Dien Moretz adalah sarjana pengangguran yang selalu gagal dalam wawancara kerja, karena memiliki kekurangan bibir sumbing yang menyebabkan komunikasinya tidak lancar dan dianggap sebuah beban. Suatu hari saat sedang mencari pekerjaan, tiba-tiba ada monster yang muncul dan memangsa orang-orang. Dien yang selamat akhirnya menyadari bahwa ada dunia lain, dunia yang berbeda dari yang dia jalankan selama ini. Dien yang tertarik dan tidak mendapatkan pekerjaan akhirnya memilih menjadi bagian dari dunia tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YT FiksiChannel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Energi Pembunuh Tingkat Pemula
Steven bertepuk tangan, membuat dinding tanah muncul di kedua sisi Dien dan menggepreknya. Dien menahan dua dinding tanah yang menekannya dari kedua sisi, disaat yang sama Steven melancarkan serangan petir berbentuk naga menerkam.
Dien terkena serangan petir dengan sangat telak. Serangan petir itu membuatnya terluka cukup parah, dan tidak mampu menahan dua dinding tanah yang mengapitnya. Dua dinding tanah langsung menghimpit Dien, seperti tangan menepuk nyamuk. Dien merasakan tulang-tulangnya remuk, tangannya patah, dan darahnya dipaksa keluar dari setiap lubang yang ada di tubuhnya.
Steven dengan acuh membersihkan debu yang menempel di bajunya, lalu melangkah melewati Dien yang terhimpit dua dinding tanah.
“Seharusnya kamu tidak mencoba menghentikanku.” Ujar Steven melirik sekilas Dien yang perlahan-lahan kehilangan kesadarannya.
Tebasan energi!
Tiba-tiba sebuah tebasan energi hampir memotong tubuh atas Steven. Beruntungnya pria itu berhasil menghindar dengan membungkukkan badan disaat-saat terakhir.
Sambaran petir!
Steven langsung melepaskan serangan balik ke lawannya yang bersembunyi di atap rumah, sebuah serangan berbentuk naga petir yang menerkam.
Aamon melompat turun dari atap rumah, dan melepaskan tebasan energi.
“Serangan yang tidak berguna!” Steven santai menangkis tebasan energi, lalu menggunakan teleportasi.
Pukulan keras!
Tanah hancur jaring laba-laba!
Aamon menghindari pukulan keras Steven yang menghancurkan tanah. Aamon melancarkan tebasan pedang dari bawah ke atas dengan sangat cepat. Steven menarik kepalanya sedikit kebelakang, menghindari tebasan pedang tersebut.
Tangkisan!
Menghindar!
Tebasan!
Pukulan!
Dua orang itu saling bertukar serangan dan pertahanan, membuat beberapa bagian rumah warga di sekitar mereka hancur dihantam tinju dan terpotong ditebas pedang.
Tebasan!
Aamon berlari dan melancarkan tebasan menyasar leher, namun tebasannya hanya memotong tiang rumah karena sang lawan berhasil menghindar.
Steven beberapa kali memukul pedang Aamon, karena sang lawan menggunakan pedangnya sebagai perisai untuk menahan semua serangannya. Akibatnya tangan Steven berdarah-darah.
“Energi yang sangat ganas! Ini jelas bukan energi spiritual.” Steven melihat tangannya yang berdarah-darah dan sakit ketika bersentuhan dengan pedang Aamon.
“Rasa sakitnya terus meningkat. Orang ini berbahaya!” Steven menahan sakit sembari menghindari setiap tebasan yang dilepaskan Aamon.
Energi kegelapan yang memancarkan niat membunuh itu menggerogoti kepalan tinju Steven dan terus memberikan rasa sakit seperti terbakar. Rasa sakit terbakar itu semakin kuat dan kuat di setiap detiknya.
“Tebasan naga berkelok!” Pekik Aamon melancarkan tebasan energi.
“Petir kepala naga!” Steven menyambut dengan sihir petir.
Energi pedang beraura kegelapan dan berbentuk naga meraung ganas, menerkam Steven yang menggunakan petir naga. Dua serangan itu hancur sesaat setelah berbenturan satu sama lain.
Pukulan keras!
Tiba-tiba Steven menghilang, lalu muncul di belakang, dan melancarkan pukulan lurus ke punggung Aamon hingga membuatnya terhempas. Steven dengan cepat muncul di samping kanan Aamon yang terhempas, lalu melancarkan serangan petir yang sangat kuat. Aamon menggunakan pedangnya untuk menahan hantaman serangan petir tersebut.
BANG!
Steven teleportasi tepat di samping kanan Aamon dan memukul perut kanan Aamon dengan pukulan petir. Aamon memuntahkan air liur dan terhempas jauh dan menghancurkan beberapa rumah warga, termuntah darah, dan pada akhirnya pingsan.
“Merepotkan!” Dengus Steven menatap Aamon yang pingsan.
Steven menyadari bahwa tangannya terpotong tanpa sadar. Wajah Steven langsung menegang, dan rasa sakit tangannya yang terpotong tiba-tiba menjalar seperti arus listrik.
