NovelToon NovelToon
MY BROKEN WINGS

MY BROKEN WINGS

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Ratri adalah potret perempuan sempurna: seorang istri yang berdedikasi sekaligus pilot sukses dengan jam terbang tinggi. Namun, dunianya runtuh dalam semalam ketika kejutan manis yang ia siapkan untuk suaminya, Indra, justru mengungkap pengkhianatan keji. Ratri memergoki Indra berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri, Imelda.
Rasa sakitnya kian menghujam ketika ia menyadari bahwa kedua anak mereka justru berpihak pada sang ayah. Diperlakukan layaknya mesin uang oleh keluarga parasit yang membodohinya, Ratri hanya bisa menangis dalam senyap di dalam lemari, sembari memahat sumpah untuk membalas setiap tetes air mata yang jatuh.
Setelah memutuskan pergi dengan hati yang hancur, Ratri jatuh pingsan di depan bandara karena guncangan hebat. Beruntung, seorang pria bernama Devandra datang menolongnya. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Ratri untuk menyembuhkan luka, mengepakkan kembali sayapnya yang patah, dan memulai misi menuntut keadilan mutlak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

...Indra bersandar di kursinya sambil menepuk perutnya yang kenyang, tampak sangat puas setelah menyantap habis Wagyu Tomahawk dan menenggak botol Wine prancis kelas atas....

...Di seberangnya, Imelda sedang membersihkan sudut bibirnya dengan tisu, tersenyum manja melihat kemewahan yang baru saja mereka nikmati....

...Dengan gaya flamboyan yang sengaja dilebih-lebihkan, Indra melambaikan tangannya di udara, memanggil pelayan yang sejak tadi berdiri siaga....

..."Bil," ucap Indra singkat dengan nada angkuh....

...Saat pelayan menyodorkan buku bil kulit berisi total tagihan yang mencapai angka lima puluh juta rupiah, Indra bahkan tidak sudi melirik nominal tersebut....

...Baginya, angka itu teramat kecil jika dibandingkan dengan limit kartu kredit Platinum atas nama Ratri yang ada di genggamannya....

...Dengan gerakan sok kaya, ia menjepit kartu tersebut di antara dua jarinya dan menyodorkannya ke pelayan....

..."Gesek. Jangan pakai lama ya," perintah Indra seraya kembali mengobrol dan tertawa bersama Imelda, memunggungi pelayan....

...Beberapa menit berlalu. Pelayan tersebut kembali ke meja dengan langkah yang tampak ragu dan wajah yang dipenuhi kecemasan....

...Ia membungkuk sopan, berbicara dengan volume suara yang sangat rendah....

..."Maaf, Bapak. Permisi... kartu kredit Anda declined (ditolak) oleh sistem."...

...Tawa Indra langsung terhenti. Ia menoleh dengan tatapan meremehkan, lalu terkekeh sinis seolah baru saja mendengar lelucon paling konyol....

..."Ditolak? Hahaha! Kamu bercanda ya? Kamu tahu tidak ini kartu apa? Limitnya ratusan juta! Pasti mesin EDC restoran mewah ini yang sudah usang atau sinyalnya yang rusak. Coba gesek lagi di mesin yang lain!"...

..."Sudah kami coba tiga kali di mesin yang berbeda, Bapak. Tetap ditolak dari pihak bank," jelas pelayan itu dengan tetap menjaga sopan santun....

...Indra mendengus kasar, wajahnya mulai merona merah karena merasa gengsinya tercoreng di depan Imelda....

...Ia merogoh dompetnya kembali dengan sentakan kasar, mengeluarkan kartu debit Platinum cadangan yang juga difasilitasi oleh Ratri....

..."Pakai kartu debit ini! Saldonya lebih dari cukup untuk membeli restoran ini sekalian!"...

...Pelayan itu menerima kartu kedua dan kembali ke meja kasir....

