Asih gadis berparas cantik yang merupakan salah satu kembang desa, banyak laki-laki yang mengejar cintanya tak hanya pemuda desa, duda dan laki-laki beristri pun mengejar cinta Asih. Namun kemalangan menimpa nya Asih ditemukan seorang warga tergeletak tak bernyawa disalah satu kebun warga. Siapakah orang yang tega berbuat keji terhadap Asih?
Yuk baca terus kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arztha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Andre, Jono, Raka, Rizal dan Ahmad terdiam mereka saling lirik satu sama lain mendengar pertanyaan Ki Ageng.
Mereka msih terdiam membisu tanpa berani menjawab. Ki Ageng pun memperhatikan para pemuda itu.
"Yasudah kalau kalian masih diam, terus aku kudu bantu apa? " Ki Ageng pun bertanya.
"Saya cuma pingin kuntilanak itu tidak mengganggu saya dan teman teman Ki, sudah itu saja. " Andre pun akhirnya mengutarakan tujuan utama nya datang ke sini.
"Itu saja? "
Mereka mengangguk, Ki Ageng pun berkomat kamit membacakan mantra lalu ia mengeluarkan semacam jimat untuk kelima pemuda itu.
"Ini kalian pakai jangan sampai terlepas, semoga ini bisa menghindari kalian dari berbagai marabahaya dan gangguan gangguan yang tak diinginkan. " ucap Ki Ageng kepada lima pemuda itu.
Kelima pemuda itu pun menerima satu persatu jimat tersebut dan menyimpan nya dengan baik.
Setelah beres mereka pun segera berpamitan pulang ke desa mereka.
"Kalau gitu saya dan teman teman pamit Ki, terimakasih atas bantuan nya. " ucap Andre mewakili teman temannya.
"Sama sama, kalian hati hati di perjalanan jangan kaget kalau banyak yang mengganggu selama perjalanan pulang kalian. Awas jangan sampai lengah dan tetap waspada kalau diantara kalian tidak mau celaka. " pesan Ki Ageng kepada lim pemuda itu.
"Baik Ki terimakasih atas bantuannya. " Jono pun bersalaman dengan Ki Ageng dan di susul dengan yang lainnya.
"Sama sama. "
Mereka pun berjalan menuju mobil mereka, jam menunjukkan pukul enam sore waktu maghrib pun sebentar lagi. Perjalanan dari rumah Ki Ageng terlihat sangat mencekam berbeda dengan perjalanan menuju rumah Ki Ageng. Mereka pun berjalan melewati hutan yang sangat lebat yang dikelilingi pohon besar dan lebat.
Andre pun merasakan sesuatu yang berbeda. "Ko horor banget sih perjalanan pulangnya. "
"Ia bos gue juga merasa begitu. " timpal Jono.
"Udah lah kita berdo'a aja. " ucap Ahmad.
"Nah bener kata Ahmad, yuk kita berdoa. " seru Raka.
Namun saat di pertengahan hutan tiba tiba mobil yang mereka tumpangi mendadak mati tidak bisa di hidupkan kembali.
"Kenapa Zal ko berenti? "
"Gak tau bos tiba tiba mati begini mobilnya. "
"Ko bisa, bensin nya ada kan Zal? " sahut Jono.
"Ada, kan tadi sebelum jalan gue isi dulu di pom bensin. "
Raka yang mengerti dengan mesin mobil pun segera turun untuk mengeceknya. "Bentar gue cek dulu, semoga nggak ada yang parah. "
Raja pun keluar dari mobil lalu ia membuka kap mobil untuk mengecek , asap pun mengepul keluar dari kap mobil itu.
"Kenapa Rak? " Andre pun menyusul Raka yang sedang mengecek mobilnya.
