Ye Chenlong adalah aib terbesar Klan Ye.
Di hari ujian bakat, ia dinyatakan memiliki bakat kultivasi terburuk sepanjang sejarah. Tunangannya memutuskan pertunangan di depan semua orang, keluarganya mengusirnya tanpa belas kasihan, bahkan nyawanya hampir berakhir di hutan terlarang.
Namun, di ambang kematian...
Darah yang telah tertidur selama ribuan tahun akhirnya terbangun.
Bukan kekuatan yang langsung membuatnya tak terkalahkan, melainkan serpihan ingatan dari leluhur Naga Purba yang menuntunnya menuju teknik kuno, warisan yang hilang, dan rahasia yang sengaja dikubur oleh dunia.
Semakin jauh ia melangkah, semakin banyak kebenaran yang terungkap.
Mengapa Klan Naga Purba dimusnahkan?
Siapa yang memburu seluruh pewaris garis darah naga?
Dan mengapa namanya telah tercatat dalam takdir jauh sebelum ia dilahirkan?
Ketika seluruh dunia menganggapnya sampah...
Tak seorang pun menyadari bahwa naga yang mampu mengguncang langit telah membuka matanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9: PERTARUNGAN HABIS HABISAN
tubuh sosok itu membesar, hampir setinggi 8 kaki.
muncul dua tanduk menjulang di kepala.
cairan hijau menetes dari lidah yang menjulur.
ye chenlong menarik orang tadi ke belakang, dengan mata yang masih menatap sosok di depannya.
"dia gila."
"bahkan mampu menyerap esensi kehidupan kedua saudaranya"
ye chenlong yang hidup di bayang bayangi adik tiri dan ibu tiri saja tak pernah berpikir untuk berbuat seperti itu.
errrr......
suara raungan tipis terdengar dari mulut sosok itu.
ia menatap ye chenlong dengan mata merahnya tanpa berkedip sekalipun.
sosok itu melompat.
tanah yang ia pijak sebelumnya retak seketika.
jarak puluhan meter lenyap dalam sekali kedipan.
"awas"
ye chenlong melemparkan orang yang tadi ke samping.
bom...
pukulan sosok itu menghantam tanah.
tanah bercampur debu berterbangan menutupi sosok itu.
ye chenlong berguling sebelum tubuhnya sendiri menghantam pohon.
ia berdiri mengelap darah di pipi.
"sial, dia cepat sekali"
"bahkan kekuatan jiwaku hampir tak bisa mendeteksinya"
samar samar, ia bisa melihat tanah dan debu yeng menutupi sosok itu terhembus cepat.
ye chenlong langsung memperkuat kekuatan jiwanya.
"di kiri" ucap ye yuanzi.
ye chenlong menoleh.
tinju berbalut qi hitam pekat membelah udara, mengarah langsung ke arahnya.
di posisi ini, ia sama sekali tak bisa menghindar.
jalan satu satunya hanya menahan atau balik menyerang.
saat mempertimbangkan ini.
bom....
pohon tempat ia menahan tubuh langsung hancur berserakan.
"kau tidak apa apa" ucap orang tadi.
di detik terakhir tadi, ada tapi yang menarik yr chenlong.
itu membawanya menghindar.
ye chenlong menggeleng, ia berdiri di sebelah sosok itu.
"apa lukamu sudah sembuh?"
"sudah mendingan"
setelah mengatakan itu, dia menatap ye chenlong.
"apa kau bisa menahannya beberapa menit?"
"menahannya beberapa menit?"
orang itu mengangguk.
melihat keseriusan di matanya ye chenlong mengangguk serius.
"baiklah, aku akan usahakan."
"bawa ini"
orang itu melemparkan kertas peledak.
ye chenlong mengambilnya, ia menyimpan di cincin penyimpanan.
"leluhur, apa kau memiliki jalan"
"nak... untuk mengalahkannya dengan kekuatanmu itu sulit"
"bahkan peluangnya hanya kurang dari lima persen"
"tapi untuk menahannya itu masih bisa"
"kau bisa melapisi kekuatan jiwamu dengan qi, itu mungkin bisa mengikuti kecepatan manusia iblis itu"
"dan satu lagi, jangan pernah berbenturan langsung dengannya"
"manfaatkan elemen petirmu untuk menambah kecepatan"
setelah berkomunikasi dengan leluhurnya, ye chenlong menutup matanya.
lalu membukanya lagi.
ia bergerak menyamping, memastikan sosok itu masih mengincarnya.
benar saja, mata sosok itu terus terju ke arahnya.
mendapatkan peluang ini, ye chenlong menjauh dari orang tadi.
dalam sekejap sosok tadi menghilang lagi.
namun kali ini ye chenlong bisa merasakan pergerakannya.
walau masih samar, tapi tak sesamar tadi.
bom.....
hal yang sama terjadi di tempat ye chenlong berdiri.
secara bersamaan kilatan biru terlihat.
kini ye chenlong sudah berdiri sekitar 7 meter dari sosok itu.
