NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Kedua Ayah Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Ayah Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:37.3k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

Bandung tidak pernah ramah bagi kantong seorang perantau. Di usianya yang menginjak 23 tahun, Yasita Humaira harus memutar otak setiap akhir bulan. Demi mengirimkan rupiah untuk Ayah dan Ibunya di kampung, dia rela menahan lapar dan berhemat sedemikian rupa. Yasita sadar diri; dia bukan wanita sholeha, bukan pula muslimah taat yang rajin beribadah. Shalatnya masih bolong-bolong, penampilannya biasa saja. Jauh dari kata sempurna.

​Beruntung, di kota ini dia memiliki Zulaikha—sahabat dekat seumuran yang bak langit dan bumi dengannya. Zulaikha adalah definisi wanita idaman: keturunan Arab-Indonesia dengan mata tajam yang indah, selalu anggun dengan gamis dan hijab lebar yang menjuntai. Tak hanya cantik, Zulaikha adalah putri dari pemilik Mandra Bros J, raksasa industri pakaian muslimah dan perhiasan emas tempat Yasita mengadu nasib. Namun persahabatan itu putus ketika sebuah Tawaran Dari Umi laila Ibu Zulaikha memintanya menjadi istri kedua Ayah Zulaikha yaitu Jalal Ash-Siddiq....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Hasrat Di siang Bolong

Bandung, Jawa Barat.

​Di sisi lain pulau, tepatnya di sebuah ruangan mewah di Kota Bandung, Zulaikha tengah menatap tajam pada beberapa lembar foto yang diambil secara diam-diam oleh orang suruhannya. Foto-foto itu memperlihatkan momen kebersamaan antara Abinya dan Yasita di Sulawesi.

​Rupanya selama ini sang Abi telah membohonginya.

​"Abi ternyata menemui wanita itu... Jahat! Abi jahat!" ucap Zulaikha lirih dengan suara bergetar menahan luapan emosi.

​Gadis itu bangkit berdiri, lalu dengan perasaan murka merobek foto-foto di tangannya hingga menjadi serpihan tak berbentuk. "Yasita! Awas kamu ya... dasar perempuan sialan!" makinya berang.

​Dengan napas memburu, Zulaikha segera meraih gawai di atas meja untuk menelepon seseorang. Begitu sambungan terhubung, dia langsung memberi perintah. "Halo. Tolong pesankan saya tiket pesawat sekarang juga. Tujuan Sulawesi," ucapnya dingin tak terbantahkan.

Satu minggu kemudian, di Sulawesi.

​Waktu terus bergulir. Sejak insiden pertengkaran dan kesalahpahaman di dekat pasar hari itu, sikap Jalal justru berubah menjadi semakin lembut dan penuh perhatian kepada Yasita. Bahkan, pria matang itu memberikan sebuah kejutan manis untuk Jayan dengan membelikan bocah kecil itu sebuah sepeda roda tiga yang baru. Dengan hati yang riang gembira, Jayan tampak asyik mengayuh sepeda barunya ke sana kemari.

​Pagi menjelang siang ini, suasana di samping halaman rumah Yasita terlihat sangat ramai. Para pekerja bangunan tampak begitu bersemangat mendirikan pondasi untuk tempat penyulingan minyak nilam yang modalnya ditanggung penuh oleh Jalal. Di halaman depan, ibu-ibu tetangga juga terlihat berkumpul meriah; sebagian ada yang asyik mengobrol, dan ada pula yang bersantai sambil mencari kutu rambut.

​Sementara itu di dalam kamar, Yasita justru merasakan hal yang berbeda pada tubuhnya. Entah mengapa, hari ini bawaannya sangat malas melakukan aktivitas apa pun. Tubuhnya terasa lemas dan dia hanya ingin terus berbaring diam di atas ranjang.

​"Pak!" panggil Yasita dengan suara kencang dari dalam kamar. Namun, tidak ada sahutan dari luar.

​Yasita akhirnya menghela napas, bangkit dari tempat tidur lalu melangkah gontai mendekati jendela kamar. Dari balik kaca, dia bisa melihat keberadaan sang mama yang sedang berkumpul bersama ibu-ibu tetangga.

​"Mak! Di mana bapaknya Jayan?" tanya Yasita sedikit berteriak.

​Mamanya menoleh ke arah jendela. "Itu, ada di sebelah samping, sedang lihat orang kerja!" jawab sang mama.

​"Tolong panggilkan dia, Mak," ucap Yasita pelan, lalu segera menutup kembali daun jendela dan berjalan kembali untuk berbaring di kasur.

