NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Bagaimana bisa seorang agen rahasia berdarah dingin yang ditakuti dunia mafia mati mengenaskan di rumahnya sendiri... hanya karena tersedak air putih?

Takdir bercanda saat jiwanya terlempar ke tubuh seorang gadis kaya yang terkenal pendiam, lambat, dan selalu ditindas. Lebih parah lagi, gadis itu terikat pernikahan dingin dengan seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpengaruh.seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpeSang CEO berdarah dingin dibuat pusing setengah mati melihat istrinya yang dulu pemalu kini berubah menjadi wanita impulsif yang dengan santainya melumpuhkan puluhan penjahat, walau uniknya masih sering tersandung kaki sendiri saat berjalan.

Di tengah kecamuk perang antar-mafia, intrik bisnis triliunan rupiah, dan tingkah konyol yang tak terduga, mampukah sang Raja Mafia menundukkan jiwa liar di tubuh istrinya, atau justru dialah yang akan berlutut di hadapan sang istri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: Jamuan Keluarga

Malam Jamuan Keluarga Besar Vane di salon utama Mansion Vane berlangsung dalam suasana yang mencekam. Lampu-lampu kristal raksasa yang menggantung di langit-langit memancarkan pendar cahaya emas yang megah, memantulkan kilau perangkat makan perak dan kristal Bohemia di atas meja makan panjang berbahan kayu mahoni utuh.

Di ujung meja utama, Adrian duduk di kursi kepala keluarga dengan kemeja hitam berlapis jas *tuxedo* tanpa dasi, memancarkan wibawa penguasa yang sangat dominan. Tepat di sebelah kanannya, Aura duduk anggun mengenakan gaun malam berpotongan *A-line* berwarna zamrud tua, dengan rambut hitamnya yang disanggul modern.

Di seberang mereka, duduk Lukas Vane bersama dua Utusan Tetua Eropa, Tetua Richard and Tetua Harold. Raut wajah ketiga tamu dari Eropa itu masih menyimppan dendam atas pembantaian mental yang dilakukan Aura di bandara semalam.

Para pelayan berseragam rapi mulai menyajikan hidangan pembuka berupa *caviar* dan anggur merah langka bertahun 1982.

Tetua Richard mendeham keras, memecah keheningan yang kaku. Pria tua berambut perak itu menegakkan punggungnya, menatap Aura dengan pandangan menilai yang sarat akan superioritas aristokratis.

"Dalam tradisi ratusan tahun Keluarga Utama Vane," suara Tetua Richard terdengar berat dan ketus, "seorang wanita yang berhak memegang posisi Nyonya Utama bukan hanya harus memiliki latar belakang darah murni, tetapi juga harus menguasai tata krama, manajemen aset internasional, serta diplomasinya."

Lukas menyunggingkan senyum sinis. Ia mengangkat gelas anggurnya, menatap Aura dengan pandangan meremehkan. "Benar kata Tetua Richard. Kudengar keluarga asalmu di sini—keluarga Valeria—sedang hancur lebur dan bangkrut, Aura. Sangat tragis. Bagaimana mungkin seorang wanita yang bahkan tidak bisa menyelamatkan bisnis keluarganya sendiri... bisa mendampingi Adrian mengelola imperium triliunan rupiah?"

Aura tidak langsung merespons. Ia mengambil garpu kecilnya, menikmati satu suapan *caviar* dengan santai, lalu meletakkannya kembali dengan dentang halus yang memotong pembicaraan.

Begitu bibir Aura terbuka, kata-katanya menyambar secepat senapan mesin, membalas hinaan Lukas tanpa jeda satu detik pun!

"Tragis?!" cecar Aura secepat peluru, bicaranya meluncur tanpa napas. "Mas Sepupu, kalau kamu menyebut penghancuran keluarga Valeria itu tragis, berarti kemampuan analisismu memang benar-benar berada di tingkat dasar! Perusahaan manufaktur Valeria hancur karena aku sendiri yang memotong akses modal mereka dan memborong 20% sahamnya lewat pasar sekunder dalam waktu tiga hari! Itu namanya pembersihan aset beracun, bukan ketidakmampuan!"

*Degh!*

Lukas tersentak kaget! Wajahnya yang tadi percaya diri seketika berubah agak pucat.

"Lalu soal tata krama dan manajemen aset internasional..." Aura berbalik menatap Tetua Richard dengan senyum dingin yang menantang. "...apakah yang Bapak Tetua maksud dengan 'manajemen aset' itu adalah tindakan Mas Sepupu Lukas yang bulan lalu diam-diam memindahkan dana cadangan cabang Eropa sebesar lima puluh juta Euro ke akun bodong di Luksemburg cuma buat menutupi kerugian judi kasinonya di Monako?!"

