NovelToon NovelToon
Headline 29

Headline 29

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lindra Ifana

"Kapan kamu nikah? Temen temen kamu bahkan udah ada yang punya dua anak. Ibu udah pengen gendong cucu."

Kata kata itu terdengar sederhana tapi selalu terngiang di otak Aurel. Dia hanya ingin mencari yang terbaik untuk hidupnya, karena baginya seorang suami adalah partner seumur hidupnya.

Seperti kisahnya lima tahun yang lalu, yang sudah terlalu yakin dengan pilihan hatinya. Tapi nyatanya hanya pengkhianatan yang ia dapat. Pria itu lebih memilih wanita yang lebih seksi dan bisa dibanggakan untuk di bawa.

Aurel hanya masih mencari, apa itu salah? Tapi bagaimana jika pemujanya sekarang adalah CEO kaya raya yang umurnya jauh lebih muda darinya? Apa itu akan menjadi cinta sejatinya? Atau hanya angin lalu yang akan lewat begitu saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lindra Ifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Kata Raya Project

Hari Senin Aurel berangkat ke kantor seperti biasa, tapi dahinya berkerut ketika merasa semua orang dikantornya menatapnya dengan sorot tak biasa.

"Eh eh eh! Itu dia datang!"

Dita muncul tiba tiba dari arah pantry. Gadis itu terlihat bersemangat dengan segelas kopi dan sepiring gorengan di tangannya ."Gue denger kabar lo nginep di rumah cowok elo, Rel. Bener nggak? Terus katanya calon suami sultan elo di cegat sama mantan elo?"

Aurel hendak menjawab, tetapi Dita sudah merangkul bahunya. "Udah, nggak usah ngeles. Muka lo tuh sekarang beda. Ada aura 'habis kiss kissan sama cowok sultan'. Ngaku aja."

"Kerja, Dit," Aurel melepaskan rangkulan Dita. "Gue nggak nginep. Nggak kiss. Gue cuma jenguk orang bonyok. Titik."

"dSn yang kecelakaan itu adalah CEO Kata Raya Corp? Pewaris Dirgantara group?" Dita berbisik. "Rel... lo tuh magnet masalah apa magnet sultan sih? Rugi kalau kamu nggak mau sama dia."

Belum sempat menanggapi, interkom kantor menyala: "Perhatian. Rapat divisi Marketing pukul 09.00 di ruang Garuda. Semua wajib hadir. Ada briefing proyek baru dari Direksi."

Aurel mengusap dada. Baiklah, sekarang yang terpenting dalam hidupnya adalah bekerja. Lupakan Adrian!

Tak lama kemudian rapat sudah dimulai, semua staff bersangkutan sudah hadir.

Bu Lina sang Head Marketing memimpin meeting kali ini. "Langsung to the point ya. Kita mendapat klien besar."

Ia menekan remote. Slide muncul. Logo biru dan emas. KATA RAYA CORP.

Ruangan hening selama tiga detik. Kemudian terdengar bisik-bisik.

"Kata Raya? Itu perusahaan Adrian Dirgantara"

"Yang asetnya triliunan itu?"

"Gila, kalau dapat itu kita naik kelas!"

Aurel kaku di kursinya. Kata Raya adalah perusahaan milik Adrian.

Bu Lina melanjutkan: "Ini proyek rebranding dan crisis management. Isunya sensitif. Mereka baru saja terkena gosip negatif mengenai CEO-nya yang terlibat perkelahian di jalanan. Tugas kita: mengembalikan citra. Membuat narasi baru. Dan Aurel..."

Semua mata menoleh ke Aurel.

"Kamu yang menangani. Kamu menjadi lead project-nya."

Aurel mengangkat tangan. "Bu... maaf. Bisakah orang lain? Saya merasa tidak kompeten...."

"Tidak bisa Rel," Bu Lina memotong. "Klien yang meminta kamu secara khusus. Mereka ingin orang yang paling mengerti narasi. Dan di perusahaan ini, hanya kamu Aurel'."

Dita yang duduk di sebelah langsung mencolek pinggang Aurel dan berbisik,"Tuh kan. Kamu itu magnet sultan."

Aurel ingin menolak lagi. Namun Bu Lina menegaskan: "Aurel, saat ini Kata Raya adalah klien terbesar. Jika kamu bisa menangani ini, namamu akan langsung naik. Tahun depan kamu bisa menjadi Manager. Ini bukan tugas, Rel. Ini tiketmu selangkah lebih maju."

Tiket selangkah lebih maju. Empat kata itu membuat Aurel tidak bisa menolak.

Selama lima tahun ia bekerja keras untuk membuktikan bahwa ia bisa tanpa seorang pria disisinya. Bahwa dia bukan wanita lemah.

Aurel menarik napas. Menatap logo Kata Raya di layar. "Baik, Bu. Saya terima tugasnya."

Walau dalam hatinya mengumpat, pria licik itu ternyata mengikutinya sampai ke ranah pekerjaan.

Tak lama kemudian ponselnya bergetar di dalam tas. Pesan masuk dari nomor tidak dikenal.

"Selamat datang di Kata Raya Ms. Lead Project. Siap disuapin kerjaan 24 jam? Jangan rindukan aku- A.D"

Adrian. Selalu Adrian.

Sementara malam itu di sebuah kamar kos yang sempit, Wisnu melempar ponsel ke atas kasur. Wajahnya pucat pasti dan tangannya gemetar.

Di layar: artikel gosip. CEO KATA RAYA CORP, SANG PEWARIS DIRGANTARA. ADRIAN PUTRA DIRGANTARA TERLIBAT PERKELAHIAN DI JALANAN.

