NovelToon NovelToon
Pemakan Manusia

Pemakan Manusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Misteri / Horor
Popularitas:58.1k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Jangan dekat rawa itu!"

semenjak banyak yang meninggal karena memasang jebakan ikan di malam hari, rawa kecil itu di jauhi oleh banyak orang karena sudah banyak yang meninggal dunia.

Apa yang sudah terjadi?
Siapa penghuni rawa kecil itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 02. mencari sang suami

Bu Nur menunggu di depan pintu untuk kepulangan suami dia di pagi hari, sebenarnya sudah sejak tadi malam dia menunggu karena bila hanya mengambil ikan seperti itu maka tidak akan memakan waktu yang sangat lama seperti sekarang ini, namun sampai pagi tak kunjung kembali sehingga hati wanita setengah baya itu menjadi semakin cemas.

Tadi malam dia sempat berpikir bahwa mungkin saja Pak Paimin hanya ingin pergi ke tempat pesta tetangga mereka tersebut, jadi setelah melihat perangkap ikan maka dia pergi ke acara itu untuk mencari hiburan bersama dengan para tetangga lain juga, oleh sebab itu Bu Nur sama sekali tidak mencari keberadaan sang suami.

Namun sampai sekarang di pagi hari dan masih belum juga kembali sehingga perasaan wanita setengah baya ini semakin tidak karuan, takut juga bila ada sesuatu yang telah terjadi dan kemungkinan dia harus meminta bantuan dari para tetangga yang ada di sekitar sini, sebab bila mencari sendiri maka tentu menjadi tambah rumit.

Dengan langkah yang terburu-buru maka wanita ini segera mendatangi rawa yang sudah dia ketahui di mana sang suami sering menaruh umpan di sana, sama sekali dia tidak ada firasat bahwa sang suami sudah meninggal dunia karena dimakan sesuatu yang tak kasat mata di dalam rawan itu.

"Loh sama sekali tidak ada kok di rawa ini." Bu Nur berkata sendirian.

"Jadi Bapak pergi ke mana sih kok sampai sekarang belum pulang juga ke rumah?!" ujar Bu Nur dengan perasaan kesal dan juga cemas.

"Biar aku lihat dulu di tempat pesta itulah kalau begitu." lirih Bu Nur sambil berjalan pergi dari sana.

Bu Nur sama sekali tidak mengetahui bahwa dari dalam air itu muncul sebuah mata yang begitu dingin dan menatap dia yang semakin menjauh, tatapan mata yang begitu haus dengan daging manusia namun dia tidak berani menampakkan diri di siang hari seperti ini dan juga dirinya sedang kenyang.

Paimin sudah menjadi makanan dia tadi malam sehingga untuk sementara tidak akan mencari makanan terlebih dahulu, sampai nanti perut ini lapar lagi baru kemudian dia akan mencari mangsa yang jauh lebih besar serta dagingnya memiliki kelezatan luar biasa sehingga dia tidak sungkan untuk memakan daging tersebut.

"Mas, pulang dari acara pesta pak lurah ya?" Bu Nur menghadang perjalanan Ridwan.

"Iya, Bu." Ridwan mengangguk dengan agak sempoyongan karena dia tadi malam banyak minum.

"Ada lihat suami saya di sana juga tidak, Mas?" Bu Nur reflek agak menjauh Karena dia mencium aroma alkohol yang begitu kuat sekali.

"Enggak ada, Bu! dari tadi malam Pak Paimin tidak ada kok datang ke acara pesta ini." Ridwan menjawab jujur karena dia memang tidak melihat keberadaan pria tua itu.

"Aduh jadi ke mana dia pergi kok sampai sekarang belum juga pulang ke rumah?" Bu Nur mulai cemas namun bercampur dengan rasa kesal juga di dalam hati.

Karena Ridwan mengatakan bahwa tidak ada Pak Paimin di acara pesta itu maka Bu Nur segera pergi menjauh untuk mencari di tempat lain, ini hati sudah berdebar kencang tidak karuan karena takut bila sesuatu terjadi kepada sang suami dan dia tidak tahu harus mencari kemana untuk mencari keberadaan Pak Paimin yang hilang secara mendadak itu.

"Emang Pak Paimin ke mana sih kok sampai dicari seperti itu sama Bu Nur?" Ridwan juga merasa aneh.

"Ah Ya sudahlah karena aku juga mau istirahat dulu, kepala terasa begitu pegar karena terlalu banyak minum alkohol ini." Ridwan segera pergi menuju rumah karena dia membutuhkan waktu untuk istirahat.

Tadi sebenarnya kasihan juga melihat Bu Nur yang begitu sibuk ingin mencari keberadaan suami dia sekarang, namun karena kondisi tubuh yang sedang tidak baik-baik saja ini maka Ridwan memutuskan untuk istirahat saja terlebih dahulu dan berharap Pak Paimin akan segera ketemu dengan sang istri.

"Tapi tadi aku kok sempat melihat perangkap ikan ada di sana ya." Bu Nur menghentikan langkah karena dia baru ingat telah melihat perangkap ikan di rawa itu.

