NovelToon NovelToon
Kepentok Perawat Magang

Kepentok Perawat Magang

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Teddy Briand Wijaya, adalah pria yang setia. Mencintai 1 wanita semenjak SMA, sampai di usia 34 tahun kenyataan yang membentur dan hampir tidak bisa dipercaya wanita bernama Zarisha Allova, memilih pria lain.

Teddy sempat hancur, pekerjaan tidak fokus, dan memilih berdiri di pinggir dermaga mencoba menenangkan hati.

Ternyata di dermaga, malah menemukan gadis yang sedang menangis sejadi-jadinya. Gara-gara tugas dari konsulernya di rumah sakit jiwa tempat dia magang, ga pernah benar.

"Aku mau bunuh diri!" Teriak gadis Aira Permata Salmi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Harapan Terbalik

Sementara itu, Tuan Wijaya yang semenjak tadi menjadi penonton, mendadak memicingkan matanya. Tatapan pria paruh baya itu beralih ke arah gantungan kunci mobil yang tergenggam erat di tangan ayah Aira. Sejenak ia melirik pada Aira yang ingin mereka tarik menjadi menantu. Seakan mengerti sesuatu, kepalanya terangguk dan bibirnya terulas senyuman penuh makna.

Tuan Wijaya berdehem pelan, memecah keheningan. "Mohon maaf, ya Pak Junet ... kami telah membuat putri Anda kelelahan karena telah memintanya untuk merawat putra kami," tuturnya bersahaja.

Junet menoleh, baru menyadari orang lain yang mungkin sepantaran usia dengannya. Melihat setelah casul nan elegan dari dua paruh baya yang asing itu, Junet mulai menurunkan emosinya. "Maaf, kalian ini siapa?"

Nyonya Mirna mengulas senyuman paling ramah yang ia miliki. Karena tahu bahwa dua orang tua sederhana ini akan menjadi calon besan mereka. Dengan cepat, ia melangkah mendekati Hamidah.

"Begini Ibu Bapaknya Aira, kami tidak tahu bahwa putri kalian telah menjalani dinas yang panjang. Oleh karena itu, kami meminta putri Anda untuk merawat putra kami. Tapi, Bapak Ibu tidak perlu khawatir, kami menjanjikan membayar upah perawatan ini lebih dibanding bayaran yang didapatnya di rumah sak—"

Tiba-tiba Tuan Wijaya menarik lengan istrinya memberikan gelengan pelan, membuat Nyonya Mirna bungkam.

"Maafkan kami, Pak, Bu ... Kami menghargai dedikasi putri sebagai seorang perawat. Kami sungguh menyukai putri kalian," ucapnya dengan senyum sumringah mengulurkan tangan.

Bang Junet menatap uluran tangan Tuan Wijaya dengan kening berkerut. Sebagai pria yang terbiasa hidup di antara kerasnya perkebunan sawit, ia bisa merasakan ada wibawa yang besar dari pria paruh baya di hadapannya ini. Ditambah lagi, tatapan tulus dan bersahaja dari Tuan Wijaya perlahan-lahan mengikis sisa-sisa emosinya.

Dengan ragu, Bang Junet membalas uluran tangan itu. Genggaman mereka mantap.

"Saya Wijaya, dan ini istri saya, Mirna," ucap Tuan Wijaya memperkenalkan diri dengan nada yang sangat rendah hati, sama sekali tidak menunjukkan keangkuhan sebagai salah satu konglomerat yang datang dari ibu kota.

"Dan anak muda yang tadi ... dia putra kami, namanya Teddy," lanjut Tuan Wijaya sembari melirik Teddy yang kini hanya bisa berdiri kaku dengan wajah kuyu.

Hamidah yang tadinya masih memasang wajah kesal, mendadak tertegun mendengar nama 'Wijaya'. Pikirannya terhubung pada sebuah nama yang berlogo besar yang tertera di papan proyek raksasa di dekat kampung mereka.