“Ah… sakit sekali… bagaimana bisa aku tidak menyadarinya?” Pekik Steven menahan sakit dan memegang tangannya yang terus mengeluarkan darah.
“Ahh!!!”
Steven mengingat serangan terakhirnya, saat itu Aamon sempat melancarkan tebasan ke arah tangannya. Tebasan Aamon tersebut memotong tangannya tanpa sadar, tanpa rasa sakit, dan akan terasa sakit ketika melihat tangannya.
“Apakah saat itu dia berhasil menebas tanganku? Dia memotong tanganku tanpa aku sadari?” Steven mengingatnya, lalu menatap Aamon dengan kebencian.
Steven dengan penuh kebencian menciptakan energi petir naga yang meraung ganas. Sihir Steven membuat langit cerah menjadi mendung dan memperlihatkan kilatan petir, seakan-akan langit ikut merasakan kemarahan Steven.
“Mati kau, BAJINGAN!!!” Pekik Steven menyerang Aamon dengan teknik sihir petir terkuat miliknya.
Petir naga meraung ganas, lalu dengan cepat menuju Aamon yang pingsan. Petir naga menghancurkan kehampaan, membuat retakan ruang yang cukup dalam. Ketika sampai di depan Aamon, tiba-tiba tangan Aamon terangkat dan mencengkram kepala energi petir berbentuk naga tersebut.
Aamon tersenyum kecil dan berkata dengan dingin menembus jiwa. “Energi pembunuh tingkat dasar menekan regenerasi, membuat regenerasi tidak berguna. Dan energi pembunuh tingkat pemula menekan kekuatan alam, membuat alam tunduk dan patuh atas perintahku.”
Aamon menyelimuti energi petir berbentuk naga itu dengan energi pembunuh. Hasilnya energi petir berbentuk naga kebiruan itu memancarkan aura kegelapan yang mengandung niat membunuh yang sangat kuat. Energi petir berbentuk naga itu tiba-tiba patuh dan tunduk kepada Aamon seperti anjing penurut.
Steven mengerutkan kening melihat teknik sihir terkuatnya dikendalikan oleh Aamon, bahkan terlihat lebih kuat dan mengintimidasi dari sebelumnya.
“Naga petir!” Pekik Aamon menyerang balik.
Energi petir naga meraung ganas, menyerang Steven yang tercengang dan tidak percaya kekuatannya diambil alih oleh Aamon.
"ARGH..." Pekik Steven tidak sempat melawan balik dan merespon.
Energi petir naga itu menerkam bahu Steven, dan mendorongnya cukup jauh, merobek bahu Steven seperti Harimau merobek daging, lalu meledak seperti sambaran petir. Steven terluka sangat parah akibat serangan petir naga tersebut, namun itu tidak mengancam nyawa karena Steven masih sempat memperkuat tubuhnya dengan energi spiritual.
Steven dengan cepat meminum ramuan penyembuh untuk memulihkan diri, namun karena levelnya terlalu rendah ramuan itu tidak mampu meregenerasi tangannya.
“Tombak tanah!” Pekik Steven melancarkan serangan puluhan tombak tanah yang muncul dari bawah tanah.
Tanah langsung menciptakan puluhan tombak dan menusuk dari bawah tanah, namun tiba-tiba berhenti dan malah diambil alih oleh Aamon yang tampak berbeda.
Aamon tersenyum dingin, mengangkat tangan dan mengarahkan tangannya kepada Steven yang tercengang.
"Bocah! Energi pembunuh menekan kekuatan alam, artinya kekuatan yang berhubungan dengan fenomena alam tidak akan bisa melukaiku. Sekeras apapun kamu berusaha menyerangku dengan kekuatan alam, hasilnya tetap sama.” Ujar Aamon yang dikendalikan kakek Zu.
Aamon (kakek Zu) melambaikan tangan ringan membuat puluhan tombak tanah kembali menjadi tanah.
Tiba-tiba tombak tanah yang diselimuti aura kegelapan muncul menyerang Steven yang hanya bisa menghindar dengan melompat dan melayang mundur.
“Terbang dilarang disini! Teleportasi dilarang disini!” Pekik Freya yang datang dengan tubuh berlumuran darah.
Tusukan tombak!
Steven yang dibatasi kekuatan Freya mau tidak mau harus menerima tusukan puluhan tombak tanah, membuatnya sekarat dan begitu kesakitan.
Steven diambang kematian.
“Sial! Seharusnya aku membunuh wanita ini!” Umpat Steven menahan sakit menatap penuh kebencian pada Freya yang datang dengan berlumuran darah.
Dien tiba-tiba sadar dari pingsan. Terlihat luka-luka Dien sembuh, karena sebelumnya meminum ramuan penyembuh secara diam-diam. Setelah pulih sepenuhnya, Dien berusaha lepas dari dua tanah yang menghimpitnya.
Dien berteriak kencang menghancurkan dinding tanah dan melepaskan diri, lalu bergabung dengan Aamon dan Freya untuk melawan Steven.
Situasi menjadi satu melawan tiga orang.
Bersambung.