NovelToon NovelToon
Karang Hitam

Karang Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Menikahi tentara
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Berawal dari petaka sebuah konser band terkenal, seorang gadis harus membuatnya menerima reward besar karena baru putus cinta. Gadis itu tidak tau bahwa dirinya sedang di kerjai teman kuliahnya hingga membuat seorang Letnan terkena imbasnya.

Disisi lain, akibat petaka tak sengaja, sang Letnan terpaksa harus menanggung akibatnya. Bukan hal mudah menaklukan hati pria yang ternyata adalah Abang dari gadis tersebut, namun pada kenyataannya, lebih sulit menaklukan gadis yang tiba-tiba masuk dalam hidupnya tanpa permisi, apalagi jejak kehidupannya kini di mulai pada wilayah dengan resiko yang cukup tinggi, wilayah yang bisa di katakan rawan, KARANG HITAM.

KONFLIK.. Harap SKIP bagi yang tidak bisa ber KONFLIK.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Letnan Hernando yang tidak biasa.

Bang Hernando duduk merokok di beranda belakang rumah. Ia menghisap rokoknya dalam-dalam lalu menghembuskan nya pelan. Sesekali ia menggigit bibirnya seakan menghalau rasa nyeri.

"Sudah benar-benar matang nih, Bang. Makan yuk..!!" Ajak Phia memanggil Bang Hernando.

Phia merasa bangga karena menu masakan balado daging rusa karyanya kali ini berhasil tanpa salah sedikitpun.

"Wuuiihhh.. Mantap kalii istri Abang nih. Pandai kau masak, dek." Puji Bang Hernando tanpa Phia tau bahwa sejak awal masakan tersebut sudah di rekayasa olehnya.

"Iyalah, Bang. Siapa dulu juru masaknyaa." Ujar Phia sesumbar.

Malam itu akhirnya mereka makan dengan lahap tanpa banyak perdebatan.

\=\=\=

"Phia bosan, Baaaang..!!! Kapan sih selesainya pengajuan nikah ini???? Phia capeeekk..!!!!" Protes Phia mulai rewel.

"Masih pusing??? Wajahmu pucat, mau ke kantin dulu???" Tanya Bang Hernando sambil menyelipkan anak rambut ke belakang telinga sang istri.

"Phia mau tidur." Rengek Phia.

"Hari ini terakhir, kita ke rumah sakit dulu lalu menghadap Danyon. Beliau baru ada waktu luang di tempat." Kata Bang Hernando.

"Nggak mauuu, Phia nggak kuaaat."

Bang Hernando tak tau lagi bagaimana caranya membujuk sang istri. Beberapa hari ini dari pagi hingga malam, Phia seperti 'banyak drama'. Kata tidak mau ini tidak mau itu seakan sudah menjadi agenda wajib yang harus di dengar Bang Hernando.

"Oke.. Setengah jam ya, sayang. Kita istirahat sebentar di ruangan Abang." Ajak Bang Hernando.

...

Setengah jam berlalu tapi Phia masih saja bergelung dengan jaket loreng Bang Hernando. Suami Phia itu sampai geleng kepala.

"Ini kenapa?? Belakangan ini Phia terus mengantuk, makan susah, terlalu banyak pilih." Gumamnya. Tak tega melihat istri tercinta, Bang Hernando mengurungkan niatnya untuk membangunkan Phia yang sedang tidur.

Hingga sore hari, Phia enggan bangun. Akhirnya Bang Hernando memutuskan untuk membangunkan Phia.

"Dek.. Bangun, sayang..!!" Bujuk Bang Hernando. "Makan dulu, yuk..!!"

Cara bangun Phia yang tiba-tiba, membuat Phia mendadak pusing, kepalanya serasa berputar, perutnya terasa teraduk dan mual.

"Telat makan kamu, dek. Jangan sampai nanti kau buat cerita, buat pengaduan ke Abangmu kalau Abang nggak kasih makan, ya..!!!" Kata Bang Hernando cemas, wajah Phia nampak semakin putih seolah darahnya tersedot angin.

Phia turun dari velbed kemudian berlari dengan terburu-buru menuju wastafel.

"Hhhkkkk..." Terdengar suara yang begitu menyakitkan, Phia muntah hebat.

Melihat keadaan Phia yang tiba-tiba drop, Bang Hernando panik setengah mati. "Astaghfirullah hal adzim..!!!!!! Kenapa kamu, dek??"

Kepanikan semakin menjadi ketika Phia langsung ambruk begitu saja, untung saja Bang Hernando langsung menahannya hingga Phia tidak sampai jatuh di lantai. Secepatnya Bang Hernando mengangkat Phia dan kembali merebahkannya di velbed.

"Rivaaaaann..!!!! Tolong panggil dokter, sekarang..!! Istri saya pingsan." Perintahnya.

:

"Ini kenapa???"

Dokter militer masih berusaha berkonsentrasi memeriksa keadaan Phia. Tak jauh dari Phia berbaring, mata Letnan Hernando terus memperhatikan setiap gerik Phia.

"Kenapa istri saya tidak sadar juga? Ada masalah apa, Bang?" Tanya Bang Hernando pada seniornya dengan cemas.

"Allahu Akbar..... Tepuk jidat saya, Her. Nyebut betul saya lihat tingkahmu. Saya juga masih periksa istrimu. Bisa tidak, kau duduk saja..!!!" Kata dokter.

"Siap, Bang. Maaf..!!!"

Mulut Bang Hernando belum terkunci, tapi Phia sudah kembali mual.

"Lebih baik besok mau bawa istrimu di rumah sakit besar, di kota. Rumah sakit tentara milik kita belum seratus persen memadai alat kerjanya." Saran dokter, senior Bang Hernando sendiri.

