NovelToon NovelToon
Jaka Srenggi

Jaka Srenggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Iblis
Popularitas:604
Nilai: 5
Nama Author: MartimbulSiregar

kematian membuat dia hancur, namun kematian orang yang disayang juga yang membuat dirinya bangkit.

Berjuang dan bertarung menjadi jalan hidupnya yang baru, jalan hidup menuju keabadian. Anak polos yang menjadi harapan bagi semua manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartimbulSiregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Jaka Srenggi terbangun dari pingsannya dan melihat Petapa muka dua sedang duduk membakar dua ekor ayam.

"Petapa muka dua??" Desis Jaka Srenggi.

Mendengar suara Jaka Petapa muka dua menoleh dan tersenyum hangat.

"Kau sudah bangun Jaka? bagaimana kondisimu??" tanya Petapa muda dua.

Jaka mencoba menggerakkan badannya, dan kali ini sedikitpun dia tak merasakan rasa sakit lagi. Jaka berdiri dan berjalan kearah Petapa muka dua.

"Makanlah! pulihkan kondisimu!" kata Petapa itu dan memberikan satu ekor ayam kepada Jaka Srenggi.

Jaka tanpa malu menerima ayam dan memakan dengan lahapnya.

"Aih ... aih.!! Makannya pelan-pelan saja Jaka. Memangnya sudah berapa hari kau tak makan? Sampai serakus itu??" tanya Petapa muka dua.

"Aku sudah tak makan sejak tiga hari yang lalu kek! Aku hanya minum air!" jawab Jaka Srenggi

"Pantaslah!"

Petapa muka dua membiarkan Jaka menikmati dan menghabiskan makannya. setelah selesai makan, Petapa muka dua berjalan dan diikuti oleh Jaka Srenggi.

Petapa muka dua nama aslinya Bargola, dia itu tak memandang hukum dunia persilatan. baginya hukumnya yang akan dia jalankan di dunia persilatan.

"Kemarilah Jaka!" kata bargola memanggil Jaka untuk mendekat kepadanya.

Mereka berdua duduk disudut gua tempat tinggal Petapa muka dua.

"Apa tujuanmu kemari??" tanya bargola.

Jaka diam dan berpikir sejenak. Tapi tiba-tiba Jaka Srenggi berlutut tepat dihadapan Petapa muka dua.

"Angkat aku jadi muridmu, ajarkan aku menjadi seorang pendekar!" pinta Jaka Srenggi dengan suara lantang.

"Hahahaha!!"

"Itu yang aku tunggu. Seperti yang dulu aku katakan, aku akan menerimamu jadi murid ku meskipun harus menunggu ribuan tahun. Berdirilah! Aku menerimamu jadi murid ku!" kata bargola sangat senang.

Jaka berdiri dari sujudnya dan terlihat sangat senang.

"Jaka Srenggi apa yang membuatmu berubah pikiran dan ingin menjadi pendekar??" tanya bargola ingin tahu alasan Jaka Srenggi.

"Aku ingin balas dendam" jawab Jaka Srenggi dengan mata berapi-api penuh dendam.

Mendengar jawaban Jaka Srenggi, bargola kaget, dia tak menyangka jika itu yang akan jadi jawaban Jaka Srenggi.

"Kepada siapa kau ingin balas dendam??" tanya bargola ingin memastikan.

"Cadar hitam! Juragan Husin! Cadar hitam sudah membunuh ibu dan juga semua keluarga yang menyayangiku"

"Dan juragan Husin yang memberikan perintah. Keduanya harus mati ditanganku" ucap Jaka Srenggi yang telah menyimpan dendam kesumat begitu besar.

Petapa muka dua menelan ludahnya, dia melihat dendam dimata Jaka Srenggi sangatlah besar.

"Baik! Jika memang keinginan dan tekadmu sudah bulat, aku akan melatih mu. Aku akan memberikan semua yang aku miliki untukmu." kata Bargola pada Jaka Srenggi

Melihat dendam dari Jaka Srenggi, Bargola seolah melihat dirinya waktu muda. Bargola menimba ilmu Kanuragan karena rasa dendam, bedanya Bargola dendam karena seorang perempuan.

"Ulurkan tanganmu, aku ingin memeriksa tubuhmu," pinta Bargola.

Jaka Srenggi tanpa membantah mengulurkan tangannya. Bargola menyentuh urat nada di pergelangan tangan Jaka Srenggi. Dia angguk-angguk kepala karena merasa unsur di tubuh Jaka Srenggi tak buruk.

"Kau ingin jadi pendekar apa??" tanya Bargola.

Jaka Srenggi dengan dahi berkerut diam karena tak tahu harus menjawab apa.

"Aku tak mengerti guru!"

