NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11. MARAH

Ruangan kerja Duke Alaric Ravens sunyi.

Terlalu sunyi.

Api di perapian berderak pelan, seolah menjadi satu-satunya suara yang berani bergerak di tengah ketegangan udara. Cahaya sore menyelinap masuk melalui jendela tinggi, memantulkan bayangan panjang dari sosok Duke yang berdiri menghadap meja kerjanya.

Alaric tidak duduk.

Tangannya mengepal di belakang punggung, rahangnya mengeras, matanya menatap kosong ke dinding batu, namun pikirannya sedang bergejolak hebat.

Gideon berdiri beberapa langkah di belakangnya.

"Aku mendapat laporan kalau kau menghubungi pedagang kita dengan sangat tergesa. Dan itu ada hubungannya dengan Duchess," kata Alaric langsung.

"Benar, Yang Mulia. Ini juga hal yang ingin saya laporkan dengan Anda mengenai Duchess," kata Gideon.

"Laporkan semuanya," ucap Alaric dingin.

Nada suaranya datar, terlalu datar. Dan Gideon tahu, itu tanda paling berbahaya. Karena mungkin secara garis besar Duke sudah tahu yang terjadi dengan Duchess.

Gideon menarik napas pelan dan memulai laporannya, "Seperti yang Anda tahu kalau banyak rumor jelek tentang Nyonya. Setelah saya mengirim orang untuk menggali informasi lebih dalam kami menemukan bahwa Nyonya Duchess diperlakukan buruk selama tinggal di Kediaman Count Montclair."

Alaric tidak bergerak, namun air mukanya berubah keras. "Lanjutkan."

"Bukan hanya diabaikan, tapi direndahkan. Secara terang-terangan. Bahkan oleh para pelayan," beritahu Gideon dengan air muka tak suka setiap kali mengingat fakta menyakitkan sang Duchess.

Api di perapian berkedip lebih keras.

"Pelayan juga ikut merendahkannya?" ulang Alaric, nadanya turun beberapa tingkat.

"Ya. Para pelayan berani memperlakukan Nyonya seperti bukan bangsawan. Mereka memaksa makan, mengatur jadwal tanpa izin, berbicara kasar, bahkan menertawakannya di belakang. Dan tentu saja mereka menggunakan tubuh Duchess untuk mengoloknya," jawab Gideon.

Tangan Alaric mengepal lebih kuat.

"Dan itu terjadi," lanjut Gideon, "karena Countess dan adik tiri Nyonya, secara aktif menyebarkan rumor buruk tentang Nyonya Duchess di lingkaran sosialita. Berlagak seolah mereka korban dari kejahatan Duchess."

Akhirnya Alaric berbalik. Matanya merah, penuh bara. Ia murka mendengar laporan ini

"Jangan katakan rumor yang aku dengar sampai aku salah paham tentang istriku kemarin?" konfirmasi Alaric.

Gideon menelan ludah. "Benar. Mereka menyebut Nyonya Duchess kasar, bodoh, rakus, gila foya-foya, suka menyiksa pelayan, dan memalukan bagi keluarga bangsawan. Semua rumor yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan Nyonya Duchess."

Ruangan itu membeku.

Alaric tertawa kecil. Tawa tanpa humor.

"Menarik. Istriku yang bahkan menolak dilayani pelayan, dituduh suka menyiksa mereka. Liora yang mengoceh ketika kuberikan perhiasan mahal karena tidak terima ada wilayah kita yang masih membutuhkan bantuan, tapi mereka mengatakan dia suka foya-foya? Lucu sekali," geram Alaric.

Gideon melanjutkan, suaranya kini jauh lebih dingin, "Rumor itu disebarkan perlahan, konsisten, dan disengaja. Dari jamuan ke jamuan. Dari satu bangsawan ke bangsawan lain. Hingga ... semua orang percaya."

Alaric menutup matanya sejenak. "Lalu apa lagi. Sepertinya bukan hanya itu saja."

Gideon mengangkat kepala. "Tabib Aldren."

Alaric membuka mata.

"Ketika Nyonya Duchess sakit kemarin, Aldren menemukan kejanggalan. Dan hari ini, setelah pemeriksaan menyeluruh ... hasilnya keluar," beritahu Gideon.

Alaric berbalik sepenuhnya untuk mendengarkan dengan seksama.

"Duchess diracuni dalam waktu yang lama," beber Gideon dengan tangan mengepal, tak dapat menahan kesal setiap kali mengatakan hal ini.

