NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dazhi

Shen Dazhi, seorang pengembara yang berhasil mengumpulkan 10 pusaka legendaris yang diturunkan oleh Dewa. Bukan hanya itu, dirinya juga berhasil mengalahkan pemimpin sekte aliran hitam terbesar dan menjadi salah satu orang terkuat di dunia.

Namun rasanya semua itu tidak sepadan karena banyak sekali rekan-rekan serta orang tersayangnya yang mati dimasa lalu karena ulah sekte hitam tersebut.

Sampai akhirnya, dirinya diberikan kesempatan kedua oleh Dewa untuk kembali ke masa lalu dan menyelamatkan orang-orang berharganya.

Inilah cerita sang Pengembara dari masa depan yang kembali ke masa lalu untuk menulis ulang takdirnya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dazhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 : Kehidupan Yang Menyenangkan

Dazhi telah selesai dari mandinya. Kini ia sudah duduk dimeja makan bersama keluarga tercinta.

"Ibu. Nanti ibu akan pergi ke desa untuk membeli gandum bukan? Aku ikut bersama ibu boleh?"

Ditengah menyantap makanannya, Yunhe tiba-tiba membuka suara dengan mulut yang penuh dengan nasi.

"Iya nanti Yunyun boleh ikut. Tapi habiskan dulu makananmu itu! Ingat, tidak boleh makan sembari berbicara!!"

Xiao Xinyue berbicara kepada Yunhe sembari melotot. Di keluarga mereka, tidak boleh makan sembari berbicara karena bisa dianggap tidak menghargai makanan, setidaknya makanannya harus ditelan dulu.

Dazhi terkekeh pelan melihat adiknya itu dimarahi. Disisi lain, melihat kakaknya itu menertawainya membuat Yunhe kesal.

Keluarga itu makan sembari sesekali berbincang. Bagi Dazhi itu adalah momen yang sangat membahagiakan dalam hidupnya, sebelum dirinya kembali ke masa lalu, ia sangat mendambakan momen seperti ini. Kini dirinya sudah mendapatkannya, dan Dazhi berjanji kalau dirinya akan menjaga agar momen kehangatan keluarga ini tak akan hancur seperti dahulu.

"Dazhi, apa kau akan ikut ayahmu ini pergi memancing? Hari ini ayah tidak ada pekerjaan."

Shen Guowei menawari anaknya untuk ikut memancing bersama. Dazhi menoleh, tumben sekali ayahnya ini mempunyai waktu luang. Tapi ia tidak banyak protes, "Baiklah, aku akan ikut ayah!"

Ayah Dazhi itu adalah seorang tukang kayu yang bertugas membenarkan barang-barang milik warga desa. Sementara itu ibunya adalah pembuat roti enak yang banyak digemari oleh warga desa dan bahkan sering mendapatkan pesanan.

Setelah selesai makan, Dazhi dan ayahnya langsung bersiap-siap untuk pergi memancing di sungai belakang. Sementara itu, Yunhe dan sang ibu juga bersiap-siap pergi kedesa.

"Guowei gege, aku sudah membuat bekal untuk kalian. Jangan pulang terlalu sore, dan pastikan menjaga Zhizhi dengan baik, paham!"

Xiao Xinyue menceramahi suaminya habis-habisan, hal ini karena sang suami akan membawa anak mereka kehutan, ini tentu saja bisa membuatnya khawatir bukan main.

Hutan dibelakang rumah mereka memang tidak mempunyai monster berbahaya apalagi siluman, tetapi banyak hewan buas yang cukup meresahkan.

"Tenang saja Yue'er. Apa kau lupa kalau suamimu ini sudah mencapai ranah ke-2? Lagipula kuta hanya memancing saja."

Shen Guowei mencoba meyakinkan istrinya agar tidak perlu khawatir. Akhirnya sang istri membiarkan mereka pergi.

Dazhi dan ayahnya berjalan sembari bergandengan tangan. Mereka mulai memasuki daerah hutan dibelakang rumah. Disisi lain, Dazhi malah memikirkan ucapan ayahnya tadi.

"Ada apa Zhizhi?" Shen Guowei menyadari kalau Dazhi sedang memikirkan sesuatu.

"Ah... Tidak apa-apa ayah. Hanya saja, aku baru tau kalau ayah mencapai ranah kultivasi ke-2." Balas Dazhi.

Ini memang pengetahuan baru bagi Dazhi. Selama ini Dazhi tidak pernah tau kalau ayahnya seorang pendekar diranah kultivasi ke-2. Mungkin karena waktu kebersamaan dengan ayahnya terlalu sedikit, jadi Dazhi tidak tahu informasi penting itu.

"Dulu ayah pernah mengikuti sebuah sekte kecil, tapi hanya 3 tahun saja karena ayah sudah terlanjur bertemu dengan ibumu dan keluar dari sekte."

Shen Guowei menjelaskan dengan rinci, Dazhi menganggukkan kepalanya tanda paham. Tapi sepertinya, Shen Guowei menganggap Dazhi tidak benar-benar memahami ucapannya karena anak itu masih terlaku kecil.

"Sudahlah, kau masih terlalu kecil, tidak akan memahami masalah seperti ini."

Shen Guowei mengelus kepala Dazhi pelan. Mereka melanjutkan perjalanan mereka sampai menemukan sebuah sungai yang cukup besar dengan aliran air deras.