"Baiklah! Guru akan menjelaskan padamu. Pendekar itu ada yang memakai tangan kosong, dan ada yang menggunakan senjata. Meskipun kau menginginkan ingin jadi pendekar tangan kosong jika kau berbakat di pendekar senjata maka kau akan menjadi pendekar bersenjata, begitulah sebaliknya. Tapi semua itu tergantung dari latihan dasar."

"Kau ingin jadi pendekar apa? Pendekar tangan kosong atau pendekar bersenjata??" tanya Bargola.

Pertanyaan bargola kali ini ditambah dengan tekanan ke tubuh Jaka Srenggi. Jaka Srenggi merasakan tubuhnya bergetar karena suara bargola.

"Aku ingin pendekar yang memiliki senjata. Aku ingin memotong kepala cadar hitam, seperti dia memotong kepala ayah dan ibu," ucap Jaka Srenggi.

Dimatanya sangat terlihat dendam yang membara.

"Itu artinya kau harus berlatih menjadi pendekar pedang. Guru akan mengajarimu dasar-dasarnya saja. Guru bukan pendekar pedang, tapi guru memiliki dasarnya."

"Baik guru! Jaka mengerti!" ucap Jaka Srenggi.

"Selain itu guru akan mengajarimu jurus-jurus tangan kosong. Itu keahlian gurumu ini. Di dunia persilatan guru salah satu orang yang disegani dalam jurus jurus tangan kosong." kata Petapa muka dua memuji diri sendiri.

"Murid siap menerima latihan dari guru! Kapan pun akan selalu siap guru!" kata Jaka Srenggi

"Bagus, aku suka semangatmu!" puji Petapa muka dua.

Petapa muka dua tersenyum puas akan semangat Jaka Srenggi.

"Jaka, apa kau tahu di dunia persilatan ada golongan putih dan hitam??"

"Putih dan hitam? Baik dan buruk ya guru? Guru golongan apa??" tanya Jaka Srenggi.

"Gurumu ini bukan hitam dan bukan putih, guru membunuh orang yang menurut guru pantas mati." jawab Bargola.

"Kenapa bisa begitu guru??" tanya Jaka Srenggi tak paham.

"Dunia persilatan penuh dengan tipu daya, putih belum tentu baik, hitam belum tentu jahat. Nanti kau akan tahu sendiri"

Jaka Srenggi diam dan berpikir akan makna dari ucapan gurunya.

"Yang guru katakan sangat benar, juragan Husin, terlihat baik dari luar. Tapi ternyata hatinya sangat busuk." ucap Jaka Srenggi.

Bargola cukup kaget dengan kecepatan menangkap dari otak Jaka Srenggi.

Hahahaha!"

"Kau cukup cepat menangkap maksud dari perkataan guru."

"Itu bukan hal yang membingungkan guru, itu sebuah kenyataan yang nyata. Guru bukan hitam dan bukan putih. Tapi seorang pendekar yang bebas! Bukankah begitu guru??" tanya Jaka Srenggi

"Iya kau benar! Guru memang pendekar yang bebas. Tapi asal kau tahu guru memiliki banyak musuh, baik dari golongan putih, juga dari golongan hitam. Itulah mengapa orang-orang menjuluki guru Petapa muka dua. Tapi bukan julukan yang buruk bukan??" kata Bargola

"Petapa muka dua??" kata Jaka Srenggi pelan.

"Kenapa? Apa kau heran dengan julukan gurumu ini??"

"Tudak guru, aku hanya heran kenapa harus ada julukan?" kata Jaka Srenggi.

"Julukan itu termasuk hal yang membanggakan Jaka. Jika kau belum memiliki julukan maka kau tak akan dikenal didunia persilatan. Tapi julukan juga akan membawa bumerang untukmu." kata Petapa muka dua.

"Kenapa bisa begitu guru??" tanya Jaka Srenggi

"Semakin terkenalnya dirimu maka akan semakin banyak yang ingin menantang duel. Semakin banyak yang ingin menguji kemampuanmu. Tapi julukanmu akan membuatmu disegani oleh dunia persilatan," kata Bargola menjelaskan.

"Begitu ya guru? Jadi siapa yang paling kuat didunia persilatan guru??" tanya Jaka Srenggi ingin tahu.

"Yang paling kuat? Sebenarnya yang kuat banyak Jaka, hanya saja sekarang mereka mulai mengasingkan diri dari dunia persilatan. Menurut guru ada beberapa yang terkuat."

"Siapa saja guru??"

"Tinju besi, dengan jurus tangan kosongnya."

"Tombak kematian dengan jurus tombaknya."

"Tapi menurut guru yang terkuat adalah si raja pedang." ucap Bargola

"Raja pedang??" gumam Jaka Srenggi

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!