Dunia seakan berhenti untuk Alaric sesaat.

"Apa? Diracuni katamu?" suara Alaric serak.

"Benar. Racun dari wilayah timur. Biasa digunakan untuk menggemukkan hewan ternak. Jika dikonsumsi manusia, merusak metabolisme, melemahkan organ, dan berujung kematian," jawab Gideon.

Sesuatu di dalam diri Alaric patah. Ia tidak pernah meragukan diagnosa dari Aldren. Jika pria itu berkata demikian, maka benar adanya.

"Sejak kapan?" tanya Alaric pelan.

"Bertahun-tahun," jawab Gideon tanpa ragu. "Tabib Aldren yakin racun itu diberikan perlahan, konsisten. Melalui minuman seperti teh yang selalu disuguhkan. Dan Duchess mengatakan kalau setiap pagi memang pelayan memberikan teh yang tidak pernah ia tahu jenis apa dengan alasan itu dari Count untuk kesehatan Nyonya Duchess."

Alaric tidak berteriak. Ia tidak membanting meja. Ia hanya diam.

Dan Gideon tahu, itu jauh lebih buruk.

"Apa yang mereka lakukan adalah percobaan pembunuhan," Suara Alaric rendah dan berat.

Gideon mengangguk. "Saya setuju, Yang Mulia. Dan kemungkinan besar yang melakukannya adalah Countess."

"Putus jalur dagang Count Montclair," perintah Alaric datar dan tanpa berpikir panjang.

Gideon langsung siaga. Tahu kalau majikannya ini telah mengeluarkan titah untuk dijalankan segera.

"Hentikan suplai gandum mereka dari wilayah barat. Ambil alih pertambangan besi milik mereka di perbatasan utara, klaim pelanggaran kontrak lama," kata Alaric.

Alaric melangkah satu langkah. Wajahnya menahan amarah yang bergumul di dada.

"Bekukan rekening dagang mereka di Guild Selatan. Naikkan pajak wilayah mereka dengan alasan inspeksi militer," lanjut Alaric.

Gideon tersenyum tipis. "Dan izinkan saya menggerakkan kelompok bayangan," pintanya.

Alaric mengangguk. "Lakukan."

Gideon menunduk hormat, wajahnya tegang menahan amarah.

"Mereka akan merasakan bagaimana rasanya direndahkan tanpa darah," kata Alaric.

Gideon tahu kalau seperti vonis mati untuk Count dan keluarganya.

Alaric bangkit dari kursinya. Langsung berjalan ke pintu.

"Yang Mulia, Anda mau kemana?" panggil Gideon.

"Aku akan menemui istriku," jawab Alaric.

Pintu tertutup.

Gideon berdiri sendiri. Untuk sesaat, senyum tipis muncul di wajahnya. "Musim semi akhirnya datang untuk Anda, Yang Mulia," gumamnya.

Namun detik berikutnya, wajah Gideon berubah bengis.

"Dan neraka untuk keluarga Montclair akan segera terjadi. Mereka harus menerima pembalasan. Keluarga Count sudah terlalu lama berulah," ujar Gideon.

Alaric sungguh mencari kehadiran Liora. Ia menelusuri seluruh kastil untuk menemukan istrinya itu.

Sampai akhirnya ia menemukan sang istri di taman samping.

Taman kastil sore itu dipenuhi cahaya keemasan.

Liora duduk di bangku batu, berbincang ringan dengan Sasa. Tawa kecilnya mengalun pelan, kontras dengan hari-hari gelap yang pernah ia jalani.

Sasa tengah menceritakan sesuatu dengan penuh semangat.

Sampai ... bayangan besar menutupi mereka.

Sasa langsung menoleh, membeku sesaat, lalu menunduk cepat.

"Yang Mulia Duke," ucap Sasa yang terkejut dengan kehadiran Alaric. Ia mundur menjauh, memberi ruang untuk kedua majikannya bicara.

Liora berdiri. "Duke?"

Belum sempat ia berkata apa-apa Alaric mencengkeram kedua lengan Liora.

Tidak menyakitkan.

Tapi kuat.

"Kenapa kau tidak memberitahuku kalau mereka memperlakukanmu seperti itu?! Kenapa kau diam saja saat keluargamu menjatuhkanmu seperti itu," seru Duke yang tidan bisa menahan emosi setelah mendengar tentang istrinya yang diperlakukan penuh hina selama ini.