"Eh Bu Nur." Bu Ita yang akan pergi mencari sayur langsung menegur karena dia juga teman dekat.

"Iya, mau ke mana ini pagi-pagi?" Bu Nur masih sempat bertanya walau hati dia sedang gelisah.

"Mau cari sayur, Bu Nur sendiri mau ke mana pagi ini?" Bu Ita datang mendekat untuk berbasa-basi kepada tetangga.

"Saya lagi mencari suami ini yang sejak tadi malam tidak pulang ke rumah, padahal dia berpamitan hanya ingin melihat perangkap ikan saja." ujar Bu Nur.

"Loh ke mana Pak Paimin pergi memangnya? atau dia ikut pesta dengan para pria lain di rumah Pak Lurah." tebak Bu Ita.

"Tadi aku sudah tanya juga sama si Ridwan tapi kata dia tidak ada pak Paimin di sana." jelas Bu Nur dengan perasaan tidak karuan.

Bu Ita juga nampak memikirkan kemana pria tua itu pergi sehingga sampai sekarang istri dia kebingungan untuk mencari, bila hanya berpamitan ingin mencari ikan maka tidak mungkin sampai pagi ini belum juga ada kabar dari dia dan menurut para tetangga tidak ada juga dirinya datang ke pesta malam ini.

"Di sini mencari ikan nya?" Bu Ita menatap rawa yang sangat kecil dan tidak seberapa itu.

"Kemaren sore memang pasang perangkap ikan di sini jadi pasti tadi malam dia datang ke sini juga, Saya mau lihat bagian sana dulu karena tadi seperti melihat perangkat ikan." Bu Nur segera masuk ke dalam rawa itu dan mengambil di dekat pohon Nipah.

"Aih aku kalau sudah berhubungan dengan air begini kok jadi parno saja." Bu Ita merinding sendiri.

Bu Nur sama sekali tidak merinding dan dia tidak merasakan firasat aneh sehingga dia terus saja masuk ke dalam rawa itu untuk mengambil perangkap ikan, cara mendapatkan perangkap itu maka dia segera menyeret untuk keluar dari dalam rawa, mau mengangkat tidak sanggup karena sepertinya perangkap itu penuh dengan lumpur.

"Kalau perangkap ikan saja belum dia ambil maka berarti Pak Paimin tidak datang ke sini tadi malam ya." ujar Bu Ita.

"Lah saya juga berpikir begitu sekarang, ini perangkap ikan juga dalam keadaan penuh." Bu Nur melihat sendiri bahwa perangkap ikan itu penuh sekali.

Jadi sebenarnya ke mana pergi Pak Paimin tadi malam sehingga sang istri begitu kesulitan untuk mencari keberadaan dia, andai saja dia mengetahui bahwa Pak Paimin sudah meninggal dunia karena dimakan oleh penghuni rawa yang sadis itu.

Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.

1
ismi
jiahhhh benerkan andini palsu ,,yg asli masih didalam rawa
Betri Betmawati
hebat sekali tipu muslihat nya, kmna lagi Andini disembunyikan
Betri Betmawati
Melda itu kenapa coba ngk suka aja SMA orang
aneh betul dia
Betri Betmawati
ketua nya sembunyi dimna belum keluar?
naferia curiga SMA siapa ya🤔🤔
Yeyet Rohaeti
semangat thor bikin cerita baru nya,aku selalu menunggu karya ² baru mu.
Betri Betmawati
bikin penasaran aja ketuanya siapa?
Nana jg kok bisa masuk lumpur bukan nya td menghajar melda🤔🤔
Yeyet Rohaeti
kasian Nana kecebur di rawa.
putri wahyu
ketipu lg🥺 iblisnya bener2 licik😒
Yeyet Rohaeti
penasaran sekali aku ini, siapa sih iblis nya, pinter kali bikin gaduh agensi nya mba pur 😄😄
Apriyanti
kata nya Melda memang sekutu nya iblis berduri,,terimakasih Thor Uda bikin cerita baru lg,semoga tambah suksest trus karya² kak author 🙏🙏🥰
Apriyanti
siang jg thor,,apa munkin yg Kiara lihat pun Bagaskara yg palsu biar Kiara membenci si panglima tersebut
neni nuraeni
hadeeh si Melda jgn" kamu nyugih lgi abisnya sombongnya minta ampun,,, 👌 Mak siap tak baca yg ngono😁
istrinya_kimseokjin
aisss melda dri awal aku dh curiga ma kmu, emng kmu lh y yg mmbwa iblis itu
putri wahyu
ok siaap meluncuurr...
Eli Rahma
wis lah pasti melda ada sangkut pautnya dgn iblis rawa...
Eli Rahma
mlipiirrr...ahhh
Nurr Tika
jangan" melda penyembah iblis berduri itu
Nurr Tika
lanjut thor
Tri Lestari
siap meluncurkan dan meramaikan
human
jadi inget purnama sebelum insaf suka makan jeroan orng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!