"meledak" ucapnya.
bom....
bom.....
bom......
arrrrt........
di tengah kepulan debu beberapa ledakan terdengar, di sertai raungan.
sebenarnya saat sosok itu menyerang tadi, ye chenlong langsung mengaktifkan langkah petir.
dengan gerakan cepat, ia menempelkan beberapa kertas peledak di sosok itu.
saat debu mereda, terlihat sosok tadi berdiri dengan beberapa bagian tubuh menghilang.
namun ye chenlong langsung menyipitkan matanya.
karena, ia bisa melihat tubuh sosok itu mulai beregenerasi dengan cepat.
bagian tubuh yang sebelumnya menghilang bisa tumbuh dengan kecepatan yang sulit di bayangkan.
setelah kembali seperti semula, sosok itu melesat dengan cepat.
ia memukul seperti sebelumnya.
ye chenlong pun sama, ia menggunakan langkah petir di saat terakhir.
namun, kali ini.
saat ia sedang mengeluarkan kertas peledak.
bug.......
tubuhnya di hantam lengan kiri sosok itu.
tubuh ye chenlong melesat di udara, menghantam beberapa pepohonan.
3 pohon rubuh karena tertabrak olehnya.
ia baru berhenti saat menabrak pohon ke 4.
tubuhnya jatuh ke tanah.
dari mulut hidung bahkan telinga mengalir darah.
"nak...."
"nak....."
"sadarlah, jangan pingsan di sini"
dengan sisa tenaga, ye chenlong berusaha untuk berdiri.
ia menatap sosok manusia setengah iblis yang sudah bersiap menyerangnya lagi.
"apa kau tidak apa apa" ucao orang tadi.
ye chenlong menatap orang itu, ia melihat orang itu sudah memegang busur api tengah telah siap di tembakkan.
"apa sudah selesai" tanyanya.
"sudah, tapi jaraknya terlalu jauh."
ye chenlong kembali menatap sosok setengah iblis.
tanpa ragu ia mengeluarkan sebuah kertas peledak.
"leluhur, apa pedang ini tak akan rusak jika meledak"
"tentu saja, pedang ini adalah warisan dari dewa"
ye chenlong mengangguk puas.
dengan sengaja ia menempelkan kertas peledak di pedang usang.
"apa yang kau lakukan"
"walau pedang ini tak akan rusak, tapi jika meledak itu bisa membuatmu dalam bahaya"
ye chenlong tak menjawab.
ia sedikit melemparkan pedang.
dan ia sendiri melompat ke samping mengarah langsung ke arah orang tadi, dengan kaki menginjak pedang.
"nak, jangan bodoh"
"meledak" ucap ye chenlong.
Bom.....
dalam sekejap ledakan besar terdengar.
tubu ye chenlong terpental kencang.
sosok setengah iblis yang sudah siap mengejar ke arah ye chenlong berdiri.
langsung berbalik, ke arah ye chenlong terbang.
yeng chenlong menatap orang tadi.
lalu menatap sosok setengah iblis.
"sekarang" teriak ye chenlong.
wus......
sebuah tali langsung mengikat ye chenlong dan menerbangkannya ke samping.
"panah neraka, terbakarlah" teriak orang tadi.
anak panah api terlepas dari tempatnya, melesat langsung ke sosok setengah iblis.
tanpa belas kasih panah langsung menusuk, membawanya terbang jauh.
tanpa kendali, api hitam membakar tanpa henti.
bahkan, setelah berhasil menyetabilkan diri, sosok itu tetap terbakar.
regenerasi nya sama sekali tak berfungsi di hadapan api hitam.
"kau tak apa"
orang tadi menghampiri ye chenlong.
ye chenlong tak menjawab.
bukan tak mau, tapi sekarang ia hanya mampu membuka mata saja.
bahkan untuk berbicara saja dia tak mampu.
"nak kau tak apa" tanya ye yuanzi.
"aku tak apa leluhur, hanya luka luar" jawab ye chenlong lewat transmisi suara.
orang tadi langsung memegang cincinnya, dari sana keluar sebuah pil, yang langsung di suapkan ke mulut ye chenlong.
ye chenlong hanya menahan pil itu di mulutnya.
"Telanlah"
"benar nak, telanlah."
"aku tak merasakan niat jahat apapun pada orang ini.
dengan berat, ye chenlong menelan pil itu, namun setelah menelan pil
pandangannya mulai kabur, tubuhnya malah menjadi lemas.
" jangan di tahan"
"aku yang akan menjagamu"
setelah mendengar ini ia akhirnya benar benar pingsan.
sedangkan, sosok tadi meraung raung sampai tubuhnya benar benar habis terbakar hingga menjadi debu.