Liora terkejut. "Kau ... sudah tahu?"

Wajah Alaric penuh amarah, dan kesedihan.

"Kenapa kau diam? Kau seorang Duchess sekarang, kau punya kuasa untuk melakukan apa pun bahkan untuk membalas mereka," tanya Alaric pelan, nyaris memohon.

Liora tersenyum kecil. "Karena aku terbiasa, kurasa."

Alaric menggeleng. "Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu."

Liora menatapnya mantap. "Aku juga tidak akan diam lagi kali ini. Mereka sudah melewati batas."

Alaric memeluk Liora erat.

Liora memerah, kaku, jantungnya berdentum liar.

"Duke?"

Tapi ...

BUGH!

Sesuatu mengenai kepala Alaric.

"Paman!" Suara kecil cadel terdengar lantang. "Apa yang Paman lakukan cama Lilola?! Paman nakalin Lilola, ya?!"

Alaric membeku.

Rowan berdiri dengan tangan terangkat, ekspresi menantang dan menggemaskan.

Liora terbelalak. Menahan tawa.

Alaric perlahan menoleh. "Rowan?"

"Jangan centuh Lilola!" seru Rowan.

Alaric tidak tahu kalau ternyata istrinya punya kesatria kecil yang melindunginya.

1
yeni kusmiyati
woowww
Anonim
Cerita yg wow sekali. Big thumbs up for you, author. Ditunggu karya berkelasmu yg lainnya ya ☺️☺️☺️☺️
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak, semoga menghibur waktu senggangnya ya 🥰
total 1 replies
Nunaaa Naa
💕💕💕
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak semoga menghibur waktu senggangnya ya 🥰
total 1 replies
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Aaahhh kasihan Elaraa, gurunya kok gitu juga sih.
Blum tau aja kalian kehebatan Elara
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Yeaay tamat akhirnya
Cerita yang seruuu, kerenn 🥰🥰

next lanjut baca sekuel ttg elara 🤗
Samson Tobuali
bagusss cerita nya menarik,sampai terakhir pun menarik.ngga monoton selalu ada aja yang bikin jantung copot,sedih nya dapet,deg deg an nya dapet,komedinya juga dapet.dan jangan lupa bintang utamanya liora sama alaric wahhh mantapp banget.pkoknya rekomendasi bangett ceritanya the best
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak semoga menghibur waktu senggangnya ya 🥰
total 1 replies
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Wow Elaraa kau pnya kekuatan tersembunyi pasti nanti kamu akan jadi ksatria yg hebat
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
kemana istri nya Arram
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Whaaa Aaron sudah nikah juga teenyataa
jodohnya Lala nih kayaknya Auron
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Part yang sangat bikin menghatu biru meneteskan bnyak air mata kebahagiaaan 😍😍🥰
Dreamland Township
Bukankah kaisar saudara duke? trus knp para bangsawan menyebut "saudara duke (yg perempuan)" bkn saudara kaisar?
Dreamland Township: I mean ibu Rowan bkn saudara kaisar?
total 1 replies
soloasliakuh
aku deg2ansumpah...ini cerita hidup bangettt thorrr
Nur Rachma sakinah
halo kak aku izin kak🙏

mohon bantu an nya & dibaca yuk kisah nya menarik dan jarang banget.

Judul : Toleransi Membuatku Jatuh Cinta

tentang keluarga kaya raya muslim yang menjodohkan anak perempuan nya dengan seorang putra mahkota thailand.

romantis, komedi , toleransi nya dapat banget.
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bayangin gideon sepusing apa kalo tau bayi nya ada 2 😆 1 alaric aja pusing ini dapet bonus 2 lagi wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah urusan ape, ga ikutan nikmatin apa2 di selama liora di rumah nya kok ujug2 di suruh ikutan nanggung hukuman nya 😒
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
gimana sih ni keluarga masa ga akrab nya se ga akrab itu, dia gatau apa2 soal liora yg katanya anak nya, ini isteri sm anak nya di penjara masa dia juga ga ada yg ngasitau 😂 jatohnya bukan kayak keluarga tp tetangga RT RW ini mah 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
berasa nonton avenger end game wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bener bener setara dr segala sisi suami isteri ini wkwk mantep banget suami isteri ini 👏🏻
Nenti iis Fatimah
seperti sengaja dibuat gemuk agar tak menarik
Al Fatih
Baru mampir kaka,, baca komen para readers,, jadi penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!