Calon suaminya tak datang saat hari H pernikahan, Pevita menangis dan malu sekali. Ditambah amarah sang papa sangat terlihat jelas, keluarga dokter dipermalukan sampai begini tentu tak terima.
Keajaiban justru datang dari Kalandra, keponakan ibu tiri Pevita, dengan berani maju, berniat menggantikan sang pengantin pria. Jelas saja Pevita tak mau, tapi melihat kesungguhan Kalandra, papa Pevita pun menerima.
"Kamu tuh bocil, kenapa sok-sok an mau menikahiku segala sih?" protes Pevita setelah rangkaian pernikahan selesai malam itu.
"Namanya juga jodoh, tidak akan salah alamat kan," Pevita hanya memutar bola mata malas mendengar ungkapan hati sang suami yang terpaut usia 2 tahun lebih muda darinya.
Dunia Pevita siap gonjang-ganjing karena pemuda brondong ini. Alamak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUNIA MAHASISWA
Hubungan Kala dan Pevita masih jalan di tempat malah lebih cuek lagi, seolah ada tembok tinggi yang memisahkannya. Orang tua Pevita sibuk dengan pekerjaannya, sehingga tak begitu perhatian pada hubungan anak dan menantunya. Apalagi Kala sudah memasuki dunia perkuliahan dimulai dengan kegiatan OSPEK, makin jauh saja jarak pengantin baru itu.
Pevita yang masih libur kuliah, sedangkan Kala sibuk dengan tugas OSPEK, sekaligus berangkatnya setelah shubuh, dan pulang hampir isya. Terus saja begitu, sampai tak ada komunikasi sama sekali. Saat Kala berangkat ia masih menyempatkan mencium kening Pevita meski sang istri masih tidur, dan berpesan pada ART untuk membangunkan sang istri untuk sholat shubuh. Saat Kala pulang, Pevita hanya diam saja, tak bertanya soal OSPEK Kala, membiarkan sang suami mandi, makan malam, lalu tidur. Bagi Kala dia sudah capek badan, tak mau berharap perhatian pada Pevita malah makan hati.
Hingga masa OSPEK berakhir, ada malam inagurasi, Kala pun berangkat setelah maghrib, acaranya nanti di aula gedung teknik, ia mengenakan kaos putih dan celana jeans serta dilengkapi dengan jas almamater. "Malam inagurasi?" tanya Pevita melihat sang suami yang bersiap di depan cermin meja rias.
"Iya, Mbak!" jawab Kala sembari menyisir.
"Have fun. Udah punya gebetan belum? Wajah lo ganteng, panitia cewek biasanya caper ke adik tingkat yang good looking," tebak Pevita. Kala yang mendengar hanya tersenyum tipis, lalu menoleh pada Pevita.
"Ini meledek atau cemburu?" balas Kala dengan menatap sang istri, Pevita hanya menghela nafas berat, mana ada rasa itu. "Lagian, aku selalu pakai cincin nikah kok, kalau ada yang deketin aku langsung kasih paham!" ucap Kala sembari menunjukkan cincin nikah di hadapan sang istri, sekaligus menyindir Pevita yang tak pernah mengenakan cincin nikahnya. Kalah telak, Pevita hanya diam saja.
"Tenang aja, cewek satu-satunya yang aku cinta cuma istriku kok," ujar Kala sembari mengacak rambut Pevita sekaligus meninggalkan kecupan singkat di surai hitam sang istri sebagai tanda pamit. Pevita mematung, tak menyangka bocah cilik itu berhasil membuatnya salah tingkah dengan sentuhan di rambutnya. Bahkan Refan saja tak pernah bersikap seperti itu.
He is exactly better than him. Batin Pevita membandingkan.
Meski Pevita terkesan cuek pada Kala, tapi siapa sangka ia selalu melihat postingan Kaffa, teman SMAnya yang masuk jurusan yang sama dengan Kala. Sehingga Pevita tahu aktivitas yang dilakukan Kala tanpa bertanya pada sang suami.
Kala sendiri sudah punya teman, bisa dibilang dekat apalagi selama tugas kelompok OSPEK, mereka bekerja sama. Dua teman cewek dan dua teman cowok. Saat malam inagurasi pun Kala bergerombol dengan teman dekatnya juga. Mahasiswa baru yang punya talent menyanyi satu per satu menjadi pengisi acara, masuk ke acara inti para panitia mulai bercuap-cuap sekedar minta maaf atas kesalahan selama OSPEK, meski tidak ada kekerasan fisik, serta memberi penghargaan dengan beberapa kategori, baik panitia maupun mahasiswa baru.