"Wijaya? Jangan bilang ... Bapak ini orang dari properti besar yang akan membangun perumahan elite di dekat kebun sawit kami itu?" tanya Hamidah sangsi, matanya menyipit menuntut sebuah jawaban pasti.

Tuan Wijaya sedikit meneleng mencoba menelaah ucapan wanita paruh baya yang ada di hadapannya. Sejenak, matanya terbelalak, seakan teka-teki itu telah terhubung seutuhnya.

"Apakah lahan perkebunan sawit 'Sumber Makmur' itu milik keluarga Anda?"

"Iya, benar. Sumber Makmur itu nama kelompok tani dan lahan keluarga kami," sahut Hamidah polos.

Tuan Wijaya spontan menoleh ke arah istrinya dengan mata berbinar-binar, lalu beralih menatap Teddy yang masih berdiri kaku. Senyum lebar yang sangat sumringah kini terulas sempurna di wajah tegasnya.

Bagaimana tidak? Selama tiga bulan terakhir ini, jajaran direksi perusahaan mereka dibuat pusing tujuh keliling. Proyek pembangunan perumahan elite mereka di provinsi itu terhambat karena pemilik lahan utama di sebelah proyek sangat sulit ditemui, enggan bernegosiasi, dan kabarnya adalah juragan sawit lokal yang sangat idealis. Siapa yang menyangka jika sang pemilik tanah ternyata adalah orang tua dari perawat cempreng yang sejak semalam membuat putranya kelimpungan?

Jovan yang berdiri di dekat ambang pintu rasanya ingin menghilang saja dari muka bumi. Lututnya lemas seketika. Gila! Proyek perumahan elite raksasa yang sedang dikepalai oleh Pak Teddy, masa depannya ada di tangan pembebasan lahan milik abang iparnya sendiri!

"Luar biasa... Dunia ini ternyata sangat sempit, ya, Bu Hamidah, Pak Junet?" ucap Tuan Wijaya antusias, nada suaranya naik satu oktav karena gembira.

Junet yang sejak tadi berdiri membentengi ranjang Aira langsung mengernyitkan dahi. Respons ramah nan heboh dari konglomerat di depannya ini justru membuat jiwa sebagai juragannya kembali siaga. Ia melipat kedua tangannya di dada, sementara sandal Swallow hijaunya berdecit pelan di atas lantai pualam.

"Kalau begitu, sekalian saja saya sampaikan langsung di sini, Pak Wijaya," potong Junet dengan nada berat.

"Lahan Sumber Makmur di sebelah proyek perumahan Bapak itu tidak akan pernah kami jual. Tidak akan saya lepaskan, bahkan untuk sejengkal tanah pun! Jadi, Bapak tidak perlu repot-repot membujuk kami dengan uang."

Nyonya Mirna langsung terkesiap, hendak memprotes. Namun, Tuan Wijaya dengan cepat menahan lengan istrinya lagi, memberikan gelengan pelan. Pria tua itu tersenyum penuh arti. Sebagai pebisnis ulung, ia tahu kalau menghadapi orang melayu berkarakter keras seperti Junet, uang tidak akan mempan. Tapi ... jalur kekeluargaan alias perjodohan pasti punya cerita lain.

'Jual beli lahan mungkin bisa batal, tapi kalau menjadi bagian dalam pernikahan mereka, mungkin akan jadi jalur yang lebih indah,' batin Tuan Wijaya bersorak riang.

"Kami sangat menghargai keputusan Anda, Pak Junet. Lahan milik keluarga memang tidak bisa dinilai dengan materi," sahut Tuan Wijaya bijak, membuat Junet sedikit terkejut karena penolakannya diterima begitu saja tanpa debat.

"Namun, terlepas dari urusan bisnis itu ..." Tuan Wijaya melirik Aira yang masih mengerjap mulai sadar karena keributan kecil yang mereka buat. "... kami sungguh-sungguh meminta maaf atas kelalaian kami yang membuat putri Anda kelelahan."

