalui modulator logam bergaung berat, menggetarkan permukaan salju di bawahnya. "Memulai protokol akuisisi paksa seluruh aset Werner Holding Group atas perintah dewan komisaris pusat."

Namun, begitu kaki-kaki besi pasukan mecha-sihir itu hendak mengambil langkah pertama untuk melewati batas parit luar kastil, pendaran lampu indikator di dada robot-robot tempur tersebut mendadak berkedip tidak stabil.

BZZZZT... CLANK!

Inti kristal mana di dalam mesin mereka mendadak meredup drastis, beralih dari warna emas terang menjadi abu-abu mati. Persentase daya operasional armada mecha yang semula berada di angka seratus persen, merosot tajam hingga menyentuh batas kritis dalam hitungan detik. Tubuh-tubuh besi raksasa itu seketika mematung kaku di tengah badai salju, melenguh parah akibat kehilangan pasokan energi penggerak.

"Peringatan: Aliran suplai energi spasial domestik terputus secara sepihak," modulator suara Malakar Prime berderit kasar, lensa optiknya berputar panik. "Malfungsi sistem makro. Siapa yang berani memblokir frekuensi server pusat di dimensi ini?!"

Di atas jembatan gantung gerbang utama yang dilapisi es, Elena berdiri dengan tegap tanpa ekspresi. Ia tidak mengenakan helm tempurnya, membiarkan angin dingin memainkan rambut hitamnya yang terurai halus. Papan draf folder mekanis bertenaga kristal Solaria terpasang rapi di lengan kirinya, memancarkan pelindung tak kasatmata yang menepis setiap butiran salju yang mendekat.

Di samping kanannya, Duke Killian Werner berdiri bersandar pada pilar batu gerbang. Tangan kanannya memegang gagang kapak perang raksasanya dengan santai, sementara tangan kirinya membawa sebuah jubah bulu serigala cadangan tebal—sebuah perhatian kecil yang secara konsisten ia siapkan agar Elena tidak mengalami penurunan suhu tubuh operasional.

"Selamat pagi, Lord Malakar Prime," ucap Elena, nadanya terdengar sangat datar, tenang, dan luar biasa anggun. Kebarbarannya kini tidak lagi meledak lewat hitungan angka denda yang monoton, melainkan memancar dalam bentuk otoritas eksekutif yang dingin. "Berdasarkan Protokol Kepatuhan Tata Kelola Wilayah Werner pasal satu, seluruh ruang udara dan frekuensi spasial di dalam radius lima puluh kilometer dari Kastil Werner adalah milik privat Werner Holding Group."

Elena mengetuk layar maya pada foldernya dengan satu sentakan jemari yang elegan, memicu pendaran matriks hukum Solaria berwarna biru murni yang memagari seluruh area perbatasan dari bawah tanah.

"Tindakan Anda membawa armada mesin berat tanpa adanya konfirmasi tertulis telah memicu 'Sistem Boikot Administrasi Otomatis'," Elena melanjutkan tanpa jeda. "Seluruh hak akses suplai energi kristal milik perusahaan Anda telah resmi dibekukan secara legal oleh sistem firewall domestik kami. Mesin-mesin Anda saat ini hanyalah tumpukan rongsokan besi yang tidak memiliki izin operasional."

Malakar Prime melayang turun beberapa meter, lensa merahnya menatap tajam ke arah Elena dengan kemarahan mesin yang meluap-luap. "Jangan lancang, Kandidat Elena! Saya adalah Kepala Cabang Resmi yang ditunjuk langsung oleh dewan komisaris! Draf surat penunjukan saya memiliki otoritas di atas hukum domestik dunia fantasi rendahan ini! Serahkan seluruh dokumen aset Werner sekarang juga, atau saya akan memicu protokol pembersihan total!"

Killian Werner melangkah maju satu langkah, tubuh raksasanya secara instan menutup sebagian tubuh Elena dari jangkauan pandangan Malakar. Aura mana hitam pembunuh dewanya menguar tipis secara elegan, berpadu dengan pendaran biru safir milik Elena, menciptakan tekanan atmosfer ganda yang sanggup meretakkan lapisan pelindung emas milik sang kepala cabang baru.

"Kamu terlalu banyak bicara untuk ukuran sebuah boneka besi yang kehabisan baterai, Kepala Cabang Baru," suara bariton Killian bergaung berat, mengandung ketajaman es utara yang mutlak. Ia melirik Elena di sampingnya, tatapan mata merah darahnya melunak selama setengah detik sebelum kembali dingin menatap musuh. "Elena, apakah surat mutasi jabatannya sudah sah menurut hukum tokomu?"

"Belum sah, Bos," Elena mendongak sedikit menatap Killian, memberikan draf tatapan taktis yang sangat rapi. "Subjek Malakar Prime tidak mampu melampirkan Surat Izin Operasional Lintas Dimensi yang Terlegalisasi dari dinas ketenagakerjaan setempat. Oleh karena itu, kehadirannya di gerbang depan ini dikategorikan sebagai tindakan infiltrasi ilegal."

Elena kembali menatap Malakar Prime, melipat foldernya dengan satu ketukan logam yang tajam. Sisi barbarnya yang elegan kini bekerja mengeksekusi mental musuh melalui jalur isolasi regulasi.

"Mengingat armada Anda tidak memiliki pasokan daya dan saat ini sedang terisolasi di dalam area badai es utara dengan suhu minus empat puluh derajat celsius," ucap Elena dengan senyuman formal yang sangat tipis namun mematikan. "Maka dalam waktu tiga puluh menit ke depan, seluruh komponen hidrolik dan cairan pelumas di dalam tubuh sibernetik Anda akan membeku secara total akibat kegagalan sistem pemanas internal."

Elena menarik jam saku peraknya dari saku zirah, memandangi jarum jam yang bergerak konstan.

"Waktu eksekusi pembekuan alami Anda sedang berjalan. Kami dari pihak manajemen tidak akan melakukan interupsi fisik atau pemukulan modal. Kami hanya akan berdiri di sini, menikmati teh jahe melati kami hangat-hangat, sembari menunggu seluruh sistem sirkulasi mesin Anda mati secara legal akibat ketidakpatuhan terhadap hukum administrasi lokal."

Killian Werner meledakkan tawa rendahnya yang sangat puas, melangkah mendekati Elena dan menyelimutkan jubah bulu serigala tebal yang ia bawa ke atas kedua pundak mungil asisten pribadinya tersebut. "Strategi yang luar biasa bersih, Elena. Biarkan tikus besi ini membeku bersama kesombongan surat penunjukannya."

Malakar Prime terbelalak di balik topeng besinya. Lensa optiknya mendeteksi penurunan suhu di dalam sendi-sendi mekanisnya yang mulai berjalan dengan sangat lambat. Ia mengira akan dihadapi oleh kemarahan militer sang Tiran Utara atau denda koin emas yang biasa, namun Elena justru menguncinya di dalam sebuah jebakan isolasi hukum properti yang memanfaatkan alam utara itu sendiri sebagai eksekutornya.

Krisis industri jilid dua baru saja dimulai di gerbang depan, dan sang Kepala Cabang Baru dari dimensi pusat kini harus berpacu dengan waktu sebelum seluruh tubuh sibernetiknya berubah menjadi monumen es abadi di tanah Werner.

1
Sunflower_6520
Suka nih sama yang balas dendam begini...
SRIANA: terima kasih udah singgah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!