"Kategori mahasiswa baru terkeren, jatuh kepada Kalandra, dari jurusan teknik informatika," nama Kala disebut oleh MC, kaget juga. Keren dari mananya coba? Batin Kala.
"Ternyata yang voting kategori ini tidak hanya teman satu jurusan kamu, dari jurusan lain juga ada. Kok bisa? Baru beberapa hari sudah banyak pengagumnya nih, bagi tips dong!" usil sekali Kak MC membuat Kala hanya tersenyum kikuk. Ternyata oh ternyata, wajah Kala diingat oleh beberapa mahasiswa baru saat hari ke-3 OSPEK, saat itu ada game penyelesaian masalah, secara individu mereka diberi perintah buatlah pola garis sebanyak 13 buah, dengan panjang dan lebar yang sama, bagi yang sudah menemukan pola tersebut, diminta menunjukkan ke papan touchscreen bersama kakak panita. Sedangkan Kala, tanpa menunggu beberapa detik, dia langsung mengacungkan tangan. Panitia pun kaget, secepat itu Kala bisa menemukan polanya.
Suami Pevita itu maju, dan tentu saja mahasiswa jurusan teknik secara keseluruhan terpaku pada Kala, dan jawaban Kala benar. Ketua Panitia sampai memberikan applause pada Kala. Mungkin karena moment itu banyak mahasiswa baru dan panitia jadi mengenal Kala.
"Mau say thank you pada siapa aja nih?" Kak MC menyodorkan mic pada Kala, dan dia hanya tersenyum sembari menunjukkan bucket boneka sebagai hadiah kategori tersebut.
"Buat Sayangku di rumah," ujar Kala yang langsung mendapat sorak riuh.
"Tunggu-tunggu, Sayang ini siapa?" semakin usil saja Kak MC mengambil kesempatan untuk mengulik kehidupan pribadi Kala, maklum penggemar Kala pasti ada, dan mengharap sesuatu dari sekedar teman kepada pria berlesung pipi itu.
"Istri!" jawab Kala tegas, tapi diakhiri dengan tawa nyaring. Menimbulkan kesan bercanda. Seaula diam, lebih tepatnya kaget. Antara percaya atau tidak pada status pemuda itu.
"Yang benar?" tanya Kak MC memastikan, Kala mengangguk dan menunjukkan cincin nikahnya. "Sudah laku guys. Suami orang nih," lanjut Kak MC sedikit tak percaya.
Turun dari panggung, Kala sudah ditunggu oleh temannya terutama Ayun, tatapan gadis itu seolah menuntut penjelasan Kala. "Emang benar, Kala, kamu udah nikah?" tanya Ayun sedikit tak terima.
"Iya udah," jawab Kala sembari menggulir ponselnya, lalu memotret boneka tersebut dan mengirimkan foto tersebut pada Pevita.
Buat kamu Sayang.
"Lo hamilin anak orang atau bagaimana?" mulut si Jonas langsung to the point, mungkin bagi sebagian orang menikah muda karena hamil duluan.
"Enggak lah, menikah secara resmi dan tidak ada kasus hamil duluan. Panjang deh ceritanya, kapan-kapan aja gue cerita. Mahasiswi kampus ini juga kok, istri gue," teman dekat Kala langsung melongo.
Malah Jonas memegang kening Kala, khawatir pernikahan Kala hanya sebatas karangan ceritanya saja, buat cari sensasi mungkin. "Lo gak ngarang kan?" desak Jonas, dan Kala menggeleng.
"Ya elah, ngapain ngarang sih."
"Sebelum lo kenalkan istri lo ke kita, gak percaya!" sahut Ayun, tak terima, apalagi dia termasuk cewek yang kesemsem sama Kala.
"Oke, tunggu aja. Gue izin istri gue dulu lah, siapa tahu dia gak berkenan," ucap Kala.
"Kalau sudah jadi istri ya ngapain gak berkenan, kecuali dia sudah hamil duluan, jelas malu buat berkenalan sama teman suaminya," Ayun semakin sewot. Kala cuma mengedikkan bahu saja. Terserah apa kata orang sih, mau percaya atau enggak, yang jelas Kala adalah seorang suami.
Ayun sama sekali tak menikmati acara, hatinya gusar setelah mendengar pengakuan Kala, padahal setelah OSPEK ini, dia sudah berencana akan lebih dekat dengan Kala, dan dia tak malu kalau harus confess perasaannya lebih dulu.
Kal. Gue masih gak percaya kalau lo udah nikah. Banyak cewek yang naksir lo. Jangan mengarang gitu ah. Selepas pulang, Ayun mengirimkan pesan pada Kala. Dia masih tak terima, masa' iya dia patah hati sebelum menyatakan cinta.
nobar , pengajian nya mamah Dedeh