*Brak!*

Tetua Harold yang sedang memegang gelas anggur hampir menjatuhkan gelasnya! Suasana meja makan yang megah itu seketika gempar hebat!

Wajah Lukas berunah dari pucat menjadi merah padam bagaikan udang rebus. "K-kamu... fitnah! Dari mana kamu dapat kebohongan konyol itu?!"

"Fitnah?!" Aura terkekeh sinis. Tanpa melihat catatan, bicaranya meluncur secepat senapan mesin, membongkar transaksi rahasia Lukas hingga ke nomor akun dan tanggal eksekusinya! "Tanggal 14 bulan lalu, pukul 02.15 dini hari, transfer lewat akun cangkang *L-Vane Holdings*! Mau aku sebutkan juga nama pialang anonim di Zurich yang kamu pakai buat mencuci uangnya?! Sekadar informasi ya, Mas Sepupu! Sistem pertahanan siber yang kamu pakai di Eropa itu terlalu rapuh buat ditembus oleh analisis data dasar milikku!"

Tetua Richard dan Tetua Harold menatap Lukas dengan mata membelalak penuh murka!

"Lukas! Apakah yang dikatakan wanita ini benar?!" bentak Tetua Richard dengan suara bergetar menahan amarah. "Kamu menggunakan dana cadangan keluarga untuk judi?!"

Lukas gelagapan setengah mati, tidak mampu menyusun satu kata pun untuk membela diri di hadapan bukti presisi yang dilontarkan Aura.

Adrian yang sejak tadi menyimak pembantaian intelektual itu menyandarkan punggungnya di kursi, memamerkan senyuman bangga yang sangat memikat. Pria itu menuangkan air hangat ke gelas Aura, lalu menatap sepupunya dengan pandangan membunuh yang membekukan darah.

"Auditor internal Vane Group akan memeriksa seluruh pembukuan cabang Eropa besok pagi, Lukas," ujar Adrian dingin tanpa emosi. "Jika laporan istriku terbukti seratus persen benar... kamu tahu apa konsekuensi bagi pengkhianat di keluarga ini."

Lukas mengepalkan tangannya di bawah meja, dadanya naik turun menahan malu, amarah, dan ketakutan yang luar biasa. Ia sadar bahwa wanita di depannya ini bukan cuma penghalang kecil, melainkan ancaman mematikan yang sanggup menghancurkan seluruh posisinya di keluarga Vane!

Merasa telah memenangkan pertempuran di meja makan itu dengan mutlak, Aura mengelap bibirnya dengan serbet kain sutra, berniat berdiri untuk menyegarkan diri di kamar mandi.

"Aku permisi sebentar ke toilet ya, Tuan-Tuan yang terhormat," ujar Aura penuh kemenangan.

Namun... sifat ceroboh bawaan jiwanya yang selalu kumat setiap kali ia merasa terlalu puas atau bangga kembali berulah di saat yang paling dramatis!

Saat Aura berdiri dengan anggun dan hendak memutar tubuhnya, gaun zamrud mewahnya yang agak panjang menyenggol salah satu kaki kursi kayu mahoni yang berat!

"Waa! Aduh—!"

Aura hilang keseimbangan total dan tubuhnya meluncur jatuh ke arah meja makan!

*Greb!*

Tentu saja, refleks bajak laut dan penguasa mafia milik Adrian bergerak secepat kilat. Adrian menyambar pinggang Aura dari samping, menarik tubuh wanita itu dengan tenaga penuh hingga Aura mendarat mulus dan rapat tepat di atas pangkuan Adrian!

*Brak!*

Aura terduduk pas di atas paha kekar Adrian, dengan kedua tangannya refleks merangkul leher suaminya demi menyelamatkan diri dari jatuh.

Suasana meja makan yang baru saja tegang oleh pembongkaran skandal pencucian uang mendadak berubah menjadi panggung drama romantis yang sangat konyol! Tetua Richard, Tetua Harold, dan Lukas yang masih shock hanya bisa mematung dengan mulut ternganga lebar melihat Ratu Pembantai Bisnis itu kini dipangku mesra oleh sang Raja Mafia di depan meja makan keluarga.

Aura berkedip-kedip konyol, wajahnya seketika membara merah panas sampai ke ujung telinga saat menyadari posisinya.