"Ngebul bos. "
"Ko bisa ngebul? "
Raka hanya mengedikkan bahunya, ia pun tak mengerti kenapa mobil bos nya tiba-tiba mati dan mesinnya ber asap padahal sebelumnya mobil itu sudah dipanaskan dan di cek terlebih dahulu sebelum di pakai.
Raka mencoba mengutak-atik mobil itu, dalam hatinya ia berharap semoga mobilnya dapat hidup kembali.
"Coba nyalahin lagi Zal." pintar Raka kepada Rizal.
"Oke."
Akhirnya mobil pun hidup kembali. Raka segera menutup kap mobil itu dan bergegas naik.
"Yuk jalan lagi. " ucap Andre yang khawatir hari sudah larut.
Rizal menjalankan kembali mobilnya, namun belum ada setengah jalan tiba-tiba ia mengerem mendadak.
Ckittttttt!!!!
Suara ban dan aspal pun bergesekan.
"Kenapa lagi bro? " tanya Jono.
"Itu ada yang nyebrang. "
"Mana? dari tadi gue liat nggak ada orang loh. " ucap Andre yang dari tadi memperhatikan situasi jalan yang ia lewati.
"Serius bro tadi ada yang nyebrang tiba-tiba. "
Tiba-tiba angin berhembus kencang sehingga daun daun pun bergoyang.
Kuntilanak pun muncul di depan mobil mereka.
"Astaga, kenapa muncul di saat nggak tepat sih. " Andre sangat terkejut melihat penampakan di depan mobilnya.
"Bos gimana ini bos. " Jono mulai ketakutan.
"Zal jalan Zal. " Andre menyuruh Rizal untuk segera menjalankan mobilnya.
Rizal pun melajukan mobil yang ia kendarai dengan kecepatan penuh.
Kuntilanak itu pun terbang mengikuti mobil yang di kendarai Rizal.
"Hihihi hihihi. "
Tawa kuntilanak itu pun sangat terdengar jelas ditelinga mereka memecahkan keheningan malam ini.
"MAU KEMANA KALIAN? " tanya kuntilanak yang berbaju merah dengan muka yang sangat menyeramkan.
"Gila abis dari rumah Ki Ageng kuntilanak nya makin ganas. Ini jimat ampuh nggak sih? " seketika Andre meragukan jimat yang Ki Ageng berikan.
"Nah iya, tapi kan tadi Ki Ageng bilang kalau di jalan bakal banyak gangguan. " jelas Jono.
"Ia betul mungkin ini gangguan yang dimaksud Ki Ageng bos. " Rizal menimpali ucapan Jono.
"Terus kita harus gimana? " Andre terlihat sangat frustasi.
Namun tiba tiba mobil yang mereka tumpangi mati kembali. Rizal pun mencoba menstarter namun tidak berhasil.
"Agh, kenapa sih ini mobil tiba-tiba mati melulu. " kesal Rizal.
Andre menoleh kepada Raka. "Rak cek lagi Rak. "
"Serem bos. " Raka melihat dari dalam mobil, suasana di luar berbeda sekali dengan tempat yang pertama kali mobil mereka mogok.
"Lag terus kita nginep di dalam mobil gini? "
Raka yang merasa tidak enak dengan si bos akhirnya ia pun terpaksa turun sendirian dari mobil itu untuk mengecek kenapa bisa mogok kembali. Ia pun membuka kembali kap mobil itu namun ternyata tidak kenapa kenapa ia pun bingung. Setelah ia menutup kembali betapa terkejutnya saat Asih sudah berada di samping nya.
"BANG RAKA. "
"Aa-Asihh."
"IKUT ASIH YUK BANG. "
"Pergi sana. "
Raka ingin segera masuk kembali kedalam mobil, namun langkah nya sangat berat sekali ia melihat kebawah ternyata Asih yang memegang kedua kakinya sehingga ia pun tidak bisa melangkah.
"Lepassss.... "
🍂🍂🍂
Besok aku libur ya, jangan lupa di like komen okey.