NovelToon NovelToon
Rahasia Perjodohan Anak SMA

Rahasia Perjodohan Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Teen
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Apa kita berdua dijodohkan!" Celia dan Alfian sama-sama terpeki kaget ketika orang tua mereka merencanakan Perjodohan di masa muda mereka.
"Benar sekali," sahut Darius.
"Ini tidak masuk akal. Pa, kami berdua masih sekolah dan bahkan kami tidak akrab," sahut Alfian.
"Tenanglah Alfian, justru perjodohan ini akan membuat kalian akrab dan belajar untuk menuju hidup di masa depan," aahhh Darius.

Alfian dan Celia benar-benar tidak menyangka bahwa mereka akan dijodohkan, mereka sudah mencoba untuk protes, tetapi para orang tua itu menginginkan hubungan mereka diikat dalam ikatan pertunangan.
Alfian dan Celia saling bertukar cincin sebagai ikatan diantara mereka berdua jika ada hubungan spesial yang tidak akan terpisahkan oleh apapun.

Raut wajah Alfian dan Celia terlihat murung, tidak memiliki pilihan selain menuruti permintaan orang-orang dewasa.
Celia terpaksa melakukannya agar memiliki akses lebih luas untuk bisa sekolah di luar negeri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25 Godaan Bunda

Ratih terlihat di depan rumah sedang menyapu halaman dan tiba-tiba saja melihat mobil mewah berwarna merah berhenti di depan rumahnya membuat Ratih kebingungan.

"Siapa itu?" tanyanya terus memperhatikan sampai mesin mobil itu mati dan pengemudinya keluar dari dalam mobil.

Gadis remaja memakai jeans berwarna biru dipadukan dengan kaos pink dan terlihat memakai bando berwarna merah, dipadukan dengan sepatu putih dan memakai tas berwarna pink. Wanita tersenyum yang tak lain adalah Cynthia.

"Assalamualaikum Tante!" sapa Chintya menghampiri Ratih dengan mencium punggung tangan Ratih.

"Walaikum salam," sahut Ratih.

"Celia ada Tante?" tanyanya.

"Saya Cynthia teman sekolah Celia," ucapnya.

"Oh teman sekolah Celia. Ya ampun Tante pikir siapa, gadis cantik pakai pakaian warna-warni seperti ini," ucap Ratih geleng-geleng kepala.

Chintya tersenyum tipis, entah merasa bahwa perkataan Ratih tadi mengejek penampilannya atau memang tidak sengaja.

"Soalnya semenjak Celia pindah sekolah, tidak pernah satupun temannya datang ke rumah kecuali Alfian," ucap Ratih.

"Alfian," sahut Chintya mengerutkan dahi.

"Benar, itu juga sudah pasti karena mereka berdua...."

"Chintya...." berarti tidak jadi melanjutkan kalimatnya Celia keluar dari rumah dan padahal Chintya sangat ingin mendengar kelanjutan dari pembicaraan Ratih.

"Hay Celia," sahut Chintya.

"Kamu beneran datang jemput?" tanya Celia kelihatan tidak percaya.

"Benar, masa iya aku bohong sama kamu. Tante aku dan Celia sudah janji ingin jalan-jalan ke Mall untuk membeli perlengkapan di acara camping nanti," ucap Chintya.

"Iya-iya. Celia tadi malam baru cerita sama Tante," sahut Ratih.

"Kalau begitu gue mau ganti baju sebentar ya," ucap Celia.

"Oke ditunggu," sahut Chintya dengan sangat semangat.

"Ayo. Nak, duduk!" Ratih mempersilahkan Cynthia membuat Cynthia menganggukkan kepala.

"Alfian datang ke rumah ini? Bukankah Celia mengatakan bahwa dia bahkan tidak dekat dengan gen Valery, lalu kenapa bisa datang ke rumah ini dan Alfiannya lagi," batin Chintya penuh dengan rasa penasaran.

******

Celia bersama Cynthia akhirnya mereka tiba juga di salah satu Mall yang tidak jauh dari kediaman Celia. Chintya tampak memilih beberapa pakaian yang akan digunakan untuk acara study tour nanti.

Tetapi berbeda dengan Celia yang justru tidak semangat dan mungkin saja, memiliki perbedaan selera yang cukup besar dengan Cynthia.