"S-sialan... kenapa harus terpeleset di depan para tua-tua ini sih?!" bisik Aura panik setengah mati, bicaranya yang serba cepat kembali keluar seperti peluru. "Lepaskan aku! Turunkan aku sekarang! Tengsin tahu!"

Adrian justru tidak melepaskan lingkar tangannya di pinggang Aura. Sebaliknya, pria itu makin mempererat dekapannya, menyandarkan dagunya di bahu Aura sambil menatap Lukas dan para Tetua dengan senyuman dominan.

"Makan malam kita sudah selesai," tegas Adrian dengan nada dingin yang tak tersembantahkan. "Kalian bertiga bisa meninggalkan mansionku sekarang."

Tanpa berani membantah lagi, Tetua Richard dan Tetua Harold yang murka pada Lukas langsung berdiri dan menyeret Lukas keluar dari ruang makan dengan wajah menahan malu yang amat sangat.

Setelah ruang makan kembali sepi, Aura buru-buru mendorong dada Adrian secepat kilat untuk turun dari pangkuan suaminya.

"I-itu kursinya yang dipasang terlalu dekat sama gaunku!" elak Aura secepat kilat, bicaranya meluncur deras. "Lagipula kamu ngapain tidak melepaskanku dari tadi?! Malu-maluin saja!"

Adrian terkekeh renyah—sebuah suara rendah dari dalam dada yang terdengar sangat hangat dan seksi. Pria itu berdiri, lalu merangkul pinggang Aura dari belakang, menarik tubuh istrinya bersandar rapat di dadanya.

"Kamu baru saja menghancurkan posisi Lukas dalam waktu lima menit, Istriku," bisik Adrian lembut di dekat earlobe Aura, mengecup pipi wanita itu yang masih memerah. "Aku sangat bangga padamu."

Aura menyandarkan kepalanya di dada hangat Adrian, mengulas senyum manis yang tersembunyi. "Tentu saja! Pikirmu aku bakal membiarkan sepupu konyolmu itu menginjak-injak kita?"

Namun, jauh di luar Mansion Vane yang megah... di dalam mobil hitam yang meluncur di kegelapan malam, Lukas Vane meremas ponselnya dengan mata merah membara.

"Hubungi pasukan bayaran *Black Viper*," desis Lukas pada asistennya di telepon dengan nada penuh dendam. "Aku tidak peduli lagi soal aturan keluarga. Malam ini juga... habisi wanita bernama Aura Valeria itu!"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

TBC ❤️🥰😘

1
Osie
eh cuma 1 baby ya..kirain twins/Smile/
Osie
kalau udah sesu ngidam..dahlah pasti lebay banget atau emang org ngidam ada yg gitu..jujur aja aku dl pas hamil gak ada sesi ngidamnya🤣🤣lempeng aja sp lahiran
Osie
twins twins ya ya thoorr
Osie
🤣🤣🤣🤣🤣bener" dah aura...eh lucas ente salah cari lawan🤣🤣🤣🤣
Osie
kapan seriusnya sih..sifat ceroboh aura itu lho bikin hilang fokus🤭🤭
Miu Miu 🍄🐰
next thor semangat trs up nya y
Anita Rahayu
banyak thor upnya seru ceritamu 👍👍👍👍👍👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌
Miu Miu 🍄🐰
bagus ceritanya seru
Miu Miu 🍄🐰
so sweet 😍
Osie
dah lah aura walaupun sang ceo ingin tau siapa kamu tetap jgn bilang kalau kamu jiwa dari sosok vanya sang agen rahasia yg top...
Osie
laaahh cepat lii ketauannya..gak asyik ach🤭
Osie
ya ampun thooorrr bisa gak ya sifat ceroboh aura dihilangkan 🤣🤣🤣🤣🤣dah serius baca eh ujungnya ngakak
Rina Yuli: ohhh jangan donk itu emang humor nya🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Osie
aura dilawan..jiwa agen elit lho dlm raga nya...ya mana lawaaaann
Osie
iyuuhh roman romannya cikal bakal bucin n penisirin mulai melanda sang ceo nih🤣🤣moga aura bisa lepas dr vane. jgn cepat luluh
Osie
aku mampir..aku suka cerita transmigrasi dgn sosok MC nya wanita tangguh n gak menye menye..dan moga ini cerita sp end🙏🙏🙏
Miu Miu 🍄🐰
aku suka up Sampai ending y thor 😍
partini
lanjut Thor 👍
partini
Nemu cerita gini wanita Badas 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!