NovelToon NovelToon
Mari Bercerai, Aku Sudah Mati Rasa, Mas!

Mari Bercerai, Aku Sudah Mati Rasa, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:81.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zahira Aulia Utami menikah dengan Galang Putra Hadian. Mereke sudah menikah selama delapan tahun dan di karuniai seorang putri cantik bernama Cantika Alya Putri Hadian, berusia enam tahun. Namun putri mereka memiliki hal yang berbeda dengan putri orang lain pada umumnya. Dia memiliki sesuatu yang spesial.

Rumah tangga mereka sebeanrnya baik-baik saja. Hanya memang satu tahun terakhir Aulia dan Galang sering bertengkar. Dan inti dari masalahnya adalah Cantika, Galang merasa malu memiliki anak yang dia pikir ga-gu. Dan itu semua karena Aulia. Dia menyalahkan Aulia sehingga membuatnya malu saat membawa mereka dalam pertemuan keluarga atau saat acara di kantor.

Semenjak itu, hubungan mereka terasa hambar, Galang seing pulang telat ke rumah.

pertengkaran terus berlanjut, apalagi keluarga Galang juga ikut campur hingga akhirnya Aulia dan Cantika melihat Galang bersama dengan seorang wanita bergandengan mesra. Hati Aulia rasanya semakin membeku. Tak ada lagi alasan untuk bertahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aulia 35

Keesokan harinya, pagi menjelang Galang sudah berdiri di dekat persimpangan jalan luar kompleks perumahan Aulia. Wajahnya pucat, matanya sembap, dan pakaian yang dikenakannya sengaja ia pilih yang sedikit kusut, sebuah skenario manipulasi visual yang telah dirancang matang oleh keluarganya.

Tak jauh dari sana, di dalam mobil yang terparkir samar di bawah rindangnya pohon, Pak Hendra, Bu Ratna, dan Rika mengawasi dengan tegang.

"Ingat Galang! Tekan psikologisnya! Bawa nama Cantika dan statusnya yang yatim piatu!" bisik Bu Ratna dari balik kaca mobil yang terbuka sedikit.

Sekitar pukul delapan pagi, deru halus mesin motor Aulia terdengar dari arah gerbang kompleks. Dari kejauhan, Galang melihat Aulia mengendarai sepeda motornya dengan Cantika yang duduk manis di depan, mengenakan helm kecil dan pelindung dada. Begitu motor itu mendekati persimpangan, Galang tanpa memikirkan keselamatan langsung berlari ke tengah jalan dan menghadang Aulia.

"Aulia, berhenti, Lia! Tolong!" teriak Galang panik seraya merentangkan kedua tangannya.

Aulia menghentikan motornya mendadak. Tatapan matanya membeku, memancar dingin tanpa sedikit pun rasa takut. Cantika yang kaget refleks memeluk ibunya erat-erat.

Belum sempat Galang melangkah lebih dekat untuk melancarkan aksi bersimpuh dan air mata buayanya, sebuah mobil hitam memotong pergerakannya dengan presisi tinggi. Dua orang pria bertubuh tegap berpakaian rapi keluar dari dalam mobil tersebut dan langsung berdiri pasang badan, memblokir langkah Galang.

"Si... siapa kalian?! Jangan campuri urusan rumah tangga orang!" Galang tersentak kaget.

Salah satu pengawal pribadi utusan Ghani menatap Galang dingin tanpa emosi.

"Tolong jaga jarak. Anda mengganggu kenyamanan dan keselamatan Ibu Aulia dan anaknya." Melihat jalurnya terhalang pengawal, Galang semakin panik. Dari balik badan para pengawal itu, dia berteriak dengan suara tercekik, berusaha menyuarakan skenario liciknya.

"Aulia! Tolong dengarkan Mas! Apa kamu tega membuat Cantika jadi anak broken home?! Kamu tahu sendiri rasanya tumbuh jadi anak yatim piatu tanpa orang tua yang utuh, Aulia! Jangan egois! Jangan korbankan masa depan dan mental Cantika cuma demi gengsi dan kemarahanmu!"

Aulia perlahan mematikan mesin motornya. Dia merapikan posisi duduk Cantika, membelai lembut kepala putrinya, lalu menatap Galang lurus dari balik helmnya. Tak ada setetes pun air mata atau rasa bersalah di wajahnya, hanya ada senyum sinis yang amat tipis.

"Mas Galang," suara Aulia terdengar tenang, namun begitu tajam menembus udara pagi.

"Justru karena aku pernah merasakan hidup tanpa orang tua, aku tahu betul mana orang yang benar-benar pelindung dan mana penjahat bertopeng ayah."

"Kamu bilang aku mengorbankan mental Cantika?" Aulia terkekeh pelan, sebuah kekehan tanpa rasa humor.

"Mempunyai ayah peselingkuh, penipu, dan pemeras uang terapi anak sendiri justru akan merusak mental Cantika jauh lebih parah daripada tumbuh tanpa sosok ayah. Cantika butuh lingkungan yang sehat untuk sembuh, dan kamu adalah racun terburuk dalam hidupnya."

Galang membeku di tempatnya. Kata-katanya tertahan di tenggorokan, terkunci oleh tatapan Aulia yang begitu tajam dan tak tersentuh. Skrip manipulasi yang disiapkan keluarganya runtuh begitu saja, menyisakan kepanikan murni yang membakar dadanya.

"Aulia... tolong, Mas mohon..." jerit Galang tercekik, berusaha menerobos celah di antara dua pengawal bertubuh tegap itu.

"Cantika... Ini papa nak, papa kangen sekali sama Cantika... Cantika juga kan, Nak? Papa sayang sekali sama Cantika..." Kini Galang beralih kepada Cantika untuk membuat Aulia luluh.