...Namun, hasilnya tetap sama. Saat pelayan kembali menggelengkan kepala, wajah Indra yang semula memerah perlahan mulai berubah pias. Ia memaksakan diri mengeluarkan kartu ketiga—sebuah kartu kredit tambahan lainnya—namun mesin EDC tetap memuntahkan secarik kertas bertuliskan: Transaksi Ditolak....

...Suasana di sekitar meja mereka mendadak berubah mencekam....

...Beberapa pengunjung dari meja sebelah yang menyadari keributan itu mulai melemparkan tatapan sinis dan bisik-bisik merendahkan....

...Indra, yang sejak awal bersikap luar biasa sombong, kini mulai berkeringat dingin....

...Jantungnya berdegup kencang karena panik yang teramat sangat....

..."Mas, kok bisa begitu? Gimana sih? Malu tahu dilihatin orang!" bisik Imelda berang, wajah cantiknya kini berganti dengan raut kecut dan gelisah....

..."Diam kamu! Ini pasti si Ratri belum transfer uang yang aku minta tadi!" semprot Indra panik....

...Dengan tangan yang gemetar, Indra buru-buru mengambil ponselnya....

...Ia menekan nomor Ratri, berniat untuk memaki habis-habisan wanita itu di telepon sekaligus menuntut agar ia segera mentransfer uang tunai....

...Namun, bukannya suara Ratri yang terdengar, melainkan suara mesin operator yang dingin dan datar:...

..."Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan..."...

...Indra hampir saja menjatuhkan ponselnya. Keringat dingin mengucur deras dari pelipisnya, membasahi kemeja mahalnya....

...ATM berjalannya mendadak lenyap tanpa jejak tepat di saat ia membutuhkannya....

...Melihat situasi yang tidak beres, manajer restoran akhirnya turun tangan....

...Ia datang menembus barisan meja bersama dua orang petugas sekuriti bertubuh tegap di belakangnya....

..."Selamat siang, Bapak, Ibu. Karena seluruh kartu Anda ditolak dan Anda tidak memiliki uang tunai yang cukup untuk melunasi tagihan bernilai besar ini, kami menganggap Anda tidak memiliki iktikad baik dan berniat melakukan penipuan," ucap sang manajer dengan nada suara yang tegas tanpa kompromi....

..."Eh, jaga mulut kamu ya! Saya ini orang kaya! Saya bisa bayar nanti!" bentak Indra, mencoba menggertak meskipun suaranya bergetar ketakutan....

..."Kami tidak menerima pembayaran 'nanti', Bapak. Sesuai prosedur operasional kami untuk kasus terindikasi penipuan dan pelarian bil, kami sudah menghubungi pihak berwajib," sahut manajer itu dingin....

...Tepat setelah kalimat itu terucap, dua petugas polisi berseragam lengkap melangkah masuk ke dalam restoran mewah tersebut atas laporan pihak manajemen....

...Langkah kaki sepatu laras mereka terdengar bergaung di lantai marmer, berjalan lurus menuju meja Indra....

..."Selamat siang. Apakah benar ini dengan saudara yang menolak membayar tagihan?" tanya salah satu polisi dengan tegas....

...Mata Indra membelalak sempurna, seluruh kesombongannya runtuh ke dasar bumi saat salah satu polisi melepas borgol besi dari pinggangnya, bersiap mengunci pergelangan tangan pria pongah itu atas dugaan penipuan di depan puluhan pasang mata pengunjung restoran yang menatapnya jijik....

...Indra benar-benar terdesak. Kedua pergelangan tangannya sudah dingin bersentuhan dengan besi borgol yang siap dikunci oleh petugas kepolisian....

...Pengunjung restoran berbisik-bisik, beberapa bahkan sudah terang-terangan merekam wajah kusutnya dengan kamera ponsel. Tuduhan penipuan sudah di depan mata....