Di berita itu juga dituliskan jika Adrian adalah sang pewaris seratus dua puluh triliun. Angka yang tidak masuk akal bagi anak kos seperti dirinya.

"Gara-gara kamu, Bel!" Wisnu membentak.

Bela yang sedang rebahan bermain TikTok langsung duduk. "Lho kok nyalahin aku? Aku tidak suruh kamu berkelahi dengan Adrian. Terus siapa suruh sewa sewa preman? Kamu yang sok jago!"

"Ya tetapi kamu yang punya ide nyamper Aurel di kafe waktu itu! Kamu yang membuat skenario 'ketemuan tidak sengaja'! Sekarang aku tahu Adrian itu siapa, Bel! Dia bukan hanya pacar Aurel! Dia pemilik Kata Raya Corp! Jika dia melapor ke polisi, aku bisa dipenjara! Jika dia bicara ke kantor gue, karierku selesai! Di-blacklist semua perusahaan besar, Bel!" Wisnu meremas rambutnya.

Bella menatap tajam. "Lebay banget sih kamu. Bonyok doang nggak mati kan dia!"

"Bonyok tetapi uangnya bisa membeli sepuluh hidup gue!" Wisnu berteriak. " Aku bodoh banget! Selama ini pacaran sama kamu tuh cuma ngabisin uang doang. Kafe estetik, nyewa hotel, skincare mahal. Bulan lalu aja aku sampai kas bon buat bayar dinner kamu!"

Bella berdiri. Matanya memerah. "Oh sekarang membanding bandingkan ya?"

"IYA GUE BANDINGIN!" Wisnu justru semakin keras. "Lima tahun aku pacaran sama Aurel, Bel. Lima tahun! Dia nggak pernah minta macem macem. Nggak pernah ngajak ke rooftop bar. Makan nasi padang dua puluh ribuan juga dia udah senyum. Apapun dia lakukan buat aku. Kerja lembur nemenin revisi skripsi, bawain bekal buat makan siang kita berdua. Sekarang lihat kamu! Tuntutannya setinggi gunung! Putus sama Aurel demi kamu...aku nyesel Bel!!"

Tamparan verbal itu lebih menyakitkan daripada pukulan Aurel di kafe waktu itu.

Bela terdiam. Air matanya jatuh. "Jadi... selama ini kamu menyesal berpacaran denganku?"

Wisnu tidak menjawab. Ia justru membuka dompet. Isinya tipis. Hanya tumpukan struk. Struk kafe, struk hotel, struk bunga.

"Aku nggak nyesel kenal kamu, Bel. Aku nyesel karena udah ngelepasin Aurel." Wisnu duduk, bahunya merosot. "Hidupku hancur gara gara kamu."

Bella mengusap air mata dengan punggung tangannya. "Oke. Kalau begitu putus saja, Wis. Kalau aku memang hanya jadi beban dan sumber masalah di hidup kamu."

Wisnu menoleh, jauh di lubuk hati ingin menahan. Tapi sekarang yang ia inginkan adalah sendiri. Dia butuh waktu untuk berpikir.

Bela mengambil tasnya. Sebelum keluar pintu ia menoleh terakhir kali: "Satu hal, Wis. Aurel tidak pernah meminta apa pun karena dia tahu kamu tidak punya apa pun untuk diberikan. Jangan bangga bisa membandingkan aku dengannya."

BRAKKKK...

Pintu dibanting, dan Wisnu kini sendirian. Dikelilingi struk, rasa takut, dan penyesalan yang datangnya terlambat . Dia ingat bagaimana cara Aurel mencintainya, hanya memberi tanpa sekalipun menuntut.

Ponselnya berbunyi lagi, ternyata notifikasi dari grup kantor, Besok ada audit mendadak dari holding company, semua di harap menyiapkan berkas laporan bulanan dan tahunan lengkap

Wisnu memejamkan mata. Keringat dingin mengucur. Dia yakin jika sang pewaris Dirgantara terlibat di dalamnya. Adrian tidak perlu melapor ke polisi. Cukup menggunakan "tangan" bisnisnya. Dan kariernya sudah berada di ujung tanduk.

1
Nur Ahmad
ceritanya ringan, CEO tapi merakyat
Mida
lanjut kak 💪
Nur Ahmad
uhuy jadian
Nur Ahmad
cemburu sama dengan cinta
lia juliati
🤭😄
Mida
lanjut kak jadi penasaran 🤭
Lindra: dukung terus yaaa🙏
total 1 replies
Rian Moontero
mampiiiirrr😍
Lindra: tengkiuuhhh sayangkuhh🙏🙏
total 1 replies
Mira Hastati
bagus
Lindra: terimakasih dukungannya 🙏
total 1 replies
Nur Ahmad
🤣🤣🤣
Nur Ahmad
Adrian 😍😍😍
Nur Ahmad
co cuiittt
Nur Ahmad
uhuy kencan nih double A
Nur Ahmad
menunggu memang tak enak
Nur Ahmad
ceritanya lebih ringan dari novel emak kmrn yg aku baca
🦋⃞⃟𝓬🧸𝓩𝓮𝓵𝓵𝔂𝓷
/Applaud/
T.N
sempurna .... semangat kaka suka sekali sama karya-karyanya
Lindra: Terimakasih sudah ikut meramaikan karya emak🙏🙏
total 1 replies
Nur Ahmad
start disinii
Zul Denayu
Lanjut kak 💪💪🌹🌹🌹
lia juliati
itulah bila hati berkehendak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!