Desi adalah seorang guru di sebuah sekolah negeri, saat ini ia memiliki 3 orang anak. Si sulung bernama Bagas, adiknya Rafi dan si bungsu bernama Aqilla. Jarak umur mereka rata-rata 2 tahun. Kehidupan rumah tangga Desi awalnya baik-baik saja. Namun, kebutuhan ekonomi yang kian mendesak membuat suami Desi mencoba mencari pekerjaan di luar kota. Suami Desi bekerja di luar kota demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, siapa sangka ternyata Ridwan menikah lagi diam-diam tanpa sepengetahuan Desi. Akibatnya, Ridwan menjadi abai dengan nafkah untuk anak-anaknya. Bahkan seringkali tidak memberi nafkah sama sekali, sehingga Desi harus berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Ya, anak-anaknya memiliki ayah tapi nasib mereka tak jauh berbeda dari anak yatim yang tidak memiliki ayah. Bahkan terkadang untuk makan pun Desi harus berhutang. Sungguh menyedihkan kehidupannya. Pernikahannya bagai tergantung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yayuk riyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35. Pengumuman UP
Setelah 1 bulan ujian UP, akhirnya ditentukan tanggal pengumuman kelulusan UP. Besok adalah hari pengumuman kelulusannya. Desi tidak bisa tidur memikirkannya. Perjuangan selama kurang lebih 6 bulan ditentukan oleh UP yang hanya 3 jam. Desi sangat berharap dia lulus UP ini. Detik demi detik terasa sangat lambat bagi Desi. Seakan-akan perjalanan hidup nya dan anak-anak ditentukan oleh hasil UP besok. Semoga saja Desi bisa lulus, itu harapan Desi.
Malam ini, setelah solat maghrib dan makan malam, Desi menemani anak-anaknya belajar. Bagas dan Rafi mengerjakan PR, sedangkan Aqilla belajar mengenal huruf alphabet. Desi dengan telaten mengajari Aqilla mengenal huruf. Mulai dari huruf A sampai huruf Z. Juga mengajari Bagas ataupun Rafi jika ada pelajaran yang tidak dimengerti. Desi dengan setia menunggu anak-anaknya belajar.
Selesai belajar, Desi menyuruh anak-anaknya untuk tidur karena hari sudah malam juga. Besok pagi mereka harus sekolah jadi harus bangun pagi. Desi pun menyuruh Aqilla tidur. Desi menidurkan Aqilla. Aqilla terbiasa tidur dengan memegang dan memainkan tahi lalat yang ada di leher Desi. Setelah Aqilla tertidur, Desi merapikan bekas memasak yang tadi belum sempat dicuci. Setelah semua selesai, Desi pun beristirahat. Dia mencoba tidur, namun Desi sulit untuk memejamkan matanya. Dia selalu terbayang-bayang dengan semua masa lalu nya. Dia ingat dengan suaminya yang kini entah dimana. Bahkan, dia belum tau alamat tempat tinggal suaminya yang sekarang. Jika dia ingat suaminya sudah menikah lagi, rasanya sakit sekali. Suaminya bukan hanya sekedar selingkuh atau berkhianat, bahkan sudah melegalkan hubungan mereka walaupun hanya menikah siri. Mau menangispun percuma. Saat ini, dia hanya fokus dengan anak-anaknya. Dia tidak ingin jauh dengan anak-anaknya apalagi sampai dipisahkan dengan mereka. Desi sudah tau watak suaminya, egois dan mau menang sendiri, sombong juga. Yang jika dilawan maka akan semakin nekat. Kalau kita melawan, bukan tidak mungkin akan merugikan diri kita. Desi takut, jika dia protes ataupun mengungkapkan semua yang dia tau atau jika dia meminta cerai misalkan, justru suaminya akan marah dan kalap bahkan bukan tidak mungkin suaminya akan memisahkan dia dengan anak-anaknya. Walaupun belum tentu dia mau mengurusi anak-anaknya sendiri. Desi sudah tau watak egois suaminya.
Desi berusaha melupakan semua masalahnya. Dia berusaha untuk tidur agar besok tidak pusing ataupun ngantuk disekolah. Besok adalah hari paling bersejarah dalam hidupnya. Karena besok ada pengumuman penting tentang kelulusan dalam PPG. Malam ini, Desi paksakan diri untuk tidur. Entah jam berapa dia baru bisa tidur.
Keesokkan harinya, Desi melakukan rutinitas paginya seperti biasa. Memasak dan menyiapkan bekal untuknya dan anak‐anak. Dia harus beŕhemat karena masih banyak kebutuhan yang harus dia penuhi.
Setelah semua rapi, Desi segera berangkat ke sekolah. Namun, sebelumnya mengantar Aqilla ke rumah mbok Muna dulu.
Sesampainya di sekokah, Desi langsung diberondong pertanyaan oleh sahabatnya Mila.
"Gimana Des, sudah di cek belum? Apa hasilnya?" , tanya Mila.
"Mil...Mil...baru juga sampai...duduk aja belum, sudah ditanya-tanya. Masih pagi ini, pengumumannya paling cepat siang ataupu pun sore." , jawab Desi.
"Iya ya, bener juga. Kirain jam segini sudah ada pengumumannya." , jawab Mila.
"Haduh....perasaan yang PPG siapa tapi yang penasaran siapa.' Jawab Desi.
"Heheh ... " , jawab Mila.
Setelah itu, mereka masuk ke kelas nya masing-masing. Tanpa terasa, hari sudah siang.
Anak-anak murid Desi sudah pulang. Lalu Desi solat zuhur kemudian dia segera mengecek kelulusan UP nya.