...Demi menyelamatkan muka mereka yang sudah terlanjur coreng-moreng, dan tentu saja demi menyelamatkan kekasih gelapnya dari jeruji besi, Imelda akhirnya tidak punya pilihan lain....

...Dengan tangan gemetar dan air mata tertahan menahan dongkol, ia terpaksa menguras habis uang di rekening tabungan pribadinya yang tersisa....

...Uang yang awalnya ia siapkan untuk membeli tas branded itu terpaksa dialihkan untuk melunasi tagihan restoran beserta biaya denda perdamaian agar pihak manajemen mencabut laporan....

...Penderitaan mereka belum selesai sampai di sana....

...Ponsel Indra mendadak berdering histeris. Itu telepon dari Tasya dan Gabriel yang menangis ketakutan di kafe Senopati....

...Nasib mereka serupa: kartu diblokir, dan mereka disandera oleh pihak keamanan kafe karena tagihan nongkrong pamer mereka membengkak....

...Mau tidak mau, Imelda kembali terpaksa mentransfer lima puluh juta rupiah lagi untuk menebus kedua anak durhaka itu agar tidak ikut diseret ke kantor polisi....

...Uang tunai pemberian Imelda yang mereka banggakan tadi pagi kini sirna tak berbekas....

...Mereka pulang dengan dompet yang benar-benar kering kerontang....

...Sepanjang jalan pulang ke rumah, atmosfer di dalam mobil terasa begitu dinamis, pekat, dan penuh ketegangan....

...Kesombongan yang membubung tinggi tadi siang kini menguap, berganti menjadi kemarahan dan rasa frustrasi yang membakar dada....

...Indra mencengkeram setir mobil dengan urat-urat tangan yang menonjol....

...Wajahnya merah padam, napasnya memburu kasar memecah keheningan kabin....

..."Sialan! Benar-benar sialan!" umpat Indra, memukul setir mobil dengan keras hingga klakson berbunyi nyaring....

..."Ini semua pasti gara-gara si Ratri! Wanita itu sengaja mematikan ponselnya dan membiarkan kartu-kartunya tidak bisa dipakai! Dia sengaja membuatku menanggung penghinaan terbesar dalam hidupku ini!"...

...Imelda yang duduk di sampingnya hanya bisa cemberut sambil melipat tangan, meratapi tabungannya yang ludes dalam sekejap....

..."Awas saja kalau dia pulang, Mas. Kamu harus kasih dia pelajaran! Gara-gara kebodohannya, uangku habis tak tersisa!"...

...Indra menggeram, matanya menatap tajam ke depan dengan dendam yang membara....

...Ia benar-benar menyalahkan Ratri atas semua kesialan hari ini, sama sekali tidak menyadari bahwa wanita yang ia maki itu saat ini sedang bersiap bersama Devandra untuk memberikan hantaman yang jauh lebih mematikan di rumah mereka....

...Sebuah notifikasi video masuk ke ponsel Devandra....

...Pria itu membuka kiriman dari Thomas yang memperlihatkan rekaman amatir Indra dan Imelda yang digiring untuk keluar dari restoran mewah oleh dua petugas polisi....

...Wajah pongah Indra berubah total menjadi kusut, merah padam menahan malu di depan kamera ponsel pengunjung lain yang menyorotnya....

...Melihat video itu, Devandra tersenyum sinis. Ia memutar layar ponselnya dan menunjukkannya kepada Ratri yang saat ini sedang duduk bersandar di atas tempat tidur apartemen mewah miliknya....

..."Rencana pertama sudah berhasil, Ratri," ucap Devandra dengan nada puas, matanya berkilat penuh kemenangan....

...Ratri menatap layar ponsel itu tanpa ekspresi, namun ada kepuasan dingin yang perlahan menjalar di hatinya melihat awal dari kejatuhan sang suami....

..."Nanti malam mereka akan terkena serangan jantung melihatmu datang ke rumah," lanjut Devandra lagi....