"Siap, Bang. Saya bawa sekarang juga." Bang Hernando bersiap membantu Phia untuk bangun, tapi.. Wajah Phia berangsur segar seolah tidak terjadi apapun.

"Lah.. Itu.. Istrimu sudah baikan, besok saja kau bawa ke rumah sakit."

Terang saja Bang Hernando bingung, pasalnya beberapa saat yang lalu Phia seakan nyaris kehilangan nyawa.

...

Sesampainya di rumah, Bang Hernando gelisah dan tidak bisa tidur. Phia demam sampai menggigil kedinginan. Rasanya dua selimut tebal belum cukup untuk menahan dinginnya cuaca malam ini.

"Kita ke rumah sakit saja..!!" Bang Hernando memasukan pakaian milik Phia ke dalam tas lalu segera meletakkannya di dalam mobil dan kembali lagi untuk membawa Phia.

Hal aneh terjadi lagi untuk ketiga kalinya.. Setelah melewati ambang pintu, Phia tidak demam lagi, wajahnya nampak segar.

"Sebenarnya kamu kenapa??? Abang stress sendiri, dek." Kata Bang Hernando gemas.

"Nggak tau, Abaaang. Pokoknya dengar kata rumah sakit, Phia sehat." Jawab Phia.

Bang Hernando kebingungan, tapi ia juga tidak ingin memaksa. Ia membawa Phia kembali ke dalam kamar.

'Ada apa sebenarnya??? Kenapa tiba-tiba jadi begini, dek??'

***

Padatnya kegiatan membuat Bang Hernando kurang istirahat selama dua hari. Hari ini semakin parah. Di hari ke tiga ini, badan Bang Hernando semakin lemas tapi perasaannya sungguh tidak tenang memikirkan Phia.

"Kalau kata orang di daerahku, istrimu ini kena santet." Kata Bang Jan.

"Sekarang jaman modern, kau masih percaya hal begitu??" Jawab Bang Hernando.

"Laahh.. Kau sendiri peka dengan hal begitu, tapi kenapa menolaknya. Kau bisa selamatkan kawanmu dari hal buruk, bisa mencari korban tertimbun pasca badai, masa istrimu tidak??" Ujar Bang Jan.

Jam menunjukan pukul dua pagi, Bang Jan pun pamit meninggalkan sahabatnya yang masih cemas dengan keadaan istrinya.

Bang Hernando menarik nafas panjang, ia menyentuh kening Phia. Tapi sedikitpun hatinya tidak merasakan apapun.

'Kenapa tidak ada hal yang mencolok, padahal Phia sudah seperti ini.'

Sekali lagi Bang Hernando menyentuh Phia, tapi kali ini menyentuh dadanya, keningnya berkerut.

"Ada sesuatu yang mendekat, tapi tidak jahat. Apa ini?" Gumamnya pelan.

Berada pada keluarga yang tidak sembarangan, Bang Hernando mencoba untuk menjajal sesuatu yang selama ini ia abaikan. Dunia ini berdampingan dengan banyak hal yang sulit di pahami.

Dua telapak tangan Bang Hernando kini melayang perlahan di atas perut Phia, tak menyentuh kulitnya namun terasa hangat menyebar. Matanya terpejam rapat, mengerahkan naluri turun-temurun yang selama ini ia kunci rapat, ilmu yang kakek buyutnya ajarkan, namun ia anggap tak pernah sesuai dengan seragam loreng yang ia pakai.

Angin malam yang tadinya berhembus pelan di beranda, tiba-tiba berhenti seketika. Udara di dalam kamar terasa lebih pekat, namun bukan dengan aura jahat yang membuat bulu kuduk merinding. Justru seolah ada cahaya lembut yang perlahan menyelimuti tubuh Phia, seperti embun pagi yang menyejukkan tanah kering.

"Jadi begini maumu..." bisik Hernando, bibirnya bergetar tak percaya. "Bukan gangguan. Bukan santet. Justru ada jiwa kecil yang sedang berjuang menemukan tempatnya, tapi takut dengan suara sirene, bau obat, dan dinginnya dinding rumah sakit. Hai pangeran kecilku, selamat datang... Ini Papa." Sapanya lirih.

.

.

.

.

1
Maysuri
y allah pulihkanlah bang her....biar ingat dngan anak dan istri....
dyah EkaPratiwi
ayo cepat ingat bang her
Maysuri
walaupun lg oleng bang her....tp ttp kocak y....😁😁
Elly Maryani
😅😂😂lanjut Thor,,, AQ kok suka bang hernand mode tengil gini ya🤭
Tanti
kocak ni bang ambon🤣🤣🤣
Maysuri
🤣🤣🤣🤣 alasannya engk lucu bang...
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣
dyah EkaPratiwi
semoga bang riegan iklas ya
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣 bang her bang her
Maysuri
sabar dan iklas,mudah"han d kemudian hr tuhan akan Menggantikan dngn yg lebih baik lg...💪💪
Maysuri
seng sabar yo phia. .
Tanti
julukannya sangar benerrr.... ngeriii ngeri sedap mba nara🤭
dyah EkaPratiwi
ayo semangat bang Phia mau lahiran
dyah EkaPratiwi
semoga bang her selamat
dyah EkaPratiwi
apalagi ini😭
Tanti
Tau dari mana Phia??🥹🥹
dyah EkaPratiwi
semoga bang riegan bisa legowo ya karena semua berawal dr kesalanmu bang
Tanti
ya Alloh....mba Nara, aq baca sampe ikut tegang...sepaneng...
juosss tenan mba
Tanti
bener² surprise dari mba Nara.... readers ikut terkejoott🤭🤭
Maysuri
nanggung thor...buat penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!