NovelToon NovelToon
Si Kecil Yang Terbuang (Revisi Pelan-pelan)

Si Kecil Yang Terbuang (Revisi Pelan-pelan)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daneen_Nis

Si Kecil yang Terbuang

Sejak lahir, Aluna Kirana dianggap sebagai pembawa kesialan hingga keluarganya tega membuangnya di tengah hujan. Beruntung, seorang nenek berhati mulia menemukannya dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang meski hidup dalam keterbatasan.

Bertahun-tahun kemudian, Aluna tumbuh menjadi gadis yang lembut, kuat, dan penuh ketulusan. Tanpa disadari, takdir membawanya kembali bertemu dengan keluarga yang pernah membuangnya. Di saat penyesalan mulai menghantui mereka, Aluna juga dipertemukan dengan Arsen Mahardika, seorang CEO muda yang perlahan mengubah jalan hidupnya.

Ketika rahasia masa lalu terungkap, mampukah Aluna memaafkan mereka yang telah meninggalkannya? Ataukah ia akan memilih orang-orang yang mencintainya tanpa syarat?

Sebuah kisah penuh haru tentang luka, pengorbanan, keluarga, dan cinta yang membuktikan bahwa seseorang tidak ditentukan oleh masa lalunya, melainkan oleh keteguhan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daneen_Nis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 - Serangan Untuk Hendra

Malam itu, hujan turun membasahi jalanan kota. Hendra duduk di kursi belakang mobilnya sambil memandangi kartu nama yang tadi ia berikan kepada Aluna. Wajah gadis itu terus terbayang di benaknya.

"Dia benar-benar sudah sebesar itu," gumamnya lirih.

Sopir yang berada di depan melirik melalui kaca spion.

"Tuan, kita langsung pulang?"

Hendra mengangguk pelan.

"Ya."

Mobil mulai melaju meninggalkan kawasan sekolah. Namun, beberapa ratus meter di belakang, sebuah SUV hitam mengikuti mereka dengan jarak yang aman.

Di rumah kecilnya, Aluna sedang membantu Ratih menyiapkan makan malam.

"Nek, kenapa Nenek terlihat gelisah?"

Ratih menghela napas panjang.

"Hendra adalah satu-satunya orang yang mengetahui malam saat kamu dititipkan kepada Nenek."

"Kalau begitu, kenapa selama ini dia tidak pernah datang?"

"Nenek juga tidak tahu."

Ratih menatap Aluna dengan mata berkaca-kaca.

"Tapi Nenek yakin, kalau dia kembali sekarang, pasti ada alasan yang sangat penting."

Aluna mengangguk pelan.

Entah mengapa, ia merasa hidupnya akan segera berubah.

Sementara itu, Arsen dan Rangga berhasil mengetahui lokasi rumah Hendra.

"Kita harus menemuinya malam ini," kata Arsen.

"Takutnya ada yang bergerak lebih dulu?" tanya Rangga.

Arsen mengangguk.

"Victor tidak akan tinggal diam."

Mobil mereka melaju menembus hujan menuju rumah Hendra.

Di sisi lain kota, Victor menerima laporan dari anak buahnya.

"Tuan, Hendra sudah meninggalkan sekolah."

Victor tersenyum dingin.

"Bagus."

"Perintah saya tetap sama."

"Jangan biarkan dia bertemu Arsen ataupun Damar."

"Baik, Tuan."

SUV hitam itu mempercepat laju mobilnya hingga mendekati kendaraan Hendra.

Salah seorang pria mengeluarkan pistol yang dilengkapi peredam suara.

"Habisi sekarang."

Dor!

Sebuah peluru menghantam ban belakang mobil Hendra.

Mobil oleng hingga berhenti di tepi jalan.

Sopir segera keluar untuk memeriksa keadaan.

Saat itulah tiga pria bertopeng turun dari SUV.

Mereka berjalan mendekat.

Hendra langsung menyadari bahaya.

"Lari!" teriaknya kepada sopir.

Namun, salah seorang penyerang lebih dulu memukul sopir hingga terjatuh.

Hendra mencoba keluar dari mobil dengan bantuan tongkatnya.

"Victor..."

"Aku tahu kau yang mengirim mereka."

Pemimpin penyerang hanya tersenyum.

"Tuan Victor mengirim salam."

Sebelum mereka sempat mendekat, suara deru mesin mobil terdengar dari kejauhan.

Arsen dan Rangga tiba tepat waktu.

"Berhenti!"

Para penyerang terkejut.

Perkelahian pun tak terhindarkan.

Rangga berhasil melumpuhkan salah seorang penyerang, sementara dua lainnya melarikan diri ke dalam SUV.

Pemimpin mereka ikut kabur setelah menyadari keadaan tidak menguntungkan.

Arsen segera menghampiri Hendra.

"Pak Hendra, Anda tidak apa-apa?"

Hendra mengangguk pelan meski wajahnya pucat.

"Mereka... lebih cepat dari yang kuduga."

Arsen membantu Hendra duduk di dalam mobilnya.

"Kita harus membawa Anda ke tempat yang aman."

Hendra menggenggam lengan Arsen.

"Tidak."

"Kenapa?"

"Masih ada yang harus kukatakan."

"Apa itu?"

Hendra menatap Arsen dengan serius.

"Aluna..."

"...adalah putri kandung Damar Prasetya."

Arsen membeku.

Meskipun ia telah lama menduganya, mendengar pengakuan langsung dari Hendra membuat semuanya terasa nyata.

"Apakah Anda yakin?"

Hendra mengangguk mantap.

"Aku mengantar ibu Aluna malam itu."

"Dia memintaku menyelamatkan bayi itu sebelum orang-orang Victor menemukannya."

Arsen menarik napas panjang.

Akhirnya, teka-teki terbesar mulai terjawab.

Namun Hendra belum selesai berbicara.

"Ada satu orang lagi yang mengetahui seluruh kebenaran."

"Siapa?"

Hendra menatap ke arah langit yang masih diguyur hujan.

"Dia menyimpan bukti terakhir."

"Namanya..."

Belum sempat nama itu terucap, suara tembakan kembali memecah keheningan.

Dor!

Peluru menghantam kaca mobil.

Arsen langsung melindungi Hendra.

"Tiara!"

Hendra berteriak sambil menatap ke arah seorang wanita yang baru saja turun dari taksi di seberang jalan.

Wanita itu membeku saat mendengar namanya dipanggil.

Sementara itu, seorang pria bertopeng mengarahkan pistol ke arahnya.

Tanpa disadari siapa pun, wanita bernama Tiara itu ternyata adalah saksi terakhir yang masih hidup, dan kini nyawanya berada di ujung tanduk.

1
Adinda
mungkin victor simpanan istrinya damar bapak kandungnya Keisha
ժׁׅ݊ɑׁׅ݊ꪀꫀׁׅܻ݊ꫀׁׅܻ݊݊ꪀ_݊ꪀꪱׁׅ꯱: Terima kasih sudah Like dan Komen ka🙏🙏🙏
total 1 replies
Adinda
semoga Aluna bertemu keluarga sebelah ibunya atau kakeknya
Adinda
Aku harapnya Aluna direbut oleh keluarga dari ibunya atau kakeknya yang Kaya biar ayah kandungnya Tau rasa dibenci oleh anaknya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!