Begitu Desi membuka aplikasi dan mengecek nya, alhamdulillahirabbil 'alamiin. Desi lulus, dia begitu bahagia.
"Mila....alhamdulillah, aku lulus Mil." , ucap Desi.
"Alhamdulillah Des, selamat ya. Aku bahagia denger nya Des." , jawab Mila.
"Iya Mil. Makasih banyak Mil. Aku seneng banget Mil." , ucap Desi.
Guru-guru yang lain yang mendengar kelulusan Desi mengucapkan selamat pada Desi. Mereka turut merasakan bahagia atas keberhasilan Desi. Desi begitu bahagia hari ini. Dia pulang ke rumah dengan perasaan bahagia. Sepanjang perjalanan pulang dia tersenyum bahagia. Sebagai ungkapan rasa syukurnya, dia membelikan anak-anaknya es krim. Tidak mewah mungkin buat orang lain. Tapi, bagi anak-anak Desi sesuatu yang mewah karena terus terang, Desi jarang membelikan anak-anaknya es krim.
Bagas dan Rafi senang sekali dibelikan es krim, begitu juga si cantik Aqilla, dia kegirangan dibelikan es krim.
Sesampsinya di rumah, mereka langsung memakan es krimnya tanpa ganti baju terlebih dahulu. Desi mengizinkannya karena takut es krimnya keburu meleleh. Kebetulan juga, besok tidak dipakai lagi baju sekolah nya. Besok memakai baju sekolah yang lain. Ya sudah nggak papa sekalian kotor pikir Desi.
"Mama, makan es krim nya dulu ya ma. Nanti meleleh kalau kelamaan makannya." , ucap Rafi.
"Iya sayang, boleh dah. Hanya kali ini ya." , jawab Desi.
"Iya makasih banyak mama." , jawab Rafi juga Bagas.
"Makasih mama, mama baik banget. Aku sayang mama." , ucap Aqilla.
"Iya sayang. Sama-sama. Mama juga sayang kalian bertiga. Hidup mama hanya untuk kalian." , jawab Desi.
Mereka begitu bahagia. Kegembiraan terpancar dari wajah mereka. Desi bahagia melihat anak-anaknya tersenyum bahagia.
"Mama masuk dulu ya sayang. Nanti kalau sudah habis es krim nya kalian juga harus masuk dan ganti baju ya." , ucap Desi.
"Iya mama." , jawab ketiganya.
Kemudian, Desi masuk ke dalam rumah dan segera berganti pakaian. Desi lalu beres-beres di dapur merapikan piring dan peralatan memasak yang belum sempat dia cuci tadi pagi. Begitu selesai bebenah, Desi mengecek ke depan, apakah anak-anaknya sudah selesai makan es krim nya atau belum. Ternyata hanya ada Aqilla sendiri di depan. Abang-abang nya sudah selesai berarti. Desi dengan sabar menunggu Aqilla selesai makan es krim nya.
"Sudah belum sayang?" , tanya Desi.
"Bentar lagi ma sudah mau habis. Ini tinggal sedikit es krim nya. Mama mau nyobain?" , tanya Aqilla.
"Mau dong." , jawab Desi sambil menggigit sedikit es krim nya Aqilla.
"Enak kan ma?" , tanya Aqilla.
"Enak banget sayang." , jawab Desi.
"Besok beli lagi ya ma, es krim nya." ,pinta Aqilla.
"Do'ain mama banyak rezeki ya sayang biar bisa beliin es krim lagi buat Aqilla dan abang Rafi juga abang Bagas." , jawab Desi.
"Iya mama, pasti Aqilla do'ain kok." , jawab Aqilla.
"Sudah habis ma es krimnya." , ucapnya lagi.
"Ok, sekarang kita masuk, ganti baju terus bobo siang." , jawab Desi.
"Iya mama." , jawab Aqilla.
Desi kemudian mengunci pintu dan membimbing Aqilla ganti baju dan cuci tangan cuci kaki. Habis itu, mereka pun tidur. Bagas dan Rafi juga sudah tidur di kamarnya. Mereka sudah terbiasa hidup disiplin, jadi sudah tau apa yang harus dilakukan, tanpa diperintah pun, mereka tetap melaksanakannya.
wanita bucin laki pulang cm nyelup gk ngasih uang masih di terima ya mungkin terong nya mantab mkne desi masih mau laki bekasan gundik. 🤣🤣🤣
kl istri ke 2 rizwan pasti lbih cetar, Dan Pinter. gk mau cari duit hidup bagai princes uang Dr rizwan. 🤣. sdng desi wanita bodoh gk di kasih duit saja diam 🤣.
laki nikah lagi gk nuntut cerai alasan laki marah. mbelgedes gk percaya. yg Ada desi bucin ma rizwan. jd walau burung rizwan dah di bagi ma gundik masih mau dia. 😄🤣
cm alasan takut ma suami walau gk di nafkahi. yg aslinya Desi bucin ma rizwan. walau gk di kasih duit Dan hrs Banting tulang masih Cinta asal rizwan pulang Dan kelon ma dia 🤣.
jd biar saja smpe tua Banting tulang sendiri.
kl wanita berkelas mah ogah mnding janda toh sama sama nyari duit sendiri urus anak sendiri.
tp kl wanita kampung gk berkelas ya kayak desi jd babu, keset, ngurus anak masih nyari duit pun mau 🤣🔥 mang gk berharga juga.
kl wanita cerdas berkelas pasti dah cerai tu sm laki model bgitu.
tp desi kn wanita kampung, bucin ma ridwan. mau ridwan gk ngasih duit pun masih mau 😄.