Cantika justru semakin erat memeluk pinggang Aulia dan menyembunyikan wajahnya di dada sang ibu. Tubuh kecilnya sedikit gemetar, bukan karena rindu, melainkan karena asing dan takut melihat sosok ayahnya yang kini tampak kalap dan histeris di pinggir jalan.

Aulia membelai punggung Cantika dengan lembut, memberikan rasa aman sepenuhnya. Tatapannya kembali terangkat, mengunci manik mata Galang dengan dingin tanpa ampun.

"Jangan jual nama anakmu untuk menyelamatkan dirimu sendiri, Galang," desis Aulia, suaranya tenang namun bagai sembilu yang mengiris.

"Selama ini, ke mana kamu saat Cantika butuh sosok ayah? Kamu di mana saat uang terapinya kamu keruk habis demi membelikan barang mewah untuk selingkuhanmu? Cantika bahkan tidak mengenali ayahnya lagi karena kamu terlalu sibuk menjadi manusia tidak berguna! Bahkan saat Cantika hanya ingin perhatian sedikit saja darimu, kamu malah membantaknya dan sibuk bertukar pesan dengan gundikmu itu! Silahkan aku membuka jalanmu yang lebar untuk bebas bersama gundik kesayanganmu!"

"Aulia... Bukan begitu! Mas tahu mas salah, mas khilaf! Tolong beri mas kesempatan!"

"Khilaf itu cuma sekali dan tak di ulangi bukan berulang kali sampai berbulan-bulan dan menghabiskan waktumu di apartemen gundikmu itu!" Galang membeku dan seluruh tubuhnya dingin mendengar ucapan dingin menusuk dari Aulia

Aulia memutar kunci dan menyalakan kembali mesin motornya. Dia mengangguk pelan kepada dua pengawal pribadi utusan Ghani. Dengan sigap, kedua pria tegap itu semakin memperketat barikade, menutup penuh ruang gerak Galang.

"Aulia! Aulia, jangan pergi! Auliaaaa! Cantikaaaa... Ini Papa Cantikaaa..." teriak Galang histeris, mencoba melompat menerobos, namun dorongan tegas dan dingin dari dada bidang sang pengawal langsung menahannya hingga dia terhuyung ke belakang.

"Cukup, Pak. Jangan membuat keributan di jalan umum jika tidak ingin kami laporkan atas tuduhan pengancaman dan perbuatan tidak menyenangkan," ancam salah satu pengawal dengan suara berat dan menggelegar.

Setelah mereka semua pergi, pintu mobil sedan milik Pak Hendra di bawah pohon mendadak terbuka kasar. Bu Ratna dan Rika berlari menghampiri Galang dengan wajah merah padam bercampur panik, disusul Pak Hendra yang melangkah tergesa-gesa dengan raut cemas.

"Galang! Kamu ini bagaimana sih?!" semprot Bu Ratna begitu sampai di depan anaknya.

"Kenapa kamu cuma diam saja pas dia jalan?! Harusnya kamu tahan ban motornya! Harusnya kamu jatuhkan diri ke aspal!"

"Ibu pikir Galang tidak mencoba?!" jerit Galang frustrasi, meremas rambutnya sendiri sampai berantakan.

"Aulia bawa pengawal, Bu! Ada dua orang badan besar yang menahan Galang! Dan Aulia... Aulia sudah tidak bisa digertak lagi! Dia bahkan tidak peduli walau Galang panggil Cantika!"

"Pengawal?!" Rika membelalakkan mata, memicing tajam ke arah jalanan yang sudah sepi.

"Dari mana wanita itu punya uang untuk sewa pengawal?! Jangan-jangan uang tabungan kalian masih ada yang dia sembunyikan?!"

"Nggak tahu, Mbak! Aku harus segerake kantor, apalagi kemarin aku sudah izin!" Jawab Galang melangkah masuk ke dalam mobilnya.

1
nely_48
udh mirip keluarga cemara az mrk ini
nely_48
kk itu pengacara kan nama pak yudha knp jd yudi
ryuka
akhir nya aulia bebas juga..👍👍👍👍
YuWie
anak2 rika kemana tuh sama bapaknya galang
YuWie
kenapa seringkali kondisi dan tokoh hilanh sendiri nya

diawal bapaknya galang ikut si pak hendra..tapi disini melihat kegilaan anak dan istrinya tiba2 pak hendra hilang.
Heni Setiyaningsih
namanya berubah ubah Bu Wahyu/ Bu Ratna
YuWie
eng ing engggg.... doble kill galang
YuWie
hebat aull..kau bisa memprediksi jurus2 keluarga galang. pak hendra kupikir sadar dan bijak gak taunya sama bae
YuWie
dan ternyata pak ghani adl pemilik pratama
YuWie
Luar biasa
YuWie
bacottt..hiattt..tendang si galang ayo aul spt dunia2 persilatan 🤣
YuWie
sok gayamen pak galang..duit xepak gaya bintang 5
YuWie
perjuangan seorang ibu untuk anak tercinta..hebat ibu aul
nely_48
papa om Ghani 💃💃
Ambu Rinddiany Thea
kutunggu mssa idah mu Aulia 🤭 kata banang ghani teh 😂
nely_48
cepat bs lancar bicara nya ya cantika 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
nely_48
msh drama galang family yg saling menyalahkan satu sm lain nya
nely_48
terimakasih pak Ghani n Farrel apartemen mewah nya, semoga cantika cepat pulih dr traumatik nya
nely_48
sepupu ❓ ko hubungan Farrel sm cantika sepupu ya
Ambu Rinddiany Thea
ko hati ini berasa seneng banget ya bahagia gt liat s galengan s ceu ratna s rika d penjara ,. 🤭🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!