"Celia kita sebaiknya memilih baju hangat, aku sempat melihat acara study tour nanti akan ada menaiki gunung, bukankah membutuhkan baju hangat, jaket yang tebal," ucap Chintya.

"Benarkah, aku bahkan tidak tahu seperti apa acaranya," sahut Chintya.

"Ayo kita pilih!" ajak Chintya.

Celia mengganggukan kepala dan mengikut saja.

"Ini cocok deh buat kamu," Chintya memilihkan untuk Celia dengan warna pink.

"Cantik," ucapnya.

"Kalau ini bagaimana?" tanya Chintya.

"Warnanya terlalu cerah," jawab Celia.

"Kalau yang ini?"

"Lumayan,"

Keduanya sepertinya sudah mulai berbaur dan terlihat nyaman saling memilih pakaian masing-masing.

Layaknya seperti anak remaja yang sudah memasuki Mall, terlihat bagaimana kedua gadis remaja itu tampak begitu excited, sekali mereka bercanda hanya sekedar mencoba-coba, baik dalam bentuk aksesoris maupun terkadang mereka mencoba parfum.

Tawa di wajah keduanya juga terlihat begitu ceria, sama-sama nyaman dan benar-benar menikmati jalan-jalan di Mall.

"Celia sebentar!" Chintya menarik tangan Celia memasuki salah satu tempat aksesoris.

"Masih ada lagi yang belum dicari?" tanya Celia melihat tas mereka sudah cukup besar.

"Sini deh," ajak Chintya mengambil 2 gelang.

"Ini untuk kamu, ini hadiah untuk kamu dari aku," ucap Chintya.

"Hadiah?" tanya Celia.

"Ya, gelang ini sama-sama memiliki ini C, nama kita berdua dimulai dengan huruf C, ini adalah gelang tanda persahabatan kita berdua," ucap Chintya.

"Memang harus ya pakai gelang couple seperti ini?" tanya Celia dengan dahi mengkerut.

"Kanapa? Kamu tidak mau ya menerima hadiah dariku?" tanya Chintya.

"Bukan seperti itu, baiklah hadiahnya aku terima," sahut Celia merasa tidak enak yang kemudian mengambil hadiah pemberian dari Cynthia.

"Terima kasih, di pakai dong," ucap Chintya membuat Celia mengganggukan kepala dan melakukan hal yang sama.

Akhirnya keduanya memakai gelang tersebut, Chintya tampak senang karena pemberian hadiah yang benar-benar dihargai oleh Celia.

Setelah kedua anak remaja itu berbelanja di Mall yang akhirnya mereka sudah menyelesaikan belanjaan mereka, dengan paper bag yang dipegang masing-masing keduanya melanjutkan langkah.

Tetapi langkah mereka harus terhenti karena tidak sengaja berpapasan dengan Alfian dan teman-temannya termasuk Valery dan Kania.

Alfian mengerutkan dahi ketika bertemu dengan Celia.

"What, pantes aja perasaan gue sejak tadi tidak enak dan males banget gerak buat pergi ke Mall ini dan ternyata ketemu sama parasit," ucap Valery.

"Maksud lo apaan, lo ngomongin Celia parasit?" tanya Chintya.

"Ngaca, gue nggak nyebut nama, dan juga nggak ngomongin dia, tetapi elu!" tegas Valery.

Ternyata kali ini bukan Celia yang dicecar oleh teman-teman Alfian.

"Huhhhh, benar-benar kalian berdua sangat cocok ya, penampilan kampungan penuh dengan warna-warni dan pantesan aja chemistry kalian berdua kelihatan, sangat tidak modis dan norak," sinis Kania.

"Heh mulut kalian berdua di jaga, mau penampilan gue seperti apa dengan pakaian warna-warni dan begitu juga dengan Celia, jika yang dipakai sama gue dan Celia bukan dengan uang kalian, maka sebaiknya tutup mulut, bilang aja lo iri sama gue yang bisa belanja dari hasil uang sendiri dan tidak minta sama orang tua," tegas Chintya.

"Chintya jangan terlalu percaya diri dan terus menekankan kalau gue iri sama lo, lo yang selalu berusaha buat ngikuti gaya gue, tetapi tetap aja kita beda kelas dan tidak sebanding," tegas Valery.