​Tidak lama setelah dia merebahkan diri, terdengar suara gerendel pintu kamar yang dibuka dari luar.

​"Sayang?" panggil Jalal melangkah masuk.

​"Hemm... Sini, Pak," sahut Yasita lirih sembari melambaikan tangannya, memberi isyarat agar suaminya mendekat.

​"Ada apa? Kenapa kamu tidak ikut keluar?" tanya Jalal sembari mendekat. Pria itu kemudian mendudukkan tubuh tegapnya tepat di sisi ranjang, menatap heran ke arah Yasita yang sudah membungkus tubuhnya menggunakan selimut tebal. "Kenapa siang-siang begini malah selimutan? Memangnya tidak panas?"

​"Pak, ke sini... Deket-deket sini," ucap Yasita dengan nada manja yang menggemaskan.

​Jalal tersenyum lembut melihat tingkah manja istrinya, lalu menggeser duduknya menjadi semakin rapat.

​"Pak, masuk ke dalam selimut sama-sama yuk!" ajak Yasita kemudian.

​Jalal seketika mengernyitkan dahinya bingung. Bukannya menjawab, Yasita justru mengerlingkan matanya nakal. Jemari lentiknya bergerak meraih tangan kekar Jalal, lalu menuntun telapak tangan suaminya itu masuk ke balik selimut, menyentuh lembut bahu polosnya.

​Manik mata Jalal seketika membulat. "Sayang? Kamu... Tidak pakai baju?" tanya pria itu terkejut.

​Yasita menggelengkan kepala sembari tersenyum manis. Rupanya sebelum Jalal masuk ke kamar tadi, dia sudah merapikan pakaiannya dan menyembunyikan diri di balik kehangatan kain selimut. Dengan gerakan perlahan, Yasita sedikit menurunkan batas selimutnya, menatap penuh kehangatan ke arah sang suami.

​"Pak, saya ingin bermanja-manja..." bisik Yasita dengan nada suara yang lembut dan penuh kerinduan.

​Jalal menelan ludah sembari tersenyum hangat. Menerima godaan manis dari istri tercinta di siang hari tentulah hal yang tak bisa dia tolak.

Tanpa membuang waktu lagi, Jalal mendekatkan wajahnya, mendaratkan kecupan-kecupan penuh kasih di leher dan bahu istrinya. "Ah... Pak..." ujar Yasita melirih, merapatkan tubuhnya.

​Jalal menyambutnya dengan dekapan erat. Dengan penuh kelembutan dan kehangatan, dia terus memanjakan sang istri, membuat Yasita terbuai dalam kebersamaan mereka yang intim.

​"Pak... Saya sangat merindukanmu sekarang," bisik Yasita parau.

​Seakan mendapatkan lampu hijau, pria matang itu lantas menyusup masuk ke dalam selimut tebal, menyatukan kehangatan mereka berdua, mengabaikan keriuhan suasana di luar sana demi menuntaskan rasa kasih yang membuncah di antara mereka.

​Pasangan suami istri itu tenggelam dalam momen mesra yang kian hangat, saling memeluk dan memberikan kecupan-kecupan mesra.

1
Erna Wati
kasian jg istrinya Andra. buat Andri sadarlah dia itu istri sodara kembarmu. smga Andri dpt jodoh yg terbaik
Dewi Habibah
bagus ceritanya
Adinda Sri Rhyu
lanjut thor
Arum Dyah
kok mlh jdi bhs adek²nya🙏🙏 bkn mbalik ke crita asalnya??
Ummanya Hil_Ziy
Maaf ya, lama Up nya....Aku ndak mengerti kenapa di Review babnya lama sekali...ada yang bermasalah atau bagaimana? aku sudah Up dari tanggal 17 tapi lama banget lolosnya🙏
Alissia
suka banget sama mc nya gak meye meye🤣🤣🤣🤭🤭🤭
Adinda Sri Rhyu
up thor
falea sezi
lah nikah pake binti iqbal😒 bukannya naka adopsi ya wali hakim donk thor🤭
falea sezi
🤣suka MC nya badas
Arum Dyah
sia andra kya psikopat ya🤣🤣🤣
Julicsjuni Juni
banyak rahasia ya sepertinya
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😍 kereen 😍 terimakasih 😘
Fitria Syafei
semangat kk cantik 👌 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 🥰
Fitria Syafei
cepat sehat yaa KK cantik 😍 KK cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Ummi Sulastri Berliana Tobing
cepat pulih y Thor 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!