...Ratri mendongak, menatap lekat wajah Devandra yang berdiri di sisi ranjang....

...Di balik tatapan matanya yang sedingin es, terselip sedikit keraguan emosional yang wajar dirasakan oleh seorang istri dan ibu yang dikhianati begitu dalam....

...Menyadari hal itu, Devandra melangkah lebih dekat, menatap langsung ke manik mata Ratri dengan sorot penuh keyakinan....

..."Kamu harus berani seperti kamu mengatasi turbulensi di atas langit, Ratri," ujar Devandra tegas, memegang pundak wanita itu untuk menyalurkan kekuatan....

..."Anggap saja rumah itu adalah badai petir terbesar yang pernah kamu hadapi dalam kariermu. Dan malam ini, kamu adalah kapten yang akan menembus dan menghancurkan badai itu tanpa ampun."...

1
Muft Smoker
kenyataan yg gx sesuai ekspetasii begitu menyakitkan bukan ,,
Muft Smoker
nah kan ,, harus ny mempermalukan Ratri ,, malah kalian yg malu sendiri karena kebusukan kalian terbongkar
Muft Smoker
udh cukup kalian ( indra , Imelda , Tasya dan Gabriel ) senang2 ny ,,
tinggal tunggu karmaa yg menghampiri kalian ,,
Muft Smoker
indra , Imelda , Tasya dan Gabriel emnk cocok jdi 1 keluarga ,,
sama2 gx punya maluu ,, sama2 gx tau diri ,, dan sama2 haus harta yg bukan milik ny ,, 😏😏😏😏
Muft Smoker
aduuuh aduuuuh ,, cari kerja atuh broo ,,
jgn hidup ngandelin keringat orang lain ,, apa lagi istri yg sbntar lgi jd mantan ,, gx maluu tuuh ma b*lalai ,,
😒😒😒😒😒😒😒😒
Muft Smoker
formasi Ratri udh lengkap ,, tinggal nunggu pengganti sang kepala keluarga ,,
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
akhirnya Ratri bisa ketemu dg kedua ank kembar nya ,,
tp tdk memungkinkan badai yg sebenarnya baru aj di mulai ,,
Muft Smoker
dmn2 org sirik akan melakukan apa pun untuk menjatuh kan rival ny ,, meski dg cara kotor sekali pun
Muft Smoker
kdg keserakahan bisa membuta kn segalanya ,,
😒😒😒
Muft Smoker
Akhirnya mereka ketemu juga ,, tinggal menemukan si kembar laki2 niih ,,
semoga cepat bisa di temukan ,
Muft Smoker
semoga Ratri mereka bisa segera bertemuu ,, dan Ratri juga bisa ketemu ma si kembar cowo ,, duuuuh
gregeet bangeet
Muft Smoker
org punya harta dan kuasa bisa dg mudah menemukan hal2 yg begitu mustahil buat org awam ,,
Muft Smoker
semangat ratriii ,, km hrus lebih kuat buat menemukan ank2 kandung mu ,, dan memberi pelajaran kpda mereka yg udh jahat kpda mu
Muft Smoker
si indra bnr2 bi*d*p ,, ank sndrii di tuker ank selingkuhan ,, pantes si Tasya ma Gabriel kurang ajar ma Ratri wong bukan ibu ny ,, udh bnr sih mereka di usir ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
udh salah Masih aj gx sadar diri ,,
😒😒😒😒
Muft Smoker
aduuh laki2 mokondo model km ndraa byk di pasar loak ,,
😒😒😒😒
Muft Smoker
tanpa istri Dan ibu kalian bisa apa ,,
udh numpang hidup tp gx tau diri ,,
jgn2 si indra juga gx kerja ,, hidup Dr uang istriny Selama ni ,,
dasar tak tau malu ,,
skraaang masa aktif ATM berjalan kalian sudah habis ,,
waktuny kerja keras sendri buat gaya hidup kalian ,,, 😒😒😒😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!