"That right," sahut Yogi dan Diego secara serentak.

"Huhhhh, pantesan saja Celia tidak pernah nyaman di kelasnya dan bener apa yang dia katakan bahwa orang-orang yang di kelasnya itu sangat sombong, angkuh dan merasa paling pintar, Celia kamu harus sabar sabar ya dan tetap bertahan di kelas kamu meski orang-orang yang ada di dalamnya sangat menyebalkan," sahut Chintya.

"Lo bilang kita nyebelin," sahut Diego.

"Sudahlah, ini tempat umum dan jangan membuat keributan, ayo!" Alfian tipe orang yang tidak ingin ribut.

"Hati-hati temenan sama orang yang manipulatif kayak dia," ucap Valery tersenyum miring dan kemudian langsung pergi.

Alfian ternyata juga ikut pergi tetapi saling melihat dengan Celia yang ternyata diperhatikan oleh Chintya

"Ayo Celia!" ajak Chintya membuat Celia menganggukkan kepala.

****

Cynthia dan Celia akhirnya selesai berbelanja dan saat ini Cynthia mengantarkan Celia pulang ke rumahnya dengan keduanya yang sama-sama turun dari mobil.

"Nanti aku akan ganti uang kamu," ucap Celia.

"Sudahlah kamu tidak perlu kepikiran untuk menggantinya, lagian kamu hanya membeli jaket hangat saja, masa iya satu barang saja harus diganti dan anggap saja itu pemberian dariku," ucap Chintya.

"Tetapi aku tidak terbiasa dibelikan oleh orang lain dan ini tidak cocok," ucap Celia merasa tidak enak.

"Celia kita berdua adalah sahabat, dan sesama sahabat itu harus saling membantu satu sama lain, kamu jangan terlalu memikirkan apa yang telah aku belikan kepada kamu dan ini tidak ada apa-apanya dengan aku yang memiliki sahabat seperti kamu," ucap Chintya.

Celia tidak merespon dan tetap saja terlihat dari ekspresi wajahnya tampak tidak nyaman.

"Kalau begitu aku pulang dulu dan sampai ketemu besok di sekolah," ucap Chintya berpamitan dengan melambaikan tangan Celia menganggukkan kepala.

Celia menghela nafas melihat kepergian Cynthia sampai mobil itu sudah tidak terlihat lagi.

"Shut...." Celia kaget ketika Ratih sudah berdiri di sebelahnya.

"Bunda," sahut Celia dengan mengusap dadanya.

"Banyak sekali belanjaan kamu? kamu gunain uang tabungan?" tebak Ratih.

"Tidak Bunda, Celia dibelikan oleh Chintya," jawab Celia.

"Ya ampun. Nak, jangan kebiasaan ditraktir oleh teman, Bunda juga baru mengenal teman kamu dan tidak seperti Chaca dan Chika yang sudah saling mengenal sejak SD, kalian saja saling memberi satu sama lain ketika ada momen-momen penting seperti ulang tahun atau perayaan-perayaan, kamu baru berteman dan sudah ditraktir seperti ini," ucap Ratih.

"Celia juga tadinya menolak, tetapi tetap dipaksa dan akhirnya Celia tidak enak dan menerima dengan terpaksa," jawabnya.

"Celia Bunda tahu anak-anak SMA Bintang anak-anak orang kaya, tetapi kamu harus tetap menjadi diri sendiri dan tidak boleh mengikuti gaya mereka, tetap menjadi anak Bunda yang tidak suka maka tidak akan suka," ucap Ratih mengingatkan Celia.

"Iya Bunda," sahut Celia.

"Kecuali kalau Alfian yang traktir kamu, Bunda sih monggo-monggo aja," sahut Ratih menggoda putrinya, Celia menaikkan ujung bibirnya tampak begitu sewot.

"Apaan sih," tampak kesal dengan ibunya.

Bersambung......

1
Alex
cie...
Japa Yipo
yang kelihatan sempurna blm tentu benar menurut orang yang jalanin🙃 ya memandang sesuatu Jang hanya satu cara saja
Emi Sudiarni
mantap kak
Emi Sudiarni
bgus, kak snang bca klw membuat novel. tentang. sma atau khidupan di kampus
Enz99
bagus
Oma Gavin
ortu egois yg ada valery gila
Herman Lim
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!