"Sudahlah, Pak, Bu," sela Junet ketus, emosinya sebagai seorang bapak belum sepenuhnya surut. Ia menoleh ke arah istrinya.

"Buk, bantu anak kita bangun. Kita bawa saja dia pulang hari ini juga. Lebih baik dia mengurus kebun sawit saja di kampung daripada jadi perawat di kota tapi disiksa sampai pingsan begini!"

* Bersambung *

1
Evi Lusiana
ortu kocak laen bgt sm anakny
Evi Lusiana
kaku perutku thor gr² aira mo bls jasa pke brondolan sawit
SoVay: dikumpulin dulu smpai 2 karung y kak 🤣
total 1 replies
Evi Lusiana
aku suka karakter cewek tegas ky aira cm sayang aj knp gk milih kost sndri drpd hidup bareng tante jahat
Anbu Hasna
musuh jadi besan 🤣🤣
SoVay: halo kakak, mampir yuk cerita baru aku. udah 5 bab 🙈
total 4 replies
Evi Lusiana
kocak deh si aira,bs² ny lg sedih dia mint fto🤭
SoVay: namNya juga abegeh kak 😭😚
total 1 replies
Dewi kunti
sini ak ajarin om🤭🤭🤭🤭🤭
SoVay: wkwkwkw..punya bakat alami seorang pria kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Dewi kunti
tuch dokter kompor banget ya
Dewi kunti: berarti dikerjain author nya ini😤😤😤😤
total 2 replies
sryharty
eallaaaah modus,,ngomong aja kamu pengen cepet2 belah duren bujang om ted2
SoVay: wkwkwkw awas grasa grusu 🙈
total 1 replies
sryharty
si pak junet lg jadi nyamuk penngganggu neh🤭🤭
Dewi kunti
aduuuuuuhhhh si bapak kenapa gak pergi2 sich
SoVay: jadi nyamuk dulu 🤣
total 1 replies
mimief
hisss...si bapak tau aja yaa🤣🤣
ini demi masa depan kita bersama
modus si dikit,tapi kan biar dia mau pak 🤭
SoVay: modus dikit maunya banyak 🤣
total 1 replies
sryharty
makanya bap junet buruan di sah kan
biar bebas bisa pegang2 tangannya,,
siapa tau bisa pegang yg lain,,kan mantap
nanti pak junet cepet dapat cucu loh dari Aira..
SoVay: wkwkwkwk 😭😭😭 pegang apa tuh kak. sim salabin ja apa prok prok prok 🤣🤣
total 1 replies
mimief
Wkwkwk
ke gap camer
apa rasa tu🤭🤣🤣
SoVay: duh, berani2nya berduaan di tengah org ramai. paling nggak, tunggu rumah kosong dulu kan ya 🤣🤣
total 1 replies
mimief
sabar...sabar
tinggal dikit lagi aku padamu
sryharty
biarin Ra si bujang lapuk di gigitin nyamuk,,di gigit Wewe gombel pun gapapa ko,,aku ikhlas 🤭🤭
mimief
yah begitulah namanya jomblo udah karatan
sekali nya jatuh cinta lagi
begini ni🤭🤣
mimief: lah abis Meleng dikit ilang
trauma Thor 🤣🤣
total 2 replies
mimief
de ileee...yg mulai bisa nge gombal
mimief: iy..y🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
mimief
orng dirumah di tuan putriin kok
disini malah jadi begini
hajaar pak🤣🤣
mimief: mang... kepala aj ka
kelamaan jomblo begitu tu, jadinya karatan rasanya 🙄🤣🤣
total 2 replies
mimief
cepet pulih Thor..
saya yg tanggung jawab Bu
lahir bathin juga boleh 🤣🤣
dih,ngarep🤭
mimief
bingung dia ..om Jovannya🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!