"Zhizhi, kita sudah sampai. Ini pancingan mu."

Shen Guowei memberikan sebuah ranting yang diikatkan benang. Hal ini membuat Dazhi mengernyit heran. Ya ampun, orang awam pun tahu kalau ranting ini tak akan bisa menangkap ikan.

Dazhi menoleh kearah ayahnya, padahal dia menggunakan pancingan dengan joran bambu, benang yang kuat, dan kail pancing dari tulang.

Tapi Dazhi tidak protes, dirinya itu dulu seorang pengembara, dan ia sering sekali menangkap ikan untuk dijadikan makanannya ketika persediaan makanan telah habis. Jadi, tentu saja Dazhi itu mahir dalam memancing.

"Sedang apa kau?"

Shen Guowei bertanya kebingungan ketika melihat anaknya menggulung lengan bajunya dan turun kedalam dinginnya air sungai.

"Pancingan yang diberikan ayah itu tak akan bisa menangkap ikan. Jadi aku masuk kedalam air untuk menangkap ikan langsung dnegan kedua tanganku." Jelas Dazhi.

Shen Guowei terkekeh pelan. Dia menganggap tingkah Dazhi itu lucu karena yakin bahwa anak itu tak akan mendapatkan ikan apapun meski sudah masuk kedalam air.

"Hahaha! Terserah kau saja Zhizhi. Tapi jangan pergi ke daerah yang dalam, nanti kau bisa tenggelam."

***

Shen Yunhe berbaring di beranda belakang rumahnya dengan nafas yang ngos-ngosan. Hari sudah sore, langit terlihat berwarna oranye menandakan kalau malam akan segera tiba.

"Ada apa Yunyun?" Dibelakangnya, sang ibu bertanya bingung.

"Aku lelah..." Balas Yunyun sedikit merengek.

Bagaimana tidak lelah. Tadi dirinya harus membantu sang Ibu mengangkat kasur milik kakaknya yang dijemur didepan. Dan itu sangat melelahkan.

"Makanya lain kali jangan menyiram kakakmu lagi." Sang ibu terkekeh kecil sebelum akhirnya masuk kedalam untuk menaruh kasur Dazhi.

"Tapi dia susah dibangunkan ibu!!!" Teriak Yunhe protes.

Dikala dirinya masih sebal karena harus mengerjakan pekerjaan yang melelahkan. Sudut mata Yunhe menatap sosok dua orang yang perlahan mendekat.

"Yunyun!! Lihat!! Kakakmu membawa ikan besar!!"

Suara Dazhi terdengar ditelinga Yunhe, ditangan kirinya dia membawa sebuah ikan yang lumayan besar.

Yunhe sontak bangkit dari posisi berbaring nya. Ia mendekat dan menatap ikan itu dengan penuh binar.

"Wah!! Malam ini kita akan makan ikan yang besar!!"

Yunhe berteriak dengan penuh semangat. Dazhi ikut senang melihat adiknya senang, sebenarnya Dazhi tau kalau Yunhe suka makan ikan, jadi dirinya di sungai dengan susah payah menangkap ikan yang besar ini.

"Ada apa ayah?" Yunhe menyadari Shen Guowei yang tidak bersemangat. Ia menoleh kearah ayahnya.

"Tidak apa-apa kok."

Meskipun ayahnya berkata tidak apa-apa, tetapi sebenarnya dia benar-benar merana. Lihatlah, meskipun dirinya menangkap banyak ikan, tetapi ikan tangkapannya jauh lebih kecil dari punya Dazhi. Pria itu jadi merasa iri kepada anaknya sendiri.

"Nah, ayo kita masuk." Shen Guowei menyuruh anak-anaknya masuk rumah.

"Yunyun, karena aku sudah menangkap ikan yang besar untukmu. Maka nanti kau harus memijat punggungku!" Dazhi berbicara dengan nada memerintah pada sang adik.

"Apa? Kenapa aku harus melakukannya?!!" Protes Yunhe.

"Aku kan sudah membawa ikan ini untukmu."

"Tidak mau!! Aku saja sudah lelah menjemur kasur kak Zhi loh!!"

"Itu kan salahmu yang menyiram diriku tadi pagi."

"Tapi itu juga salah kak Zhi yang susah bangun!!"

Dazhi terus menjahili adiknya. Untuk sesaat, dirinya melupakan kalau dulu ia pernah menjadi seorang pengembara terkuat di benua ini. Lagipula, baginya momen bersama keluarga kecilnya ini jauh lebih menyenangkan daripada momen dimana dirinya berada dipuncak kekuatan.

1
Blueria
up terus🌹👍💪
Anonim
up
Blueria
up up🌹
Dazhi anak sehat: siapp😁
total 1 replies
Blueria
kurang tinggi tingkat kultivasi mu Thor, makanya bingung🤭 hihi🤭
Dazhi anak sehat: iya ini, harus ditingkatkan lagii🤭
total 1 replies
Blueria
haha🤭
Blueria
Latihan Saitama🤣😭
Dazhi anak sehat: gak nyangka ada yang sadar🤭🤣
total 1 replies
Blueria
saya kasih 3🌹 biar tambah semangat
Dazhi anak sehat: terimakasih/Rose/, saya jadi tambah semangat buat up nya
total 1 replies
Blueria
Semangat berkarya, jangan pantang menyerah dalam menulis💪
Dazhi anak sehat: Terimakasih dukungannya/Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!