Mengisahkan Perjalanan kisah cinta Adel Emanuella Sanjaya anak tunggal dari pasangan suami istri bapak Max Sanjaya dan ibu Jenny Andreas. Kisah ini berawal ketika Adel berkenalan dengan seorang polisi yang identitasnya sengaja di rahasiakan karena tugas negaranya. Di pertemukan lagi ketika Adel sudah menjadi seorang dokter. Saat itu Adel Emanuella Sanjaya baru tahu bahwa Karel Imanuel Barnabas seorang perwira Kepolisian berpangkat Iptu. Apakah cinta mereka bisa bertahan menembus segala cobaan dengan profesi Karel yang adalah seorang intel??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hadiah Buat Calon Bayi
Satu minggu perawatan Ethan, Adel sebagai dokter yang merawatnya sudah memberi ijin bagi Ethan pulang. Karena semua perkembangan organ tubuh Ethan.
"Ethan, selamat ya. Kamu sudah bisa pulang."
"Terima kasih dokter."
"Tetapi ingat, jangan sakiti tubuh kamu lagi ya. Sayangi mama kamu, jika kamu sakit siapa yang akan menjaga mama dan adek kamu."
Ethan melihat mama dan adeknya. Yang hari ini datang untuk menjemputnya pulang. Papanya Jack Omar sedang ada di luar kota. Dan kasus anaknya sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Jadi Ethan tidak jadi di pidanakan. Berita itu Adel tahu dari suaminya Karel.
"Terima kasih ya dokter, sudah merawat anak saya."
"Itu tugas ya bu sebagai dokter. (Adel tersenyum) Dita.... Kamu ganti perban sebelum Ethan pulang."
"Siap dokter."
Adel sudah meninggalkan ruangan rawat Ethan. Tiga hari terakhir Ethan dirawat di rumah sakit ini, raut mukanya terlihat segar, dibandingkan hari - hari awal dia di rawat. Melihat papanya seperti dia melihat setan. Namun sekarang Adel melihat ada kebahagiaan di hati Ethan jika hanya bersama mama dan adek perempuannya.
Dua bulan berlalu, usia kandungan Adel sudah melewati trimester pertama. Dia sedikit lega, karena masa mualnya bisa dia lewati. Dan dia bahagia, meskipun suaminya sangat sibuk, dia masih meluangkan waktunya untuk menemani Adel kontrol kandungannya. Seperti hari ini. Mereka berdua ada di depan poli kandungan akan bertemu dengan dokter Sitti.
Sama seperti pasien lain, tidak ada prioritas bagi dokter atau pegawai rumah sakit. Jika harus antri maka harus dilakukan. Selesai periksa kandungan, Karel membawa Adel ke mall. Karena dia ingin makan masakan korea. Dan di mall besar ini ada salah satu restoran masakan korea yang viral. Untung Karel sudah reservasi sebelumnya. Dan akhirnya dia bersama istrinya tidak perlu antri dan bisa makan tenang di ruangan VIP restoran ini.
Adel sangat senang dan kenyang. Dia mengusap perutnya. Karena usia kandungan adel baru mau empat bulan, Karel mau Adel belum tahu apa jenis kelamin anak mereka. Tetapi mereka sudah bersyukur, apapun itu yang penting Adel dan calon anak mereka sehat.
Rencana liburan natal keluarga sudah mulai disiapkan. Rencananya mereka akan ke Norwegia tepatnya di kota Tromso. Kaleb Imanuel Barnabas akan lebih dahulu berada di Norwegia dari pada mereka yang di Indonesia. Perayaan natal, akan terasa sekali di sana, karena suasananya. Menurut Kaleb ini hadiah babymoon buat calon bayi dan maminya. Kota ini memang pilihan Kaleb. Karena waktu mereka kecil, waktu papa mereka sekolah, perna berlibur bersama opa dan oma disana.
"Dokter akan cuti??"
"Iya...."
"Berarti natal tidak disini."
"Iya Dita."
Adel sebenarnya sudah menyiapkan parsel natal dan THR buat Arman dan Dita ners yang selalu membantu dia di rumah sakit. Tetapi bukan hanya mereka berdua saja. Tetapi bagi delapan ners lainnya juga, yang ada di poli bedah. Hanya bedanya Arman dan Dita mendapat bonus THR.
Dari seminggu, Adel sudah belanja barang - barang parcel itu. Juga buat anggota suaminya di kantor yang berjumlah lima belas orang jadi mereka buatkan jadi tiga puluh. Semalam dengan bantuan mama dan kedua bibi, parcel itu disiapkan. Sampai semalam, Karel marah - marah karena melihat Adel semangat kerjakan parcel itu. Namun Adel merasa bahagia.
Karel sudah membagikan lima belas parcel kepada anggotanya. Juga dia memberi THR kepada mereka yang di kantor maupun yang di lapangan. Sedangkan Reza dan Simeon tidak mendapat karena mereka akan ikut Karel dan keluarga berangkat sesuai aturan berlaku.
Sore hari, Karel sudah datang menjemput istrinya dengan membawa sepuluh parcel ke poli bedah. Langsung Adel membagikan parcel - parcel tersebut dan juga THR kepada semua ners di poli ini. Namun bagi Dita dan Arman berbeda isi THRnya. Adel sengaja memberi THR itu di ruangan Adel. Terus semua ners mengucapkan selamat natal. Karena memang Natal kali ini Adel tidak di Jakarta.
"Terima kasih ya. Buat semua bantuannya kepada saya. Sampai ketemu di pelayanan di tahun depan dengan semangat yang baru."
Bukan hanya Adel yang memberi THR, dokter Samuel juga menyiapkan hal yang sama. Bagi ners di poli ini. Sehingga ada sedikit kecemburuan bagi ners - ners di poli lain. Adel juga menyerahkan lima parcel dan THR buat lima orang cleaning servis di rumah sakit ini.
Banyak doa dan berkat yang Adel beserta keluarga terima. Dan Adel sangat bahagia, dia bisa memberi dari keringatnya. Orangtuanya di Bali juga sudah dia kirim uang yang membuat mama dan papanya senang. Rencananya mereka juga mau berlibur tahun depan ke Jepang. Akhir bulan ini penginapannya di Bali full booking sampai tahun baru. Jadi papa dan mama Adel tidak bisa liburan.